bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Animasi Vivo (2021)

Ditulis oleh Siti Hasanah - Diperbaharui 27 Oktober 2021

Satu lagi animasi terbaru di tahun 2021 rilis, di bawah naungan Netflix dan Sony Pictures Animation, yakni Vivo. Mungkin yang biasa nonton animasi, tentunya sudah tidak asing dengan Pixar dan sudah pasti tidak perlu mempertanyakan lagi kualitas animasi dari Pixar.

Untuk animasi yang diproduksi Sony, beberapa di antara karya terbaiknya yaitu Spider-man: Into the Spider-verse dan Monster Inc. Saat Pixar memperkenalkan animasi yang memiliki latar belakang Amerika Latin yang berjudul Coco, Sony Pictures Animation pun merilis Vivo di tahun ini.

Film Coco sukses membuat setiap penonton nangis bombay. Namun, siapa sangka jika Vivo pun sukses membuat cerita yang tidak kalah menyentuh. Inilah review lengkap dari animasi terbaru Netflix dan Sony satu ini!

Baca juga: 10 Film Animasi Terbaik yang Dibuat oleh Studio Pixar

Sinopsis

Sinopsis

Di awal adegan, penonton disambut dengan musikal megah dan ceria dari seekor Kinkajou dan pemiliknya bernama Andrés di Havana, Kuba. Andrés sendiri adalah seorang musisi jalanan senior yang selalu ditemani oleh Kinkajou kesayangannya – Vivo (Lin-Manuel Miranda).

Sepanjang hidupnya Andrés (Juan de Marcos González) bernyanyi untuk menyambung hidup, hingga suatu hari, Andrés mendapatkan surat dari teman duet sekaligus perempuan yang dikaguminya, Marta Sandoval (Gloria Estefan­).

Marta ingin bertemu dan mengajak Andrés untuk berduet lagi dengannya. Sayangnya, sehari setelah menerima surat dari Marta, Andrés meninggal dunia. Sebelum meninggal, Andrés sempat menunjukkan lagu buatannya untuk Marta kepada Vivo. Pemakaman Andrés dilakukan oleh keponakannya – Rosa (Zoe Saldana), serta anak perempuannya, Gabi (Ynairaly Simo).

Mengingat Andrés ingin menyampaikan perasaan terpendamnya melalui lagu ciptaannya kepada Marta, Vivo pun berinisiatif untuk pergi menyusul Marta dengan ikut Rosa dan Gabi ke rumah mereka di Key West, Florida secara diam-diam. Gabi pun menemukan Vivo bersembunyi di tas-tas milik Gabi dan mereka perlahan menjadi akrab.

Saat Gabi mengetahui jika tujuan Vivo ikut ke Florida untuk pergi memberi lagu kepada Marta – yang sedang berada di Miami, Gabi pun tergerak untuk menolong Vivo. Terlebih, Gabi sedang menghindari grup pecinta alam yang bernama Sand Dollars. Gabi dan Vivo pun akhirnya berinisiatif untuk meninggalkan Florida menuju Miami.

Petualangan Gabi dan Vivo tentunya sangat mendebarkan. Mulai dari terhalangnya perjalanan mereka karena bertemu tiga anggota Sand Dollars lainnya. Kemudian bertemu ular Anaconda hijau – Lutador saat mereka terpisah di hutan belantara. Hingga Vivo dan Gabi harus kehilangan lembar musik Andrés saat suasana tegang menghadapi Lutador.

Suasana sedih bukan main ketika Vivo dan Gabi harus kehilangan lembar musik milik Andrés untuk Marta. Kira-kira, kalau sudah begini, bisakah Vivo dan Gabi menyampaikan kasih tak sampai Andrés kepada Marta untuk terakhir kalinya?

Premis Sederhana yang Menguras Emosi

Premis Sederhana yang Menguras Emosi

Premis cerita dari Vivo sebenarnya bisa dikatakan sederhana, bahkan lebih sederhana dari pada pendahulunya dari rumah produksi Pixar, Coco. Seluruh film menjelaskan petualangan Vivo dan Gabi dari Kuba, Florida, dan pergi ke Miami dengan segala hambatan dan rintangannya. Namun, dari awal film, Vivo memulai petualangan serunya dari rasa sedih menguras emosi.

Bahkan momen sedih pun diciptakan di tengah film juga, dan ditutup dengan air mata bahagia. Namun sayangnya, kompleksitas cerita dan premis yang terbilang sederhana, bahkan konflik ceritanya kurang gereget, entah rasanya sulit untuk menaruh film ini sebagai film yang memorable bagi sebagian orang. Kemasan ceritanya tampak terlalu sederhana.

Tapi, ada juga hal lain yang bisa memaafkan premis yang terlalu sederhana. Yakni terletak pada visualnya yang hangat dan banyak warna neon yang menghiasi visual Vivo. Palet warna tersebut membuat film ini tampak enak dan cantik untuk dilihat. Gaya visualnya pun unik, terdapat animasi 2 dimensi tambahan yang sangat cantik dan tidak kalah enak untuk dipandang.

Cerita Berlatar Belakang di Kuba yang "Tidak Lupa Daratan"

Cerita Berlatar Belakang di Kuba yang

Berlatar belakang cerita keluarga dari Havana, Kuba, tentunya kurang lengkap jika tidak menghadirkan segala sesuatu yang khas dari Kuba. Maka di Vivo, tidak jarang memamerkan identitas Kuba di berbagai adegan, mulai dari musikalitasnya, hingga penggunaan bahasanya.

Jika sudah menonton film ini sebelumnya, mungkin mudah rasanya menemui bahasa spanyol di film Vivo. Penggunaan bahasa Spanyol di film ini membuat suasana Kuba dan latar belakang keluarga asal Amerika-Latin semakin terasa dan begitu melekat. Terlebih, beberapa jokes pada film ini pun menggunakan bahasa Spanyol.

Proyek Film Lin-Manuel Miranda Terbaru Setelah In The Heights

Proyek Film Lin-Manuel Miranda Terbaru Setelah In The Heights

Pecinta drama musikal, khususnya Broadway, Lin-Manuel Miranda sudah bukan pemain asing. Sebelumnya, Miranda sudah merilis dua proyek film yang sukses naik ke layar lebar. Apalagi kalau bukan In The Heights dan Hamilton. Vivo ini menjadi salah satu proyek film musikal Miranda yang segmentasinya khusus untuk anak-anak

Pada film Vivo, Miranda tidak hanya berperan sebagai pengisi suara dan produser, namun dia juga menulis beberapa lagu original khas Kuba. Jika melihat rekam jejak Miranda di dua proyek sebelumnya, seharusnya komposisi yang disusun oleh Miranda tidak perlu diragukan lagi. Baik didengar saat menonton, maupun didengar sehari-hari pun tetap terasa enak.

Namun rasanya jika berharap seluruh original soundtrack yang ada di sini akan terasa sangat identik dengan Kuba, rasanya kurang juga. Karena di Vivo, akan dijumpai juga musik yang bergaya EDM, dan musik populer lainnya.

Jadi, musik yang disuguhkan juga terbilang beragam dan terasa catchy, mengingat penonton generasi Z terbiasa mendengar ragam musik catchy pop juga.

Menghadirkan Suara Emas Diva Asal Kuba, Gloria Estefan

Menghadirkan Suara Emas Diva Asal Kuba, Gloria Estefan

Cerita asal Kuba kurang terasa jika tidak mendengarkan legenda diva dunia asal Kuba, Gloria Estefan. Diva asal Havana, Kuba ini eksis sejak tahun 80an dengan hits nya ”Conga” dan ”1-2-3”, dan di film ini Estefan mengobati rasa rindu para penggemarnya dengan mengisi suara Marta Sandoval sekaligus mengisi Original Soundtrack di film Vivo ini.

Vivo bukan proyek film pertamanya, sebelumnya Estefan pernah hadir sebagai cameo di film Marley & Me, pengisi suara versi Amerika Latin dari G-Force, dan hadir di Glee sebagai Maribel Lopez. Bagi pecinta suara emas dari Gloria Estefan, tentunya Vivo bisa mengobati rasa rindu dari karya-karya Estefan yang pernah berjaya di tahun 80an.

Itulah ulasan lengkap dari Vivo 2021, walaupun cerita yang diusungnya terkesan ringan dan konflik ceritanya tidak begitu rumit, namun film ini tetap mampu membuat perasaan penonton ikut nangis bombay.

Belum lagi, dialog yang masih menggunakan bahasa lokal serta musik original yang sangat menggambarkan Kuba membuat film ini semakin terasa latar belakang Amerika-Latinnya.

Untuk kamu fans dari Lin-Manuel Miranda dan kangen dengan suara emas dari Gloria Estefan, kamu bisa menonton film ini di Netflix dan sudah bisa ditonton sejak 6 Agustus 2021 lalu di Indonesia. Gimana? Tertarik untuk menonton Vivo bersama keluarga weekend ini?

Vivo
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram