bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Drama Korea Dr. Park’s Clinic (2022)

Pencinta drama bertema kedokteran, berlatar rumah sakit dengan karakter para dokter yang tampan dan pintar, mari merapat! Walau tidak banyak memuat ciri khas dari drama medis yang disebutkan barusan, Dr. Park’s Clinic (2022), drama baru dari TVING layak mendapat perhatian.

Berbeda dari drama medis arus utama, drama ini menampilkan perjuangan seorang dokter untuk membuat kliniknya berkembang. Tidak seperti klinik milik dokter lain yang ramai dengan pasien, klinik dokter Park sepi.

Perjuangan dokter Park tampaknya akan panjang karena dia juga hanya memiliki satu kepala perawat yang sebenarnya tidak benar-benar bekerja. Ide dan pengemasan drama ini yang sangat segar. Kamu akan membutuhkannya! Penasaran? Ikuti update setiap episodenya melalui artikel ini ya!

Sinopsis

Park Won Jang, seorang dokter ahli penyakit dalam tidak pernah mengira bahwa membuka klinik sendiri adalah sesuatu yang sangat sulit dan butuh perjuangan. Selama ini yang dia lihat pada kehidupan seorang dokter hanyalah kemapanan.

Park Won Jang pun harus berusaha agar klinik barunya dapat dipenuhi pasien, karena sudah beberapa hari sejak pembukaan, kliniknya sepi. Apakah dokter Park bisa mewujudkan keinginannya?

Episode 1-2

Dr. Park’s Clinic_

Park Won Jang, seorang dokter spesialis penyakit dalam memiliki bayangan yang indah-indah tentang profesinya. Mobil mewah, jam tangan mewah, diandalkan dan dipercaya banyak orang adalah beberapa motivasi yang dimilikinya.

Hidup sebagai dokter sudah pasti terjamin berkecukupan dan bahagia. Nyatanya, hal-hal indah semacam itu tidak terjadi padanya. Klinik yang baru dia buka sepi pasien.

Di tengah kurangnya pemasukan, Sa Mo Rim, istrinya, malah terus berbelanja menggunakan kartu kredit. Sebentar-sebentar Park Won Jang menerima notifikasi pemakaian kartu kredit ke ponselnya. Dokter Park tidak bisa marah karena Sa Mo Rim sudah banyak mengalah dan menerima kondisinya selama ini.

Dokter Park mempekerjakan satu kepala perawat bernama Cha Mi Young. Mi Young tidak benar-benar bekerja, dia hanya membuang waktu dan uang Park Won Jang.

Di depan dokter Park, sikapnya sangat baik dan profesional tetapi di belakangnya merugikan dan tidak peduli pada keuntungan klinik. Alih-alih daftar pasien yang berobat, Cha Mi Young lebih sering menyerahkan catatan tagihan operasional yang harus dibayar.

Dokter Park tidak boleh menyerah karena di rumah dia punya dua putra yang harus dihidupi. Mereka adalah Park Min Gu, si anak pertama yang super penurut dan tidak pemilih serta Park Dong Gu, anak kedua yang lebih jahil.

Park Won Jang terus mencari cara untuk membuat kliniknya ramai. Dia bahkan menerima pasien tanpa asuransi dan belajar dari pemilik kedai.

Hasil dari observasinya memberi Park ide untuk menambah pegawai. Walau biaya operasional sudah bengkak bagaimana pun dia harus memberikan pelayanan terbaik agar kliniknya dapat berkembang. Cha Mi Young lalu diminta mencarikan pegawai tambahan dan dia pun membawa sang putra, Cha Ji Hoon.

Mi Young dan Ji Hoon bekerjasama menyembunyikan identitas mereka selama bekerja di sana. Dalam proses perekrutan pegawai, Mo Rim mengajukan diri untuk terlibat.

Dia menganggap suaminya tidak bisa menilai orang lain. Dari penilaian Mo Rim, Ji Hoon pun diterima. Lalu, apa yang akan terjadi padanya jika tidak ada yang bisa diandalkan? Akankah kliniknya tutup seperti harapan Cha Mi Young?

Episode 3-4

Dr Park’s Clinic (2021) Episode 3-4_

Dokter Park kedatangan dua pasien yang berkunjung hanya untuk mendapatkan uang asuransi karena mereka tidak benar-benar sakit.

Dokter Park enggan melayani permintaan keduanya dan membuat dua pasien itu marah. Ternyata mereka adalah anggota dari sebuah komunitas daring yang ada di daerah klinik dokter Park.

Cha Mi Young dan Cha Ji Hoon mengingatkan dokter Park untuk berhati-hati agar jangan sampai menjadi sasaran komentar buruk di komunitas itu. Jika sampai mendapatkannya, klinik bisa bangkrut. Benar saja tak lama berselang, Dokter Park sudah diserang banyak komentar buruk.

Untuk meredakan itu semua, dokter Park sebagai anonim berniat memperbaiki namanya di komunitas tersebut. Sayangnya, cara yang dia pilih malah membawa masalah baru. Tidak berhenti dengan masalah di klinik, dokter Park juga harus menghadapi masalah di rumah.

Park dibuat bingung karena sang istri, Sa Mo Rim, tiba-tiba menginginkan anak perempuan. Dia tidak bisa menolak permintaan istrinya secara terus terang.

Di sisi lain, Dong Gu, anak keduanya, juga tidak menginginkan adik. Dia sampai mencari info tentang vasektomi. Namun, ketika semua anggota keluarga akhirnya sepakat dengan kehadiran anggota baru, dokter Park terkena musibah.

Bagian kelaminnya tertimpa sebuah batu hingga membuat satu testisnya rusak. Demi menghindari permintaan Mo Rim untuk memiliki anak, Park malah mengaku kalau kedua testisnya rusak.

Mo Rim bersedih tetapi kembali ceria karena Park mau menemaninya perawatan dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan perempuan.

Tidak tahan dengan semuanya sekaligus merasa bersalah pada Mo Rim, dokter Park memutuskan mengakui semua kebohongannya.

Dia juga bersedia menjadi suami sekaligus putri di keluarga itu. Mendengar pengakuan sang suami, Mo Rim turut merasa bersalah. Mereka pun kembali akur seperti sebelumnya.

Episode 5-6

Dr Park’s Clinic (2021) Episode 5-6_

Fenomena dokter artis yang tampil di televisi sambil menjual multivitamin tidak menarik minat dokter Park. Baginya, dokter hanya bertugas menyembuhkan pasien, bukan berbisnis.

Pendapatnya disetujui oleh tiga teman dokternya yang lain. Namun, pendapat mereka seketika berubah ketika dokter Ji Min Ji tampil di televisi. Dokter Park dan dokter Choi Hyung Suk berlomba menarik hati dokter Ji Min Ji agar mendapat kesempatan yang sama.

Secara kebetulan penulis acara tersebut membutuhkan rekomendasi dokter penyakit dalam karena merasa ada keluhan di tubuhnya. Dokter Ji lantas merekomendasikan dokter Park.

Melihat ada kesempatan bagus yang datang, dokter Park dan keluarga juga perawat Cha Mi Young dan Cha Ji Hoon mempersiapkan segalanya.

Sayangnya, kondisi kesehatan penulis acara itu sangat tidak baik. Dokter Park berubah pikiran karena merasa iba. Dia tidak mungkin memanfaatkan kesehatan pasiennya yang buruk.

Dokter Park merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar dan saat itu pula kesempatannya untuk mejeng di televisi hilang. Pasalnya sang penulis memutuskan rehat dari pekerjaannya untuk beberapa waktu.

Dokter Park kedatangan seorang pasien yang aktif sebagai Youtuber. Namun, karena Youtuber datang ke klinik hanya untuk kepentingan konten, dokter Park mengusirnya. Dong Gu menyebut ayahnya bodoh karena sudah menyia-nyiakan kesempatan viral yang langka.

Masalah dokter Park tidak berhenti di sana. Dia juga dibuat semakin kesal karena biaya operasional klinik terus membengkak. Tiga dokter temannya dan dua perawat sama sekali tidak membantunya berhemat.

Mereka sibuk menghabiskan kopi yang disediakan klinik untuk para pasien. Rupanya orang-orang yang menghabiskan kopinya bukan hanya mereka, tetapi seorang nenek langganan klinik juga.

Nenek Jang Soon Ja ternyata diam-diam mengambil kopi milik klinik dokter Park. Di saat bersamaan Jang Soon Ja tiba-tiba ambruk saat memeriksakan kesehatannya di klinik. Beruntung dokter Park berhasil menyelamatkan nyawanya.

Namun, dokter Park bingung karena tiba-tiba dituntut oleh Jang Soon Ja. Ternyata pelaku penuntutan itu adalah putra nenek Jang. Nenek Jang datang meminta maaf dan memberinya sekotak kopi sebagai ganti kopi-kopi yang dia ambil.

Episode 7-8

Episode 7-8

Untuk membuka klinik, dokter Park mendapat pinjaman sebesar 300 Juta Won. Angka pinjaman yang besar itu adalah perjalanan panjang karena penghasilan klinik hanya 6000 Won per hari dengan kerugian 1 Juta Won lebih.

Beban itu diperberat dengan kebiasaan konsumtif Sa Mo Rim, sang istri, membeli barang-barang tidak penting. Kali ini dia termakan iming-iming gelang kesehatan yang dipercaya dapat melancarkan aliran darah. Park menyebutnya ilmu semu.

Di kliniknya, rekan-rekan dokter sedang antusias membahas keuntungan saham. Mereka mendengarkan Ji Hoon yang berlagak layaknya peramal saham.

Dengan yakin Ji Hoon memberi masukan pada mereka mengenai perusahaan yang sekiranya akan menguntungkan dan tidak. Dengan sekejap Ji Hoon bahkan bisa mengumpulkan orang dalam jumlah banyak.

Mereka berkumpul di klinik dokter Park hanya untuk mendengarkan ramalan dan ilmu semu Ji Hoon tentang saham. Sebagian besar dari mereka percaya begitu saja dan membeli saham dari perusahaan yang direkomendasikan Ji Hoon.

Sayang, ramalannya meleset dan banyak orang murka. Dokter Park sampai harus ikut menanggung akibatnya. Park Won Jang malam itu berkumpul dengan teman-temannya.

Mereka membicarakan Dae Kwang, salah satu rekan dokter yang memutuskan membuka klinik di desa setelah diserang oleh keluarga pasien menggunakan kapak.

Dae Kwang rupanya membuka pelayanan malam 365 hari dalam setahun. Dokter Park menganggap temannya itu sukses sampai tak bisa berkumpul.

Pulang dari bertemu teman-teman, Park Won Jang menyewa supir panggilan karena mabuk. Rupanya supir tersebut adalah mantan dokter bedah toraks yang berhenti setelah 16 tahun mengabdi. Agar tetap bertahan hidup dia bersedia melakukan pekerjaan apa pun, termasuk menjadi supir panggilan.

Sampai rumah putra keduanya, Dong Gu, merengek mengikuti les dengan bayaran sangat mahal karena tak mau kalah dari teman-temannya.

Park setuju dan akan bekerja keras dengan membuka pelayanan malam selama 364 hari per tahun. Alhasil Park super kelelahan sampai ketiduran ketika melayani pasien.

Tak lama dia mendapat kabar kalau Dae Kwang meninggal dunia karena serangan jantung. Hidup Dae Kwang ternyata tidak sesukses bayangan Park.

Rekannya itu membuka pelayanan malam justru karena harus bersaing dengan dua klinik lain yang membanting harga. Sampai akhirnya klinik Dae Kwang benar-benar sepi karena fitnahan saingannya.

Park pun mengajak Dong Gu untuk melayat. Dong Gu yang sebelumnya berjanji pada teman-teman untuk mentraktir, mengundang mereka ikut makan di acara pemakaman Dae Kwang.

Dong Gu pun berhasil menyelamatkan mukanya. Pulang dari sana Dong Gu membatalkan permintaan lesnya. Dia hanya ingin sang ayah sehat.

Episode 9-12

Episode 9-12

Min Gu meminta dibelikan Xbox pada ibunya. Mo Rim menolak setelah tahu Xbox adalah sejenis mainan. Namun, dokter Park punya pendapat lain. Min Gu bisa mendapatkan Xbox asal memperbaiki peringkatnya di sekolah.

Untuk membantu anaknya dokter Park meminta tolong pada teman-teman dokter yang lain. Min Gu sendiri juga tidak henti berusaha.

Di sisi lain Sa Mo Rim ikut kelas karir yang diadakan sekolah Dong Gu. Orang tua siswa yang memiliki profesi unik harus tampil di depan kelas.

Awalnya Dong Gu terlihat kecewa karena khawatir sang ibu akan mempermalukan dirinya di depan teman-teman, tetapi penampilan Mo Rim justru membuat banyak guru dan siswa kagum.

Mo Rim membuat banyak orang tersihir dengan permainan suling ultranya, yaitu suling yang sangat langka di Korea. Namun, Mo Rim memutuskan menjual suling tersebut untuk membeli Xbox sebagai hadiah bagi Min Gu yang sudah berjuang, belajar tanpa lelah sampai jatuh sakit.

Lee Dong Bae, teman seperjuangan Park Won Jang saat masih menjadi dokter magang, mengingkari janji untuk bersama-sama menjadi dokter penyakit dalam.

Lee Dong Bae yang kini mengubah nama menjadi Francois Lee memilih bedah plastik. Hari itu dia kembali datang ke klinik dokter Park untuk memberikan selebaran tentang seminar tentang laser kecantikan.

Dia juga mengejek Dokter Park yang masih kesulitan uang karena tetap menekuni penyakit dalam. Tiba-tiba banyak anak sekolah datang ke klinik dalam keadaan luka-luka.

Setelah diobati mereka meminta sertifikat kesehatan. Dokter Park tidak berpikir macam-macam. Dia hanya senang karena penghasilan hari itu cukup besar.

Ternyata esok harinya dia harus ganti rugi sebab Min Gu terlibat perkelahian dengan mereka. Park lalu memutuskan ikut seminar laser yang diadakan Francois Lee.

Park mendapatkan peralatan laser dari pasar bekas. Pasien di kliniknya jadi lebih ramai, tapi dia kerap mendengar suara aneh saat mesin laser dinyalakan. Suara tersebut terdengar memanggil ibu.

Sempat datang ke cenayang untuk mendapat jimat, suara aneh itu tidak kunjung hilang. Rupanya suara itu berasal dari Ji Hoon. Park akhirnya tahu kalau dua pekerja di kliniknya adalah ibu dan anak.

Dr. Park melakukan isolasi mandiri karena sempat kontak dengan orang terduga penderita Covid-19. Sementara itu Min Gu bingung dengan mimpi atau rencananya ke depan.

Selama isolasi mandiri Park kembali mewujudkan mimpinya, yaitu menjadi pembuat komik. Dia membuat webtoon berjudul Dr. Park’s Clinic berdasarkan pengalamannya.

Webtoon buatan Park langsung booming dan banyak disukai karena realistis. Park berpikir untuk berhenti jadi dokter dan memulai karir jadi pembuat komik.

Mo Rim melarangnya karena tidak realistis. Bukan saatnya bagi Park untuk bermimpi seperti anak muda usia 20 tahunan.

Setelah mendapat reaksi buruk dr Mo Rim, Park terjaga semalaman. Dia melihat Min Gu sulit tidur karena masih bingung dengan mimpinya.

Tak ingin anaknya gelisah, Park bicara padanya untuk melakukan hal yang disukai. Mo Rim yang mendengar dari balik pintu berubah pikiran.

Dia menghadiahkan peralatan khusus untuk menggambar webtoon. Mo Rim juga mendukung mimpi Min Gu yang hobi beradu panco. Sejak itu mood Park dalam melayani pasien semakin membaik. Klinik pun menjadi ramai dan mulai mengekspansi.

Mo Rim akhirnya memiliki anak perempuan dan Min Gu menjadi pemenang adu panco di berbagai kejuaraan bahkan tingkat Asia.

Dong Gu sendiri mendapat 1 juta pelanggan di channel Youtube-nya dan mendapat golden button. Dia terkenal dengan konten vlog keluarga. Keluarga dokter Park pun hidup bahagia bersama-sama.

Drama Medis yang Tampilkan Sisi Realistis

Drama Medis yang Tampilkan Sisi Realistis_

Drama Korea tentang medis atau rumah sakit dan apa pun soal dunia kedokteran sudah cukup banyak. Sebagian besar memotret perjuangan para dokter dalam menangani pasien-pasiennya atau konflik kepentingan antara dokter dengan pihak rumah sakit itu sendiri.

Kali ini, kamu akan mendapat hiburan berbeda dari drama-drama medis yang pernah ada. Dr. Park’s Clinic (2022) menampilkan kehidupan dokter yang lebih realistis, terutama terkait kesulitan dalam mendapat keuntungan atau penghasilan dari profesinya.

Park Won Jang sudah melalui tahapan-tahapan dan kesulitan yang diperlukan untuk menjadi seorang dokter. Dia kini telah menjadi dokter ahli penyakit dalam dan memutuskan membuka klinik sendiri.

Bayangan tentang kesuksesan pun sudah di depan mata. Sampai episode 2, kenyataannya jalan menuju kesuksesan itu masih harus dia perjuangkan.

Dr. Park’s Clinic (2022) seperti memperlihatkan kenyataan bahwa menjadi dokter tidak seketika membuatmu kaya raya dan sukses. Profesi dokter yang jadi tokoh utama drama ini harus berjuang untuk mengembangkan kliniknya.  

Ringan dan Segar

Ringan dan Segar_

Masalah yang ingin disampaikan drama ini sebenarnya memilukan; bagaimana seorang dokter yang sudah lelah belajar, sebuah profesi yang dianggap mapan, masih harus berjuang untuk sekadar membayar biaya operasional kliniknya sehari-hari.

Namun menariknya, cerita yang sedih ini justru dikemas secara ringan dan lucu. Karakter-karakter yang ada di Dr. Park’s Clinic (2022) akan membuatmu terhibur. Naskahnya juga sangat segar.

Pada satu scene bisa terasa dalam dan cocok jadi bahan kontemplasi, tapi di scene selanjutnya sungguh receh. Perkara pesan ayam tanpa tulang bisa jadi terdengar lucu. Penampilan Ra Mi Ran dan Cha Chung Hwa di drama ini juga menjamin kekonyolan di episode-episode mendatang.

Diserang Komentar Buruk & Permintaan Sa Mo Rim

Dokter Park Diserang Komentar Buruk dan Permintaan Sa Mo Rim_

Fenomena komentar buruk di dunia maya yang bisa menjatuhkan mental bahkan bisnis seseorang, menjadi isu yang disuguhkan Dr. Park’s Clinic (2022) minggu ini, terutama pada episode 3.

Dengan cara pengemasan yang super kocak, pesan penting dari bahaya pengaruh komentar buruk di media sosial coba disampaikan drama ini secara ringan sekaligus tepat sasaran.

Setelah dihibur dengan cara dokter Park menangani komentar buruk yang menyerangnya, di episode 4, perut kembali dikocok karena ulah Sa Mo Rim yang tidak terduga. Istri dokter Park itu tiba-tiba menginginkan anak perempuan.

Menariknya, konflik yang sangat domestik ini diselipi sebuah isu mengenai pentingnya mempertimbangkan kehamilan kembali, terutama bagi pasangan yang sudah memiliki buah hati tapi masih belum mantap secara finansial.  

Dengan narasi dan set up yang tetap lucu, episode 4 Dr. Park’s Clinic seperti ingin mengingatkan bahwa memiliki anak (lagi) sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan tetapi juga pertimbangan terkait segala kebutuhanya di masa depan.

Gak hanya kenyang dibuat ketawa, nonton drama ini rasanya penuh! Kira-kira masalah apa lagi yang akan dihadapi dokter Park selanjutnya ya?

Kebaikan Hati Dokter Park

Kebaikan Hati Dokter Park_

Dr. Park’s Clinic (2022) episode 5 dan 6 kembali menyuguhkan satu fenomena yang tidak asing di masyarakat, khususnya di episode 5. Kali ini isu yang coba di-highlight olehnya adalah kemunculan dokter-dokter yang lebih aktif di televisi dan menjual berbagai produk kesehatan seperti multivitamin.

Sebagai dokter yang memegang sumpah Hippokrates, Jang tidak tertarik dengan hal itu, tetapi sebagai manusia biasa yang butuh engagement untuk kliniknya, dokter Jang menginginkan hal tersebut.

Sampai kesempatan itu akhirnya datang, dokter Jang justru berubah pikiran karena melihat kondisi kesehatan sang penulis acara yang buruk.

Scene yang asalnya kocak, berubah terasa hangat karena ketulusannya. Kehangatan seperti itu berlanjut ke episode 6 ketika dokter Park mengikhlaskan beberapa bungkus kopi asal pasien yang diam-diam ikut menghabiskan kopinya, dapat selamat dan hidup.

Dia tidak lagi memikirkan kerugian klinik karena biaya operasional yang membengkak karena yang penting baginya sebagai seorang dokter adalah nyawa seseorang.

Semakin ke sini, drama Dr. Park’s Clinic (2022) tidak hanya terasa sebagai sebuah komedi kosong yang menertawakan kemalangan, melainkan sebuah tontonan ringan yang menyajikan nilai-nilai berbobot tentang hidup dan kemanusiaan. Jadi ketagihan, kira-kira fenomena sosial apa lagi yang akan disentil oleh drama ini?

Durasi Dr. Park’s Clinic (2022) per epsiodenya hanya sekitar 30 menit; pendek, ringkas tapi menghibur. Premis dan eksekusinya yang tidak biasa sungguh menyegarkan.

Ini sejenis drama komedi yang berangkat dari kesedihan. Mari menertawakan kemalangan bersama dokter Park di kliniknya! Tertarik? Drama ini bisa kamu lihat di Vidio.com!

Ketika Uang Bukan Segalanya

Ketika Uang Bukan Segalanya_

Di balik storyline yang sederhana tapi mengena, kelakar dari kelakuan para karakternya, Dr. Park’s Clinic (2022) kembali menyentil melalui dua episodenya.

Dimulai dengan tema ilmu semu di episode 7, ceritanya mengingatkan kita pada fenomena kepercayaan-kepercayaan tak beralasan dan tidak berdasar, yang anehnya mudah memengaruhi banyak orang.

Mulai dari produk-produk kesehatan seperti gelang, sendal untuk reumatik sampai saham. Banyak orang mudah percaya dengan klaim-klaim semacam itu yang ujungnya merugikan diri sendiri.

Menariknya pada situasi tertentu untuk beberapa orang yang rasional seperti dokter Park, membeli barang semacam gelang kesehatan dilakukan bukan karena dia percaya dan membutuhkannya, tetapi karena tidak ingin melukai orang-orang tersayang.

Pesan bermakna lainnya disampaikan di episode 8, kali ini terasa lebih dalam dibanding Dr. Park’s Clinic (2022) episode-episode sebelumnya karena dokter Park dan kita diingatkan untuk memprioritaskan kesehatan dibandingkan apa pun, termasuk uang. Kerja keras sampai lelah tidak ada artinya jika sakit apalagi sampai kehilangan nyawa.

Di bagian akhir episode 8, sebelum kembali muncul adegan-adegan konyol, Dong Gu membatalkan permintaannya untuk les, karena dia hanya ingin ayahnya sehat. Pembicaraan sederhana antara anak lelaki dan ayahnya ini jadi penutup yang hangat.

Ikuti Mimpimu dan Selamat Berbahagia!

Ikuti Mimpimu dan Selamat Berbahagia_

Drama komedi penuh makna, Dr. Park’s Clinic (2022) yang menangkap kehidupan realistis dari perjuangan seorang dokter penyakit dalam akhirnya sampai di episode akhir.

Karakter Min Gu yang tidak banyak diceritakan, langsung mencuri perhatian di episode 9. Anak pertama Park Won Jang dan Sa Mo Rim yang selama ini terlihat unmotivated, ternyata ternyata masih bisa dimotivasi.

Episode 9 menyuguhkan kehangatan dan keharuan karena karakter Min Gu dan Mo Rim sama-sama berusaha memberikan yang terbaik.

Min Gu yang tampak nyeleneh ternyata punya keinginan kuat untuk memperbaiki nilai, sementara itu Mo Rim yang tak kalah sering bertingkah aneh, ternyata juga rela menjual suling langkanya untuk menyenangkan sang putra.

Kecurangan suster Cha Mi Young yang lebih sering menjadi beban pengeluaran dokter Park akhirnya terungkap, terutama soal identitasnya sebagai ibu Ji Hoon.

Namun, karena dokter Park punya hati yang tulus, lagi-lagi kekonyolan di episode 11 ditutup dengan mengharukan. Ji Hoon dan Cha Mi Young dimaafkan dan tetap bisa bekerja di klinik.

Melanjutkan vibes positif-nya sebagai seseorang dengan niat kuat dan tulus, dokter Park menunjukkan sisi lain di dirinya pada episode terakhir. Rupanya selama ini Park Won Jang memendam mimpinya sebagai pembuat komik. Rupanya menjadi dokter sama sekali bukan mimpi yang bisa membuatnya bahagia.

Mimpi yang terpendam itu dia tularkan pada Min Gu yang masih bingung, takut dan ragu. Min Gu takut mimpinya untuk serius menggeluti adu panco dinilai tidak penting.

Beruntungnya, dia punya ayah seperti Park Won Jang dan ibu seperti Sa Mo Rim; dua orangtua yang mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya.

Episode akhir Dr. Park’s Clinic (2022) memberikan moral value tentang kebahagiaan yang sudah seharusnya diperjuangkan sejak awal.

Dengan merasakan kebahagiaan kita bisa membahagiakan orang lain. Seperti dokter Park yang bahagia melanjutkan mimpinya sebagai pembuat komik, sehingga dia bisa melayani pasien dengan perasaan bahagia dan menularkan kebahagiaan. 

Dr. Park’s Clinic
Rating: 
3.4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram