bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Dear Ex, Rahasia Besar Mendiang Ayahku

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 30 Agustus 2021

San Lian kaget sekaligus kecewa dan merasa dikhianati karena mendiang suaminya meninggalkan asuransi untuk orang lain, bukan untuk putranya. Orang lain yang dimaksud adalah Jay, kekasih pria dari suaminya. Dengan emosi yang memuncak, San Lian mencap Jay sebagai seorang yang menyukai sesama jenis yang merusak rumah tangga orang.

Melihat keadaan yang tidak terkendali, Cheng Xi, putra San Lian ingin mengetahui siapa yang jahat dan baik dalam cerita ini. Apakah ibunya atau Jay? Semakin lama dia bersama Jay, semakin terkuak sebuah rahasia yang memilukan.

Dear Ex (2018) sebuah film berbahasa Mandarin akan menjawab sepenuhnya untuk Anda mengenai rahasia yang dimaksud, tapi sebelum itu tidak ada salahnya untuk menyimak sinopsis serta ulasannya pada artikel berikut ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: November 2018
  • Genre: Comedy, Drama, LGBTQ
  • Produksi: Comic Communication Studio, Ocean Entertainment, Hervoice Concept, Dear Studio
  • Sutradara: Mag Hsu, Hsu Chih Yen
  • Pemeran: Roy Chiu, Hsieh Ying Xuan, Spark Chen, Joseph Huang

Film dibuka dengan sebuah narasi yang mengatakan bahwa orang dewasa itu bodoh sebab berpikir bisa menyembunyikan rahasia. Narasi tersebut diucapkan oleh Cheng Xi (Joseph Huang) yang sebenarnya sudah tahu sejak lama bahwa ayahnya adalah seorang gay. Kini, sudah 95 hari lalu ayahnya pergi untuk selamanya. Liu San Lian (Hsieh Ying Xuan), sang ibu, kemudian membawa Cheng Xi ke suatu tempat.

Tempat yang dituju rupanya adalah kediaman seorang pria muda yang disebut-sebut menjadi ahli waris dari kekayaan mendiang ayah Cheng Xi. San Lian menggedor pintu tanpa henti sebelum Jay (Roy Chiu), pria muda yang dicari datang. Dengan nada tinggi San Lian mengatakan bahwa anaknya harus masuk SMA, kuliah dan studi di luar negeri. Sementara itu Cheng Xi terlihat tak begitu peduli dan sibuk dengan ponselnya.

San Lian yang emosi karena mengetahui asuransi milik mendiang suaminya diberikan pada pria lain, bukan pada anaknya, terus bicara dengan nada tinggi. Namun, Jay tampak tak mengerti dan tak tahu apa pun soal itu. Dia hanya tahu bahwa Song Cheng Yuan (Spark Chen) sudah memberikan semua uangnya untuk San Lian.

San Lian memberi waktu satu minggu pada Jay untuk mengembalikan uang tersebut. Jika tidak dia akan memastikan semua dunia tahu perihal identitas seksual Jay dan perilakunya yang sudah merusak rumah tangga orang lain. Tak lama suara ponsel Jay berdering dengan ringtone yang berasal dari suara Cheng Yuan. Dari ringtone tersebut terdengar Cheng Yuan menyebut Jay sebagai suami.

Scene berpindah dan memperlihatkan wajah Cheng Xi yang babak belur. Dia sedang berada di sebuah ruangan dengan seorang konseling. Remaja itu kemudian bertanya, di antara wanita simpanan dan pacar pria, siapa yang akan menang?

Scene berlanjut dengan sebuah narasi dan adegan yang memperlihatkan betapa repotnya San Lian menghadapi Cheng Xi. Menurut Cheng Xi, ibunya adalah wanita paling berisik di dunia. Suasana hati San Lian selalu buruk. Apalagi pada suatu hari dia mendapati bahwa nama ahli waris suaminya bukan Cheng Xi.

San Lian tak bisa menuntut Jay atas perselingkuhan karena dia mempertimbangkan kehidupannya dan Cheng Xi, lebih-lebih karena suaminya berselingkuh dengan pria. Cheng Xi begitu benci momen makan bersama sang ibu karena San Lian selalu mengoceh perihal apa pun, terutama nilai-nilai Cheng Xi yang buruk di sekolah.

Selain mengomel soal nilai, San Lian juga menyingkirkan barang-barang Cheng Xi yang merupakan barang-barang mendiang ayahnya. Secara keseluruhan, remaja itu benci ibunya. Narasi kembali terdengar, kali ini menceritakan bagaimana dan siapa Jay. Cheng Xi mengira Jay memakai narkoba.

Jay selalu ke luar rumah mengenakan piama. Cheng Xi mendengar bahwa dia adalah sutradara sekaligus aktor dari sebuah teater kecil. Dia juga berpikir bahwa Jay sudah mencuri uang asuransi mendiang ayahnya dengan ketampanan. Ternyata, tak lama setelah bertengkar dengan San Lian karena wanita itu sudah menyingkirkan barang-barangnya, Cheng Xi mendatangi Jay.

San Lian menyusul dan mendapati Cheng Xi siap lompat dari kediaman Jay. Remaja itu tak mau pulang sekalipun sudah ikut dibujuk oleh Jay sendiri. Sebagai pemilik rumah, Jay tentu tak ingin ada keributan apalagi kematian. Cheng Xi kemudian mengatakan akan turun jika ibunya keluar.

Benar saja, remaja itu memegang omongannya. San Lian pulang seorang diri sementara Cheng Xi di antara Jay menggunakan motornya. Di tengah jalan saat sedang membeli minuman, Jay menerima telepon dan mendapati kabar bahwa dirinya adalah ahli waris Cheng Yuan. Selama ini Jay rupanya tak tahu bahwa kekasihnya itu telah mengganti nama ahli waris dalam surat wasiatnya.

Dari kejadian itu Cheng Xi ragu, apakah Jay orang jahat atau baik. Jika baik mengapa Jay tidak bersedih saat ayahnya meninggal? Saat memeriksa barang-barang Jay, Cheng Xi mendapati ponsel pria itu kembali berbunyi mengeluarkan suara mendiang ayahnya.

Cheng Xi yang melihat Jay berlatih teater, diam-diam mengambil foto pria itu dari jauh. Dia kemudian menyadari sesuatu bahwa drama yang sedang dia lihat terkait dengan ayahnya. Cheng Xi juga melihat bahwa teater Jay sedang kesulitan biaya. Saat Jay akhirnya pulang dengan suasana hati tak enak, Cheng Xi kembali mengikutinya.

Keduanya pulang dengan berjalan kaki karena ternyata Jay sudah menjual motornya. Cheng Xi yang mengetahui ini lantas bertanya mengapa, padahal ada uang asuransi ayahnya. Begitu mereka hampir sampai, Jay melihat San Lian sudah ada di sana, duduk bersama dua tas yang ternyata berisi pakaian Cheng Xi.

San Lian tahu Cheng Xi tidak akan mau ikut pulang, karena itulah dia membawa semua pakaian anaknya; mengusir Cheng Xi dari rumah karena lebih memilih berpihak pada Jay daripada dirinya. Sementara itu Jay juga tak menginginkannya. Dia tak mau terlibat dalam perkelahian antara ibu dan anak itu.

Namun, San Lian sudah kadung lelah dan pergi begitu saja setelah memberi beberapa nasihat. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka? Apakah Jay bisa menjaga Cheng Xi dengan baik?

Seorang Remaja dan Rahasia Besar Kedua Orangtuanya

Seorang Remaja dan Rahasia Besar Kedua Orangtuanya

Dear Ex (2018) yang menang sebagai Outstanding Film dalam penghargaan 10th To Ten Chinese Films Festival dan Press Award dalam 20th Taipei Film Awards akan membawa Anda pada perspektif baru mengenai hubungan antara sesama manusia. Film ini bercerita tentang seorang remaja pria yang akhirnya mengetahui rahasia besar milik kedua orangtuanya.

Bukan main-main, rahasia yang dimaksud adalah orientasi seksual sang ayah yang ternyata mencintai sesama pria. Rahasia ini tak akan terungkap jika sang ibu tak menggebu-gebu mempersoalkan uang asuransi mendiang ayahnya yang diserahkan pada pria tersebut.

Sebagai seorang remaja, Cheng Xi punya pikiran yang sederhana. Dia hanya ingin mencari tahu dan memahami, siapa yang jahat dan siapa yang benar: apakah ibunya atau pria kekasih ayahnya? Dia tertarik mencari tahu jawaban dari pertanyaannya pada sosok Jay, kekasih mendiang ayahnya.

Melalui kacamata seorang remaja, perjalanan memahami hubungan antara manusia coba digambarkan dalam film ini secara adil tanpa mengacu pada orientasi seksual seseorang. Kehidupan Cheng Xi sebagai remaja yang selalu memberontak terhadap ibunya juga diperlihatkan secara natural, lengkap dengan perubahan sikapnya yang pelan-pelan mulai mengerti keadaan, baik yang sudah dan sedang terjadi.

Dikemas dalam Narasi dan Alur Maju-Mundur

Dikemas dalam Narasi dan Alur Maju-Mundur

Selama sekitar 1 jam 39 menit Anda akan melihat film ini dikemas dalam bentuk narasi yang diucapkan oleh Cheng Xi. Sebagai anak sekaligus satu-satunya yang tak terlibat secara langsung, sudut pandangnya tampak sengaja dipilih agar film berjalan tanpa memihak. Pilihan sutradara dalam hal ini sudah tepat.

Alur cerita Dear Ex (2018) sendiri dibuat dalam versi alur maju dan mundur. Anda akan menyaksikan bagaimana kehidupan masa lalu dan hubungan antara Jay dan ayah Cheng Xi dalam alur mundur.  Sayangnya, transisi antara scene kejadian di masa lalu dan kehidupan Cheng Xi sekarang masih terlalu tipis, hanya dibedakan oleh tone yang kadang terlihat membingungkan.

Selain itu, voice over narasi yang diucapkan Cheng Xi pada beberapa bagian juga terasa ‘balapan’ dengan dialog yang sedang berlangsung. Selebihnya, melalui alur flashback inilah inti dari film Dear Ex (2018) diceritakan. Anda akan diperlihatkan alasan mengapa uang dalam jumlah banyak milik ayah Cheng Xi justru jatuh pada orang lain, bukan pada putranya.

Visualisasi Menggemaskan untuk Cerita Menghanyutkan

Visualisasi Menggemaskan untuk Cerita Menghanyutkan

Untuk ukuran drama komedi, Dear Ex (2018) justru tidak terlihat lucu sama sekali, kecuali hadirnya visual-visual menggemaskan berbentuk gambar di beberapa bagian pada awal film. hadirnya gambar tersebut untuk mempertegas emosi yang sedang dirasakan ketika itu.

Misalnya scene saat San Lian memaksa Cheng Xi pulang. Penolakan Cheng Xi divisualkan dengan gambar pedang di tangan kanan dan simbol yin yang di tengah-tengah mereka.

Selebihnya film ini justru lebih banyak terasa mengharukan. Anda akan melihat sinematografi yang mendukung perasaan kesal dan kecewanya San Lian sebagai seorang istri yang merasa dikhianati suaminya. Belum selesai dengan itu dia harus menghadapi sang putra semata wayang yang mulai melawan dan tak ada di pihaknya.

Akting Hsieh Ying Xuan di sini benar-benar memuaskan. Tak heran jika dia diganjar beberapa penghargaan. Tak kalah memukau, Roy Chiu yang memerankan Jay juga berhasil membawakan karakternya dengan baik.

Jay adalah seorang anggota teater yang jatuh cinta pada profesornya. Diceritakan berantakan dan asal-asalan, sesungguhnya dia punya cinta yang tulus untuk sang kekasih, ayah Cheng Xi.

Tanpa memberi tahu siapa pun Jay juga memendam luka; luka karena sang kekasih lebih memilih hidup normal dengan istri normal dan membangun rumah tangga normal serta luka karena harus menghadapi kematian kekasihnya seorang diri.

Ditambah pengorbanannya untuk menyembuhkan ayah Cheng Xi dari kanker hati yang tak main-main. Dari dua karakter tersebut, Anda akan banyak merasa tersentuh dan hanyut dalam emosi yang sentimental.

Dear Ex (2018) meraih banyak nominasi dan penghargaan dalam beberapa ajang bergengsi. Begitu pun dengan para pemainnya. Secara garis besar ia merupakan sebuah film yang sarat dengan makna dan pelajaran mengenai cinta, kejujuran pada diri sendiri, ikhlas serta menerima keadaan. Sayang jika Anda lewatkan begitu saja. Tertarik? Agendakan segera untuk menontonnya!

No review box found! Insert a valid box ID.

Dear Ex
Rating: 
4.3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram