bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Horror Dead Silence (2007)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 10 September 2021

Dead Silence merupakan film supernatural horor yang digarap oleh James Wan selepas dirinya cukup sukses dalam menyutradarai film debutnya yang berjudul Saw di tahun 2004 lalu. Film Dead Silence sendiri meski tidak terlalu populer, namun film ini dijamin tetap memberikan atmosfer horor yang menakutkan, dan membuat bulu kuduk merinding sepanjang jalan ceritanya.

Selain bertindak sebagai sutradara, di film ini juga Wan terlibat dalam proses ide ceritanya, yang kemudian naskahnya ditulis oleh Leigh Whannell. Dead Silence, yang dirilis pada tahun 2007 ini, sekarang bisa kalian tonton kembali di layanan streaming Netflix.

Nah, apakah film ini benar-benar menyeramkan seperti The Conjuring Universe yang dicetuskan oleh James Wan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2007
  • Genre: Supernatural, Horror
  • Rumah produksi: Twisted Pictures
  • Sutradara: James Wan
  • Pemeran utama: Ryan Kwanten, Amber Valletta, Donnie Wahlberg, Bob Gunton

Pasangan suami istri, Jamie Ashen, dan Lisa Ashen, menerima sebuah hadiah misterius berupa boneka ventriloquist yang dikenal dengan nama Billy. Di suatu hari, saat Lisa tengah memainkan boneka tersebut, sesosok wanita menyeramkan tiba-tiba muncul untuk mengambil nyawanya.

Jamie yang baru saja pulang kemudian menemukan sang istri telah tewas dengan kondisi lidahnya terpotong. Atas insiden itu, Jamie sempat ditahan oleh kepolisian karena diduga telah membunuh istrinya. Karena kurangnya bukti, ia pun dibebaskan dari tahanan.

Ketika Jamie memeriksa kotak penyimpanan boneka Billy, ia lalu menemukan sebuah pesan tentang perempuan bernama Mary Shaw, seorang ahli dalam seni bicara perut yang sudah lama meninggal di kampung halamannya Jamie di Raven’s Fair.

Lewat petunjuk itu, Jamie menuju Raven’s Fair sekaligus mengunjungi ayahnya, Edward, yang kini memiliki seorang istri muda bernama Ella. Kepada sang ayah, dan istrinya, Jamie berusaha mencari informasi tentang Mary Shaw, namun mereka menganggapnya hanya sebuah takhayul belaka.

Jamie kemudian meminta bantuan seorang tukang kubur, Henry Walker, untuk menguburkan jenazah sang istri. Istri Henry, yang bernama Marion, secara tak terduga memperingatkan kepada Jamie untuk segera mengubur Billy, dan mengatakan bahwa arwah Mary Shaw sangat berbahaya. Jamie pun selanjutnya menuruti saran dari Marion tersebut.

Selepas kembali dari pemakaman, Henry akhirnya memberi tahu Jamie tentang fakta sebenarnya yang menimpa Mary Shaw. Ia mengatakan jika Mary Shaw adalah seorang ventriloquist terkenal dan populer.

Akan tetapi, ia sempat dipermalukan di depan umum oleh seorang anak laki-laki bernama Michael, yang secara kasar mengatakan bahwa ia melihat bibir Shaw bergerak saat memainkan bonekanya di sebuah pertunjukan.

Beberapa minggu setelah pertunjukan itu, Michael menghilang tanpa kabar, dan keluarganya menuduh Mary Shaw telah melakukan penculikan, dan mereka pun menggantungnya hingga tewas. Dalam surat wasiatnya ketika ia tewas, Mary meminta agar tubuhnya diubah menjadi boneka, dan dikubur bersama dengan 101 boneka kesayangannya.

Dari cerita yang diungkapkan oleh Henry, Jamie akhirnya mengetahui jika Michael ternyata adalah paman buyutnya. Pada kejadian itu, keluarga Ashen telah menghukum mati Mary Shaw secara kejam. Mereka membungkam Mary Shaw dengan memotong lidahnya, dan membiarkannya hingga meninggal.

Peristiwa sadis tersebut membuat arwah Mary Shaw bergentayangan, dan ia pun membalas dendam terhadap seluruh garis keturunan Ashen dengan cara serupa yang telah menewaskannya.

Horor yang Membuat Bulu Kuduk Merinding

Horor yang Membuat Bulu Kuduk Merinding

Jauh sebelum membuat The Conjuring Universe lewat tema horor yang sangat mencekam, James Wan telah memulai terobosan horor tersebut dengan film Dead Silence, yang sebenarnya tidak kalah seram dengan karya-karyanya dalam semesta The Conjuring. Film ini pun rasanya cukup menakutkan karena segala aspek horor, mistis, dan supernatural ada di dalam keseluruhan jalan ceritanya.

Dead Silence menggunakan formula horor klasik, dimana objek boneka, dan arwah sesosok wanita tua menjadi momok yang paling menakutkan.

Mary Shaw dengan semua bonekanya, termasuk Billy, tidak bisa dipungkiri adalah karakter paling mengerikan di dalam film ini. Aura yang ia bawa membuat suasana menonton film ini sepanjang 90 menit terasa jauh mendebarkan, dan mencekam.

Terlebih lagi bagaimana wujud Mary Shaw diperlihatkan begitu seram, dan sangat tidak enak untuk dipandang. Jika dalam The Conjuring 2 (2016), dan The Nun (2018), ada sosok Valak yang ditakuti, maka Mary Shaw adalah objek paling menyeramkan untuk dilihat di film ini.

Semua aspek misteri yang disajikan dalam Dead Silence membuat keseluruhan alur ceritanya memiliki atmosfer horor yang menantang dari awal hingga akhir.

Selain itu, Dead Silence juga menambahkan kesan horor semakin kental dengan menjadikan kota kecil fiksi bernama Raven’s Fair sebagai tempat penuh kutukan. Semua penduduk sepertinya menganggap jika kasus kematian Mary Shaw hanyalah takhayul belaka, namun tidak untuk Henry, dan istrinya, yang mengetahui fakta sebenarnya.

Lewat Henry, dan cerita ayahnya, kita pun mulai diajak untuk mengetahui misteri yang terjadi di Raven’s Fair. Selanjutnya, atmosfer menjadi lebih merinding ketika Jamie mulai perlahan-lahan mengetahui jika ada sesuatu yang aneh menimpa ayahnya, dan istri mudanya, Ella.

Plot Twist yang Mengejutkan dan Pemain Kurang Maksimal

Plot Twist yang Mengejutkan dan Pemain Kurang Maksimal

Dead Silence rasanya mempunyai premis cerita horor yang sangat menarik, dan tentunya menyeramkan seperti film bertemakan horor lainnya, film ini pun menawarkan elemen jump scare penuh kejutan yang bisa mengagetkan secara tiba-tiba. Selain itu juga, jalan ceritanya malah semakin mencengangkan setelah memberikan plot twist yang muncul tak pernah disangka-sangka sebelumnya.

Meski plot twist tersebut sebenarnya sedikit terlalu memaksa, namun harus diakui pelintiran cerita yang disajikan menambah kemistisan, dan kengerian yang terjadi di dalam filmnya. Sayangnya, durasi film ini terlalu sedikit, dan kurang maksimal saat mengeksplorasi mitos “kutukan” yang melanda di Kota Raven’s Fair.

Lalu, hal selanjutnya yang paling lemah di film ini adalah soal pengembangan karakterisasi dari setiap pemainnya. Semua pemain seperti kurang leluasa, dan malah cenderung membosankan. Sosok Jamie Ashen, yang diperankan oleh Ryan Kwanten, kurang menggigit dalam penampilannya meski ia dipilih sebagai pemeran utamanya.

Tapi kekurangannya itu masih bisa tertutupi dengan jalan cerita filmnya yang horor dan ia pun harus terjun ke dalam suasana menyeramkan tersebut. Karakter pendukung lainnya pun kurang lebih sama seperti Kwanten, tampil tidak terlalu maksimal.

Judith Roberts malah harus diakui cukup berhasil memberikan penampilan menyeramkan sebagai Mary Shaw, sedangkan Amber Valletta yang memainkan Ella Ashen, hanya menjadi pemanis, walaupun kita akhirnya mengetahui jika karakternya itu menjadi sosok tidak terduga yang terungkap saat menuju bagian akhir film.

Latar Kota yang Misterius

Latar Kota yang Misterius

Penggambaran situasi kota Raven’s Fair memang tidak terlalu dieksplorasi secara luas. Namun, atmosfer horor yang berusaha ditampilkan di kota tersebut cukup mampu memberikan suasana takut yang menyeramkan. Apalagi, ditambah dengan pemandangan kota yang tenang, mendung, dingin, misterius, dan seakan memang diselimuti hawa “kutukan” dari Mary Shaw.

Penegasan tampilan tersebut tentunya divisualisasikan dengan cukup baik lewat sajian sinematografi di film ini. Walaupun tidak terlalu istimewa, namun tone warna, dan kecerahan yang diberikan Dead Silence sudah bisa meyakinkan segala macam aspek menyeramkan nan mencekam yang ditawarkan oleh film ini.

Satu hal yang pasti, sosok Mary Shaw adalah bintang yang sesungguhnya di film ini. Tim produksi Dead Silence, khususnya bagian tata rias, sangat baik dalam mewujudkan sesosok arwah wanita tua yang ditakuti. Sepanjang jalan ceritanya kita pastinya bakal terkejut, takut, dan mungkin akan menutup mata ketika Mary Shaw tiba-tiba muncul dengan wajahnya yang menyeramkan.

Secara kesimpulan, Dead Silence seperti menjadi film horor yang terlupakan. Meski film ini masih memiliki banyak kekurangan, toh citarasa horor di semesta The Conjuring karya James Wan masih terasa dalam Dead Silence ini. Film ini tentunya sangat patut ditonton bagi kalian yang menyukai tema-tema cerita mistis dengan unsur supernatural yang lumayan mengancam.

Dead Silence
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram