Bacaterus / Review Film Korea / Review & Sinopsis Cheese in The Trap, Relatable Campus Life

Review & Sinopsis Cheese in The Trap, Relatable Campus Life

Ditulis oleh - Diperbaharui 3 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Chese In The Trap merupakan drama yang diadaptasi dari sebuah Webtoon dengan judul yang serupa karya Soon Ggi. Drama yang tayang di channel tv kabel tvN ini cukup banyak menarik banyak penonton, karena drama ini berdasarkan kisah dari Webtoon populer yang menggambarkan kehidupan para mahasiswa yang relatable dan juga kisah cintanya yang unik.

Maka dari itu, dimasa penayangannya mereka cukup menarik perhatian publik. Publik penasaran bagaimana eksekusi dari drama adaptasi Webtoon ini. Lantas hal menarik apa saja yang disajikan oleh drama ini? Yuk kita simak review di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis Cheese In The Trap

  • Rilis: 2016
  • Genre: Romance, Drama
  • Produksi: Eight Works, Kross Pictures, Inc., PGood Media
  • Sutradara: Lee Yoon-jung
  • Pemeran: Park Hae-jin, Kim Go-eun, Seo Kang-joon, Lee Sung-kyung
  • Jumlah Episode: 16

Kisah dari Cheese in The Trap berpusat pada Hong Seol (Kim Go Eun) seorang mahasiswi berprestasi jurusan Bisnis yang baru saja kembali ke kampusnya setelah cuti satu semester untuk bekerja paruh waktu.

Saat Seol kembali ke kampus, ia bertemu dengan senior di jurusan yaitu Yoo Jung (Park Hae Jin). Seniornya ini baru kembali lagi ke kampus setelah menyelesaikan wajib militernya, sehingga ia bergabung dengan angkatannya. Yoo Jung merupakan mahasiswa populer yang kaya, tampan, ramah dan baik hati. Sehingga, banyak orang yang ingin berteman dengannya.

Saat Hong Seol, teman-teman satu angkatannya serta beberapa senior berkumpul di sebuah restoran, Hong Seol melihat ada suatu yang mengganjal dari Yoo Jung. Yoo Jung bertingkah seperti ia peduli dengan orang-orang namun sebenarnya ia dingin, manipulatif dan terkesan ingin membuat semua orang berada di bawah kontrolnya.

Dan Hong Seol merasa Yoo Jung mengetahui bahwa Hong Seol menyadari sisi gelap dari Yoo Jung dan ia berpikir bahwa Yoo Jung membencinya. Setelah hari itu, banyak kejadian buruk yang menimpanya dan Hong Seol mencurigai Yoo Jung sebagai dalang dibalik ini semua, karena sikap Yoo Jung pada Hong Seol sangat berbeda ketika tidak ada orang lain disekitar mereka.

CITT

* sumber: filmdaily.co

Hong Seol berpikir untuk kembali mengambil cuti karena posisi Hong Seol sebagai mahasiswa berprestasi di jurusan terancam oleh keberadaan Yoo Jung. Yang artinya status beasiswanya pun terancam. Ditambah lagi dengan kejadian buruk serta perlakuan Yoo Jung padanya.

Namun, tiba-tiba ia mendapatkan kabar bahwa beasiswanya kembali padanya, karena proses beasiswa Yoo Jung dinyatakan gagal. Lalu saat ia kembali lagi ke kelas, perlakuan Yoo Jung padanya sangat berbeda dari sebelumnya. Yoo Jung menjadi lebih ramah dan sering menghampirinya bahkan mengajaknya makan siang ataupun malam berulang kali.

Dan Hong Seol berpikir bahwa ini merupakan bagian dari rencananya untuk membuatnya menderita. Tapi, penilaiannya mulai tergoyah ketika ia menemukan fakta bahwa Yoo Jung bukanlah pelaku dari kejadian-kejaian buruknya yang menimpanya, justru Yoo Jung lah yang membantunya di balik layar dengan caranya sendiri.

Ketika hubungan Yoo Jung dan Hong Seol semakin berkembang, Seol bertemu dengan Baek In Ha dan Baek In Ho kedua saudara kembar yang memilki hubungan erat dengan masa lalu Yoo Jung. Dan hubungannya dengan sang senior menjadi semakin rumit. Ditambah lagi dengan masalah yang harus ia hadapi di kampus dan juga keluarganya.

Kehidupan Kampus yang Relatable

CITT 2

* sumber: dramaswithasideofkimchi.com

Tidak seperti kehidupan anak SMA, kehidupan kampus merupakan tema yang cukup jarang dijamah oleh produser drama Korea pada saat itu. Meskipun kisah-kisah perkuliahan yang di angkat di Chee in Trap tidak dapat dikatakan 100% akurat, namun banyak adegan-adegan dalam drama ini yang mencerminkan bagaimana kehidupan para mahasiswa untuk bertahan di kampus.

Salah satunya adalah ketika mereka menyusun strategi demi mendapatkan kursi di kelas yang mereka inginkan agar kehidupan mereka dalam satu semester terjamin. Dan saya rasa hampir semua mahasiswa bisa relate dengan scene ini, baik memilih kelas dosen favorit ataupun menghindari kelas pagi.

Selain itu terdapat juga scene dimana Seol harus menghadapi teman-teman satu kelompoknya yang hanya menumpang nama di kelompoknya. Disini diperlihatkan bagaimana Seol berjuang agar teman-temannya dapat berpartisipasi dalam group project itu. Dan Seol berakhir dengan mengerjakan tugasnya sendiri karena ia harus mendapatkan nilai bagus untuk mempertahankan beasiswanya.

Lalu Cheese in The Trap juga menggambarkan bagaimana kesenjangan antara mahasiswa baru dan juga senior. Drama ini juga menunjukan bagaimana perjuangan mahasiswa untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus sekaligus menjaga kehidupan sosialnya di kampus. Serta mengatasi permasalahan pribadi seperti keluarga dan juga pasangan.

Baca juga: Review & Sinopsis Hospital Playlist, Drama Medis Realistis

Did You Know?

Did You Know

* sumber: thefangirlverdict.com

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Cheese in The Trap merupakan adaptasi dari Webtoon karya Soon Ggi dengan judul sama yang pertama kali rilis pada tahun 2010. Dan pada masa penayangan drama ini, original Webtoon-nya belum mencapai konklusi.

Selain itu, aktris Bae Suzy sempat ditawarkan untuk berperan sebagai Hong Seol, namun ia menolak. Dan aktris Kim Go Eun juga sempat menolak tawaran tersebut karena schedule nya yang tak sesuai. Namun, sutradara meminta kembali Kim Go Eun untuk menerima tawaran peran Hong Seol ini dan menyesuaikan schedule shooting drama ini untuknya. Hingga akhirnya Kim Go Eun menerima tawarannya.

Dan Cheese in The Trap ini merupakan debut Kim Go Eun dalam serial drama, karena sebelumnya ia hanya tampil di layar lebar. Berkat kepiawaian aktingnya dalam memerankan karakter Hong Seol, Kim Go Eun mendapatkan  predikat “Best New Actress” diajang penghargaan bergengsi yaitu BaekSang Arts Awards pada tahun 2016.

Konklusi

Konklusi

* sumber: www.funcurve.com

Pertama-tama saya ingin meng-highlight performa Kim Go Eun dan Park Hae Jin. Mereka berdua mampu menghidupkan karakter dan menyampaikan emosi dari masing-masing tokoh yang mereka perankan. Dan mereka juga dapat menggambarkan perkembangan karakter dari masing-masing tokohnya dengan sangat baik.

Lalu, flow di awal ceritanya juga sangat mulus, dan beberapa orang yang pernah membaca Webtoon-nya pun puas dengan performa di awal episode baik dari akting dari pemerannya serta alur ceritanya. Dan Cheese in The Trap juga mampu menggambarkan suasana kampus dan kehidupan para mahasiswanya dengan sangat baik.

Hanya saja, saat menuju akhir episode performa dari drama ini mulai menurun. Banyak yang menduga hal ini dikarenakan pada saat itu Webtoon aslinya belum tamat, sehingga sang penulis naskah terkesan seperti kehabisan materi dan ide untuk menyelesaikan drama ini. Maka dari itu ending dari drama ini cukup kontroversial.

Saya juga merasa point of view dari Yoo Jung selaku pemeran utama tidak begitu ditonjolkan disini terutama di akhir-akhir cerita. Screen time karakter Yoo Jung semakin lama semakin berkurang. Padahal disini ia mempunyai karakter yang sangat kompleks. Hal ini juga banyak dikeluhkan oleh para penonton.

Tidak hanya penonton, aktor Park Hae Jin yang memerankan karakter Yoo Jung mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku bahwa banyak adegan Yoo Jung yang sudah direkam namun tidak masuk ke dalam final cut.

Untuk penilaian, pengguna imDB memberikan nilai 7.4 sedangkan Asian Wiki memberikan skor 89. Saya pribadi memberikan penilaian 7.5/10. Menurut saya ide ceritanya tergolong fresh dan love story yang mereka gambarkan cukup unik tidak seperti kebanyakan drama-drama Korea pada umumnya pada saat itu.

Namun, saya cukup kecewa dengan conflict resolution yang mereka sajikan di drama ini. Saya pribadi tidak masalah dengan ending yang bahagia ataupun sedih. Hanya saja, cara mereka mengakhiri konflik dari relationship mereka dan struggles dari masing-masing karakternya tidak sesuai dengan harapan.

Cheese in The Trap tentunya bukan satu-satunya drama dengan awal yang sangat solid namun di akhir eksekusinya tidak sebaik di awal. Namun, rasanya sayang melihat drama yang sebenarnya memiliki potensi yang bagus harus berakhir seperti ini.

Meskipun begitu drama ini tetap layak ditonton. Dan menurut saya Cheese in The Trap dapat menambah warna baru di dunia drama Korea yang pada saat itu tak banyak drama yang menggambarkan kehidupan para mahasiswa.

Jadi, apakah kalian tertarik untuk menonton drama ini? Dan untuk kalian yang sudah menonton drama ini bagaimana pendapat kalian tentang Cheese in The Trap? Dan berapa skor yang kalian untuk drama ini? Share pendapat kalian di kolom komentar ya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *