Review & Sinopsis Dilan 1990, Film yang Raih 6,3 Juta Penonton

Ditulis oleh Yanyan Andryan
Dilan 1990
3.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film yang rilis di tahun 2018 ini diangkat dari sebuah novel best seller karya Pidi Baiq yang berjudul Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990. Novel remaja tersebut mempunyai alur cerita cinta yang menggemaskan dengan sosok Dilan dan Milea sebagai karakter utamanya. Bagi kalian yang sudah membaca novelnya, tentu dibuat senyum-senyum sendiri oleh tingkah laku keduanya ketika saling bertemu.

Suasana romansa tersebut kemudian berhasil digambarkan dengan baik pada film ini lewat premis cerita yang sama seperti di novelnya. Selama 1 jam 50 menit filmnya diputar, nampaknya para penonton dibuat terpuka gemas oleh akting Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla yang memerankan sosok Dilan serta Milea.

Produksi film Dilan 1990 dikerjakan sepanjang tahun 2017 mulai dari bulan Juli hingga November dengan lokasi di Kota Bandung dan Jakarta. Lewat anggaran 11 milyar rupiah, film ini mampu mencetak box office Indonesia dengan meraup untung lebih dari 250 milyar rupiah.

Sinopsis

Sinopsis Dilan 1990
*

Cerita bermula di bulan September tahun 1990, Milea beserta keluarganya baru saja pindah dari Jakarta ke Kota Bandung. Karena kepindahannya itu, ia pun harus bersekolah di sebuah SMA yang ada di kota kembang tersebut. Baru beberapa hari menjadi murid baru, Milea bertemu dengan murid lainnya yang mengaku sebagai panglima tempur geng motor bernama Dilan.

Saking percaya dirinya, Dilan langsung meramal kepada Milea bahwa suatu hari nanti ia akan naik motor bersamanya dan menjadi pacarnya. Entah bagaimana caranya, Dilan kemudian bisa mengetahui segala tentang Milea, mulai dari nomor teleponnya hingga alamat rumahnya juga.

Dilan perlahan-lahan merayu Milea dengan kata-kata manisnya, dan memberikan hadiah yang unik, seperti buku teka-teki silang yang sudah diisi agar Milea tidak pusing memikirkan jawabannya. Meski keduanya mulai dekat, Milea sebenarnya sudah mempunyai pacar bernama Beni yang tinggal di Jakarta. Namun, pacarnya itu suka bersikap kasar dan pencemburu sehingga membuat Milea tidak nyaman.

Suatu hari, Milea dengan teman-temannya mengikuti lomba cerdas cermat antar sekolah yang diadakan di kantor TVRI yang ada di Jakarta. Tanpa diduga, Beni muncul di hadapan Milea yang sedang makan berdua dengan teman sekelasnya, Nandan. Karena tersulut emosi, Beni lalu berkelahi dengan Nandan dan memukulnya. Ia pun memaki Milea dengan kata-kata kasar dan menyebutnya sebagai “Pelacur”.

Setelah kejadian tersebut, Milea kembali pulang ke Bandung dan ditelpon oleh Benni yang ingin meminta maaf atas perlakuannya. Walaupun telah dimaafkan, Milea tetap tidak ingin untuk berpacaran lagi dengan Beni. Selepas itu, Milea semakin dekat dengan Dilan dan sering pulang sekolah berdua menaiki motor milik sang panglima tempur.

Dilan 1990
*

Karena sudah semakin dekatnya, Milea pun setidaknya berhasil membujuk Dilan untuk tidak ikut-ikutan lagi kegiatan tawuran antar geng motor. Meskipun begitu, Milea dan Dilan sebenarnya belum resmi berpacaran, dan Milea juga sedang didekati oleh seorang mahasiswa yang merupakan guru les privatnya bernama Kang Adi.

Sangking sukanya terhadap Milea, Kang Adi pun mengajaknya untuk jalan-jalan sembari mengunjungi kampus tempatnya berkuliah. Di satu sisi, Dilan pun mengetahui bahwa Milea pergi berdua dengan Kang Adi. Dilan lalu menuliskan sebuah puisi untuk dibaca oleh Milea. Selepas membaca puisi tersebut, Milea sangat merasa menyesal karena telah pergi bersama Kang Adi.

Milea kemudian berusaha mencarinya di sekolah dan malah bertemu temannya Dilan bernama Anhar yang sedang mabuk. Setelah cekcok sebentar, Anhar malah menampar wajah Milea. Kejadian tersebut diketahui oleh Dilan, dan keduanya terlibat perkelahian yang kemudian berhasil dihentikan oleh guru-guru dan murid-murid lain.

Dilan, Anhar dan juga Milea selanjutnya di bawah ke ruang Kepala Sekolah untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, Dilan dengan Milea pergi ke tempat favorit keduanya, yakni di warung Bi Eem. Di tempat itulah, mereka akhirnya resmi berpacaran, dan ramalan sang panglima tempur pun terjadi juga.

Baca juga: Sudah Nonton 20 Film Indonesia Terbaik Sepanjang Masa Ini?

Iqbal dan Vanesha Sosok yang Tepat Memerankan Dilan & Milea

Iqbal dan Vanesha Sosok yang Tepat Memerankan Dilan & Milea
*

Dalam versi novelnya, Dilan adalah sosok remaja nakal yang menjadi panglima tempur sebuah geng motor di Kota Bandung. Ia juga memiliki keunikan lewat tutur katanya yang baku layaknya seorang pujangga. Semua pesona tersebut nampaknya cukup berhasil dibawakan dengan apik oleh Iqbaal Ramadhan, meski pada awalnya banyak penonton yang cukup pesimis saat dirinya dipilih sebagai pemeran karakter Dilan.

Hal tersebut dirasa wajar karena sosoknya yang masih kental dengan aura penyanyi cilik di Coboy Junior. Namun, ia mematahkan semua tanggapan negatif dengan berhasil memancing rasa gemas dari penonton perempuan terhadap aktingnya sebagai Dilan. Ia juga mampu memberikan sentuhan “nakal” dari seorang Dilan ketika harus memukul balik guru BP yang arogan bernama Suripto karena telah menamparnya.

Bukan hanya itu, adegan perkelahiannya dengan Anhar yang diperankan oleh Giulio Parengkuan menjadi scene paling ganas dalam menampilkan sosoknya sebagai panglima tempur. Saat para penonton melihat adegan tersebut, nampaknya sosok Iqbaal yang dikenal sebagai penyanyi cilik akan hilang sekejap, dan digantikan dengan dirinya yang lebih bandel khas anak remaja SMA.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram