bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review DC’s Legends of Tomorrow Season 1 (2016)

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 16 Juni 2021

Kisah superhero dan anti-hero menjadi andalan para penerbit komik ternama. Mereka menciptakan karakter dengan kemampuan yang beragam. Untuk mengimbanginya, para karakter superhero itu harus menghadapi antagonis yang juga punya kemampuan luar biasa. Dua penerbit komik ternama yang kerap mengangkat superhero dan anti-hero adalah DC dan Marvel.

Marvel merilis Avengers yang banyak menampilkan superhero dalam sebuah film dan sukses secara komersial. Begitu juga DC yang merilis film dengan tema hampir serupa dengan judul Justice League. Selain itu, DC juga merilis kumpulan superhero dan anti-hero dalam bentuk serial, salah satunya adalah DC’s Legends of Tomorrow. Simak review dan sinopsisnya yuk!

Sinopsis

  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Superhero
  • Produksi: Berlanti Productions, DC Entertainment, Warner Bros. Television
  • Jumlah episode: 16
  • Sutradara: Glen Winter, Dermott Downs, Antonio Negret, Steve Shill, Gregory Smith
  • Pemain: Arthur Darvil, Brnadon Routh, Ciara Renee, Franz Drameh, Caity Lotz, Dominic Purcell

Pada tahun 2166, London mengalami kekacauan yang diakibatkan oleh Vandal Savage, seorang penjahat yang hidupnya abadi. Dengan ditemani pasukannya, Savage berniat menguasai dunia dengan membuat kekacauan di berbagai belahan dunia. Rip Hunter ingin menghentikan misi Savage yang nyaris mustahil dilakukan pada masa itu, maka caranya adalah kembali ke masa lalu.

Hunter meminta izin dari Time Consul untuk bisa menjelajahi waktu. Kesulitan mendapatkan izin, Hunter memutuskan untuk menjelajah ke tahun 2016 secara sepihak. Dia tahu kalau keputusannya itu punya risiko, tapi dia tetap melakukannya karena nggak punya pilihan lain. Selain itu, dia juga punya misi yang harus segera dijalankan.

Dia merekrut Sara Lance yang alter-egonya adalah White Canary, Carter Hall yang dapat menjadi Hawkman, Kendra Saunders yang bisa menjadi Hawkgirl, Ray Palmer yang bisa menjadi Atom, Mick Rory yang dijuluki Heat Wave dan Leonard Snart yang dijuluki Captain Cold. Setelah merekrut beberapa, Hunter masih merasa pasukannya kurang lengkap.

Untuk melengkapi pasukannya, Hunter pergi ke tahun 1975 untuk merekrut Professor Boardman yang bisa menjadi Firestorm ketika bergabung dengan Jefferson Jackson. Time Consul geram melihat tindakan yang dilakukan Hunter. Seorang pemburu bayaran, Chronos ditugaskan untuk menangkap Hunter yang membawa pasukannya dalam sebuah kapal bernama Waverider.

Sementara itu, di tahun 1975 Savage sudah berhasil menguasai sebuah senjata pemusnah massal. Hunter dan kelompoknya pergi ke tahun 1975 untuk menghadiri pelelangan senjata yang dilakukan Savage. Savage menyadari kehadiran Hunter kemudian balik memburu. Hunter dan kelompoknya berhasil kabur tapi pakaian tempur Ray tertinggal.

Tertinggalnya pakaian tempur milik Ray ternyata bermanfaat bagi Savage. Pakaian tempur itu yang kemudian digunakan Savage untuk membangun senjata pemusnah massal yang digunakan pada tahun 2016. Kelompok Hunter nggak tinggal diam atas ulah Savage. Mereka berupaya mengambil pakaian Ray tapi Savage pun bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan.

Kendra yang terluka membuat penjelajahan waktu dihentikan untuk sementara. Dia kemudian mempunyai ide untuk menghentikan Savage dengan memutus aliran dana. Hunter dan Sara berhasil mencuri uang Savage tapi mereka menemukan fakta bahwa darah Carter digunakan untuk membuat pasukannya hidup lebih lama.

Hunter dan kelompoknya berhasil mengambil mayat Carter. Hunter berhasil melukai Savage sementara kondisi Kendra memburuk. Ray harus menyusut dan masuk ke dalam aliran darah Kendra agar bisa menyelamatkannya. Hunter ternyata pernah menjelajah ke masa Mesir Kuno dengan tujuan sama yaitu membunuh Savage. Tapi dia ragu sehingga membiarkan Savage hidup.

Penjelajahan selanjutnya adalah ke tahun 1986, misinya mengetahui ilmuwan yang bekerja untuk Savage. Misi Hunter dan kelompoknya dipersulit dengan kemunculan Chronos. Hunter mencoba anomali waktu di Moskow dan bertemu dengan mentornya, Zaman Druce. Druce meminta Hunter untuk menyerah dan mengembalikan para legenda ke waktu masing-masing.

Kumpulan Para Legenda

Sebagaimana film superhero yang mengumpulkan banyak superhero dalam sebuah film, DC’s Legends of Tomorrow pun melakukan hal serupa. Hanya saja superhero di serial ini bukanlah superhero DC paling populer macam Batman, Superman, Wonder Woman atau Aquaman yang muncul di Justice League. Melainkan superhero yang pernah muncul di Arrowverse.

Ada alasan tepat mengapa serial ini diberi judul Legends of Tomorrow bukan Superheroes of Tomorrow padahal banyak karakternya merupakan superhero. Ada beberapa karakter yang merupakan anti-hero. Tindakannya berlawanan dengan superhero. Kolaborasi antara superhero dan anti-hero itulah yang membuat pemilihan nama Legends jauh lebih pas.

Legends of Tomorrow berisi nama-nama yang nggak asing bagi pecinta komik DC. Ada White Canary yang kemampuan bertarungnya luar biasa. The Atom yang bisa menyusutkan tubuhnya. Captain Cold dan Heat Wave, anti-hero yang dikenal karena aktifitas kriminalnya. Hawkman dan Hawkgirl yang merupakan reinkarnasi dari jaman Mesir kuno. Jefferson Jackson yang merupakan metahuman dan bisa bergabung dengan Martin Stein untuk menjadi Firestorm.

Superhero dan anti-hero yang disebut Legends di serial ini bukanlah karakter baru di Arrowverse. Mereka semua pernah muncul di serial-serial lain seperti The Flash dan Supergirl. Tapi peran mereka di serial-serial tersebut nggak sesignifikan superhero utamanya sehingga dibuatkan universe lain untuk mereka supaya bisa lebih menunjukkan perannya.

Baca juga: Urutan Timeline Film DC Untuk Guide Movie Marathon-mu

Konsep Penjelajahan Waktu

Konsep penjelajahan waktu menjadi unsur andalan yang diusung di Legends of Tomorrow. Season pertama menjadi perkenalan bagaimana konsep penjelajahan waktu itu ditemukan sehingga bisa mengumpulkan para Legends dari masa yang berbeda. Menariknya, konsep penjelajahan waktu membuat setiap kejadian yang bisa diubah maka akan mengubah realita di masa depan.

Di season pertama ini, Savage menjadi antagonis yang harus dihentikan dan hanya bisa dilakukan kalau melakukan penjelajahan waktu. Penjelajahan waktu itu pun nggak gampang dilakukan karena perlu merunut dalam menemukan Savage beserta senjata pemusnah massal yang kelak digunakan di masa depan.

Setiap Legends punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa dimanfaatkan oleh Savage. Oleh karena itu, di season pertama kita disajikan perjalanan para Legends menjelajah waktu untuk bisa menghentikan upaya Savage. Konsep cerita ini merupakan konsep yang menarik perburuannya bukan cuma terfokus pada tempat, melainkan waktu juga.

Visualisasi Legends of Tomorrow

Nilai jual dari film superhero dan anti-hero selain dari cerita adalah dari segi visualisasi. Visualisasi mencakup kostum yang digunakan, lokasi yang ditampilkan, sampai dengan adegan pertarungan para karakter yang tentunya akan berbeda jauh dengan karakter di film atau serial biasa. Unsur-unsur dari visualisasi tersebut bisa dikemas dengan baik.

Penggunaan efek di Legends of Tomorrow terbilang cukup mumpuni untuk ditampilkan. Selain itu, dengan konsep penjelajahan waktu ke masa lalu menampilkan kondisi yang jauh berbeda dari masa kini bisa ditampilkan dengan tepat. Kostum dan tone diubah mengikuti dengan masa yang coba ditampilkan.

Legends of Tomorrow Season 1 berhasil menyajikan fondasi dari cerita yang akan dilanjutkan di season-season berikutnya. Pengenalan konsep penjelajahan waktu dan karakter Legends dimasukkan dan diberikan porsi yang cukup untuk menguatkan cerita. Ada karakter kesukaanmu di serial ini? Ayo ceritakan ulasanmu di kolom komentar, teman-teman.

DC’s Legends of Tomorrow Season 1
8.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram