Sinopsis & Review Detective Conan: The Fourteenth Target

Ditulis oleh Gerryaldo
Detective Conan: The Fourteenth Target
3.7
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Setelah kesuksesan film animasi pertamanya yang berjudul The Time-Bombed Skyscraper yang tayang di tahun 1997, Aoyama Gosho kembali mengulang kesuksesan tersebut dengan membuat film Detektif Conan yang ke-2 berjudul The Fourteenth Target. Bersama dengan TMS Entertainment, Aoyama Gosho membuat cerita yang makin seru dari sebelumnya.

Baca Juga: Sinopsis & Review Film Detective Conan: Countdown to Heaven

Kali ini ceritanya berputar dengan Kogoro Mouri berikut 14 kenalannya yang terancam dibunuh satu per satu atas satu alasan tertentu. Conan yang menyadari hal tersebut harus berburu dengan waktu guna menemukan pelaku sebelum ia mengincar orang lain lagi yang dekat dengan Kogoro Mouri. Apakah Conan mampu melakukannya?

Sinopsis

Detective Conan_The Fourteenth Target_Poster (Copy)

Film dimulai dengan adegan Ran yang bermimpi tentang Ibunya, Eri, yang tertembak. Sontak Ran bangun dan segera menelpon Ibunya untuk memastikan Ibunya itu baik-baik saja dan juga memberitahu isi mimpinya. Eri sempat tersentak mendengar isi mimpi anak gadisnya itu, namun Eri mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa dengannya.

Adegan pun kemudian berubah menjadi adegan di dalam sebuah penjara, di mana seorang pria bernama, Jo Murakami  mengulurkan buku catatan yang mengatakan, "Kota Beika, Kogoro Mouri”, lantas beralih lagi ke adegan dimana para detektif cilik (Ayumi, Genta dan Mitsuhiko) sedang berkumpul dan bermain sembari menunggu Profesor Agasa.

Mereka semua akan bermain ke Tohto Aeronautic Memorial Museum; disana mereka bisa melihat banyak jenis helikopter dan pesawat yang dipajang di museum. Mereka bermain tebak-tebakan yang memiliki hubungan dengan penambahan ulang tahun dan lain sebagainya.

Saat asyik bermain, Conan melihat seorang fotografer bernama Shishido Eimei mengambil gambar di sekitar museum.

Di saat yang sama Jo Murakami terlihat mengetuk pintu. Ketika dia tidak mendapat jawaban, dia pergi. Kantor Detektif Kogoro sedang tidak ada siapa-siapa karena Ran dan Sonoko sedang menghadiri sesi tanda tangan dengan Minoru Nishina yang telah menulis beberapa buku masak; sedangkan Kogoro sedang pergi keluar.

Setelah sesi tanda tangan selesai, Ran dan Sonoko bersantai di kafe sembari Ran menceritakan tentang pertengkaran yang menyebabkan Kogoro dan Eri berpisah ketika dia berusia tujuh tahun.

Ia ingin sekali bisa membuat Ayah Ibunya kembali rukun, ia pun ingat kalau malam itu mereka akan bertemu dengan Eri untuk makan malam jam 7 malam.

Saat bertemu Eri di restoran, Kogoro sekaligus memperkenalkan Hiroki Tsuji, seorang pegolf profesional yang saat ini sedang berlatih untuk pertandingan AS Terbuka. Setelah pisah meja, Kogoro, Eri, Ran dan Conan makan bersama. Namun semuanya jadi ambyar lantaran Kogoro terlihat mendekati Towako Okano. Eri kesal bukan main dan pergi dari tempat makan itu.

Seminggu berlalu, Kogoro mendapat kabar kalau Inspektur Megure tertembak panah saat sedang berlari bersama istrinya. Saat berkunjung ke rumah sakit, Shiratori mengatakan bahwa panah yang melukai Megure ditembakan dari panah otomatis. Sebuah pedang yang terlihat seperti senjata yang dipegang oleh King di kartu remi.

Tak lama setelah kejadian penembakan Megure, kini nyawa Eri yang diincar. Sebuah cokelat Zigoba yang notabenenya adalah favorit Eri datang, dan langsung Eri makan karena berpikir itu dari Kogoro sebagai ucapan minta maaf. Namun ia malah ambruk ke lantai karena di dalam cokelat itu ternyata ada racun; beruntung Eri selamat karena tidak sempat menelan coklat itu.

Di kotak coklat, ada bunga kertas yang sepertinya familiar bagi Conan (bunga yang dipegang oleh kartu Queen). Sedang mencari petunjuk soal semua kasus diatas, kini Prof. Agasa yang kena apes; dia dipanah oleh seseorang tak dikenal setelah sebelumnya melempar batu ke rumah Agasa. Conan mengejarnya dengan bantuan para detektif cilik, namun usahanya gagal. 

Saat kembali ke rumah Agasa, Conan menemukan benda misterius di rerumputan, dan akhirnya menyadari hubungan antara pedang, bunga, dan benda aneh, serta para korban. Conan menyadari kalau itu semua berhubungan dengan jumlah huruf dari nama para korban yang mengerucut kepada kartu remi mulai dari King, Queen, Jack dan nomor kartu 1 sampai 10.

Polisi yakin pembunuh berantai itu mungkin Jo Murakami, kriminal yang pernah Kogoro tangkap sewaktu masih di kepolisian 10 tahun lalu.

Conan juga menyadari kalau rangkaian pembunuhan mengarah kepada orang-orang yang dikenal Kogoro Mouri. Setelah King, Queen dan Jack, Conan berpikir keras siapa orang yang dekat dengan Kogoro dan namanya memiliki unsur angka 10.

Conan pun teringat dengan Tsuji Hiroki, pemain golf kesukaan Kogoro Mouri, yang fotonya terpampang di kantornya. Dilanjut dengan Katsuyoshi Asahi, pemilik komplek taman hiburan Aqua-Crystal di urutan ke 9, Sawaki Kouhei, seorang ahli wine di urutan ke 8, model bernama  Nana Osanai Nana target ke 7, Eimei Shishido, target nomor 6, Kogoro sendiri di urutan ke 5; 

Peter Ford urutan ke 4, Inspektur Shiratori, target nomor 3, Minoru Nishina, penulis buku yang disukai Ran target nomor 2; dan terakhir adalah Shinichi Kudo, target pertama atau As. Conan yakin kalau pelaku ada diantara mereka, dan Conan berusaha memecahkan kasus tersebut tanpa menimbulkan korban lagi. 

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram