bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Contagion, Berisi Ramalan COVID-19?

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 25 Juni 2021

Dibintangi Matt Damon, Gwyneth Paltrow, Laurence Fishburne dan Jude Law, film Contagion yang tayang pada 2011 kembali ramai dibincangkan karena memiliki kemiripan dengan peristiwa yang terjadi saat ini. Wabah dalam film ini, yaitu MEV-1, berikut penjelasannya dirasa sama dengan virus Covid-19.

Film ini bermula saat Beth mengalami batuk dan flu sepulangnya dari Hong Kong. Beberapa hari kemudian dia meninggal disusul dengan sang putra yang kontak erat dengannya. Mulai dari sana, virus ini terlihat menyerang orang-orang di banyak negara.

Bagaimana? Sudah sangat familiar dengan alurnya? Oleh karena itu tidak heran jika cerita Contagion dirasa mirip dengan peristiwa wabah Covid-19. Untuk lebih mengetahui alurnya secara lengkap Anda bisa langsung menontonnya, tapi sebelum itu mari simak sinopsis dan ulasannya lebih dulu yuk!

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis: 3 September 2011
  • Genre: Sci-Fi, Thriller, Action, Drama
  • Produksi: Participant Media, Imagenation Abu Dhabi, Double Feature Films
  • Sutradara: Steven Soderbergh
  • Pemeran: Marion Cotillard, Matt Damon, Laurence Fishburne, Jude Law

Setelah melakukan perjalanan bisnis dari Hong Kong, Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow) singgah ke Chicago dan bertemu dengan mantan kekasihnya sebelum kembali pulang ke rumah di Minneapolis. Beth terlihat tidak fit, sesekali bersin, batuk tapi tidak terlalu memedulikannya. Sampai di rumah, dia tentu saja disambut oleh Mitch Emhoff (Matt Damon), sang suami, dan anak lelakinya.

Bersamaan dengan itu tersiar berita bahwa terdapat beberapa orang yang melakukan perjalanan dengan penerbangan mengalami sakit serupa. Anehnya gejala ini tidak ditemukan di satu negara saja, melainkan juga negara lain seperti Hongkong, London dan Jepang. Melihat kejadian ini seorang aktifis dan jurnalis bernama Alan Krumwiede (Jude Law) tertarik untuk menelitinya.

Dia juga ingin hal ini turut disiarkan oleh media agar masyarakat lebih waspada. Namun keinginannya ditolak karena dia tidak memiliki bukti otentik. Mereka takut hanya menimbulkan kepanikan. Hari ke empat sepulangnya Beth dari perjalanan bisnis wanita tersebut mengalami kejang-kejang dan suhu tubuhnya meningkat. Mitch segera membawa istrinya ke rumah sakit tapi nyawa Beth tidak bisa diselamatkan.

Kematian Beth yang tiba-tiba membuatnya shock. Saat dalam perjalanan pulang dia mendapat kabar dari baby sitter bahwa anak lelaki mereka mengalami gejala yang sama. Sesampainya di rumah, Mitch mendapati anaknya turut meninggal dunia. Lepas dari dua kejadian yang membuatnya kehilangan dua anggota keluarga sekaligus, Mitch diisolasi untuk mengetahui apakah dirinya mengalami hal yang sama atau tidak. Mitch juga mengizinkan dokter melakukan otopsi terhadap jasad istrinya.

Setelah melalui beberapa pengecekan, Mitch dinyatakan bersih dari virus. Lelaki ini juga diketahui memiliki naturally immune yang baik. Setelah diizinkan pulang, Mitch segera mengantisipasi hal ini agar tidak terjadi pada putri remajanya, Jory Emhoff (Anna Jacoby-Heron) dengan mengisolasi diri di dalam rumah.

Mulai dari kejadian tersebut, media mulai ramai membicarakan masalah ini. Dr. Ellis Cheever (Laurence Fishburne) dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengkhawatirkan jika ini merupakan bagian dari senjata biologis. Di saat bersamaan CDC dan WHO yang diwakili oleh seorang epidemiolog bernama Dr. Leonora Orantes (Marion Cotillard) mulai bergerak cepat.

Leonora kemudian pergi ke Hong Kong dan bertemu dengan epidemiolog di sana bernama Dr. Sun Feng (Chin Han). Sayang, Leonora justru diculik dan dibawa ke sebuah penampungan yang khusus dipakai untuk mengisolasi penduduk di sana. Penculikan Leona ditujukan agar jika vaksi ditemukan, mereka bisa menukarnya dan menjadi area yang didahulukan.

Di saat bersamaan, Dr Cheever memerintahkan Dr. Erin Mears (Kate Winslet) untuk menelusuri penyebaran virus ini di kotanya. Cheever juga dibantu asistennya yang ahli dalam penciptaan vaksin, yaitu Dr. Ally Hextall (Jennifer Ehle). Ally juga yang menemukan bahwa virus tersebut serupa dengan virus babi, kelelawar dan SARS yang pernah terjadi dulu. Ia masuk ke sel otak dan paru-paru dan bisa menjangkiti manusia dengan sangat cepat.  

Ally dan tim bergegas meneliti dan menciptakan vaksi untuk virus baru yang dinamakan MEV-1 ini. Di sisi lain keadaan mulai tidak terkendali dan bertambah runyam ketika Alan Krumwiede mengunggah sebuah video. Di video tersebut Alan berpura-pura sakit dan bisa sembuh dengan mengonsumsi obat bernama Forsythia. Akibatnya banyak orang langsung percaya dan memborong semua stock Forsythia yang ada di toko-toko obat. Saat obat itu habis,  masyarakat tidak segan menghancurkan toko obat tersebut.

Semakin lama, jumlah orang yang terinfeksi virus semakin tinggi. Dr. Mears bahkan turut terinfeksi dan menjadi korban keganasannya. Orang-orang yang meninggal karena terinfeksi virus ini harus dikremasi tanpa boleh ditemani satu anggota keluarga pun. Mayat mereka dimasukkan ke dalam sebuah plastik khusus.

Cerita berlanjut saat akhirnya Dr. Ally berhasil menemukan vaksin di percobaannya yang ke 57. Ally menjadi percobaan pertama dari vaksin temuannya ini. Setelah disuntik vaksin, Ally menemui sang ayah yang sudah terinfeksi untuk membuktikan keampuhannya dan dia berhasil.

Pada hari ke 131, jumlah korban jiwa di seluruh dunia diceritakan sudah menyentuh angka 26 juta jiwa. Vaksin pun mulai diproduksi di lima tempat berbeda yang rahasia. Namun jumlah produksi vaksin masih belum mencukupi, mengingat virus yang tersebar dengan cepat. Akibatnya pemberian vaksi dilakukan dengan metode undian menggunakan tanggal lahir. 

Di tengah pendistribusian vaksin, lagi-lagi Alan membuat onar dengan menyebar hoax bahwa ini adalah sebuah konspirasi elit tertentu demi mendapatkan keuntungan. Lagi pula menurutnya manusia memiliki kekebalan alami. Beruntung hoax yang dia sebarkan tidak terlalu berpengaruh, dan Alan pun ditangkap oleh pihak kepolisian. Lalu bisakah virus dihentikan? Apakah vaksin dapat dibagikan ke setiap orang tanpa undian?

Disinggung Punya Kemiripan Isu dengan Covid-19

Film Contagion yang tayang pada 2011 lalu belakangan mulai banyak dibicarakan karena mirip dengan penggambaran wabah Covid-19 sekarang ini. Walau tidak sama persis dengan asal penyebaran Covid-19, yaitu Wuhan, Hong Kong yang sama-sama berada di kawasan Asia Timur dipilih sebagai tempat virus tersebut berasal. Dalam film, bagian tersebut terlihat saat Beth memang diceritakan pulang dari sana setelah melakukan perjalanan bisnis.

Anda juga akan melihat kemiripan film ini dari scene ketika Dr. Cheever melakukan beberapa tindakan antisipasi antara lain jaga jarak dan mencuci tangan. Pemakaian masker pada setiap karakter juga menjadi pemandangan yang bisa Anda lihat selama film ini berjalan. Belum lagi scene ketika Mitch diisolasi, adegan saat Dr. Mears dimakamkan secara massal dan lockdown yang diputuskan oleh CDC.

Petugas-petugas medis yang ada dalam Contagion juga mengenakan peralatan APD lengkap seperti yang lumrah kita lihat sekarang ini. Elemen-elemen dalam film tersebut itulah yang dinilai punya kemiripan dengan keadaan masyarakat dunia menghadapi wabah Covid-19 sekarang ini. Saat menontonnya, Anda seperti sedang melihat sebuah dokumenter.

Film Wabah yang Dibuat Realistis

Kita tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa sebuah virus yang gejalanya berupa batuk dan flu, seperti influenza biasa, bisa membunuh begitu banyak jiwa dalam kurun waktu yang terhitung singkat. Namun, film Contagion seperti memperlihatkan kemungkinan tersebut dengan pengemasan yang masuk akal dan penggambaran yang realistis.

Dalam film disebutkan bahwa virus ini menyerang otak dan paru-paru. Salah satu dokter juga menyebutnya dengan rinci bagaimana ia bisa menular dari satu manusia ke manusia yang lain. Reaksi Beth yang diceritakan meninggal saat film baru dimulai, yaitu kejang-kejang digambarkan dengan realistis. Kesinambungan antara penjelasan ilmiah dan reaksi yang ditimbulkan cukup rapi sehingga tidak terasa berlebihan.

Pada akhir film, Anda akan dibawa melihat bagaimana virus atau bencana ini bermula. Lagi-lagi semua diceritakan tanpa terasa berlebihan. Sedikit banyak gambaran mengenai bagaimana virus dari hewan terutama kelelawar bisa menjangkiti manusia dipertontonkan. Alur penceritaan di bagian ini pun terasa jelas dan padat.

Dibintangi Aktor Aktris Hebat

Saat menyaksikan Contagion Anda akan bertemu dengan aktor Jude Law yang berperan sebagai Alan, si penyebar hoax. Karakter Alan ini cukup menarik perhatian karena perilakunya mencerminkan orang-orang zaman sekarang yang memanfaatkan media sosial untuk menyebar kepanikan atau menyampaikan opini pribadi tanpa bukti.

Kemudian ada aktris Gwyneth Platrow yang hanya tampil di awal film tapi meninggalkan kesan mengerikan karena kemampuan aktingnya. Kemudian ada Matt Damon yang berperan sebagai Mitch, suami kedua Beth yang punya sistem imun baik sehingga tidak tertular virus yang dibawa istrinya. Bintang lain yang terlibat antara lain Kate Winslet, Laurence Fishburne dan Marion Cotillard. Mereka memerankan orang-orang pintar di balik penanggulangan bencana penyakit ini.

Film Contagion (2011) bukan jenis film wabah yang fokus pada satu keluarga atau karakter saja. Ia menceritakan bagaimana dampak virus terjadi secara lebih luas berikut dengan pencegahan dan penanggulangan berupa isolasi dan penciptaan vaksin. Menonton film ini di tengah pandemi Covid-19 bisa jadi akan memberi Anda sebuah pandangan lain. Penasaran? Tonton sekarang juga!

Contagion
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram