bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Cold Pursuit, Balas Dendam di Musim Dingin

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Cold Pursuit
3.1
/5

Balas dendam adalah tujuan utama Nels, seorang petugas snowplow. Dia mengorek informasi dan memburu pelaku pembunuhan putranya. Ternyata, dia terseret ke dalam badai pertikaian dua kartel narkoba terbesar di Denver yang salah satunya bertanggung jawab atas tewasnya putra tercinta.

Cold Pursuit adalah film action thriller karya Hans Petter Moland yang dirilis oleh Lionsgate pada 8 Februari 2019. Merupakan remake dari film Norwegia In Order of Disappearance (2014) yang juga karya dari sutradara yang sama, film ini menjadi salah satu bukti eksistensi Liam Neeson sebagai bintang action di usia yang sudah tidak muda lagi.

Meski nyaris sama dengan film-film aksi tipikal Liam Neeson lainnya, ada beberapa elemen yang berbeda hadir di film ini, salah satunya selera humor yang gelap. Simak review berikut untuk mengetahui ulasan lengkap dari film yang meraih penghasilan sebesar $32 juta ini.

Baca Juga: 10 Film Action Terbaik di Tahun 2022

Sinopsis

Cold Pursuit_
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Action, Comedy, Drama, Thriller, Crime
  • Produksi: MAS Production, Paradox Films, Disappearance, StudioCanal International
  • Sutradara: Hans Petter Moland
  • Pemeran: Liam Neeson, Tom Bateman, Tom Jackson, Emmy Rossum

Nels Coxman adalah seorang petugas snowplow yang baru saja mendapat penghargaan Citizen of the Year dari kota kecil Kehoe. Dia terkejut mendapati putranya tewas karena overdosis.

Merasa ada yang janggal dengan kematian Kyle, Nels berusaha melacak kemungkinan pelaku aksi pembunuhan ini. Tidak mendapat respon positif dari kepolisian, Nels kebingungan memulai penyelidikannya.

Secercah asa muncul dari rekan kerja Kyle, Dante, yang bersembunyi di kantor bandara. Dia menceritakan keterlibatannya dalam bisnis narkoba, sedangkan Kyle hanyalah korban salah tangkap dari salah satu pengedarnya, Speedo.

Nels langsung menghampiri Speedo di klab malam dan membunuhnya di dalam lift setelah dia menyebut nama rekannya, Limbo. Sementara itu di rumah, Grace masih berkabung atas kematian putranya.

Dia kecewa melihat sikap suaminya yang dingin seolah tidak peduli. Nels mendatangi tempat kerja Limbo, sebuah butik gaun pernikahan, untuk mendapatkan informasi lebih darinya. Setelah menyebut nama Santa, Nels kemudian membunuh Limbo.

Mendapati Grace pergi dari rumah dengan membawa seluruh barang-barangnya, Nels semakin terpuruk dalam kesedihan dan rasa dendamnya. Kemudian, dia memburu Santa dari bandara dan menghadangnya di jalan.

Sebelum dibunuh oleh Nels, Santa sempat menyebut nama Viking sebagai pimpinan dari bisnis narkoba yang dijalaninya. Ketiga mayat tersebut dibuang Nels ke aliran sungai.

Sementara itu, Viking geram mendapati tiga anak buahnya menghilang tanpa jejak. Salah satu anak buahnya menduga mereka dibunuh oleh pihak pesaing.

Akhirnya, hal itu membuat Viking langsung menunjukkan jarinya kepada kartel narkoba pimpinan White Bull. Viking kemudian memerintahkan anak buahnya menangkap salah satu anggota kartel White Bull dan membunuhnya.

Jasad putra White Bull itu digantung di papan penunjuk arah di tepi kota. Polisi memulai penyelidikan atas penemuan jasad ini.

Mereka mendapat informasi dari kepolisian kota Denver tentang perselisihan dua kartel narkoba. Nels kemudian meminta bantuan kakaknya, Wingman, untuk menuntaskan masalah ini. Wingman menyarankan Nels menyewa Eskimo, seorang pembunuh bayaran.

Eskimo datang ke kota dan langsung menuju ke markas Viking. Dia memberikan penawaran informasi kepada Viking dengan imbalan uang. Eskimo memberikan nama Coxman kepada Viking sebelum dibunuh. Viking kemudian menjemput Brock “Wingman” Coxman, lalu membunuhnya.

Mengetahui mereka membuat kesalahan, Viking membunuh salah satu anak buahnya dan mengirimkan kepalanya kepada White Bull. Tapi White Bull membunuh kurir tersebut dan berangkat menuju Kehoe untuk berkonfrontasi langsung dengan Viking.

Nels berduka atas kematian kakaknya dan menyusun rencana lain, yaitu menculik putra dari Viking. Ryan, putra Viking, sebenarnya hendak diculik oleh anak buah White Bull, tapi kalah cepat dengan Nels yang langsung membawa Ryan ke rumahnya. Lalu, Nels menghubungi Viking bahwa Ryan ada bersamanya.

Viking dan anak buahnya langsung menuju Kehoe untuk menyerang Nels. Sementara White Bull dan anak buahnya sudah bersiap menghadang Viking di Kehoe. Mereka mendapat informasi dari Mustang, tangan kanan Viking yang kecewa karena pasangannya dibunuh oleh bosnya tersebut.

Apa yang akan dilakukan oleh Nels di tengah kecamuk pertikaian dua kartel ini? Apakah dia berhasil membalaskan dendam kematian putranya? Atau justru menjadi korban dari perang ini? Simak terus keseruan film penuh salju di setiap adegannya ini sampai habis, ya!

Jalan Ceritanya Tidak Biasa

Jalan Ceritanya Tidak Biasa_

Jika biasanya Liam Neeson tampil dalam film action thriller dengan jalan cerita yang lurus dan penuh baku hantam, maka Cold Pursuit menawarkan banyak tambahan berbeda.

Salah satu yang utama adalah jalan cerita yang tidak biasa. Penuh lika-liku dan tidak bisa diduga, kehandalan Frank Baldwin dalam mengadaptasi kisah aslinya patut diacungi jempol.

Setengah awal film pertama, kita nyaris dibuat bosan dengan banyaknya hal klise dari film bertema balas dendam. Meski diwarnai beberapa hal yang unik, salah satunya kesan komedi dan editing yang tidak biasa, cerita berjalan seperti semestinya.

Tapi kemudian ketika Viking menuduh White Bull yang bertanggung jawab atas hilangnya tiga anak buahnya, cerita dipelintir tanpa terduga. Kemudian, muncu White Bull dan kelompok Indiannya ke tengah-tengah rel cerita.

Kehadiran mereka cukup membuat rumit cerita film berdurasi 1 jam 59 menit ini. Banyak kemungkinan yang terjadi dengan adanya pihak tambahan di tengah balas dendam Nels ini.

Adegan action yang ditampilkan cukup sadis dan penuh darah. Adegan baku hantamnya lebih keras dan tegas dibandingkan adegan baku tembaknya.

Tapi di beberapa aksi pembunuhan, sutradara tidak menampilkannya secara gamblang. Beberapa di antaranya dilakukan di balik tirai yang tertutup, seperti pembunuhan Eskimo dan petugas kebersihan sekolah.

Penuh dengan Selera Humor yang Gelap

Penuh dengan Selera Humor yang Gelap_

Selain keseruan yang semakin membuat kita penasaran di setengah akhir film, Cold Pursuit juga memiliki selera humor yang gelap.

Mungkin kita akan sedikit bingung untuk memahaminya, karena kita diminta untuk menertawai setiap kematian dari para karakternya. Cara mati yang tidak biasa dan ekspresi dingin saat melakukan pembunuhan hanyalah beberapa di antaranya.

Editing yang unik juga turut mewarnai film dengan sinematografi yang apik dan penuh salju ini. Setiap satu karakter tewas, dimunculkan namanya di layar dengan latar belakang hitam dan lambang agama yang dianut oleh mereka di atasnya.

Cukup unik dan tidak biasa. Mungkin hal seperti ini hanya kita dapati di film-film karya Guy Ritchie saja. Bisa jadi, Moland terinspirasi darinya.

Akting Datar yang Cemerlang

Akting Datar yang Cemerlang_

Sedangkan dari sisi akting, Liam Neeson tidak pernah kesulitan membawakan karakter tipikalnya sebagai seorang yang melakukan balas dendam dan pemburuan.

Hanya saja kali ini tidak diceritakan jika dia pernah memiliki latar belakang militer atau sejenisnya. Dia hanya nekat melakukannya atas nama mendiang putranya saja.

Justru yang mencuri perhatian adalah performa akting Tom Jackson sebagai White Bull. Dia tampil penuh kharisma. Di setiap adegannya seolah menggambarkan dengan tepat sosok kepemimpinannya.

Meski anak buahnya terlihat konyol dan childish, terutama ketika bermain salju di hotel, wibawa seorang pemimpin besar tetap terlihat jelas pada dirinya.

Cold Pursuit memang adalah salah satu dari sekian banyak film Liam Neeson terkini yang menggambarkan sosoknya sebagai bintang action. Tapi dengan selera humor yang gelap, yang mungkin bisa membuat kita tertawa atau minimal tersenyum getir, film ini tampil sedikit berbeda.

Selain itu, jalan cerita yang tidak biasa dan semakin seru menjelang akhir, membuat rasa penasaran kita semakin terpacu. Bisa dibilang, Cold Pursuit adalah sebuah film remake yang efektif. Kalian fans Liam Neeson atau bukan, film ini layak untuk ditonton dan tidak boleh dilewatkan. Selamat menyaksikan!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram