bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Film Deidra & Laney Rob a Train (2017)

Sinopsis dan Review Film Deidra & Laney Rob a Train (2017)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 1 Juni 2021

Setelah ibu mereka dipenjara, dua saudari menjadi pencuri kereta untuk menghidupi keluarga mereka. Deidra & Laney Rob a Train adalah original film Netflix yang dirilis pada 17 Maret 2017. Sebelumnya, film ini tayang perdana di Sundance Film Festival pada 23 Januari 2017. Disutradarai oleh Sydney Freeland, Tim Blake Nelson mendukung akting dua aktris utamanya, Ashleigh Murray dan Rachel Crow.

Dari judul filmnya kita sudah tahu jalan cerita film ini kemana arahnya, tapi yang pasti kita tunggu jawabannya, sama seperti film kriminal lainnya, adalah apakah mereka tertangkap atau tidak? Penasaran kan? Simak dulu review kami berikut ini sebelum menontonnya.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2017
  • Genre: Comedy, Crime, Drama
  • Produksi: General Population (GenPop), Storefront Pictures
  • Sutradara: Sydney Freeland
  • Pemeran: Ashleigh Murray, Rachel Crow, Tim Blake Nelson

Deidra dan Laney adalah dua remaja bersaudari dimana ibu mereka dipenjara karena melakukan pengrusakan di tempat kerjanya. Deidra adalah siswi yang cemerlang dan dia menggunakan kepintarannya itu untuk mencari uang dengan memberikan les privat kepada teman-temannya, bahkan terkadang dia pun memberi jawaban singkat dari soal ujian dengan bayaran sepadan.

Tapi itu semua tidak cukup untuk membiayai kedua adiknya agar terhindar dari petugas pengawasan anak. Setelah bertemu dengan Chet, ayah mereka yang bekerja di stasiun kereta, Deidra memiliki ide untuk mencuri kargo di kereta. Deidra mengajak Laney untuk bekerja sama dan menyusun rencana dengan memberi tanda di sisi rel kereta dan melakukan beberapa latihan.

Pencurian pertama mereka berjalan mulus dan Deidra berhasil menjual hasil curiannya, berupa deterjen laundry dan sejenisnya, kepada teman-temannya yang bekerja di sebuah café. Kemudian mereka melakukan beberapa pencurian lagi yang membuat pundi-pundi uang mereka semakin banyak. Tanpa sepengetahuan Laney, Deidra menyimpan beberapa uangnya untuk biaya kuliah.

Aksi mereka terendus oleh Truman, detektif Pacific Western yang bermasalah. Dia menemukan boneka penanda milik Deidra dan Laney di tepi rel, juga mainan Jet, adik mereka. Ketika di kantor stasiun, Chet melihat boneka itu diborgol di kursi. Chet kemudian mendatangi rumah mereka dan bersepakat untuk melakukan aksi yang lebih besar dari sebelumnya, yaitu mencuri barang-barang elektronik bermerek.

Chet menandai gerbong dengan cat khusus yang hanya bisa dilihat dengan senter khusus. Dalam aksinya ini mereka berhasil menggondol televisi dan ponsel bermerk. Tapi aksi ini semakin menajamkan penciuman Truman yang mengerucut kepada remaja sesuai yang dia temukan di CCTV, sehingga dia melakukan interogasi siswa-siswi SMA di sekitar daerah itu.

Untungnya, Laney dan Diedra berhasil lolos dari interogasi itu. Tapi di parkiran, Truman bertemu Jet yang sedang bermain dengan salah satu mainan yang seperti dia temukan di dekat rel. Di malam kontes kecantikan yang diikuti oleh Laney, Truman merangsek naik ke panggung untuk menangkapnya, meski tanpa ada bukti yang kuat.

Lalu dia mengejar Deidra yang sedang berada di dalam kereta. Tetapi dua saudari ini cerdik. Laney merekam dengan kamera ponsel apa yang diucapkan oleh Truman dan aksinya menyekap Jet di stasiun. Kejadian ini dilaporkan oleh polisi setempat yang bekerja sama dengan guru pembimbing Deidra kepada atasan Truman yang langsung menangkapnya dan membawanya pergi dengan bukti rekaman video.

Ibu mereka dibebaskan dari penjara karena uang tebusan yang telah dibayarkan oleh Deidra tepat saat petugas pengawasan anak menyambangi rumah mereka. Deidra akhirnya lulus sekolah dan mulai melanjutkan kuliah di kota lain.

Kisah Pencurian Remaja Tanpa Pesan Moral Berarti

Kisah Pencurian Remaja Tanpa Pesan Moral Berarti

Setiap tindakan kriminal pasti memiliki alasan sebagai latar belakangnya. Dari mayoritas kasus yang terjadi, rata-rata karena faktor kesulitan ekonomi. Hal ini pula yang menjadi alasan aksi dua saudari dalam film Deidra & Laney Rob a Train ini. Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga mereka dipenjara karena aksi pengrusakan di tempat kerjanya, membuat Deidra sebagai anak tertua harus berpikir lebih.

Karena terhimpit oleh kesulitan mengumpulkan uang, bahkan hanya untuk mencukupi makan kedua adiknya, Deidra nekat merencanakan pencurian isi kargo kereta. Kebetulan sekali, rumah mereka sangat dekat dengan jalur perlintasan kereta, sehingga mereka mudah melakukan aksi pencurian. Yang awalnya terkesan agak sungkan, tapi setelah berhasil di aksi pertama, aksi-aksi berikutnya dilakukan semakin rapih.

Sampai disini, aksi mereka tidak diketahui oleh siapapun, meski sudah tercium gelagatnya oleh Truman, sang detektif. Anehnya, meski Deidra sudah memberitahu guru pembimbingnya yang juga memberi tahu salah satu polisi yang mengawal Truman, tetap saja Deidra dan Laney dibantu oleh kedua sosok ini dari kejaran Truman. Padahal sudah jelas bahwa mereka berdua melakukan aksi kriminal.

Seharusnya, sebagai pendidik, guru pembimbing mereka bisa mengoreksi kesalahan yang dilakukan oleh siswinya, tapi karena alasan bahwa Deidra adalah satu-satunya peluang bagi si guru untuk mendapat predikat lebih baik, sang guru justru membela aksi Deidra. Tindakan yang lebih baik justru ditunjukkan oleh guru Laney yang memberikannya kesempatan mengikuti kontes kecantikan.

Sudah begitu, kedua orang tuanya juga tidak bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Sudah jelas ibunya dipenjara karena emosi yang tidak terkendali, ayah mereka justru bekerja sama dalam aksi pencurian dengan memanfaatkan posisi di kerjaannya. Ini sungguh bukanlah teladan yang baik untuk ditiru, meski secara sekilas kita diperlihatkan perjuangan sang ibu bagi keluarganya.

Chemistry yang Padu dari Kedua Aktris Utamanya

Chemistry yang Padu dari Kedua Aktris Utamanya

Deidra & Laney Rob a Train beruntung memiliki dua aktris remaja yang memerankan tokoh utama dalam kisah ini dengan sangat baik. Uniknya, Ashleigh Murray yang berperan sebagai Deidra bukanlah seorang remaja. Saat syuting film ini, dia sudah berusia 28 tahun! Tapi karena perawakannya yang kurus dia tidak terlihat dewasa dan masih bisa berkamuflase menjadi remaja.

Sedangkan Rachel Crow sebagai pemeran Laney memang berada di usia remaja sesuai dengan karakternya. Beban psikologis yang diterima olehnya karena kasus ibunya semakin menambah perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya di sekolah. Sayang sekali Laney tidak mendapat dukungan yang cukup baik dari Deidra atas masalahnya ini.

Jika di film lain masalah seperti ini digali lebih dalam untuk dijadikan konflik, tapi tidak terjadi di film ini. Sangat disayangkan memang, sehingga ledakan emosi Laney menjelang akhir film tidak begitu terasa efeknya. Dan satu karakter yang sepertinya miscasting, yaitu pemeran Jet, Lance Gray. Dia seperti sudah lebih tua dari usia yang diperankan sehingga terkesan dipaksakan untuk tampil lucu dan lugu.

Suguhan Berbeda bagi Young Adult

Suguhan Berbeda bagi Young Adult

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, penonton young adult disuguhkan dengan kisah-kisah fantasi dan futuristik seperti The Hunger Games, Maze Runner, dan sejenisnya. Sesekali bolehlah rasanya mengembalikan mereka ke dunia nyata lewat film dengan tema keseharian hidup di sekolah dan keluarga, tapi tetap dengan sedikit aksi yang menarik.

Deidra & Laney Rob a Train bisa mengisi peluang itu dengan cerita kriminal yang mudah, bahkan pelakunya pun tidak mendapatkan sanksi atas aksinya itu. Terasa sangat mudah karena detektif yang mengejar mereka terkesan komikal, padahal sudah diperankan oleh aktor sekelas Tim Blake Nelson. Seting kota Idaho yang lengang semakin menambah kemudahan aksi kedua remaja ini.

Tapi kekurangjelian Shelby Farrell sebagai penulis naskah dalam menggali para karakternya lebih dalam dan mengolah kisah yang sebenarnya potensial dalam mengaduk emosi membuat film ini terasa datar dan terlalu ringan dalam bercerita.

Meski begitu, mayoritas kritikus menilai baik film jebolan Sundance Film Festival ini dengan memberi Metascore sebesar 65. Jadi nggak perlu tunggu lama, langsung klik play!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram