Bacaterus / Review Film Indonesia / Review & Sinopsis Dilan 1990, Film yang Raih 6,3 Juta Penonton

Review & Sinopsis Dilan 1990, Film yang Raih 6,3 Juta Penonton

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film yang rilis di tahun 2018 ini diangkat dari sebuah novel best seller karya Pidi Baiq yang berjudul Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990. Novel remaja tersebut mempunyai alur cerita cinta yang menggemaskan dengan sosok Dilan dan Milea sebagai karakter utamanya. Bagi kalian yang sudah membaca novelnya, tentu dibuat senyum-senyum sendiri oleh tingkah laku keduanya ketika saling bertemu.

Suasana romansa tersebut kemudian berhasil digambarkan dengan baik pada film ini lewat premis cerita yang sama seperti di novelnya. Selama 1 jam 50 menit filmnya diputar, nampaknya para penonton dibuat terpuka gemas oleh akting Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla yang memerankan sosok Dilan serta Milea.

Produksi film Dilan 1990 dikerjakan sepanjang tahun 2017 mulai dari bulan Juli hingga November dengan lokasi di Kota Bandung dan Jakarta. Lewat anggaran 11 milyar rupiah, film ini mampu mencetak box office Indonesia dengan meraup untung lebih dari 250 milyar rupiah.

Sinopsis

Sinopsis Dilan 1990

* sumber: www.kompas.com

  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Drama Remaja
  • Rumah Produksi: Max Pictures
  • Sutradara: Fajar Bustomi dan Pidi Baiq
  • Pemeran Utama: Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla

Cerita bermula di bulan September tahun 1990, Milea beserta keluarganya baru saja pindah dari Jakarta ke Kota Bandung. Karena kepindahannya itu, ia pun harus bersekolah di sebuah SMA yang ada di kota kembang tersebut. Baru beberapa hari menjadi murid baru, Milea bertemu dengan murid lainnya yang mengaku sebagai panglima tempur geng motor bernama Dilan.

Saking percaya dirinya, Dilan langsung meramal kepada Milea bahwa suatu hari nanti ia akan naik motor bersamanya dan menjadi pacarnya. Entah bagaimana caranya, Dilan kemudian bisa mengetahui segala tentang Milea, mulai dari nomor teleponnya hingga alamat rumahnya juga.

Dilan perlahan-lahan merayu Milea dengan kata-kata manisnya, dan memberikan hadiah yang unik, seperti buku teka-teki silang yang sudah diisi agar Milea tidak pusing memikirkan jawabannya. Meski keduanya mulai dekat, Milea sebenarnya sudah mempunyai pacar bernama Beni yang tinggal di Jakarta. Namun, pacarnya itu suka bersikap kasar dan pencemburu sehingga membuat Milea tidak nyaman.

Suatu hari, Milea dengan teman-temannya mengikuti lomba cerdas cermat antar sekolah yang diadakan di kantor TVRI yang ada di Jakarta. Tanpa diduga, Beni muncul di hadapan Milea yang sedang makan berdua dengan teman sekelasnya, Nandan. Karena tersulut emosi, Beni lalu berkelahi dengan Nandan dan memukulnya. Ia pun memaki Milea dengan kata-kata kasar dan menyebutnya sebagai “Pelacur”.

Setelah kejadian tersebut, Milea kembali pulang ke Bandung dan ditelpon oleh Benni yang ingin meminta maaf atas perlakuannya. Walaupun telah dimaafkan, Milea tetap tidak ingin untuk berpacaran lagi dengan Beni. Selepas itu, Milea semakin dekat dengan Dilan dan sering pulang sekolah berdua menaiki motor milik sang panglima tempur.

Dilan 1990

* sumber: sushi.id

Karena sudah semakin dekatnya, Milea pun setidaknya berhasil membujuk Dilan untuk tidak ikut-ikutan lagi kegiatan tawuran antar geng motor. Meskipun begitu, Milea dan Dilan sebenarnya belum resmi berpacaran, dan Milea juga sedang didekati oleh seorang mahasiswa yang merupakan guru les privatnya bernama Kang Adi.

Sangking sukanya terhadap Milea, Kang Adi pun mengajaknya untuk jalan-jalan sembari mengunjungi kampus tempatnya berkuliah. Di satu sisi, Dilan pun mengetahui bahwa Milea pergi berdua dengan Kang Adi. Dilan lalu menuliskan sebuah puisi untuk dibaca oleh Milea. Selepas membaca puisi tersebut, Milea sangat merasa menyesal karena telah pergi bersama Kang Adi.

Milea kemudian berusaha mencarinya di sekolah dan malah bertemu temannya Dilan bernama Anhar yang sedang mabuk. Setelah cekcok sebentar, Anhar malah menampar wajah Milea. Kejadian tersebut diketahui oleh Dilan, dan keduanya terlibat perkelahian yang kemudian berhasil dihentikan oleh guru-guru dan murid-murid lain.

Dilan, Anhar dan juga Milea selanjutnya di bawah ke ruang Kepala Sekolah untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, Dilan dengan Milea pergi ke tempat favorit keduanya, yakni di warung Bi Eem. Di tempat itulah, mereka akhirnya resmi berpacaran, dan ramalan sang panglima tempur pun terjadi juga.

Baca juga: Sudah Nonton 20 Film Indonesia Terbaik Sepanjang Masa Ini?

Iqbal dan Vanesha Sosok yang Tepat Memerankan Dilan & Milea

Iqbal dan Vanesha Sosok yang Tepat Memerankan Dilan & Milea

* sumber: www.wowkeren.com

Dalam versi novelnya, Dilan adalah sosok remaja nakal yang menjadi panglima tempur sebuah geng motor di Kota Bandung. Ia juga memiliki keunikan lewat tutur katanya yang baku layaknya seorang pujangga. Semua pesona tersebut nampaknya cukup berhasil dibawakan dengan apik oleh Iqbaal Ramadhan, meski pada awalnya banyak penonton yang cukup pesimis saat dirinya dipilih sebagai pemeran karakter Dilan.

Hal tersebut dirasa wajar karena sosoknya yang masih kental dengan aura penyanyi cilik di Coboy Junior. Namun, ia mematahkan semua tanggapan negatif dengan berhasil memancing rasa gemas dari penonton perempuan terhadap aktingnya sebagai Dilan. Ia juga mampu memberikan sentuhan “nakal” dari seorang Dilan ketika harus memukul balik guru BP yang arogan bernama Suripto karena telah menamparnya.

Bukan hanya itu, adegan perkelahiannya dengan Anhar yang diperankan oleh Giulio Parengkuan menjadi scene paling ganas dalam menampilkan sosoknya sebagai panglima tempur. Saat para penonton melihat adegan tersebut, nampaknya sosok Iqbaal yang dikenal sebagai penyanyi cilik akan hilang sekejap, dan digantikan dengan dirinya yang lebih bandel khas anak remaja SMA.

Penggambarannya yang kharismatik sebagai Dilan adalah buah manis dari Pidi Baiq selaku penulis novelnya yang berhasil menggali potensi terbaik Iqbaal Ramadhan. Janji Pidi Baiq untuk menjaga karakter asli Dilan agar sama di novel dan filmnya terbukti ditepati. Iqbaal nyatanya mampu menghidupkan karaker Dilan yang romantis, suka merayu, bercanda hingga nakal sebagai berandalan.

Sinopsis Dilan 1990 (2)

Semua aspek Dilan tersebut kemudian disajikan oleh Iqbaal lewat ragam ekspresi, mulai dari tatapannya hingga rasa emosinya. Keseluruhan elemen itu berhasil dihayati dengan cukup baik oleh Iqbaal. Meski ada beberapa hal minor, namun pada akhirnya bisa tertutupi oleh pesona dirinya terhadap Dilan yang sangat baik.

Selain itu, pemilihan Vanesha Prescilla sebagai Milea pun menjadi langkah yang tepat. Sosoknya yang manis, lucu dan cantik, seolah menjadi gambaran Milea yang sesungguhnya dalam kehidupan nyata. Sama seperti Iqbal, vanesha pun sebenarnya cukup berhasil menghidupkan karakter Milea di dalam dirinya.

Lewat semua tingkah lakunya yang menggemaskan di dalam film, penonton sepakat bahwa Pidi Baiq tidak sia-sia memilih adik kandung dari aktris Sissy Priscillia ini. Film Dilan 1990 ini merupakan debut pertama Vanesha di dalam dunia seni peran, dan ia membuktikannya dengan apik dan bakal menjadi salah satu aktris Indonesia yang bertalenta.

Film Terlaris Sepanjang Tahun 2018

Film Terlaris Sepanjang Tahun 2018

Fajar Bustomi dan Pidi Baiq mungkin tidak akan pernah menyangka jika film yang digarapnya ini akan membuahkan hasil yang begitu manis.  Lewat modal produksi yang secukupnya, film Dilan 1990 mampu menciptakan pendapatan finansial yang sangat memuaskan.

Dua tahun yang lalu, film yang satu ini merajai box office Indonesia karena menjadi film yang laris ditonton sepanjang tahun 2018 dengan menarik perhatian 6,3 juta penonton. Dari data di situs filmindonesia.or.id, jumlah tersebut mengukuhkan Dilan 1990 diposisi teratas yang diikuti oleh film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur dengan 3,3 juta penonton dan Danur 2: Maddah lewat 2,5 juta penonton.

Bukan hanya itu saja, film ini juga ternyata mampu mengalahkan film terlaris yang tayang di tahun 2017, yaitu film Pengabdi Setan yang digarap oleh Joko Anwar. Di tahun tersebut, film horror yang dibintangi oleh Tara Basro itu hanya disaksikan oleh sebanyak 4,2 juta penonton seluruh Indonesia.

Namun, jika dihitung selama periode tahun 2007 hingga 2020 sekarang ini, film Dilan 1990 menempati urutan kedua sebagai film terlaris yang sering banyak ditonton. Film ini harus berada di bawah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1 yang berhasil menggaet penonton hingga 6,8 juta orang.

Apapun itu hasilnya, pencapaian yang telah dilakukan oleh Dilan 1990 perlu diancungi apresiasi yang setinggi-tingginya. Setidaknya, kehadiran film ini bisa membangkitkan gairah perfilman Indonesia agar bisa menghasilkan film yang berkualitas lagi. Salut untuk Fajar Bustomi dan Pidi Baiq!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *