bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Confession of An Invisible Girl, The Ugly Duckling

Ditulis oleh Gerryaldo
Confession of An Invisible Girl
2
/5

Film remaja yang rilis tahun 2021 ini memiliki cerita yang menjadi isu besar di kalangan anak remaja yang masih mencari jati diri. Bagaimana caranya menjadi rupawan dan dikenal oleh anak kelas, berteman dengan semua anak populer, diajak bergaul, berpesta juga menghabiskan masa muda dengan teman-teman.

Adalah Tetê, ia merupakan gadis SMA berumur 16 tahun yang penampilannya babak belur, disaat gadis-gadis seusianya memperhatikan penampilan; tidak dengannya. Akibatnya ia menjadi bahan rundungan banyak temannya dan tidak memiliki kehidupan normal selayaknya anak-anak SMA seusianya. Namun ia bertekad untuk berubah, bagaimana caranya?

Sinopsis

Confession of An Invisible Girl_Poster  (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Drama, Comedy
  • Produksi: Netflix
  • Sutradara: Bruno Garotti
  • Pemain: Klara Castanho, Marcus Bessa, Gabriel Lima, Julia Gomes, Fernanda Concon

Teanira (Klara Castanho) atau yang lebih dikenal dengan Tetê merupakan seorang siswi SMA yang jadi bulan-bulanan teman-temannya satu kelas. Bukan tanpa alasan para teman-teman merundung Tetê, ini karena Tetê tidak bisa menjaga penampilan, selalu terlihat lusuh, bau keringat dan kemampuan komunikasinya yang kurang dan terbata-bata; bisa semakin parah saat ia merasa gugup.

Tetê tinggal bersama dengan kedua orang tuanya namun meski orang tuanya pun tidak bisa membantu Tetê akibat dirinya sendiri tidak terbuka. Hasilnya ya Tetê hanya bisa menampung beban mentalnya sendirian. Satu kali, Ayah dan Ibu Tetê terkena pemutusan kerja karyawan di kantornya hingga membuat orang tua Tetê harus pindah ke luar kota untuk tinggal bersama Nenek dan Kakek Tetê hingga keadaan mereka kembali pulih.

Tetê senang bukan main karena itu berarti ada kesempatan baginya untuk berbaur dengan teman baru. Ia didaftarkan sebagai siswi pindahan di sebuah sekolah bernama Copacabana. Disana ia tetap menjadi Tetê versi lama; tidak ada yang berubah. Ini membuat beberapa teman-teman sekelas Tetê dengan cepat mengenali Tetê sebagai anak pendiam.

Ada kemajuan sedikit dari seorang Tetê, dia tidak ingin menjadi ‘tidak terlihat’ seperti dulu; sehingga ia mencoba lebih dulu untuk berkomunikasi dengan teman yang duduk di depannya bernama Davi (Gabriel Lima). Davi adalah seorang murid laki-laki yang pintar, tak hanya Davi, Tetê juga berteman dengan murid laki-laki lainnya bernama Zeca (Marcus Bessa) yang merupakan seorang gay.

Mereka bertiga akhirnya berteman, Tetê bahkan berteman dengan seorang gadis lainnya bernama Samantha (Kiria Malheiros) yang berakhir tidak terlalu baik karena Samantha ternyata sahabat yang dibayar oleh Nenek Tetê supaya cucunya itu mendapatkan teman. Meski demikian hubungan Tetê dan Samantha ya baik-baik saja akhirnya.

Memiliki teman tidak berarti Tetê tak memiliki teman yang sadis juga. Hadirlah si nenek sihir bernama Valentina (Julia Gomes) yang entah kenapa doyan sekali membuat si Tetê ini jadi rendah di depan semua orang. Valentina berteman baik dengan seorang gadis populer lainnya bernama Lais (Fernanda Concon) yang sikapnya masih tergolong ramah dan baik pada Tetê.

Satu kali, ia bertemu dengan pria manis yang termasuk dalam golongan anak-anak populer seperti Valentina dan Lais, pria itu bernama Erick (Lucca Picon), Erick baik terhadap Tetê, ia menjadi sangat semangat karena di sekolah itu ia bisa mengenal beberapa teman dan bisa menjadi dekat tidak seperti di sekolah sebelumnya.

Erick bahkan diterima untuk menjadi salah satu bagian dari anggota kerja kelompok di kelas Biologi bersama dengan Zeca dan Davi. Mereka berdua tahu kalau Tetê suka pada Erick sehingga membiarkan Erick bergabung. Zeca dan Davi merupakah sahabat super baik Tetê dan Tetê menyayangi mereka.

Satu hari, Lais mengadakan sebuah pesta ulang tahun ke 16 di rumah mewah miliknya, hampir semua diundang namun tidak dengan Tetê, Zeca dan Davi. Mereka sama sekali tidak mendapatkan undangan. Tetê merasa sedih karena ia ingin juga bisa datang ke pesta untuk pertama kalinya. Namun berkat Erick, mereka bertiga pun bisa masuk jadi list tamu undangan.

Tema pestanya adalah oldish, beruntung Kakek dan Nenek Tetê memiliki semua kostum di era itu sehingga Tetê mengundang Zeca dan Davi juga kakaknya Dudu (Caio Cabral) untuk memilih kostum di apartemennya. Melihat Tetê kedatangan banyak teman, semua keluarga Tetê khususnya Ayah dan Ibunya sangat senang sekali. Baik Tetê, Zeca, Davi dan Dudu memiliki waktu untuk bersenang-senang di apartemen Tetê dan segera bersiap untuk datang ke pesta.

Tetê langsung dipermak oleh Zaca yang mengerti kosmetik dan fashion, namun Nenek dan Ibunya juga turut serta merubah Tetê yang seperti bebek menjadi seperti angsa. Zeca, Davi dan Dudu yang sama-sama melihat penampilan baru Tetê sontak shock karena Tetê tidak pernah secantik itu. Begitu semua sudah siap, berangkatlah mereka ke pesta meriah di rumah Lais.

Sesampainya di rumah Lais, semua orang asyik dengan iringan lagu yang dimainkan oleh Erick. Tetê terpesona bukan main pada Erick namun ia juga sedikit menyukai Dudu sehingga ia merasa sangat beruntung bisa dekat dengan keduanya dan baik Erick juga Dudu sangat sopan pada Tetê membuat Tetê jadi kepayang. Namun hal baik tersebut lapur setelah Valentina mulai berbuat onar terhadap Tetê yang sedang menikmati pesta. Valentina menuduh Tetê bahwa ia membantu Samantha berselingkuh dengan Erick yang ternyata adalah pacarnya.

Tetê sakit hati bukan main mengetahui Erick ternyata pacar Valentina, Samantha yang adalah teman baiknya main gila dengan Erick ditambah ia mengetahui Dudu sudah memiliki kekasih. Masalah pun bak bola salju, tanpa sengaja Tetê memutar sebuah video dimana Valentina sedang mengejek satu isi kelas saat pesta di rumah Lais. Tetê kaget karena data yang seharusnya berisi presentasi kelompok berubah menjadi video. Valentina semakin murka.


Namun Tetê tidak mau disalahkan karena hal tersebut memang bukan ia yang lakukan sehingga ia melakukan investigasi dibantu oleh Zeca, Davi, Dudu dan kekasih Dudu yang ternyata sudah menjadi mantan dan menjadi teman. Akhirnya Tetê terbukti tak bersalah, video itu berasal dari Lais yang direkam oleh Ibunya karena jengah dengan kelakuan Valentina. Valentina pun merasa malu dan akhirnya mengakui kesalahannya sehingga semuanya menjadi sahabat.

Plot yang Standar

Confession of An Invisible Girl_Plot (Copy)

Mengikuti seluruh isi jalan ceritanya, film Confession of An Invisible Girl ini yang terasa biasa saja, tidak hambar namun tidak juga spektakuler. Kisahnya berputar pada tokoh Tetê yang berusaha untuk mencari banyak teman untuk membahagiakan dirinya dan keluarganya meski Tetê harus menjadi orang lain. Itu saja. Tidak ada masalah kompleks lainnya.

Akting dari semua karakter di film ini juga ya bisa saja. Tidak ada yang terlalu jelek dan menonjol. Malah saya melihat film ini jadi seperti FTV Indonesia yang membahas kehidupan anak-anak SMA yang unyu dengan tambahan bumbu cinta-cintaan. Mungkin ya cocok untuk kalian para muda mudi yang butuh rekomendasi film baru yang tak terlalu berat.

Tontonan anak SMP dan SMA

Confession of An Invisible Girl_Teenage Movies (Copy)

Saya yakin film ini ya memiliki target market anak-anak usia SMP dan SMA karena ceritanya relate sekali dengan kehidupan para remaja berumur 14-16 tahun yang sedang gencar-gencarnya mencari jati diri. Tak hanya Tetê yang berhasil untuk memerankan tokoh remaja tersebut, namun Zeca, David, Valentina, Lais dan Erick juga berhasil membawakan masalah-masalah anak remaja dalam film ini.

Pasalnya masalah-masalah yang muncul merupakan masalah umum anak-anak SMP dan SMA seperti tugas kelompok, suka dengan teman sendiri, masalah pribadi akan orientasi seksual, ketenaran, ingin dianggap, ingin dimengerti dan hal-hal simpel lain yang muncul pada usia remaja yang kita sendiri pernah mengalaminya.

Film Serupa

Confession of An Invisible Girl_Premise (Copy)

Sorry to say tapi film Confession of An Invisible Girl ini menjadi salah satu dari ratusan film yang memiliki premis serupa. Tentang remaja yang gelut dengan isi hatinya sendiri akibat rundungan di sekolah, rasa tak nyaman ditanya-tanya oleh keluarga dan masalah percintaan dan persahabatan yang tak ada habisnya.

Ini akhirnya membuat saya sendiri sebagai penontonnya menjadi compare terhadap film seperti A Cinderella Story, Bratz dan film teen-drama lainnya yang punya premis yang persis sama. Untuk film original Netflix dari Brazil ini, Bacaterus memberi nilai 2/5.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram