Sinopsis & Review Love All Play, Kisah Atlet Bulutangkis Berbakat

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Love All Play
3.2
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Saling mengagumi kemampuan masing-masing sejak usia 12 tahun, dua pemain bulutangkis muda, Park Tae Yang dan Park Tae Jun, bertemu kembali saat keduanya sama-sama mulai dewasa.

Sayang, keadaan tidak sama lagi untuk Tae Yang karena tiga tahun lalu dia terlibat skandal penyuapan. Rumor tersebut harus menghantuinya saat dia memutuskan bermain kembali.

Tae Jun tahu kalau skandal tersebut tidak benar. Namun, dia bingung karena Tae Yang merahasiakannya dan rela didera untuk sesuatu yang tidak dia lakukan. Lalu rahasia apa yang disimpan Tae Yang?

Temukan jawabannya dalam sport drama terbaru berjudul Love All Play (2022) yang dibintangi Park Ju Hyun dan Chae Jong Hyeop! Kamu bisa mengikuti update-nya melalui artikel ini!

Baca juga: 11 Drama Korea Tentang Olahraga yang Wajib Masuk Watchlist

Sinopsis

Tahun Rilis 2022
Genre
Sutradara
Pemeran Natsuki Hanae
Review Baca di sini

Park Tae Yang memutuskan untuk kembali ke lapangan setelah sempat menghilang selama tiga tahun. Mantan pemain tim nasional itu dirumorkan melakukan tindakan penyuapan.

Kenyataannya, Tae Yang menyimpan rahasia dan trauma yang tidak terkait dengan rumor itu. Saat yang lain menderanya, Park Tae Jun melihat Tae Yang dari sisi berbeda.

Episode 1-4

Episode 1-4

Park Tae Yang memutuskan kembali ke dunia bulutangkis setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar. Rumor yang beredar adalah dia melakukan penyuapan untuk memenangkan pertandingan.

Bergabung bersama Tim Yunis, Park Tae Yang digaji cukup kecil dan diperlakukan tidak adil oleh rekan-rekan setimnya, terutama oleh Lee Young Sim.

Seorang pemuda bernama Park Tae Jun secara tidak sengaja mendengar dari mulutnya kalau rumor penyuapan itu tidak benar. Tae Jun bingung mengapa Tae Yang tidak berusaha menjelaskannya.

Mereka sendiri sebenarnya sudah bertemu sejak masing-masing berusia 12 tahun. Tae Jun adalah orang pertama yang menyadari bakat Tae Yang dalam bermain bulu tangkis.

Sayang, sejak itu keduanya tidak banyak bersinggungan atau bertemu. Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing sampai akhirnya bertemu lagi ketika mereka sama-sama bergabung dengan Tim Yunis.

Uniknya, sebagai pemain bulutangkis profesional Tae Jun tidak peduli dengan kemenangan atau medali. Dia hanya perlu uang untuk mengoleksi sepatu.

Di klubnya yang baru Tae Jun terlihat kesal karena Tae Yang diperlakukan tidak baik oleh rekan yang lain. Anehnya dia juga menolak ketika Tae Yang mengajaknya bermain sebagai ganda campuran.

Sempat teguh pada pendirian, Tae Jun berubah pikiran ketika Tae Yang memujinya. Selama ini Tae Jun selalu hidup di bawah bayang-bayang kakak perempuannya yang bermain untuk tim nasional, Park Jun Young.

Prestasi apa pun yang dia dapat kurang diapresiasi karena orangtuanya lebih bangga pada raihan prestasi Jun Young. Akibatnya Tae Yang tidak pernah menghargai dirinya sendiri. Dia bermain bulu tangkis hanya untuk mencari uang.

Belakangan diketahui kalau menghilangnya Tae Yang dari dunia bulu tangkis tiga tahun lalu ada kaitannya dengan Jun Young. Tae Yang dan Jun Young serta kekasihnya Yuk Jung Hwan, pernah tergabung dalam tim nasional bulutangkis Korea Selatan.

Namun, sebuah kecelakaan akibat kelalaian Tae Yang membuat Jun Young cedera. Jun Young tidak menyalahkan Tae Yang, tapi Jung Hwan berbeda. Jung Hwan begitu membenci Tae Yang apalagi setelah kejadian itu dia kehilangan kabar Jun Young.

Kebenciannya muncul kembali karena Tae Yang bergabung dengan Tim Yunis; tim yang sama dengannya. Walau membenci, Jung Hwan diam-diam masih mengagumi kemampuan Tae Yang.

Hingga suatu hari Tae Yang dan Tae Jun mengikuti turnamen yang digelar atas nama Jung Hwan. Pada turnamen itu mereka tampil baik melawan Yoo Min dan rekannya.

Sayang, ganda campuran Tim Yunis harus kalah karena cedera yang diderita Tae Yang. Namun, penampilan Tae Yang membuat pelatih Tim Bank Somang tertarik.

Tawaran pun diajukan pada Park Man Soo; sosok yang sudah dianggap ayah oleh Tae Yang. Kepala pelatih Tim Yunis, Lee Tae Sang, mengembalikan semua keputusan pada Tae Yang.

Gadis itu belum memutuskan pilihannya, tapi begitu mengetahui kalau Jung Hwan ada di balik kejadian ini, Tae Yang memanas. Tae Jun menunjukkan reaksi serupa.

Episode 5-6

Episode 5-6

Melihat Tae Yang terus bersabar dan mengalah diperlakukan buruk oleh atlet Tim Yunis lain membuat Tae Jun kagum. Dia lalu mengajak Tae Yang berpacaran tapi ditolak karena waktunya tidak tepat.

Tae Yang sedang dipusingkan oleh masalah kepindahannya ke Tim Bank Somang. Namun, kepindahannya ke Bank Somang ternyata hanya untuk tujuan komersil.

Tae Yang akan diperlakukan seperti maskot tanpa diberi kesempatan untuk bermain di lapangan. Fakta ini diketahui Tae Yang dan Tae Jun tapi keduanya memperlihatkan reaksi berbeda.

Dia memilih pasrah sedangkan Tae Jun berusaha menariknya kembali ke Tim Yunis. Dia sampai meminta tolong pada Jung Hwan untuk membujuk Lee Tae Sang, pelatih mereka.

Tae Yang hampir selesai menandatangani kontrak dengan Bank Somang sebelum Lee Tae Sang membatalkannya.

Dia datang menyelamatkan Tae Yang yang hampir terjebak menjadi badut. Gadis berbakat itu akhirnya kembali ke Yunis dan hubungannya dengan Tae Jun mulai terjalin.

Jung Hwan yang ikut andil mengembalikan gadis itu ke Yunis sedang gelisah. Dia mendapat email dari Park Jun Young setelah tiga tahun lamanya.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram