Sinopsis & Review Drama Romantis Snowdrop (2021)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Snowdrop
3.4
/5

Snowdrop (2021) diwarnai dengan kontroversi yang seolah tiada henti. Petisi yang dikumpulkan warga Korea Selatan, terkait permintaan mereka untuk menghentikan penayangan turut meramaikannya.

Sebagian besar menolak romantisasi karakter yang berbeda dengan kejadian sebenarnya, yakni pada peristiwa pemilihan presiden Korea Selatan di tahun 1987.

Mengambil peristiwa yang traumatis sebagai latar belakang ceritanya, drama Snowdrop (2021) menyuguhkan konflik yang berat karena menyangkut sejarah langsung warga Korea Selatan. Tidak heran jika banyak penolakan dalam proses penayangannya.

Kalau kamu masih penasaran dengan cerita drama Snowdrop (2021), sinopsis dan ulasannya berikut ini sedikit banyak bisa memberimu bocoran. Simak yuk!

Baca juga: Sinopsis & Review Drama Korea Crash Landing on You (2019)

Sinopsis

Pada Operasi Phoenix, Lim Soo Ho, agen dari Korea Utara ditugaskan membawa seseorang yang menjadi otak bagi pencalonan presiden oposisi ke Utara. Tugas tersebut dia lakukan atas negosiasi dengan Korea Selatan sebagai upaya menggagalkan pencalonan presiden oposisi tersebut.

Lim Soo Ho juga harus lari dari kejaran agen ANSP yang bersikeras meyakini bahwa dia adalah mata-mata Utara. Di tengah itu dia bertemu sekaligus berhutang budi pada seorang mahasiswi bernama Yeong Ro; putri Direktur ANSP.

Episode 1-5

Episode 1-5

Tahun 1987, menjelang pemilihan Presiden Korea Selatan selanjutnya, Partai Aemin selaku pengusung presiden yang berkuasa mencari cara memenangkan pemilihan berikutnya.

Sekjen Partai Aemin atau Petinggi Kedua, Nam Tae Il dan Direktur ANSP sekaligus petinggi partai ketiga, Eun Chang Su, membuat skenario untuk menggagalkan oposisi.

Mereka bekerjasama dengan Korea Utara untuk menjebak Han In Seop, seorang ahli ekonomi sekaligus otak bagi pencalonan presiden oposisi sebagai komunis. Dalam operasi yang dinamai Operasi Phoenix tersebut, Korea Utara mengirimkan sebuah tim yang dikepalai Lim Soo Ho.

Soo Ho yang menyamar sebagai mahasiswa dari Berlin harus membawa Han In Seop ke Utara untuk mendukung rencana Partai Aemin.

Di sisi lain Lim Soo Ho juga diincar oleh Lee Gang Mu, agen ANSP yang meyakini bahwa Soo Ho adalah mata-mata Korea Utara dengan nama kode Sungai Taedong Satu. Dia terobsesi menangkap Soo Ho karena pria itu juga menewaskan satu teman agennya saat berada di Jerman.

Lee Gang Mu sendiri sudah diperintahkan mundur dari kasus Han In Seop. Namun, agen itu tak mau mendengar perintah Ahn Gyeong Hui selaku atasannya langsung.

Dia tetap yakin bahwa Soo Ho adalah mata-mata Utara yang harus dihabisi. Upayanya menangkap Soo Ho gagal karena pemuda itu diselamatkan Eun Yeong Ro, mahasiswi penghuni Asrama Putri Hosu University.

Yeong Ro yang jatuh cinta pada pandangan pertama ketika mereka kencan buta secara berkelompok meyakini bahwa Soo Ho hanyalah mahasiswa pendemo pendukung demokrasi yang sedang kabur dari kepolisian. Yeong Ro merawat Soo Ho secara sembunyi-sembunyi sampai luka pemuda itu sembuh.

Soo Ho yang sudah sembuh harus kembali pada tugasnya. Namun, wajah Soo Ho yang sudah diketahui oleh pihak Korea Selatan sangat berisiko melanjutkan tugas.

Meski begitu dia tetap ingin menyelesaikannya, terutama karena sang ayah, Lim Ji Rok, adalah pihak Utara yang bernegosiasi menjebak Han In Seop dengan Selatan.

Di sisi lain Choi Soo Ryun dari pihak Utara meminta Joo Gyeok Chan, anggota Lim Soo Ho, mengawasi ketuanya itu. Jika Soo Ho melenceng dari ideologi, jangan segan untuk membunuhnya.

Han In Seop sendiri berhasil dibawa anggota lainnya menuju titik keberangkatan. Sementara itu Soo Ho harus mengambil uang dan senjata yang ditimbun di gunung di dekat Asrama Mahasiswi Hosu lebih dulu.

Nahas, dia berhasil dikepung oleh Lee Gang Mu dan tim. Saat itulah dia menawan Eun Yeong Ro di bawah todongan senjata. Bersama dua anggotanya Soo Ho juga menyandera penghuni asrama lain serta Lee Gang Mu.

Kekacauan ini sampai di telinga Eun Chang Su, selaku Direktur ANSP yang bernegosiasi dengan Lim Ji Rok sekaligus ayah Eun Yeong Ro.

Dia memerintahkan anggotanya untuk melepaskan Lim Soo Ho dan dua anggotanya dalam keadaan hidup-hidup. Di sisi lain Han In Seop tewas dalam peristiwa adu tembak dengan pihak Selatan. Kapal yang bersiap membawanya ke Utara berhasil ditenggelamkan bersama tim Soo Ho yang lain.

Setelah memastikan pihak Selatan benar-benar menjamin keselamatannya, Lim Soo Ho, Gyeok Chan dan Eung Cheol mulai keluar dari Asrama Hosu. Sejurus kemudian sebuah tembakan dari tempat tidak terduga mengenai Eung Cheol.

Episode 6-7

Episode 6-7

Soo Ho masih terus menyandera para mahasiswi di asrama. Dia hendak melepaskan beberapa mahasiswi yang dinilai merepotkan, salah satunya Yeong Ro. Yeong Ro menolak dibebaskan karena dia merasa bersalah terhadap yang lain.

Sebaliknya gadis itu membisikkan identitas aslinya sebagai putri DIrektur ANSP, Eun Chang Su pada Soo Ho. Soo Ho membutuhkan bantuan dokter karena dua rekannya, Eung Chul dan Gyeok Chan tertembak.

Nam Tae Il mengirimkan Dokter Kang Cheong Ya, wanita simpanannya. Dia meminta Dokter Kang untuk membunuh tiga mata-mata penyandera tapi Kang menawarkan pilihan lain.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram