bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Jirisan, Perjuangan Ranger di Gunung Jiri

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 21 Desember 2021

Dijagokan menjadi drama terbaik tahun ini, Jirisan (2021) sudah sangat ditunggu-tunggu penikmat drama Korea. Terbukti untuk episode pertama saja ratingnya sudah mencapai angka 9%. Jirisan (2021) disebut-sebut akan jadi fenomenal menjelang akhir tahun karena berbagai alasan. Pertama, drama ini memasang nama-nama besar sebagai pemainnya, mulai dari Sung Dong Il, Jun Ji Hyun, Ju Ji Hoon, Oh Jung Se hingga Go Min Si.

Kedua, ia digarap oleh sutradara dan screenwriter yang terkenal bertangan dingin. Lee Eung Bok sebelumnya sukses menyutradarai Sweet Home (2020), Mr. Sunshine (2018), Goblin (2016) dan Descendant of the Sun (2016). Sementara itu Kim Eun Hee juga berhasil menulis cerita untuk Kingdom Season 1 dan 2, Signal (2016) dan 3 Days (2014).

Penasaran bagaimana kedua jenius itu bekerja menciptakan sebuah cerita yang istimewa? Jirisan (2021) gak boleh dilewatkan! Sinopsis dan ulasan untuk episode pertama bisa kamu baca pada artikel berikut ini!

Sinopsis

Hari pertama bergabung bersama ranger di Gunung Jiri, Kang Hyun Jo sudah harus dihadapkan pada kasus pencarian remaja yang hilang di gunung. Tak sempat ganti baju, dia bergegas ikut tim mencari ke berbagai tempat yang diperkirakan.

Beruntung dia dipasangkan dengan Seo Yi Gang yang terkenal sebagai Iblis Jiri karena hafal betul seluk-beluk Jirisan. Bagaimana kisah petualangan mereka? Mari simak sinopsis dan ulasah Jirisan (2021) episode pertama berikut ini!

Episode 1

Episode 1

Di Museum Pendidikan Ekologi Baekdudaegan sebuah tayangan tentang Jirisan diperlihatkan. Jirisan bukan hanya sebuah gunung melainkan tanah harapan sekaligus tempat kematian yang kejam.

Jirisan adalah perbatasan antara tumbuhnya harapan dan kehancuran yang parah. Jirisan merupakan tanah penting antara dunia ini dan dunia selanjutnya.

Kang Hyun Jo (Ju Ji Hoon) yang baru dipindahkah ke Jirisan National Park Haedong Ranger Station langsung disambut oleh kehebohan tim mencari orang hilang di gunung.

Jo Dae Jin (Sung Dong Il) sebagai komandan pencarian memerintahkan Jung Gu Yeong (Oh Jung Se) mengajaknya bergabung bersama tim untuk terjun ke lapangan. Tak sempat berganti pakaian, Hyun Jo harus bergegas.

Mereka diburu waktu mencari Yeom Seung Hun, 14 tahun, yang sudah hilang selama 23 jam. Dia naik ke gunung mengenakan seragam sekolah lengkap dengan sepatu dan tas ransel. Semua tim yang ada di setiap camp dan station dikerahkan mencari ke wilayah-wilayah yang diperkirakan.

Yeom Seung Hun harus segera ditemukan mengingat dia tidak membawa perlengkapan memadai sehingga waktu genting yang dimiliki tinggal tersisa 7 jam dari total 30 jam waktu aman.

Dalam keadaan seperti itu bongkahan batu mengenai salah satu ranger, beruntung Seo Yi Gang (Jun Ji Hyun) dengan sigap menyelamatkannya dari cedera lebih parah.

Sebagai gantinya Yi Gang diminta mengajak Hyun Jo, si anak baru. Kondisi tampaknya bisa semakin parah karena badai dan hujan diperkirakan akan melanda kawasan Jirisan. Di tengah cuaca yang buruk Hyun Jo menemukan tas ransel Seung Hun.

Sejurus kemudian kepala yang mengambil alih pencarian, memerintahkan Yi Gang dan tim kembali karena kemungkinan anak itu pergi ke gunung untuk bunuh diri.

Hyun Jo tiba-tiba mendapat sebuah visual sebelum kepalanya tertimpa potongan dahan cukup besar lalu pingsan. Melewati waktu genting, 30 jam, Hyun Jo yakin Seung Hun masih hidup.

Merasa tak tenang Yi Gang memutuskan mendaki sendiri, ternyata Hyun Jo juga sudah ada di sana. Mereka sama-sama gelisah karena jika tidak diselamatkan malam ini, Seung Hun bisa meninggal.

Setelah mencari dan tanpa hasil Hyun Jo mengusulkan Yi Gang untuk berpindah ke sebuah area yang dia lihat di bayangannya; Batu Sangsuri. Benar saja, mereka menemukan Seung Hun di sana dalam keadaan pingsan.

Gu Yeong dan Il He yang datang kemudian bantu membawa Seung Hun turun gunung. Hyun Jo rupanya memiliki kemampuan melihat para pendaki yang hilang di gunung tapi Yi Gang menganggapnya lelucon.

Dua tahun kemudian Dae Jin menerima Yi Gang sebagai ranger baru. Gu Yeong keberatan karena rupanya Yi Gang sekarang berada di atas kursi roda. Menggunakan insting dan analisisnya Yi Gang tertarik dengan kasus pencarian Yang Geun Tak yang baru ditutup Dae Jin dan tim.

Berdasarkan petunjuk dari Yi Gang, Gu Yeong dan Lee Da Won (Go Min Si) diperintah menuju tempat yang dimaksud. Sampai di sana keduanya terkejut karena menemukan tengkorak Yang Geun Tak. Dae Jin dan Gu Yeong penasaran bagaimana Yi Gang bisa tahu persis lokasi pendaki yang hilang sementara sudah sebulan lebih ratusan orang mencarinya.

Yi Gang menjelaskan bahwa dia mendapat petunjuk dari kode yang hanya dimengerti Hyun Jo dan dirinya. Kode tersebut dipakai untuk menandakan lokasi pendaki yang hilang saat tak ada sinyal.

Anehnya Yi Gang juga menemukan petunjuk-petunjuk serupa pada beberapa kasus kehilangan lain. Da Won menebak mungkin Hyun Jo yang membuat petunjuk tersebut tapi Dae Jin menyangkal karena Hyun Jo sedang koma.

Episode 2

episode 2

Pada tahun 2020, dua bulan ke belakang, tepatnya 62 hari sebelum Yang Geun Tak dinyatakan menghilang, seseorang terlihat memindahkan pita kuning yang terikat pada pepohonan di jalur pendakian. Pita kuning tersebut turut ditemukan bersama jasad Yang Geun Tak dan membuat Yi Gang penasaran.

Yi Gang mencari keterkaitan penemuan jasad Yang Geun Tak dengan petunjuk yang dia terima. Ingatannya lalu kembali ke 2018 ketika Jo Dae Jin kembali mempertanyakan motifnya mendaki gunung yang bersalju saat itu, yang membuatnya lumpuh. Ketika itu Hyun Jo pergi ke Jirisan di hari libur untuk berlatih.

Sampai di puncak tebing dia mendapat visualisasi yang aneh. Dia melihat pita kuning dan tangan yang berdarah. Hyun Jo lalu menghubungi Yi Gang yang sibuk melayani orang-orang yang berkunjung ke kedai sang nenek, Lee Mun Ok (Kim Young Ok), dan bertanya soal lokasi yang dia lihat sekejap tadi.

Pita kuning yang dilihat Hyun Jo rupanya dipakai para pendaki ilegal, artinya area yang dia cari adalah area terlarang, tepatnya 4 Km dari Lembah Mujin. Di antara kabut dan pohon pinus Hyun Jo menemukan Kim Gi Chang, pendaki ilegal yang mengaku mencari jasad ayahnya yang menghilang satu tahun lalu.

Hyun Jo sudah berada di upacara peringatan kematian atas musibah yang terjadi di musim panas 1995 silam. Setidaknya 100 orang wisatawan, warga lokal dan ranger tewas karena banjir besar, dua di antaranya adalah orangtua Yi Gang.

Hyun Jo menemui Yi Gang dan mengatakan ingin menyelidiki hilangnya Hong Sang Gyu, ayah Kim Gi Chang setelah mendapat visualisasi yang aneh, untuk menghindari jatuhnya korban lagi, tapi Yi Gang menganggapnya mabuk.

Hyun Jo dan Gi Chang mulai mencari Hong Sang Gyu. Yi Gang sendiri mencari informasi tentang Sang Gyu ke Kim Woong Sun (Jun Suk Ho), petugas polisi di Desa Haedong. Menurut Woong Sun, Sang Gyu hanya punya seorang putri. Gi Chang adalah penipu.

Hyun Jo masih belum mengetahui hal itu dan tetap melanjutkan pencarian bersama Gi Chang. Di sisi lain Yi Gang menemui putri Hong Sang Gyu, Hong Young Mi dan mendapat informasi kalau ayahnya dikejar Gi Chang sehingga terpaksa pergi ‘mencuri’ pinus dari Jirisan. Hyun Jo diam-diam menemukan tas berisi identitas Gi Chang tersangkut di pohon lantas mencurigai lelaki itu.

Saat mengungkapnya Hyun Jo diserang dan terluka. Sebelum pingsan dia sempat membuat petunjuk dari ranting. Yi Gang berhasil melacak posisi Gi Chang dari petunjuk yang dia temukan di samping tubuh Hyun Jo.

Sejak itu Yi Gang tampak mulai memercayai Hyun Jo dan memutuskan mencari jasad Sang Gyu seorang diri. Setelah berhari-hari mencari, Yi Gang akhirnya menemukan jasad Sang Gyu yang sudah jadi tengkorak.

Kembali ke tahun 2020, Da Woon yang akan melakukan patroli khusus ke Lembah Dowon diminta Yi Gang membuat tanda, sesuai yang dia gambar, di belakang Batu Mang-bawi. Petunjuknya mengarah pada Pos Ranger Haedong, ke markas tempat Yi Gang berada. Hari itu Da Woon berangkat bersama Gu Yeong.

Di saat bersamaan Dae Jin memindahkan Yi Gang ke Kantor Pusat Wonju. Dia berjanji akan mencari tahu soal petunjuk yang dicari Yi Gang. Sementara itu Da Woon menemukan Batu Mang-bawi dan mulai membuat tanda sesuai gambar dari Yi Gang. Yi Gang sendiri kembali mengingat saat dirinya bertugas bersama Hyun Jo.

Di sana terdapat banyak pita warna merah yang juga merupakan tanda milik pendaki ilegal. Yi Gang menjelaskan bahwa pita tersebut adalah penunjuk jalan, penyelamat bagi yang tertinggal. Hyun Jo lalu menceritakan keanehan pita kuning yang dia temukan beberapa waktu lalu. Pita tersebut tidak mengarah ke puncak melainkan ke arah lain seolah mengecoh pendaki lain agar tersesat.

Kembali ke tahun 2020, Yi Gang menerima telepon dari kantor ranger lain, memintanya mencarikan satu lembar laporan yang hilang. Saat sedang mencari itulah tanpa sengaja dia menemukan sekantong pita kuning dengan bercak darah di dalam wadah plastik.

Sementara itu dalam perjalan pulang Da Woon yang asyik memotret melihat sosok misterius mengenakan jaket yang kotor dan basah berdiri persis di depannya.

Episode 3-4

Sinopsis dan Review Jirisan, Perjuangan Ranger di Gunung Jiri 3

Setelah menemukan sekantung pita kuning dengan bercak darah di laci meja Dae Jin, Yi Gang tak bisa menjauhkan pikirannya dari kebingungan dan kecurigaan. Sementara itu rumor hantu pria berlumuran darah di gunung dan orang-orang yang meninggal setelah melihatnya mulai merebak di kalangan pendaki.

Suatu hari di tahun 2018 ketika Yi Gang, Hyun Jo dan tim membubarkan praktik perdukunan ilegal di atas Lembah Baektogol di gunung, seorang gadis cilik yang ikut ritual dan misterius mengatakan pada Hyun Jo bahwa lelaki itu ditakdirkan berkelana di gunung sekalipun sudah meninggal.

Lembah Baektogol merupakan kawasan dengan energi paling besar di Jirisan sehingga menjadi pusat makhluk halus di sana. Nenek Geum Rye, pendaki ilegal yang sering mendaki Jirisan, dilaporkan hilang saat melakukan kebiasaannya memberi persembahan untuk arwah sang ibu yang meninggal di Baektogol.

Hyun Jo yang mendapat visual sebelumnya mencoba mencari ke Baektogol. Tanpa diduga dalam perjalanan dia bertemu bekas kesatuannya di militer.

Salah satu anggota, Prajurit Ahn Jae Seon, mengaku melihat seseorang di Bukit Baektogol sedang membuka sebuah ransel berwarna merah muda. Prajurit Ahn selanjutnya terlihat meminum sebotol yogurt.

Hyun Jo dan Yi Gang melanjutkan pencarian dan menemukan ransel nenek Geum Rye berisi jamur beracun yang dapat mengakibatkan halusinasi hingga kematian.

Nenek Geum Rye yang berhalusinasi bertemu mendiang ibunya, ditemukan meninggal oleh Yi Gang dan Hyun Jo. Kematian Geum Rye mengingatkan Hyun Jo pada kematian rekannya di militer di sekitar area Baektogol setahun lalu.

Sejak itu dia bisa melihat orang-orang yang meninggal di Jirisan dan merasa kemampuannya dapat digunakan menyelamatkan orang-orang di Jirisan.

Tak lama Hyun Jo mendapat permintaan pertolongan karena Prajurit Ahn menghilang dari rombongan. Ahn Jae Seon terlihat dalam keadaan berhalusinasi, berdiri di pinggir jurang saat seseorang berpakaian serba hitam terlihat di belakangnya. Beruntung Hyun Jo berhasil menyelamatkan prajurit tersebut.

Hyun Jo menemui Ahn Jae Seon dan mendengar pengakuan bahwa seseorang yang memeriksa ransel nenek Geum Rye memberinya sebotol yogurt. Hyun Jo juga mendapat visual tentang seseorang yang terjatuh di Batu Pagoda Baektogol dengan sebotol yogurt kosong, tapi Yi Gang belum sepenuhnya percaya.

Rupanya visual yang dia lihat adalah kejadian setahun lalu, saat rekannya ditemukan meninggal. Hyun Jo tampak ketakutan karena itu berarti rekannya dibunuh dan pembunuhnya masih berkeliaran di gunung, terus membunuh sampai hari ini. Cerita berlanjut saat Da Woon memeriksa tanda yang dia buat sesuai perintah Yi Gang beberapa waktu lalu.

Dia heran karena menemukan tandanya berubah. Tak lama Da Woon merasakan aura misterius yang membuatnya ketakutan. Gadis itu bergegas pergi dan tanpa disadari bertabrakan dengan ruh Hyun Jo yang ada di sana. Tubuh Hyun Jo yang sedang koma di rumah sakit menunjukkan reaksi.

Kembali ke tahun 2020 kecurigaan Yi Gang pada Dae Jin semakin kuat ketika melihat pada berkas ada kesamaan tanggal antara hilang dan tewasnya para pendaki dengan jadwal cuti Dae Jin, termasuk peristiwa tewasnya rekan Hyun Jo. Tak lama Da Woon datang dan menunjukkan video yang memperlihatkan sebuah ranting bergerak sendiri.

Yi Gang langsung berfirasat akan ada kematian di tempat yang ditunjuk ranting dalam video tersebut. Benar saja, ranger yang dihubungi Yi Gang menemukan seseorang di sana dalam keadaan kritis.

Setelah dibawa ke rumah sakit diketahui pendaki itu keracunan sehabis meminum yogurt. Ingatan Yi Gang kembali ke masa lalu saat berdebat dengan Hyun Jo perkara yogurt.

Pendaki yang baru selamat dari maut itu memberi kesaksian mengejutkan pada Yi Gang bahwa dia melihat hantu berlumuran darah dengan jaket putih berlogo sama dengan ranger Jirisan. Begitu diperlihatkan foto Hyun Jo, pendaki tersebut ketakutan dan mengatakan hantu yang dia lihat adalah pria di foto itu.

Tahun 2018 saat membantu Dokter Yoon dari restorasi spesies Jirisan yang terancam punah menangkap pencuri ular, Hyun Jo mendapat informasi kalau orang yang bisa mengekstraksi jamur Rutsgill menjadi racun adalah seseorang yang juga mengetahui tata geografi atau vegetasi Jirisan, yaitu ranger.

Beberapa waktu kemudian pencuri ular itu kembali beraksi; di tempat yang muncul dalam mimpi Hyun Jo. Yi Gang dan Hyun Jo sudah lebih dulu memeriksa tempat itu tapi tak menemukan apa-apa lalu pergi melanjutkan patroli. Tak lama suara ledakan terdengar.

Pencuri ular tewas setelah memegang sebuah benda mirip kentang yang sebelumnya disimpan oleh orang misterius dengan luka cakar di bagian punggung tangan. Rupanya benda mirip kentang tersebut adalah bom rakitan.

Kejadian ini menimbulkan kehebohan dan ranger Jirisan jadi sorotan. Akibat hal itu Kepala Layanan Taman Nasional Gunung Jiri mengundurkan diri. Hyun Jo juga bertekad menemukan pelakunya, yaitu seseorang yang dia lihat di mimpi memiliki luka cakar di punggung tangan. Yi Gang melihat seseorang dengan ciri-ciri itu muncul di perkumpulan warga.

Episode 5

Episode 5

Yang Sun yang hilang ditemukan shock di kawasan Saemagol oleh Hyun Jo, Yi Gang dan Gu Yeong. Di dekatnya terdapat bom kentang dalam sebuah perangkap milik kakek Yang Sun. Menurut kesaksian Yang Sun, Se Wook yang memberi tahunya bahwa sang kakek ada di tempat kejadian saat peristiwa ledakan yang menewaskan satu warga desa beberapa waktu lalu.

Di tempat berbeda Hyun Jo mendatangi Se Wook dan tanpa basa-basi menyampaikan kecurigaannya. Se Wook yang gelisah langsung menutup pintu rumah dan terlihat menghubungi seseorang. Orang tersebut akan mencari tahu siapa petugas yang dimaksud Se Wook dan membereskannya.

Sementara itu kakek Yang Su langsung diamankan tapi Hyun Jo tetap yakin bukan pria paruh baya itu pelakunya. Dia pun terus menyelidiki melalui kamera otomatis dan menemukan Se Wook tertangkap oleh salah satu kamera yang terpasang.

Dari analisis Yi Gang, Se Wook kemungkinan mengincar Yang Sun karena dia memancing sepupunya itu datang ke Saemagol, ke tempat bom kentang dipasang. Bersama Hyun Jo dan Gu Yeong mereka bergegas ke rumah Yang Sun.

Sayang Yang Sun yang sudah meminum setengah botol minuman probiotik pemberian Se Wook ditemukan dalam keadaan terkapar lemas. Se Wook yang masih ada di kediaman Yang Sun saat tiga ranger itu datang langsung melarikan diri.

Hyun Jo dibantu Yi Gang mengejarnya sampai ke gunung. Namun, mereka harus kehilangan jejak saat Hyun Jo hampir menginjak bom kentang. Beruntung Yi Gang mencegah hal itu terjadi.

Sebelum datang ke kediaman Yang Sun dan meracuni sepupunya itu, Se Wook mencatat nama-nama orang yang sudah dan akan dia bunuh. Di sana terdapat nama Yang Sun. Se Wook yang bersembunyi di gunung kini menjadi buronan.

Beberapa waktu kemudian Dae Jin terlihat mengumpulkan pita-pita kuning yang ada di gunung. Tak jauh dari tempatnya berdiri, jasad Se Wook terkapar dengan kepala berdarah.

Setelahnya seseorang terlihat menuliskan nama Hyun Jo di buku catatan Se Wook tempat dia menuliskan nama-nama targetnya. Tahun 2020, Yi Gang Dia menceritakan kejadian mengerikan dari kasus Se Wook pada Do Woon, bahwa setelah pembunuh itu meninggal justru semakin banyak kematian di gunung.

Yi Gang tidak tahu siapa pelaku sesungguhnya karena saat menyelidiki hal itu dia kecelakaan. Yi Gang mengaku bahwa selama ini ada seseorang yang memberinya sinyal dari atas gunung. Jika bisa bertemu orang itu, dia mungkin bisa mengetahui penjahat yang dicari selama ini.

Oleh karena itu dia meminta tolong pada Da Woon untuk memasang kamera di titik-titik yang sudah dia pilih. Yi Gang memonitor menggunakan drone berkamera. Ekspresinya berubah ketika dia melihat sesosok misterius berjubah putih dan lusuh, yang ternyata adalah Hyun Jo. Arwah Hyun Jo yang berkeliaran di gunung juga terlihat menitikkan air mata.

Episode 6

Episode 6

Yi Gang dan Hyun Jo terpaksa harus menggantikan Il Hae dan Gu Yeong berjaga di Pondok Bidam di malam natal. Di tengah hujan salju yang intens mereka mendapat kabar kalau seseorang bernama Cheol Gyeong akan datang Pondok Bidam mengambil barang yang tertinggal.

Cheol Gyeong adalah seorang anggota kepolisian satuan narkoba yang dituduh menerima suap dari kartel. Bersamaan dengan Cheol Gyeong yang datang ke gunung saat salju turun, terlihat dua orang anggota polisi lainnya menyusul di belakang.

Sementara itu ekspresi Yi Gang berubah saat melihat nama Cheol Gyeong tertulis di daftar pendaki yang akan mengambil barang. Rupanya dia adalah cinta pertama Yi Gang yang bertemu saat di penampungan remaja.

Tahun 2006 ketika Yi Gang terpaksa kembali ke Haedong setelah sang nenek memperalatnya. Dengan berat hati Yi Gang melamar pekerjaan sebagai ranger setelah sebelumnya sibuk di Seoul.

Saat itulah dia kembali bertemu Cheol Gyeong yang saat itu datang mengambil barang yang tertinggal setelah sekian lama. Sayang pertemuan mereka tak lama karena Yi Gang mendapat panggilan tugas darurat.

Cheol Gyeong mengatakan akan sering datang ke gunung, menemui Yi Gang. Sejak itu, keinginan Yi Gang untuk tetap berada di Jirisan tiba-tiba menguat. Dia yang semula tidak antusias karena trauma dengan kematian kedua orangtuanya di Jirisan, menemukan kembali alasan dan semangatnya.

Kembali ke tahun 2018, Yi Gang yang mendapat laporan ada seseorang terkilir, segera menuju lokasi meninggalkan Hyun Jo. Tak lama Hyun Jo mendengar suara tembakan. Yi Gang berhasil menemukan korban terkilir yang ternyata seorang anggota polisi wanita yang bertugas di satuan narkoba; sama dengan Cheol Gyeong.

Dia membawa anggota polisi itu ke pondok tapi terkejut karena menemukan pondok dalam keadaan gelap sebab kabel listrik tampak diputus seseorang. Hyun Jo sendiri berhasil menemukan Cheol Gyeong di atas gunung.

Yi Gang semakin kaget karena melihat Gu Yeong terkapar di lantai pondok dengan kepala berdarah. Begitu hendak menghubungi polisi dia diserang oleh seseorang dari belakang.

Rupanya mereka bersekongkol untuk menyingkirkan barang bukti yang disimpan Cheol Gyeong di pondok. Cheol Gyeong sendiri sengaja menjebak dua anggota polisi itu; mereka adalah penerima suap sesungguhnya. Beruntung dua polisi jahat tersebut berhasil diringkuk Hyun Jo dan Cheol Gyeong yang segera sampai ke pondok.

Yi Gang dan Cheol Gyeong akhirnya kembali bertemu dan berbincang setelah sekian lama. Cheol Gyeong kaget mengetahui Yi Gang masih bertugas di sana karena beberapa kali datang dia tak pernah melihatnya. Yi Gang tak kalah terkejut ketika mendengar pengakuan Cheol Gyeong bahwa dia sudah menikah.

Malam harinya Yi Gang mabuk sehingga Hyun Jo harus mengantarnya pulang. Di rumah Yi Gang, Hyun Jo kembali mendapatkan visualisasi misterius. Kali ini dia melihat api besar di Jirisan.

Episode 7

Episode 7

Da Woon berhasil memasang kamera bersensor sesuai perintah Yi Gang. Namun, saat hendak memasang kamera terakhir di area Baektogol Da Woon dikejutkan oleh kemunculan ruh Hyun Jo. Dia tercekat melihat Hyun Jo yang ada di depannya terus berusaha meraih HT yang menghubungkan Da Woon dengan Yi Gang.

Sekeras apapun usaha Hyun Jo, dia tak bisa memegang HT tersebut. Ruh Hyun Jo tampak putus asa lalu menghilang. Di saat bersamaan di rumah sakit Hyun Jo mengalami pendarahan dalam. Dari mulut dan hidungnya keluar darah. Menurut suster, itu bukan pertama kalinya dan setiap Hyun Jo mengalami pendarahan dalam tubuhnya melemah.

Da Woon yang turut melihat kondisi Hyun Jo di rumah sakit hampir tak percaya dengan yang dilihatnya. Dia mengatakan bahwa Hyun Jo yang dia temui di atas gunung tampak sangat kesepian dan sangat ingin berkomunikasi dengan Yi Gang. Ruh Yi Gang benar-benar tinggal di gunung pasca kecelakaan yang menimpanya dan Yi Gang.

Terlihat ruhnya tak bisa melintasi jembatan menuju camp Haedong. Dia juga hanya bisa memegang benda-benda di gunung seperti tanah, ranting dan daun. Ruh Yi Gang juga melihat mayat tergeletak di gunung. Dia bertekad untuk menghentikan pembunuh yang membahayakan nyawa pendaki di Jirisan dengan bantuan Yi Gang.

Tahun 2019 tim Ranger Haedong dan Bidam mengikuti perlombaan seru-seruan antara kelompok ranger. Dalam salah satu permainan kaki Hyun Jo harus terkilir karena jatuh saat digendong Gu Yeong. Beruntung tim mereka akhirnya tetap menang setelah tampil total di pertunjukan seni.

Hyun Jo dan Yi Gang kembali membicarakan tentang visual kebakaran hutan yang dilihat Hyun Jo. Di sana Hyun Jo melihat spanduk kebakaran hutan bertuliskan warna hijau tapi tidak mendapat petunjuk yang jelas tentang lokasinya.

Esok hari tim bersiap menghadapi musim penyuluhan kebakaran hutan. Semua dikerahkan ke gunung kecuali Hyun Jo yang masih cedera.

Dia ditugaskan pergi ke kantor pusat pengawasan untuk mengambil spanduk penyuluhan kebakaran hutan. Saat ada di kantor utama, tim mendeteksi kebakaran di Jirisan. Semua tim di lapangan diterjunkan. Ditambah bantuan siraman air dari helikopter mereka berhasil memadamkannya.

Saat proses pemadaman Yi Gang tidak menemukan spanduk yang dimaksud Hyun Jo. Sampai kemudian dia melihat spanduk itu dibawa oleh seorang ibu pencari herbal liar.

Dari ibu tersebut diketahui bahwa spanduk yang dicari Hyun Jo disimpan di gudang. Hyun Jo pun bergegas ke sana sementara Yi Gang kembali ke gunung untuk pembersihan guna memadamkan api yang masih tersimpan di tanah.

Hyun Jo menemukan spanduk di gudang tersebut tapi seseorang yang misterius mengunci gudang dari luar. Di tempat lain Yi Gang panik dan segera memberitahu tim karena kebakaran kembali terjadi malam itu. Semua mulai bergerak sedangkan Hyun Jo masih berusaha keluar dari gudang.

Tak lama seseorang yang misterius tadi terlihat membakar spanduk di samping gudang. Spanduk yang dibakar adalah yang dilihat Hyun Jo dalam sekelebatan visualnya. Api membesar membuat Hyun Jo semakin panik dan terus mencari jalan keluar karena di gudang juga ada tiga anak kecil yang harus diselamatkan.

Episode 8

Episode 8

Kebakaran di Jirisan meluas dan mengancam Desa Haedong. Banyak tim pemadam kebakaran dikerahkan. Ranger sendiri terus bergerak memadamkan api di area gunung.

Hyun Jo berhasil mengeluarkan tiga bocah itu dari gudang dan melihat mereka lari ke gunung. Hyun Jo sendiri susah payah keluar dari sana dan berhasil diselamatkan oleh tim pemadam kebakaran.

Ibu tiga bocah itu yakin anak-anaknya bersembunyi di Gua Gap di area Saemteo. Dia histeris meminta anak-anaknya diselamatkan. Melihat seorang ibu mengiba meminta pertolongan untuk anak-anaknya, Dae Jin berjanji untuk mencari mereka. Sementara itu Hyun Jo panik karena Yi Gang tidak ada bersama tim.

Dae Jin dan tim yang sudah ada di gunung berhasil berkomunikasi dengan Yi Gang. Yi Gang mengabarkan jarak antara dirinya dan Gua Gap hanya 10 menit. Dia bergegas menyelamatkan anak-anak itu. Yi Gang berhasil menemukan mereka tapi saat akan keluar, pintu gua tertutup pohon yang runtuh karena terbakar.

Hyun Jo sendiri terus memonitor dari bawah sambil melihat keadaan melalui kamera drone. Melihat kondisi yang tak memungkinkan Il Hae menahan Dae Jin yang berkeras menyelamatkan Yi Gang dan anak-anak di dalam gua.

Dae Jin lalu mengabarkan kalau mereka tidak bisa menyelamatkan Yi Gang dan tiga anak itu. Hyun Jo yang mendengar berita tersebut melalui radio komunikasi mendadak lemas.

Ternyata Yi Gang berhasil membawa anak-anak keluar dari gua dengan susah payah. Dia lalu memecahkan lemari perlengkapan kebakaran dan menggunakan tenda tahan api untuk melindungi mereka.

Melalui kamera drone-nya, Hyun Jo melihat lemari perlengkapan keselamatan kebakaran terbuka dan yakin Yi Gang ada di dekat area itu. Dia lalu mengabarkan pada Dae Jin serta tim.

Yi Gang dan tiga anak-anak itu berhasil diselamatkan. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Maju ke tahun 2020, Yi Gang meminta Da Woon mengecek kamera sensor yang dipasang kemarin. Da Woon yang naik ke gunung sendiri tak menemukan hambatan.

Yi Gang kembali mendapat kesaksian dari para pencari herbal liar, bahwa siapa pun yang bertemu hantu pria di Jirisan, mereka tewas. Yi Gang menemui satu korban selamat dan lagi-lagi diyakinkan bahwa ruh yang mereka maksud adalah sosok Hyun Jo. Hari saat Da Woon naik ke gunung ternyata adalah hari-hari tanpa ruh.

Ruh Hyun Jo terlihat kesulitan bergerak dan tak bisa berkeliaran seperti biasa. Di sisi lain ketenangan Da Woon berubah mencekam kala gadis itu merasa diawasi dan diikuti seseorang.

Hyun Jo kembali mendapat sekelebat gambaran, kali ini adalah kecelakaan yang akan menimpa Da Woon. Sayang, sekuat apa pun berusaha dia tak bisa bergerak.

Da Woon yang merasa terancam terus berlari sampai akhirnya terjatuh. Saat itulah seseorang berpakaian ranger lengkap dengan sarung tangan warna hitam, terlihat mendekati Da Woon.

Di tangannya memegang botol yogurt bekas dalam kantung plastik. Da Woon tampak mengenal sosok itu. Yi Gang sendiri panik dan berusaha naik karena Da Woon sulit dihubungi.

Episode 9-10

Episode 9-10

Da Woon bertemu Dae Jin di atas gunung sebelum sulit dihubungi. Di bawah Yi Gang yang gelisah melihat Gu Yeong baru saja turun dari gunung. Pencarian terhadap Da Woon terus dilakukan. Yi Gang mengarahkan tim pencari dan penyelamat berdasarkan sinyal yang dia lihat.

Ponsel Da Woon yang berlumuran darah ditemukan di sana. Sampai hari mulai gelap, tubuh Da Woon akhirnya ditemukan tapi dalam keadaan tidak bernyawa. Jasadnya dievakuasi, termasuk barang-barang. Dae Jin dibawa ke kantor polisi karena sarung tangan miliknya ada pada Da Woon.

Dari rekaman ponsel Da Woon juga terdengar percakapannya dengan Dae Jin. Sayang, buku catatan Da Woon dan rekaman kamera sensor di titik itu, hilang karena dibawa oleh pelaku.

Ruh Hyun Jo terbangun dan menitip kabar pada pencari herbal untuk Yi Gang bahwa sinyal yang dia lihat kemarin bukan dibuat olehnya. Tahun 2019 petisi pembuatan Kereta Gantung di Jirisan membuat Dae Jin resah. Di sisi lain pertanda buruk terjadi saat ritual sedang digelar di Jirisan. Nenek Yi Gang mengingatkan cucunya untuk tidak pergi ke arah Lembah Jembatan Hitam.

Sementara itu seorang vlogger yang mendaki secara ilegal merekam kondisi Lembah Jembatan Hitam. Menurutnya dulu tempat itu adalah sebuah desa yang dihuni 15 keluarga tapi kemudian hilang secara misterius. Sebelum desa itu hilang, terjadi kasus pembunuhan.

Tahun 1991, Kim Jae Gyeong, pemimpin Desa Lembah Hitam, menolak rencana pembuatan kereta gantung. Akibatnya sang istri tewas secara misterius. Warga desa akhirnya memutuskan pindah meninggalkan Jae Gyeong yang memilih bunuh diri meninggalkan putra satu-satunya. Kembali ke tahun 2019, Yi Gang dan Hyun Jo mencari vlogger yang hilang di Lembah Hitam tanpa izin Dae Jin.

Sayang, Yi Gang dan lainnya malah kesulitan menemukan jalan keluar. Dae Jin yang dulu juga tersesat di sana saat mencari istri Jae Gyeong memberi petunjuk pada Yi Gang.

Ranger sudah kembali ke kehidupan yang tenang sebelum pemberitahuan tentang batuan jatuh diterima masing-masing. Semua bergegas ke lokasi tapi Hyun Jo terlihat mendatangi sebuah gua, tempat persembunyiannya saat tersesat di Lembah Hitam untuk mencari sesuatu.

Tanpa diduga di sana dia bertemu Kim Sol. Kim Sol mengaku bahwa Lembah Hitam adalah kampung halamannya. Dia juga bercerita bahwa alasan warga Desa Lembah Hitam pindah dari sana adalah karena cahaya hantu.

Hyun Jo masih yakin kalau cahaya yang dimaksud adalah pantulan mata beruang. Tak lama saat Kim Sol keluar gua, dia terlihat memakai sarung tangan hitam yang mencurigakan.

Episode 11-12

Jirisan Ep 11-12

Keadaan Hyun Jo semakin buruk. Jika terus berlanjut dia akan dinyatakan mati otak dan keluarga akan segera mengambil keputusan. Selesai mengunjungi rumah sakit, Yi Gang mengunjungi Dae Jin di kantor polisi. Dae Jin menjelaskan semua bahwa dia bukan pelakunya. Dia justru mengumpulkan barang-barang bukti berupa pita dan botol yogurt bekas. Yi Gang boleh bertanya pada Il Hae karena dia mengetahui semua cerita Dae Ji.

Il Hae akhirnya datang menemui Yi Gang dan Gu Yeong. Sebelumnya Yi Gang menyusun rencana bersama Il Hae karena dia mencurigai Gu Yeong. Yi Gang meminta Gu Yeong membawanya ke Lembah Hitam guna mencari bukti kejahatan yang selama ini dicari.

Menurut Yi Gang, peristiwa yang menimpa Hyun Jo terjadi saat rekannya tersebut pergi ke sana. Jika dia membawa Gu Yeong ke Lembah Hitam, kemungkinan Gu Yeong yang merasa terancam akan menyerang. Kembali ke tahun 2019, Yi Gang dan Hyun Jo lagi-lagi menemukan pendaki tewas di gunung.

Tak lama berselang para ranger mengikuti lokakarya pencegahan bencana musim panas. Yi Gang tidak hadir mengikutinya. Dia juga tidak datang pada upacara ritual peringatan kematian para korban banjir 1995. Hyun Jo sendiri tertarik menyelidiki korban-korban banjir tersebut dan menemukan bahwa korban pembunuhan berantai di gunung terkait dengan korban banjir di tahun itu.

Yi Gang yang sedang menyepi di kuil kedatangan Kim Sol tanpa motif yang jelas. Sedangkan Il Hae tengah menjadi pemandu untuk rombongan Yang Geun Tak dan Kim Hye Gye. Gadis pencari tiket lotre, Choi Hee Won, juga ada di gunung hari itu. Sejurus kemudian terdengar sirine yang menggema dan membuat semua orang yang ada di Jirisan khawatir.

Hujan lebat turun mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Dae Jin mengomandoi para ranger untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di gunung. Il Hae dan rombongan selamat walau Yang Geun Tak harus terluka. Yi Gang ditinggal bersama salah satu pendaki yang kakinya terluka. Pendaki tersebut rupanya salah satu mahasiswa yang selamat dari tragedi banjir di tahun 1995. Dia sempat bertemu ayah Yi Gang sebelum peristiwa banjir besar itu.

Para ranger menyelesaikan tugasnya dengan baik. Semua sudah kembali ke camp kecuali Yang Sun yang pergi menyelamatkan Choi Hee Won bersama satu orang ranger lain.

Semua berjalan lancar dan Yang Sun sempat memberi laporan melalui radio pada Dae Jin bahwa dia hampir berhasil menyelamatkan Hee Won. Namun, semua berubah mencekam saat Yang Sun terdengar berteriak; seorang pria berpakaian hitam, bersarung tangan hitam, terlihat ada di sana.

Episode 13-14

Episode 13-14

Yang Sun tewas karena jatuh ke aliran air yang deras saat coba menyelamatkan gadis pemilik tiket lotre. Di saat bersamaan bus yang ditumpangi nenek Yi Gang juga terseret banjir karena melewati jembatan yang hampir rubuh.

Sebelum itu seseorang bersarung tangan hitam terlihat mengalihkan jalan, dia mengarahkan bus melewati rute yang dilarang. Hyun Joo mengetahuinya beberapa waktu kemudian.

Jasad Yang Sun tidak berhasil ditemukan walau sudah dilakukan pencarian berhari-hari. Yi Gang sendiri sangat terpukul dengan kematian neneknya sampai-sampai menuduh Hyun Joo sebagai penyebabnya. Sejak itu mereka tidak saling bicara. Hyun Joo bertekad mencari tahu siapa pelaku yang mencelakakan nenek Yi Gang.

Penyelidikan membawa dia pada kesimpulan bahwa orang-orang yang tewas di Gunung Jiri adalah penduduk Desa Lembah Jembatan Hitam yang bermigrasi setelah kejadian tahun 1991 lalu. Salah satu yang sedang diintai adalah Heo Jin Ok, pendaki yang sempat dia selamatkan bersama Yi Gang beberapa waktu lalu.

Alur kembali maju ke tahun 2020. Gu Yeong dan Il Hae mendapat tugas dan meninggalkan Yi Gang sendirian di Lembah Jembatan Hitam.

Ruh Hyun Joo bergegas menemuinya saat dia tahu Yi Gang ada di gunung. Tanpa Yi Gang sadari, seseorang bersarung tangan hitam mengintainya. Untuk pertama kali, Yi Gang dan ruh Hyun Jo bertemu serta berkomunikasi.

Tahun 2019 ketika Hyun Joo menunggu pembunuh di Lembah Jembatan Hitam dia mendapati Kim Sol. Menurut pengakuan Kim Sol dia pergi ke sana karena diminta Kim Woong Soon. Kim Sol dan Woong Soon rupanya berasal dari Desa Lembah Jembatan Hitam.

Tahun 2020, dari percakapan dengan Hyun Joo, Yi Gang mendapat petunjuk bahwa pelaku pembunuhan selama ini dicurigai adalah Woong Soon. Dia akan kembali melancarkan aksinya di sore hari. Namun, pembunuh itu rupanya mendengar percakapan Yi Gang dan Hyun Joo sehingga mengubah rencananya.

Benar saja  belum sampai lokasi yang ditunjuk Yi Gang, Gu Yeong dan Il Hae mendengar seseorang berteriak; dia adalah pencari herbal ilegal yang malam sebelumnya mendapat pesanan dari Woong Soon.

Ruh Hyun Joo panik karena berfirasat Yi Gang akan dibunuh. Sekuat tenaga dia meraih radio milik Da Woon yang tertinggal di gunung untuk bicara dengan Yi Gang. Ruh Hyun Joo yang akhirnya bisa meraih radio tersebut meminta wanita itu pergi dari gunung dan melupakan semuanya.

Sementara itu tubuh Hyun Joo yang terbaring di rumah sakit menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Ruhnya di gunung tiba-tiba menghilang.

Episode 15-16

Episode 15-16

Yi Gang dikabari kalau pihak keluarga Hyun Jo akan melepas semua alat bantu di tubuh Hyun Jo. Merasa diburu waktu untuk menemukan pembunuh sebenarnya, Yi Gang menjelaskan semua pada Il Hae dan Gu Yeong lantas meminta bantuan mereka untuk mengungkap pembunuhan di Jirisan.

Gu Yeong menemukan bahwa semua penduduk desa Jembatan Lembah Hitam kala itu setuju dengan pembangunan kereta gantung, kecuali ayah Kim Sol yaitu Kim Jae Gyeong, dan sedikit lainnya. Dipimpin Choi Il Man, penduduk desa yang setuju berusaha memaksa mereka agar mau menandatangani persetujuan.

Dalam prosesnya jatuh korban jiwa, antara lain ibu Kim Sol dan ayah Se Wook yang meninggal karena tabrak lari oleh ayah Kim Woong Soon. Yi Gang yang menemukan semua fakta itu langsung menemui Kim Sol dan membuka kemungkinan bahwa lelaki itu dan Se Wook adalah pelaku dari semua pembunuhan di Jirisan. Yi Gang lalu diam-diam menyimpan chip GPS di tas Kim Sol.

Il Hae dan Gu Yeong mengikutinya tapi kehilangan jejak. Barang bukti pun berhasil dibakar oleh Kim Sol. Dae Jin yang baru saja keluar dari penjara mengajak Yi Gang naik gunung menggunakan bantuan helikopter. Yi Gang terkejut karena di sana sudah ada ruh Hyun Jo sedang memberi tanda.

Tanda tersebut mengarah ke Polsek Haedong. Ruh Hyun Jo perlahan menghilang. Di rumah sakit pihak keluarga menyaksikan proses pelepasan alat bantu hidup di tubuh Hyun Jo. Il Hae dan Gu Yeong bergegas ke Polsek Haedong dan menemukan ponsel mendiang Se Wook.

Mereka mengotopsi ponsel tersebut dan menemukan pesan antara Se Wook dan Kim Sol. Petugas polisi langsung mengepung kediaman Kim Sol tapi lelaki tersebut bersembunyi di pos ranger. Dia menyerang Yi Gang dan membawanya ke gunung, berencana membunuhnya di sana. Sejurus kemudian Kim Sol tertimpa batuan besar dan tanah longsor saat hendak membunuh Yi Gang.

Setahun kemudian Gu Yeong sudah dipromosikan menjadi ketua tim. Il Hae sendiri menjadi komandan menggantikan Dae Jin yang pensiun. Menyambut tahun baru mereka dan Yi Gang yang sudah bisa kembali berjalan bertugas mengamankan pendaki yang ingin menikmati sunrise pertama di tahun 2022.

Kejutan menanti Yi Gang karena ternyata Hyun Jo juga ada di sana. Rupanya, Hyun Jo kembali bernapas dan selamat dari kematian. Sejak itu dia tidak lagi mendapat visual-visual mengerikan mengenai pembunuhan atau kematian.

Plot Menjanjikan Keseruan dan Ketegangan

Plot Menjanjikan Keseruan dan Ketegangan

Nonton Jirisan (2021) episode pertama, ketegangan langsung dinaikkan ke level tinggi ketika para ranger bergegas mencari remaja yang hilang di atas gunung. Suasana mengancam karena kita melihat para pemainnya langsung berhadapan dengan keganasan alam; diburu waktu dan di tengah cuaca yang super buruk.

Atmosfernya begitu terasa melalui plot yang super cepat dan padat. Kita seolah tak diberi waktu untuk berkedip karena setiap detiknya berisi adegan-adegan seru dan menegangkan. Baru setelah hampir mendekati akhir, terutama setelah scene korban hilang ditemukan, alur sedikit dikendurkan.

Namun itu tak lama karena alur kembali bikin penasaran sekaligus tegang sebab Yi Gang yang di awal terlihat segar-bugar, menjelang durasi berakhir terlihat berada di kursi roda. Hyun Jo juga ditampilkan dalam keadaan koma. Sebelum episode 1 selesai, Jirisan juga tampak menyelipkan aura misterius sebagai penutupnya. Menjanjikan!

Sinematografi Memanjakan Mata

Sinematografi Memanjakan Mata

Sebagai drama dengan latar tempat sebuah gunung terkenal di Korea Selatan, bahkan tertinggi kedua di negara tersebut, sinematografi Jirisan (2021) sangat memanjakan mata.

Sejak menit-menit awal, sebuah pemandangan alam dengan lanskap yang membantang hijau jadi suguhan utama. Warna biru langit dan awan serta vegetasi yang menyejukkan, sangat menyegarkan.

Pengambilan gambar di episode 1 Jirisan (2021) didominasi dari jarak jauh. Kamera menangkap Yi Gang dan Hyun Jo ada di tengah-tengah hutan gunung dan tebing batu yang tinggi.

Mereka terus bergerak lincah dari satu area ke area lain untuk menemukan pendaki yang hilang. Kesan megah dan tegang bercampur sehingga Jirisan (2021) punya visual yang berbeda dari drama-drama sebelumnya.

CGI Mengecewakan

CGI Mengecewakan

Plot sudah menjanjikan, sinematografi istimewa, tapi sayangnya CGI yang ditampilkan di episode pertama Jirisan (2021) sangat mengecewakan, kasar dan terkesan murahan. Kamu bisa menilai itu buruk tanpa perlu menjadi ahli visual efek lebih dulu. Sedihnya ada beberapa bagian yang menggunakan efek, yang gagal memukau.

Untuk ukuran AStory yang juga memproduksi Kingdom (2019) dan Kingdom S2 (2020), serta Studio Dragon yang menghebohkan karena memproduksi Sweet Home (2020), CGI pada drama Jirisan (2021) terutama di episode pertama ini sulit ditoleransi.

Beruntung elemen lain sangat berkualitas, mulai dari plot hingga para pemainnya. Semoga saja CGI di episode pertama ini bisa diperbaiki di episode selanjutnya agar Jirisan (2021) semakin sempurna. Sudah siap mengikuti perjalanan Jun Ji Hyun dan Ju Ji Hoon sebagai ranger Gunung Jiri?

Tiba-tiba Berubah Jadi Drama Horor?

Tiba-tiba Berubah Jadi Drama Horor?

Jirisan (2021) episode 2 masih dengan suguhan sinematografi yang mantap. Pengambilan gambar dari jarak jauh sehingga kita bisa melihat keindahan alam Gunung Jiri, tersaji beberapa kali. Dari plot-nya kita mulai diajak bertanya-tanya soal sebuah tanda baru.

Setelah di episode satu Yi Gang penasaran dengan petunjuk berupa bebatuan dan ranting yang ditumpuk sedemikian rupa, di episode dua ini pita kuning yang jadi misteri.

Suasana di episode dua juga tiba-tiba berubah jadi horor ketika Da Woon melihat sosok misterius tepat di depan matanya. Spekulasi pun bermunculan di kalangan penonton terutama setelah dilihat secara seksama, sosok tersebut tampak seperti Hyun Jo. Rasa penasaran juga muncul kala Yi Gang menemukan sekantung pita kuning dengan darah di laci di kantornya.

Lantas ada apakah sebenarnya dengan pita kuning? Benarkah sosok yang dilihat Da Woon adalah Hyun Jo? Jika iya, apakah itu adalah ruh Hyun Jo yang tersesat sebab pita kuning di gunung telah diambil dan disimpan dalam wadah plastik? Siapa yang melakukannya? Ada banyak sekali pertanyaan yang mengiringi episode dua ini. Untuk jawabannya sabar menunggu minggu depan ya!

Ada Apa dengan Dae Jin?

Sinopsis dan Review Jirisan, Perjuangan Ranger di Gunung Jiri 17

Masih terbagi menjadi dua timeline waktu, yaitu 2018 dan 2020, episode 3 dan 4 Jirisan (2021) semakin seru dan menegangkan dengan teka-teki yang dimunculkan. Keterkejutan Yi Gang menemukan pita kuning di laci meja Dae Jin berubah jadi kecurigaan di episode 3.

Rasa penasaran Yi Gang membawanya mengecek berkas dan mendapati fakta bahwa di tanggal-tanggal para pendaki dinyatakan hilang, Dae Jin mengajukan cuti. Dua tahun sebelumnya petunjuk dari Dokter Yoon semakin menambah kecurigaan dan penasaran.

Dokter tersebut mengatakan pada Hyun Jo bahwa orang yang kemungkinan bisa mengekstraksi jamur menjadi racun menjurus pada seorang ranger atau siapa pun yang memahami Jirisan. Lalu benarkah Dae Jin pelaku pembunuhan rekan Hyun Jo dan para pendaki lain menggunakan yogurt?

Ruh Hyun Jo Ada di Gunung

Sinopsis dan Review Jirisan, Perjuangan Ranger di Gunung Jiri 19

Setelah episode lalu dibuat penasaran dengan misteri penampakan sesosok hantu yang dirasakan Da Woon, episode 3 di minggu ini menjawabnya. Seperti yang sudah diduga, hantu tersebut adalah ruh Hyun Jo yang bergentayangan di Jirisan; sesuai perkataan gadis cilik yang muncul di awal episode 3.

Scene yang memperlihatkan wajah Hyun Jo dalam balutan jas putih yang lusuh cukup jelas. Plot ini tentu menambah penasaran mengenai kejadian yang menimpa Hyun Jo sebenarnya hingga dia jadi seperti itu serta kejadian yang membuat Yi Gang kehilangan dua kakinya.

Selain itu di episode 3 pula masa lalu Hyun Jo dan peristiwa yang membuat Hyun Jo mendapat kekuatan supernatural diperlihatkan. Sekaligus ramalan anak kecil yang mengatakan hal mengejutkan tentang takdir Hyun Jo sebagai ‘penunggu abadi’ Gunung Jiri. Apakah dua kasus misterius yang disuguhkan episode minggu ini punya hubungan atau tidak? Jawabannya masih harus kita ikuti di episode-episode mendatang.

Pelaku Pembunuhan Racun Probiotik dan Bom Kentang Terungkap

Pelaku Pembunuhan Racun Probiotik dan Bom Kentang Terungkap

Teka-teki pembunuhan menggunakan minuman probiotik dan bom kentang yang merenggut banyak nyawa karena sudah terjadi dalam waktu lama terungkap di episode 5.

Setidaknya kasus bom kentang sudah menemukan titik terangnya, sementara untuk kasus racun dalam minuman probiotik baru Hyun Jo yang meyakini bahwa pelakunya adalah orang yang sama.

Meski sudah menemukan titik terang, penyelesaian kasus ini kurang memuaskan karena Se Wook ditemukan meninggal, tapi tenang karena masih ada episode-episode mendatang! Kasus meninggalnya Se Wook merupakan teka-teki baru dalam drama Jirisan, yang rasanya akan jadi salah satu petunjuk untuk mengungkap dalang sebenarnya.

Ditutup dengan Emosional

Ditutup dengan Emosional

Episode 5 Jirisan (2021) lebih banyak menceritakan kejadian di tahun 2018 ketika Hyun Jo dan Yi Gang masih aktif jadi ranger. Scene yang menampilkan latar waktu di tahun 2020, disimpan sedikit di bagian akhir.

Namun, jangan sepelekan apa-apa yang sedikit karena biasanya justru itu yang paling berkesan. Persis seperti scene menjelang akhir yang menampilkan arwah Hyun Jo berkelana sendirian di Jirisan.

Pada salah satu bagian terlihat Hyun Jo menitikkan air mata dalam balutan jas salju warna putih yang sudah lusuh. Scene yang berlangsung hanya beberapa detik itu jadi yang paling emosional di sepanjang episode 5. Kita diajak membayangkan kesendirian Hyun Jo dan kebingungannya karena berada di dua dunia; tidak mati, tidak juga hidup.

Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Masih menduga Dae Jin adalah dalang utama dari kematian banyak orang di Jirisan, termasuk kecelakaan yang menimpa Hyun Jo dan Yi Gang? Kita ikuti saja episode per episodenya!

Terungkap, Alasan Yi Gang Bertahan Jadi Ranger Sebenarnya

Terungkap, Alasan Yi Gang Bertahan Jadi Ranger Sebenarnya

Jirisan memasuki episode 6 minggu ini dan ada yang berbeda dibanding episode-episode lalu. Di sini, scene lebih banyak menceritakan masa lalu Yi Gang. Kamu akan dibawa mundur ke beberapa tahun lalu dan menyaksikan Yi Gang saat remaja hingga dewasa muda.

Kamu juga diajak menjadi saksi bagaimana dia jatuh cinta untuk pertama kalinya dan mengetahui kali pertama Yi Gang bekerja sebagai ranger. Selain itu episode ini juga mengungkapkan alasan Yi gang yang mengaku membenci gunung, tapi tetap berada di sana sampai bertahun-tahun.

Alasannya cukup melankolis, bersifat pribadi dan tidak terduga. Siapa sangka Yi Gang yang dikenal dengan julukan iblis, bertahan bertahun-tahun di Jirisan karena menunggu cinta pertamanya datang lagi.

Kemunculan Son Sukku sebagai cameo yang berperan jadi cinta pertama Yi Gang juga menjadi kejutan menyenangkan yang membuat Jirisan (2021) episode 6 sayang dilewatkan. Ketegangan yang biasa disuguhkan di episode ini berganti dengan scene yang manis-manis tapi juga bikin retak hati karena cinta pertama Yi Gang sudah punya istri.

Ketegangan dalam drama ini sepertinya akan kembali di episode mendatang, mengingat di bagian akhir episode ini Hyun Jo melihat api besar di Jirisan dalam visualnya. Penasaran? Gak sabar nunggu episode minggu depan? Sama!

Interaksi Da Woon dan Ruh Yi Gang

Interaksi Da Woon dan Ruh Yi Gang

Setelah sempat terpotong oleh episode 6 yang menceritakan kisah cinta pertama Yi Gang, episode 7 melanjutkan cerita di episode 5 saat Da Woon diminta memasang sejumlah kamera sensor di beberapa titik oleh Yi Gang. Pembukaan episode ini sangat emosional terutama ketika ruh Hyun Jo terlihat berusaha keras ingin berkomunikasi dengan Yi Gang.

Ruh Hyun Jo berulang kali meraih alat komunikasi yang dibawa Da Woon tapi tak juga berhasil. Alur cerita bertambah pilu ketika tubuh Hyun Jo yang terbaring koma di rumah sakit diceritakan mengalami pendarahan.

Ia seperti terhubung dengan ruhnya di Jirisan. Pada scene itu terdapat dialog antara Da Woon dan Yi Gang yang juga menyisakan pedih di episode ini, bahwa Hyun Jo tampak sangat membutuhkan Yi Gang.

Pelaku pembunuhan di Jirisan sendiri kembali beraksi. Di episode 7 dia terang-terangan mengincar Hyun Jo dengan menguncinya di gudang dan membakar spanduk di dekat gudang. Sebelum itu dia juga terlihat berhasil masuk camp dan mencari sesuatu tentang Hyun Jo.

Satu lagi yang membuat episode 7 mengesankan, yaitu sinematografi dan scene kebakaran hutan yang sangat meyakinkan. Ia dengan lengkap menyampaikan informasi tentang persiapan standar yang dimiliki ranger untuk menangani kebakaran hujan serta betapa kebakaran hutan adalah sesuatu yang berbahaya dan sulit ditangani.

Scene Kebakaran Hutan Patut Dapat Pujian

Scene Kebakaran Hutan Patut Dapat Pujian

Nggak heran kalau Jirisan disebut-sebut sebagai salah satu drama dengan biaya produksi tertinggi. Paling tidak itu terlihat di episode ini. Scene kebakaran hutan di episode 8 dibuat sangat total.

Gambaran suasana yang genting dengan api di mana-mana dibuat sangat meyakinkan. Terutama ditambah dengan banyaknya pemadam kebakaran yang dilibatkan, ambulance, petugas polisi dan sirine yang silih bergantian.

Sampai episode 8, adegan kebakaran hutan rasanya menjadi adegan terbaik dari drama ini. Storyline sampai detail saat hutan diceritakan terbakar benar-benar memuaskan.

Alur juga menyuguhkan scene-scene emosional karena ada nyawa yang harus diselamatkan. Para aktor yang terlibat, baik pemeran utama atau pendukung, melakukan tugasnya dengan sangat baik. Puas!

Terduga Pelaku Pembunuhan di Jirisan Sedikit Dimunculkan  

Terduga Pelaku Pembunuhan di Jirisan Sedikit Dimunculkan

Setelah tegang-tegang karena berhadapan dengan api yang besar, episode 8 juga menyuguhkan ketegangan lain. Kali ini kembali pada plot tentang si pembunuh di Jirisan yang sampai tahun 2020 belum terungkap. Menariknya di episode ini, terduga pelaku pembunuhan di Jirisan sedikit ditampilkan.

Satu petunjuk baru terbuka, yaitu fakta bahwa pelakunya kemungkinan besar adalah salah satu ranger yang juga dikenal oleh Da Woon dengan baik. Scene saat Da Woon harus lari dari kejaran orang yang mencurigakan di bagian akhir episode 8 gak kalah bikin panik.

Tebak-tebakan pun rasanya mengarah pada anggota ranger yang masih terlihat aktif di tahun itu, antara Dae Jin atau Gu Yeong? Atau karakter lain yang tak pernah diduga sebelumnya?

Kematian Da Woon yang Penuh Misteri

Kematian Da Woon yang Penuh Misteri

Alur Jirisan (2021) memang bikin penasaran sekaligus deg-degan sejak awal. Khusus di episode 9, alurnya sukses bikin kesal dan sedih siapa pun yang nonton.

Da Woon yang diharapkan jadi penghubung antara Yi Gang dan Hyun Jo, Da Woon yang tidak punya kesalahan, Da Woon yang ceria, penuh semangat dan tidak pernah mengeluh harus tewas oleh pembunuh misterius.

Kematian Da Woon kembali memancing teori dan kecurigaan. Ada beberapa karakter yang sengaja di-plot untuk dicurigai, mulai dari Dae Jin, orang terakhir yang terekam bersama Da Woon.

Dan Gu Yeong yang tiba-tiba berubah agresif menyalahkan Yi Gang atas kematian Da Woon dan atas semua kekacauan yang terjadi. Mungkinkah Gu Yeong? Atau Dae Jin yang sudah mencurigakan sejak episode awal?

Benarkah Kim Sol Pelaku Selama Ini?

Benarkah Kim Sol Pelaku Selama Ini?

Kematian Da Woon yang masih misterius sudah bikin overthinking. Nah! Di episode 10, ada bahan baru yang membuat kita semua penonton Jirisan (2021) mulai mencurigai karakter lain. Kim Sol bukan karakter baru. Dia sudah muncul sejak episode pertama ketika Hyun Jo baru bergabung bersama ranger Jirisan.

Screentime yang menampilkan dirinya tidak terlalu banyak sehingga mungkin tidak banyak pula penonton yang mencurigainya. Namun, kali ini lain cerita karena gerak-gerik Kim Sol sangat mencurigakan.

Semua dimulai dari alur mundur yang menceritakan tragedi di tahun 1991 silam ketika warga Desa Lembah Hitam menolak pembangunan kereta gantung.

Seorang anak kecil, yang diduga Kim Sol, harus kehilangan kedua orangtuanya dengan cara tragis. Ibunya dibunuh secara misterius dan ayahnya bunuh diri. Benarkah dia pelakunya selama ini?

Mendekati Akhir Petunjuk Masih Samar

Mendekati Akhir Petunjuk Masih Samar

Memasuki episode 12, yang artinya tersisa 4 episode menuju akhir, petunjuk mengenai pelaku pembunuhan berantai di Gunung Jiri masih samar. Plot beberapa kali mengarahkan kecurigaan pada satu orang tetapi dimentahkan kembali; seperti Dae Jin dan Gu Yeong. Di awal episode 11, Yi Gang terlihat sangat mencurigai Gu Yeong sebagai pelaku pembunuh Da Woon dan bukan tidak mungkin pembunuh korban lainnya.

Namun, di akhir episode 12, Gu Yeong punya alibi. Dia ada di tenda bersama yang lain saat pelaku pembunuhan digambarkan mengancam Yang Sun yang masih ada di gunung. Ada satu karakter terduga pembunuh yang cukup kuat yaitu Kim Sol. Sayangnya, belum ada tanda-tanda atau bukti yang ditampilkan.

Di antara ketegangan episode 11-12 karena para ranger harus menyelamatkan orang-orang dari bahaya banjir, ada satu bagian yang mengganjal, yaitu ketika tiket lotre yang sudah hilang di gunung dalam waktu cukup lama, akhirnya ditemukan dalam keadaan nyaris utuh. Hal detail seperti ini harusnya jadi perhatian sutradara sekelas Lee Eung Bok agar Jirisan (2021) terasa lebih matang.

Kesedihan Dua Kematian

Kesedihan Dua Kematian

Gunung Jiri dan kematian sejak awal memang merupakan konflik utama yang ditawarkan drama Jirisan (2021). Khusus pada episode 14, kematian yang terjadi menjadi kabar duka bagi ranger secara pribadi, terutama Gu Yeong dan Yi Gang. Keduanya sama-sama kehilangan orang tersayang secara tiba-tiba dan tidak diduga.

Emosi Gu Yeong ketika berlari mencari Yang Sun sambil berteriak dan menangis, jadi pertunjukan yang memilukan. Apalagi setelah diketahui bahwa alasan Gu Yeong berada di gunung saat kematian Da Woon adalah untuk mengenang Yang Sun. Selain itu scene yang memperlihatkan kesedihan Yi Gang ketika kehilangan sang nenek juga sama perihnya.

Belum selesai di sana, kita juga harus menyaksikan Hyun Joo merasa bersalah atas kematian nenek Yi Gang. Siapa sangka sejak kejadian itu mereka tidak saling bicara sampai terlibat dalam insiden kecelakaan di musim salju. Dua episode Jirisan (2021) menjelang berakhir ini melelahkan karena ada dua kehilangan.

Terduga Pembunuh yang Semakin Mengerucut

Terduga Pembunuh yang Semakin Mengerucut

Unsur suspense dan thriller tetap bisa kamu rasakan saat nonton dua Jirisan (2021) episode ini. Bagian saat Hyun Joo menggabung-gabungkan potongan puzzle hingga jadi gambaran yang lebih jelas mengenai identitas pembunuh berantai rasanya memuaskan.

Walau masih sebatas kecurigaan, setidaknya sosok pembunuh itu semakin mengerucut. Selain itu untuk pertama kalinya pula ruh Hyun Joo dan Yi Gang bisa bertemu dan berkomunikasi. Segala kecurigaan terhadap Dae Jin sampai Gu Yeong luntur seketika karena ternyata memang bukan mereka pelakunya.

Sosok mencurigakan yang dimunculkan boleh jadi sudah kamu tebak beberapa waktu sebelumnya, boleh jadi terkejut karena tidak terduga. Mengenai kebenarannya, tentu saja kita harus tunggu dua episode Jirisan (2021) terakhir di minggu depan!

Karma untuk Kim Sol

Karma untuk Kim Sol

Bagian yang ditunggu-tunggu selama 16 episode, yaitu identitas pembunuh di Jirisan yang meresahkan diungkap dengan plot yang dramatis. Namun, di satu sisi terasa sedikit mengecewakan karena Kim Sol diceritakan tewas begitu saja. Scene akhir hidup Kim Sol seperti sinetron azab yang langsung kena karma begitu kejahatannya terungkap.

Hanya, karma untuk Kim Sol di episode final Jirisan (2021) seperti mengandung filosofi sendiri; bahwa hukuman yang pantas diterima Kim Sol diberikan langsung oleh Gunung Jiri, bukan oleh hukum manusia. Sayang, efek di bagian ini masih cukup kasar tapi secara keseluruhan cukup terasa emosional dan menegangkan. 

Akhir Bahagia untuk Yi Gang dan Hyun Jo

Akhir Bahagia untuk Yi Gang dan Hyun Jo

Selamat untuk penonton Jirisan (2021) karena ending yang diharapkan terjadi! Bagian yang paling ditunggu-tunggu dari akhir drama Jirisan (2021) rasanya memang pertemuan kembali antara Yi Gang dan Hyun Jo: Hyun Jo yang bisa kembali sadar dari koma dan kembali menemui Yi Gang di gunung.

Walau plot-nya sempat bikin cemas, kejutan yang manis sudah disiapkan di belakang. Bagian akhir Jirisan (2021) tersaji secara emosional dan haru. Tidak banyak dialog antara Yi Gang dan Hyun Jo tapi sinematografi, color grading, serta ekspresi mereka lebih dari cukup untuk meninggalkan kesan yang menyenangkan. 

Jirisan
Rating: 
3.8/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram