bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Da Capo, Penulis Lagu Temukan Kebahagiaan

Tae Il, seorang penulis lagu yang baru kembali dari luar negeri, mengalami kesulitan dalam menciptakan lagu. Dia lalu bertemu teman band di masa lalunya, Ji Won. Bersama Ji Won yang merupakan pengajar di sekolah musik, Tae Il bisa menyelesaikan lagu ciptaannya. Di sekolah musik itu pula dia bertemu anak-anak remaja yang bersiap mengikuti kompetisi.

Satu-satu berjalan lancar hingga Tae Il mendapati fakta pahit bahwa lagu ciptaannya yang akan dia masukkan ke dalam albumnya, malah dinyanyikan orang lain. Tae Il tak punya pilihan tapi benarkah begitu?

Da Capo (2020) film ber-genre musik dan drama yang dibintangi Hong Isaac siap menghiburmu, khususnya para pecinta film-film dengan muatan lagu enak di dalamnya. Simak sinopsis dan ulasannya berikut ini!

Baca juga: Sinopsis dan Review Drama Musikal Idol: The Coup (2021)

Sinopsis

Review Da Capo
  • Tahun Rilis: September 2020
  • Genre: Music, Drama, Romance
  • Produksi: Green Tree Pictures
  • Sutradara: Shim Chan Yang
  • Pemeran: Hang Isaac, Jang Ha Eun, Seo Young Jae, Jang Da Hyeon

Tae Il (Hong Isaac) dikenalkan pada Kim Min Joo. Dia ingin mendengar lagu karya Tae Il tapi juga lebih menyukai lagu-lagu yang sederhana, lagu cinta yang jadi selera banyak orang. Selesai berjalan-jalan sambil membawa gitarnya, Tae Il mampir ke suatu tempat yang tampaknya cukup bersejarah untuk pemuda itu. Di sana dia bertemu Ji Won (Jang Ha Eun), gadis kenalan lamanya.

Ji Won di sana karena membantu pamannya untuk sementara waktu. Ketika baru saja mulai berbasa-basi bertanya kabar, anak-anak yang ikut kelas musik di sana mengalihkan perhatian karena Ji Won harus mengajar. Alih-alih pulang Tae Il malah terjebak bersama empat remaja yang bersemangat memamerkan kemampuannya bermain musik.

Empat remaja itu sangat percaya diri memperkenalkan lagu yang mereka usung, yakni metal progressive dan suara post-grunge. Mereka berencana akan menggabungkan dengan musik Korea. Anak-anak remaja tersebut berniat mengikuti kompetisi musik remaja untuk menandai awal karir mereka.

Suara yang keras dari Deok Ho, sang vokalis, berikut musik yang menghentak, terdengar oleh siswa di ruangan lain. Tae Il juga khawatir dengan pita suara si vokalis tapi anak itu mengatakan bahwa itulah pengorbanannya. Saat para remaja itu tengah berdebat, Tae Il mulai memetic gitarnya. Dia ingin memberikan alternatif musik yang lebih lembut.

Tiga dari mereka tertarik dan mulai memainkan alat musik secara bersamaan, sedangkan si vokalis melihat dari belakang. Tak lama dia merasa tidak dibutuhkan dan berniat pulang. Tae Il menahannya lalu meminta dia memainkan alat musik lain. Selesai jamming tiga anak remaja itu mengagumi kemampuan Tae Il menciptakan lagu.

Hari beranjak malam tapi Tae Il masih ada di sana, duduk di luar sembari mencoba menulis lagu. Ji Won kaget karena Tae Il belum juga pulang. Tae Il lalu mengajak Ji Won mendengarkan lagu ciptaannya karena dia seperti kehilangan inspirasi untuk melanjutkan lirik atau musik. Tae Il mulai memainkan piano yang ada di ruangan tersebut sedang Ji Won mendengarkan dan mulai mengikuti melodinya secara seksama.

Menggunakan kemampuan bermusiknya Ji Won mampu melanjutkan kebuntuan Tae Il. Keduanya asyik menciptakan lagu bersama. Tae Il pun menginap di sana malam itu tapi tengah malam terbangun dan kembali memainkan musik. Di ruangan berbeda Ji Won juga terbangun; gadis itu memainkan gitarnya.

Esok hari tiba Tae Il terbangun karena Deok Ho berdiri di dekatnya memainkan kamera miliknya. Deok Ho tertarik dan ingin meminjam benda itu. Saking asyiknya dengan kamera, Deok Ho seolah lupa harus latihan dengan teman-temannya. Dia sibuk sendiri sementara tiga anggota band lain menunggu dia memulai latihan.

Deok Ho keukeuh tetap ingin membawakan lagu bernada keras yang kemarin dia nyanyikan. Bocah itu tidak mendengar masukan Tae Il yang mengkhawatirkan pita suaranya. Dia malah merasa Tae Il sebenarnya tidak tahu cara mengeja kunci.

Tiga teman lainnya berpihak pada Tae Il tapi Deok Ho tidak peduli; dia lebih memilih pita suaranya terganggu daripada menyanyikan lagu omong kosong seperti kemarin.

Salah satu temannya memutuskan keluar jika Deok Ho tetap pada pendiriannya. Tak lama, anggota yang lain menemukan video Tae Il sedang bernyanyi di internet. Mereka menonton, menikmati dan memuji penampilan Tae Il di video tersebut tapi Deok Ho tidak. Dia pergi meninggalkan studio.

Tae Il dan tiga remaja lainnya melanjutkan sesi latihan lalu Ji Won datang melihat mereka. Setelah menyantap makanan bersama, Tae Il dan Ji Won mengenang masa lalu dengan membicarakan penampilan masing-masing pada sesi foto band mereka dulu. Deok Ho datang dan memina Tae Il menunjukkan bagaimana menulis lagu.

Alih-alih antusiasi bocah itu malah terlihat bosan. Tae Il akhirnya mengetahui kalau Deok Ho menyukai musik metal hanya karena gadis yang dia sukai, sekarang gadis itu malah menyukai hip hop. Deok Ho mencurahkan kesedihannya karena sudah ditolak semacam itu.

Tae Il lalu memberinya nasihat bahwa kesedihan yang dia miliki bisa menjadi modal untuk menciptakan lagu. Akankah Tae Il bisa meyakinkan Deok Ho yang tak pernah menulis lagu tentang cinta?

Perjalanan Seorang Penulis Lagu yang Terasing

Perjalanan Seorang Penulis Lagu yang Terasing

Mengusung genre musik dan drama, cerita film Da Capo (2020) berputar di sekitar hidup seorang penulis lagu yang baru kembali dari luar negeri bernama Tae Il. Tae Il kesulitan mendapatkan inspirasi untuk menciptakan lagu. Berusaha mengisi kekosongan di hatinya, Tae Il berkunjung ke sebuah tempat yang bersejarah untuk hidupnya; sebuah tempat penuh kenangan yang sempat dia tinggalkan.

Di sana dia bertemu teman lamanya yang sekaligus merupakan teman satu bandnya, Ji Won. Bersama Ji Won, Tae Il berhasil menyelesaikan satu buah lagu yang sebelumnya sangat sulit dia teruskan. Kebahagiaan dan harapan itu seketika sirna karena lagu tersebut justru dinyanyikan oleh orang lain dan mengalami banyak perubahan karena Tae Il tak punya kekuatan untuk melindunginya.

Dengan alur yang lambat, ditambah keheningan yang lumayan sering, Da Capo (2020), menyuguhkan sebuah rangkaian emosional yang secara luas dirasakan oleh orang-orang kuat dan bertekad tapi terasing karena tidak punya kekuatan bersaing.

Film ini menjabarkan kenyataan pahit yang harus diterima orang-orang berbakat seperti Tae Il, yang justru harus mengubur mimpi jika ingin bertahan di dunia yang penuh persaingan.

Baca juga: Sinopsis & Review Drama Musikal Do You Like Brahms?

Film Musikal dengan Lagu Balad yang Enak Didengar

Film Musikal dengan Lagu Balad yang Enak Didengar

Sayangnya, cerita yang sudah kuat tersebut kurang dilengkapi dengan backstory Tae Il dan hubungan masa lalunya dengan Ji Won. Selama 1 jam 40 menit, harusnya ada space yang cukup untuk menguatkan hubungan mereka melalui scene-scene di masa lalu, tapi itu tidak terjadi sehingga interaksi keduanya kurang terasa emosional. Keterikatan antara karakter Tae Il dan Ji Won yang harusnya kuat, jadi hambar.

Beruntungnya di tengah-tengah kehambaran itu diselipkan lagu balad yang enak didengar. Suara piano dan gitar serta suara Hong Isaac terdengar harmonis dan easy listening. Scene ketika mereka duduk bernyanyi bersama memainkan gitar dan piano yang mengalun pelan dengan lirik yang syahdu, cukup mengobati.

Dimainkan Hong Isaac: Pengisi Ost Drama Happiness (2021)

Dimainkan Hong Isaac: Pengisi Ost Drama Happiness (2021)

Drama musikal Da Capo (2020) menjadi lebih terasa istimewa karena pemeran utamanya adalah seorang musikus, kreator musik Korea Selatan yang terkenal. Dia adalah Hong Isaac, salah satu pengisi original soundtrack drama Happiness (2021). Jika kamu suka dengan drama dan ost-nya, pasti tidak asing dengan lagu berjudul Pain.

Tampil perdana sebagai aktor, Hong Isaac tidak kesulitan menghidupkan karakternya. Dia tampak luwes berakting sebagai penulis lagu yang harus berjuang di tengah kesulitan. Isaac jadi karakter utama yang memesona selain karena tampilan visualnya juga karena kemampuan bermusik dan suaranya yang indah.

Da Capo (2020) tipikal film bertema musik dan perjuangan beralur lambat yang menyuguhkan emosi para karakternya. Dengan sinematografi yang cantik dan tone tidak terlalu cerah, kesan buram dari hidup yang berat dan melankolis begitu terasa, tapi semua tetap terasa indah karena lagu dan kebahagiaan yang mereka ciptakan sendiri.

Da Capo
Rating: 
3.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram