Bacaterus / Review Film Asia / Sinopsis & Review Anime Detective Conan: Sunflower of Inferno

Sinopsis & Review Anime Detective Conan: Sunflower of Inferno

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Memasuki tahun 2015 kemarin, Aoyama Gosho kembali meluncurkan cerita Detective Conan versi film yang berjudul Sunflower of Inferno. Film ini menjadi film Detective Conan yang ke 19 yang tayang dalam 1 dekade terakhir dan lagi-lagi, film Detective Conan kali menjadi film animasi dengan pendapatan tertinggi di tahun 2015, hampir menyentuh angka $ 70 juta atas penayangannya di seluruh dunia.

Dalam film, kita bisa kembali bertemu dengan Kaito Kid yang selalu jadi idola meski dirinya adalah pencuri ulung. Kali ini, Conan dan anggota detektif cilik lainnya harus mengupas tuntas kasus hilangnya salah satu lukisan karya pelukis terkenal Vincent van Gogh yang berjudul Sunflowers.

Sinopsis

Detective Conan: Sunflower of Inferno_Poster (Copy)

  • Tahun rilis: 2015
  • Genre: Anime, Action
  • Produksi: TMS/V1 Studio
  • Pengisi Suara: Minami Takayama, Kappei Yamaguchi, Wakana Yamazaki
  • Sutradara: Kobun Shizuno

Film dimulai dengan adanya pelelangan di rumah lelang yang berlokasi di One World Trade Center, Manhattan. Disana berkumpul seluruh kolektor terkenal dari seluruh dunia demi mengincar barang-barang bersejarah yang ditemukan di wilayah Arles, Prancis; salah satunya adalah lukisan bunga matahari karya pelukis Vincent van Gogh yang pernah hilang saat perang dunia kedua.

Di antara kolektor yang datang, adalah Jirokichi Suzuki, seorang penasehat keluarga dan juga penasehat seluruh grup perusahaan Suzuki yang terkenal super berpengaruh seantero Jepang.

Jirokichi sengaja datang bersama anggota keluarga Suzuki lainnya yaitu Sonoko Suzuki, teman Ran Mouri dan Conan, untuk ‘berbelanja’ lukisan berjudul Sunflower guna mengadakan eksibisi lukisan bunga matahari karya Van Gogh di gedung pertunjukan milik keluarga Suzuki bernama Lake Rock Shinjuku.

Jirokichi akhirnya memenangkan lelang lukisan itu dengan harga bidding sebesar $ 300 juta tanpa berpikir panjang. Sonoko yang menemani hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah penasehat yang juga Pamannya itu. Dirinya di sana hanya bertugas untuk menjadi juru bicara dan perwakilan dari keluarga inti Suzuki. 

Kali ini Jirokichi menjaga baik-baik lukisan itu dengan mempekerjakan 7 samurai; yaitu Keiko Anderson dan Kumiko Kishi para profesional EO untuk acara eksibisi Van Gogh, Natsumi Miyadai, pengamat lukisan bersejarah, Koji Azuma, seorang profesional dan ahli restorasi lukisan, Taizo Ishimine, yang bertugas mengantar seluruh lukisan Van Gogh, Charlie, anggota dari kepolisian New York, dan yang terakhir adalah Kogoro Mouri, detektif yang ditugaskan untuk mengawasi lukisan.

Saat kembali ke Jepang menggunakan pesawat pribadi, Jirokichi dirundung masalah, tempat penyimpanan lukisan di kargo pesawat di bom sehingga lukisan Van Gogh miliknya terbang dan diambil oleh Kaito Kid yang menyamar menjadi Shinichi Kudo yang ikut menumpang pesawat.

Namun Conan bisa menemukan kembali lukisan tersebut sehingga 7 lukisan Van Gogh terkumpul lengkap untuk dipamerkan. 6 lukisan lainnya merupakan pinjaman dari kolektor lainnya di seluruh dunia.

Sebagai rasa terimakasih, seperti biasa, keluarga Suzuki yang dekat dengan keluarga Mouri berikut teman-temannya yakni anggota grup detektif cilik mendapatkan tiket VVIP; menjadikan mereka akan lebih dulu masuk ke dalam galeri Lake Rock untuk menikmati lukisan Van Gogh dan kebun bunga matahari yang tertanam secara melingkar di seluruh galeri dalam gua.

Selama galeri dibuka untuk umum, acara eksibisi berjalan lancar sampai akhirnya sebuah insiden kebakaran terjadi. Seluruh bunga matahari di aula spiral terbakar habis dan merembet ke galeri utama tempat seluruh lukisan Van Gogh berada. Conan lantas berusaha mati-matian bersama Kaito Kid yang menyamar jadi Shinichi dan Ran untuk menyelamatkan lukisan Van Gogh nomor 2 milik keluarga Shinichi.

Setelah semua selamat dan bisa keluar hidup-hidup dari Lake Rock Gallery yang musnah terbakar, Conan akhirnya mengerti sesuatu; selama ini Kid lah yang berniat menyelamatkan lukisan Sunflower itu, bukan berniat untuk mencurinya karena Kid hanya tertarik dengan batu berlian.

Namun, siapakah pelaku sebenarnya atas ledakan pesawat, musnahnya Lake Rock Gallery dan terancamnya lukisan Sunflower Van Gogh nomor 2 dan nomor 5?

Saksikan keseruan ceritanya dari awal hingga akhir film Detective Conan: Sunflower of Inferno ini ya! Saya sarankan untuk tidak skip jalan ceritanya supaya kalian para penggila film Detective Conan tidak kebingungan dengan motif pelaku dan alasan dirinya mengacaukan semua hal. 

Tidak ada Pembunuhan

Detective Conan: Sunflower of Inferno_Paint (Copy)

Berbeda dengan cerita-cerita dalam film Detective Conan lainnya, film ini saya rasa yang paling ‘aman’ dari kasus pembunuhan. Kenapa? Karena fokus dari film ini adalah lukisan matahari karya Van Gogh yang dimenangkan oleh Jirokichi Suzuki guna dipamerkan bersamaan dengan 6 lukisan matahari Van Gogh lainnya.

Kita akan dibawa masuk ke dalam kasus penanganan juga perlindungan atas lukisan tersebut, bukan masuk ke dalam kasus berdarah-darah seperti yang terjadi di film Detective Conan sebelumnya. Meski demikian, film ini masih oke untuk ditonton kok khususnya untuk para penggila film Detective Conan yang menunggu film Detective Conan baru setiap tahunnya.

Terkesan Dipaksakan

Detective Conan: Sunflower of Inferno_Ending (Copy)

Untuk ukuran saya yang menjadi pecinta film Detective Conan, film ini memiliki cerita yang agaknya dipaksakan dan penuh dengan drama, sehingga membuat saya agak meleng dan berujung kebingungan karena informasi yang diberikan terlalu panjang plus kompleks. Padahal Kobun Shizuno sudah bagus mengarahkan cerita di awal.

Belum lagi ending film yang saya rasa masih belum pas dan menjawab pertanyaan saya; kenapa pelaku sebegitu kekeuhnya untuk memusnahkan lukisan Van Gogh dan kenapa sampai harus membahayakan banyak orang untuk melakukan hal tersebut. Spoiler alert! Pelaku juga memanfaatkan Kid supaya Kid dianggap bersalah.

The Gorgeous Kaito Kid

Detective Conan: Sunflower of Inferno_Kaito Kid (Copy)

Bila Kaito Kid muncul sebagai pencuri ulung, kehadirannya dalam film ini sungguh diluar dugaan. Awalnya kita memang akan digiring pada opini bahwa Kid sudah kelewat batas dengan membom pesawat yang membawa lukisan Van Gogh dari Manhattan ke Jepang, lantas mengacaukan sistem keamanan di Lake Rock Gallery. Namun ternyata, Kaito Kid lah yang ingin membantu Conan dan pihak berwenang untuk melindungi lukisan tersebut.

Kid hanya sebagai pion supaya pelaku tidak dicurigai dan melimpahkan seluruh kesalahannya pada Kid. Beruntung Conan mengerti dan mengetahui sesuatu yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan tindakan Kid yang doyan mencuri barang-barang langka. Terimakasih Kaito Kid untuk bantuanmu!

Keluarga Konglomerat Suzuki

Detective Conan: Sunflower of Inferno_The Suzuki (Copy)

Dari awal keluarga Sonoko ini sudah bisa dibilang sinting. Sonoko merupakan anak gadis kedua dari pasangan Shiro dan Tomoko Suzuki juga merupakan keponakan dari Jirokichi Suzuki. Keluarga mereka merupakan keluarga konglomerat super kaya di Jepang dengan aset bernilai miliaran dolar di seluruh dunia, menjadikan hal apapun menjadi tidak mustahil untuk dilakukan.

Seperti saat Jirokichi membeli lukisan Van Gogh di Manhattan, di saat harga lukisan masih di lelang jutaan dolar, Jirokichi langsung membabat harga lelang hingga $ 300 juta dan mengatakan pada Sonoko kalau itu adalah hal biasa untuk berbelanja barang yang ia suka. Tidak heran kalau tindakan Jirokichi ini jadi berita utama di seluruh negara.

Sekian untuk sinopsis dan ulasan mengenai film Detective Conan: Sunflower of Inferno. Bagaimana? Setelah melihat seluruh artikel di atas, apakah kalian ngebet untuk menonton filmnya? Oh iya, film ini memiliki 2 subtitle; yaitu Bahasa Inggris dan Melayu. Saya sarankan menggunakan Bahasa Inggris saja ya, karena setelah disadur ke Bahasa Indonesia, hasilnya jadi kacau dan malah bikin bingung. So, selamat menonton!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *