Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Serial TV Cursed: Cerita Ala King Arthur

Sinopsis dan Review Serial TV Cursed: Cerita Ala King Arthur

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Cursed menjadi serial terbaru keluaran Netflix yang sudah rilis sejak bulan Juli 2020 kemarin. Serial TV ini bergenre drama fantasi, dan dibintangi oleh aktris muda berbakat Katherine Langford, serta aktor dari Swedia Gustaf Skarsgard.

Serial Televisi ini juga diadaptasi dari sebuah novel bergambar dengan judul yang sama karya Frank Miller dan Tom Wheeler.

Cursed sebenarnya mengangkat kisah legenda dari Raja Arthur (Arthurian) dengan menghadirkan berbagai macam perspektif yang diimajinasikan ke dalam dunia fantasi fiksi. Lokasi dalam pembuatan serial ini sepenuhnya dilakukan di kawasan Inggris Raya.

Sinopsis

Sinopsis Serial TV Cursed

*

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Fantasy Drama
  • Rumah produksi: Arcanum Frank Miller Ink
  • Sutradara: Jon East, Daniel Nettheim, Zetna Fuentes, dan Sarah O’Gorman
  • Pemeran Utama: Katherine Langford, Devon Terrell, Gustaf Skarsgård, Daniel Sharman, dan Sebastian Armesto
  • Jumlah Episode: 10

Nimue adalah seorang gadis yang berasal dari ras Fey atau ras penyihir. Dirinya mampu menggunakan kekuatan alam yang disebut dengan The Hidden.

Suatu hari, desanya diserang oleh seorang pembunuh berjuluk The Weeping Monk, dan pasukan Red Paladin yang dipimpin oleh Pastor Carden. Mereka berusaha untuk melenyapkan para penyihir dari ras Fey karena dianggap sebagai penjelmaan iblis.

Dalam penyerangan itu, ibu dari Nimue yang bernama Lenore tewas terbunuh oleh Red Paladin. Namun, sebelum meninggal ia memberikan sebuah pedang berkekuatan dahsyat yang dikenal dengan nama Sword of Power kepada Nimue. Lenore meminta kepada anaknya itu untuk mengembalikan pedang tersebut kepada seorang penyihir yang bernama Merlin.

Sword of Power adalah sebuah pedang istimewa karena sebagian kekuatan sihir milik Merlin berada di dalam pedang tersebut. Maka tak heran, ketika Raja Uther Pendragon mendengar eksistensi dari Sword of Power, ia pun mengincar pedang itu dan menyuruh pasukannya untuk membawanya ke istana.

Meski terkenal dengan ras penyihir, sebagian orang dari ras Fey ada yang tidak bisa menggunakan sihir, dan mereka pun terlihat seperti manusia biasa pada umumnya.

Saat insiden tersebut, beberapa orang dari ras Fey berhasil selamat dan melarikan diri, termasuk dua sahabat dari Nimue, yakni Pym dan seorang bocah nakal yang dipanggil dengan sebutan Squirrel.

Sementara itu, Nimue sembari membawa Sword of Power memulai perjalanannya untuk menemukan keberadaan Merlin. Pencariannya bakal tidak mudah karena dirinya kini tengah menjadi buronan dari pasukan Red Paladin.

Ia kemudian bertemu dengan Arthur, seorang prajurit bayaran, dan biarawati yang bernama Morgana. Keduanya adalah kakak beradik yang nantinya berjuang bersama-sama dengan Nimue untuk melawan Red Paladin hingga Raja Uther.

Dalam menghadapi mereka, Nimue juga dibantu oleh Gawain yang merupakan seorang ksatria berjuluk The Green Knight. Setelah melihat adanya ras Fey yang masih selamat, Nimue kemudian meyakinkan dirinya untuk menjadi seorang figur pemimpin bagi rasnya tersebut.

Masalah kemudian semakin meruncing ketika seorang raja Viking yang brutal, Cumber the Ice King, menjadi salah satu orang yang mengincar Sword of Power. Dirinya juga berkonflik dengan Raja Uther untuk mengambil takhta kerajaan Inggris.

Karakter Nimue Diperlihatkan Penuh Kegelisahan

Karakter Nimue Diperlihatkan Penuh Kegelisahan

*

Sosok Nimue sendiri diperankan cukup baik oleh Katherine Langford. Nimue di serial Cursed ini dijuluki sebagai The Blood-Wolf Witch, dan ditakdirkan untuk menjadi seorang The Lady of the Lake.

Di desanya tempat ia tinggal, Nimue dicap mempunyai kutukan buruk sehingga dikucilkan karena memiliki kekuatan sihir yang bisa membahayakan kehidupan seluruh warga.

Nimue dikisahkan sebagai gadis pemberani, tangguh, dan mau mengambil resiko untuk keselamatan ras penyihir yang masih hidup.

Namun jika dilihat dari perkembangan karakter ini di tiap episodenya, sosok Nimue cenderung lebih banyak bergulat dengan rasa gelisah akan sikapnya sendiri. Di beberapa adegan, ia malah terlihat tidak percaya diri meski pedang Sword of Power berada di dalam genggamannya.

Tidak cukup banyak adegan yang menggambarkan betapa superiornya Nimue ketika berhadapan dengan Red Paladin. Meski ia memiliki kekuatan sihir yang menakutkan, namun keahliannya itu tidak terlalu banyak diekspos.

Terkadang ada rasa kesal ketika melihat Nimue hanya terpojokan tak berdaya saat harus berhadapan dengan musuh-musuh yang dihadapinya.

Jika kekuatannya itu dapat dikembangkan lebih baik lagi menuju episode akhir, mungkin kita akan melihat perkembangan karakteristik Nimue yang semakin kuat. Nyatanya, hal itu tidak terlalu banyak disorot, dan penggambaran Nimue hanya berkutat pada pencarian jati dirinya saja.

Kondisi Nimue tersebut nampaknya bisa dimaklumi mengingat Cursed baru masuk musim pertama, dan masih banyak potensi cerita yang bisa digali di season berikutnya. Dengan premis cerita yang sangat menjanjikan seperti ini, penonton nampaknya akan tetap setia untuk menunggu kelanjutan perjalanan Nimue di musim kedua nantinya.

Permasalahan Nimue ternyata bukan hanya terletak pada rasa gelisahnya saja, ia juga seperti kurang membangun ikatan yang kuat dengan beberapa karakter lainnya. Ada beberapa dialog dan adegan yang terlihat seperti canggung satu sama lain.

Kondisi tersebut tidak terlalu mengganggu sebenarnya, hanya saja terasa kurang memberikan rasa simpati akan permasalahan yang dihadapi oleh semua karakter.

Terlepas dari hal-hal tersebut, Cursed mempunyai nilai lebih dengan menghadirkan latar lingkungan yang cukup indah untuk dilihat. Dunia imajiner yang dibangun dalam serial ini layaknya cerita-cerita fantasi fiksi dengan menampilkan para penyihir, ksatria penunggang kuda, Viking, hingga makhluk-makhluk misterius yang menakutkan.

Jika dimaksimalkan lebih hebat lagi, Cursed berpotensi bisa menampilkan pemandangan lingkungan yang menakjubkan seperti serial fantasi fiksi Game of Thrones, ataupun yang lainnya.

Di sepanjang serial ini, kita pun bisa melihat situasi pegunungan, hutan, dan lautan yang menarik untuk dilihat. Dukungan latar tersebut tentunya membuat serial Cursed ini lebih berwarna dan tidak bernuansa gelap seperti judulnya.

Sudut Pandang Baru dalam Legenda Arthurian

Sudut Pandang Baru dalam Legenda Arthurian

*

Legenda Arthurian cukup unik dalam kultur populer karena telah banyak diadaptasi ke beragam serial TV hingga film layar lebar. Selama bertahun-tahun, cerita rakyat dari kawasan Inggris Raya tersebut selalu dibuat menggunakan perspektif yang unik.

Paling baru datang dari serial ini dengan menghadirkan sudut pandang yang lebih fresh, dan memusatkan fokus cerita lewat Nimue alias Lady of The Lake.

Selain berpusat pada dirinya, Cursed juga menghadirkan sosok antagonis berkedok kelompok keagamaan yang dipimpin oleh Pastor Carden, Red Paladin. Di sisi lain, pedang Sword of Power yang dibawa-bawa oleh Nimue nampak seperti pedang legendaris bernama Excalibur yang menjadi bagian dalam legenda Arthurian.

Sementara itu, Merlin dalam film ini tetap digambarkan sebagai penasihat Raja Uther Pendagron seperti kisah aslinya. Sosok penyihir sekaligus penasihat raja ini berhasil dikembangkan dengan baik oleh Gustaf Skarsgard, dan ia tampil sangat menonjol sepanjang episode awal hingga akhir.

Namun, Merlin di serial ini digambarkan sebagai seorang yang pemabuk, dan sedang kehilangan kekuatan sihirnya. Merlin terlihat kurang berwibawa jika dibandingkan dengan penyihir sekelas Dumbledore dalam Harry Potter, maupun Gandalf di film Lord of the Rings.

Meskipun demikian, penggambaran sosoknya yang berbeda ini membuat karakter Merlin lebih manusiawi, dan menyebalkan. Dari segi alur dan konflik, Cursed tidak memiliki kedalaman pertikaian yang cukup solid, dan lebih cenderung untuk berhati-hati dalam menyajikan peperangan.

Tapi, Cursed berhasil membangkitkan gaya peperangan ala-ala Game of Thrones, salah satu contohnya dengan memberikan konflik antar faksi/ras, seperti Fey, Red Paladin, pasukan Kerajaan Uther Pendagron, Cumber the Ice King, hingga Viking.

Di satu sisi, Cursed kurang cukup maksimal untuk menceritakan Legenda Arthurian dalam perspektif baru yang hendak disajikan oleh sang sutradara dan produsernya. Ada beberapa bagian yang terlihat biasa saja, dan malah seperti drama fantasi remaja yang nanggung.

Memasuki bagian akhir di season pertama ini, Cursed memberikan sebuah episode yang anti klimaks, dan penggambaran dunia imajiner yang mulai hilang pesonanya.

Tetapi jika dinilai secara keseluruhan, Cursed sebenarnya sudah melakukan bagiannya dengan baik, mulai dari menampilkan variasi karakter yang menarik, hingga konflik kekerasan yang masih bisa dinikmati tanpa harus berdarah-darah tidak jelas.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *