bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Dora and the Lost City of Gold (2019)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Dora and The Lost City of Gold
3.4
/5

Dora, putri dua profesor yang suka berpetualang, terjebak dalam sebuah skema pencarian kota penuh emas yang hilang. Ia juga sekaligus dalam misi menyelamatkan kedua orang tuanya bersama teman-temannya dari kota yang secara tidak sengaja harus ikut berpetualang menembus hutan rimba yang penuh dengan tantangan.

Dora and the Lost City of Gold adalah film petualangan hasil adaptasi dari serial animasi Dora the Explorer yang menjadi andalan Nickelodeon. Film arahan James Bobin ini dirilis oleh Paramount Pictures pada 9 Agustus 2019 dan tidak disangka menuai banyak respon positif, terutama karena performa Isabela Merced sebagai Dora. Sebagus apa petualangan Dora ini? Simak review kami berikut ini.

Sinopsis

  • Tahun: 2019
  • Genre: Action, Comedy, Thriller, Adventure, Family, Fantasy, Mystery
  • Produksi: Paramount Players, Nickelodeon Movies, Media Rights Capital
  • Sutradara: James Bobin
  • Pemeran: Isabela Merced, Eugenio Derbez, Michael Pena

Di rimba belantara Peru, Dora dan Diego larut dalam petualangan, ditemani oleh Boots si monyet bersepatu merah, tas ransel dan peta. Mereka juga menggagalkan usaha pencurian Swiper si rubah. Petualangan imajinasi mereka berakhir ketika Elena, ibu Dora, memanggil. Beberapa hari kemudian, Diego dan keluarganya pindah ke Los Angeles.

Setelah 10 tahun mengeksplorasi hutan Peru dan mulai menemukan jejak keberadaan Parapata, kota emas yang hilang, Cole dan Elena mengirim Dora ke Los Angeles untuk sekolah disana dan tinggal bersama keluarga Diego. Meski berat, Dora tetap berangkat juga. Dora disambut dengan hangat oleh seluruh keluarga, kecuali Diego yang merasa canggung dengan sepupu dan teman masa kecilnya itu.

Sebagai murid baru, Dora langsung menjadi bahan ejekan, apalagi dia belum pernah bersosialisasi dengan orang-orang seusianya. Tetapi dengan sikap optimis dan antusias yang tinggi, Dora justru menjadi calon bintang sekolah. Dengan kecerdasannya pula, ia membuat Sammy, murid paling berprestasi, cemburu kepadanya.

Suatu hari, sekolah mereka mengunjungi museum. Dora satu kelompok dengan Diego, Sammy dan Randy. Dora dibujuk oleh petugas museum ke gudang penyimpanan demi mencari bahan untuk tugas dari guru mereka. Ternyata mereka dijebak oleh para tentara bayaran yang ditugaskan untuk mencari harta karun. Dibius, Dora dan teman-temannya dimasukkan ke dalam kotak.

Setelah tersadar, kotak itu diturunkan dari pesawat dan dibawa ke atas truk. Kotak kemudian dibuka oleh Alejandro yang mengaku sahabat ayah dan ibu dora. Dia membebaskan mereka dan memberikan buku jurnal milik ayah Dora. Mereka kemudian menyusun rencana untuk menyelamatkan ayah dan ibu Dora di dalam hutan.

Di dalam hutan mereka menemui banyak rintangan dan misteri yang harus dipecahkan, seperti tersedot ke lumpur hisap, puzzle di reruntuhan kuil suku Inca, dan jamur raksasa yang menyemprotkan gas halusinasi yang membuat mereka seperti berada di dunia animasi. Sikap Sammy kepada Dora dan teman-temannya mulai melunak, sedangkan Dora menyadari jika Diego menyukai Sammy.

Setelah melalui semua itu, Dora berhasil bertemu dengan ayah dan ibunya di perbatasan Parapata sekaligus membuka kedok Alejandro yang ternyata adalah pimpinan para tentara bayaran yang menculik mereka. Semua disekap dan digiring menuju perkemahan Alejandro dan kelompoknya, tetapi Boots datang dan melepaskan ikatan Dora dan teman-temannya, lalu mereka kabur.

Dora memiliki ide untuk menebus orang tuanya dari penyanderaan dengan memberikan emas yang Alejandro inginkan, berarti mereka harus bisa masuk ke dalam kuil itu terlebih dahulu. Dengan kecerdikan mereka, puzzle yang rumit berhasil mereka pecahkan dan membuat mereka berada di hadapan patung monyet emas berukuran raksasa. Tak disangka, ternyata Alejandro mengikuti mereka secara diam-diam.

Alejandro menempatkan sebongkah emas ke tangan patung kera dan membuat jebakan di kakinya terbuka. Dia terjerumus ke dalamnya tetapi berhasil selamat karena tangannya masih memegang tepian lubang. Ratu Suku Inca dan pasukannya hendak meringkus mereka semua jika saja Dora tidak menjelaskan maksud kedatangan mereka.

Ratu Suku Inca memberikan Dora kesempatan untuk mencoba membuka kunci menuju Parapata. Dora meletakkan air ke tangan patung monyet dan pintu pun terbuka. Mereka semua terpana dengan keindahan Parapata. Tapi itu tidak berlangsung lama karena bangunan kuil tiba-tiba mulai runtuh disebabkan salah satu patung monyet emas dicuri oleh Swiper.

Mereka semua berhamburan keluar, tetapi Dora berhasil merebut patung monyet emas itu dan meletakkannya di sebuah batu yang membuat gempa berhenti. Setelah semua usai, orang tua Dora mengajaknya kembali tinggal di hutan, tetapi Dora lebih ingin sekolah di Los Angeles saja. Di credit title, Dora dan teman-temannya menari di sebuah acara sekolah.

Menghidupkan Dora Secara Realistis

dora-the-explorer-2_

Serial animasi Dora the Explorer di Nickelodeon memang diperuntukkan bagi anak-anak usia balita hingga SD yang memang senang dengan dunia petualangan dan imajinasi. Kehadiran Dora and the Lost City of Gold diharapkan membawa semangat yang sama dengan serial animasinya. Jika begitu, film ini khusus bagi anak kecil saja, dong?

Tapi ternyata tidak, lho! Dora di film berdurasi 1 jam 42 menit ini sudah beranjak remaja dan sekolah di tingkat SMA bersama Diego. Meski sempat menampilkan banyak kecanggungan Dora dengan pergaulan remaja kota, cerita petualangan di hutan rimba kembali terjadi ketika Dora dan Diego serta dua orang teman mereka diculik dan dibawa kembali ke kedalaman rimba Peru.

Lalu bagaimana dengan teman-teman imajinasi Dora seperti di dalam serial animasinya? Dengan cerdik, sutradara James Bobin dan duet penulis naskahnya, Nicholas Stoller dan Matthew Robinson, justru menjadikan barang-barang imajinasi itu sebagai bahan bercandaan yang tidak akan pernah ada di dunia nyata. Jadi mereka tidak akan muncul sama sekali? Tunggu dulu, belum selesai penjelasannya!

Ada sebuah adegan dimana Dora, Diego dan Alejandro terkena semprotan jamur yang membuat mereka berhalusinasi sehingga mereka mengira berada di dunia animasi. Disinilah ciri khas serial animasinya tampil lengkap dengan segala elemen yang biasa disajikan, meski hanya beberapa menit saja sebelum akhirnya mereka tersadarkan dari halusinasinya.

Petualangan Seru Ala Indiana Jones

dora-the-explorer-3_

Apalah artinya film Dora tanpa petualangan yang seru! Tentu saja Dora and the Lost City of Gold menyajikan banyak adegan petualangan seru yang terjadi secara simultan dalam ritme yang cepat, sehingga tensi keseruannya tidak berkurang. Tapi sayangnya, disinilah pola pikir realistis yang sudah dibangun di setengah awal film dibanting bertubi-tubi dengan banyaknya adegan komikal setelahnya.

Petualangan ala Indiana Jones disajikan dalam kadar yang mudah, bahkan puzzle yang seharusnya rumit bisa mereka selesaikan dalam percobaan pertama. Beberapa rintangan berbahaya bisa mereka lewati dengan mudah meski dengan ekspresi penuh kesusahan. Kemudian muncul dua hewan animasi, yang hebatnya berhasil mencuri perhatian, Boots dan Swiper, yang ikut meramaikan suasana.

Kalian tahu siapa pengisi suara Boots dan Swiper? Danny Trejo sebagai Boots dan Benicio del Toro sebagai Swiper. Pantas saja kedua karakter ini tampil meyakinkan, selain dengan animasi yang detail dan hidup tentunya. Kita akan dibuat tersenyum setiap kali Swiper tampil dan tertawa ketika dia berkata, “Oh, man!

Sayangnya, sinematografi film ini tampil biasa saja, bahkan adegan memukau saat pintu Parapata terbuka tidak bisa dieksekusi dengan maksimal, sehingga tidak berhasil membuat kita tercengang.

Performa Cemerlang dari Isabela Merced

Dora and the Lost City of Gold beruntung didukung oleh para pemeran yang berkualitas yang berasal dari etnis Latin, seperti Michael Pena, Eva Longoria, dan Eugenio Debez yang menjadi pemicu kelucuan di dalam film yang berlokasi syuting di hutan asli Peru dan sebagiannya di Australia untuk beberapa adegan dengan setting kota Los Angeles ini.

Tapi dari semuanya, performa Isabela Merced adalah yang paling gemilang. Aktris remaja bernama asli Isabela Moner ini berhasil menghidupkan Dora sesuai dengan gambaran apabila karakter ini beranjak remaja. Dia bisa bernyanyi, tentu juga bisa menari, dan gesit dalam mengarungi rimba belantara. Senyumnya selalu merekah, tidak hanya kepada orang, bahkan kepada kodok beracun pun dia ramah.

Sepertinya karir Merced bisa cemerlang nanti. Sebelum berperan sebagai Dora, dia pernah berakting di beberapa film besar, Transformer: The Last Knight (2017), Instant Family (2017) dan Sicario: Day of the Soldado (2018). Semoga karirnya semakin bagus dan kita akan menanti penampilan-penampilannya di film-film berikutnya.

Dora and the Lost City of Gold tidak disangka melebihi harapan kita yang mungkin pada awalnya terkesan meremehkan, karena trailer yang kurang meyakinkan dan terkesan childish. Tapi nyatanya film ini bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga dan memiliki kisah petualangan yang mengasyikkan. Sudah tersedia di Netflix, tidak usah pakai lama, langsung play saja!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram