bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Drama Musikal Clouds (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 Juni 2021

Seorang pemuda berbakat harus bergelut dengan kanker tulang yang dideritanya sejak usia 14 tahun. Berbagai upaya penyembuhan sudah dilakukan tapi takdir telah memilih jalannya sendiri. zach Sobiech kalah di usianya yang baru menginjak 18 tahun. Namun, sebelum itu, Zack berhasil mengisi sisa hidupnya dengan sesuatu yang membuatnya merasa hidup.

Film Clouds (2020) dibuat berdasarkan memoir berjudul Fly a Little Higher: How God Answered Mom’s Small Prayer in a Big Way karya Laura Sobiech. Ia berisi kisah nyata seorang Zach yang tidak pantang menyerah hingga akhir hidupnya.

Film berdurasi 2 jam ini bisa memberi Anda sebuah cara pandang baru untuk lebih menghargai waktu. Seperti apa persisnya? Anda bisa membaca sinopsis serta ulasan film Clouds terlebih dahulu pada artikel di bawah ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 16 Oktober 2020
  • Genre: Biographical Musical Drama
  • Produksi: Wayfarer Studios, Mad Chance Productions, La Scala Films
  • Sutradara: Justin Baldoni
  • Pemeran: Fin Argus, Madison Iseman, Sabrina Carpenter, Lil Rel Howery

Musim Gugur 2012 Zach Sobiech (Fin Argus) dan Sammy Brown (Sabrina Carpenter) harus tampil di sebuah acara sekolah. Namun, Sammy merasa tidak percaya diri dan membiarkan Zach tampil sendirian. Zach yang berjalan menggunakan kruk, tampil yakin dan percaya diri di depan teman-teman sekolahnya.

Zach mulai menyanyi dan membuat suasana berubah menyenangkan. Pemuda penderita Osteosarcoma itu tampil apa adanya dan membuat banyak orang suka.

Penampilannya di pertunjukan sekolah turut menarik hati Amy Adamle (Madison Iseman). Gadis itu pun tidak segan menunjukkan ketertarikannya pada Zach. Mereka lantas berjanji untuk piknik bersama. Saat tiba waktunya, Zach batuk tanpa henti. Sang ibu, Laura (Neve Campbell) berkeras membawa Zach ke rumah sakit walau Zach sudah menolaknya.

Diagnosis dokter mengatakan bahwa paru-paru Zach bocor dan menekan jantung sehingga perlu ditindak secepatnya, maksudnya saat itu juga. Zach gelisah karena di saat bersamaan dia punya janji dengan Amy. Namun, bagaimana pun kesehatannya lebih penting. Sementara itu Amy yang menunggu cukup lama di taman memutuskan pulang.

Setelah operasi dilakukan, sebuah fakta lain terungkap bahwa kanker yang diderita Zach sudah menjalar ke paru-paru. Sang ibu bingung karena anaknya tersebut sudah divonis bebas kanker. Dokter menjelaskan bahwa Osteosarcoma yang diderita Zach tidak bisa diprediksi dan bisa sangat kuat. Zach sudah ada di stadium akhir.

Secara diam-diam dan dalam keadaan lemah, Zach mendengar semua percakapan antara dokter dan kedua orangtuanya. Lelaki itu kemudian bertanya berapa lama waktu yang dia punya. Ternyata Zach mengkhawatirkan wisudanya. Sang dokter melanjutkan perkataannya dan menyampaikan bahwa Zach diperkirakan hanya bisa bertahan 6 hingga 10 bulan lagi.

Zach akhirnya bisa kembali ke sekolah, tapi dia masih takut dan belum siap menghadapi Amy apalagi bercerita mengenai penyakitnya. Saat berada di kelas, Zach merasa terinspirasi oleh ucapan sang guru, Milton Weaver (Lil Rel Howery). Milton bertanya kepada para siswa mengenai apa yang akan dilakukan dalam hidup mereka yang cuma sekali ini?

Setelah kelas bubar, Amy tiba-tiba menghampiri Zach. Pemuda itu bersikap dingin walau Amy terlihat memaklumi alasannya tidak datang ke taman tempo hari. Zach diam saja hingga tiba-tiba dia mengatakan bahwa penyakitnya sudah ada di stadium akhir. Mendengar itu, Amy langsung memeluk Zach sambil menangis. Zach menolak dan meminta gadis itu segera pergi. Tanpa disadari dengan bersikap seperti itu, dia sudah membuat hati Amy lebih patah lagi.

Zach pulang dengan perasaan tidak karuan. Dia mengajak Laura berbincang tentang yang dilaluinya di sekolah tadi, terutama soal Essay yang harus dia tulis untuk kuliah. Ibu dan anak itu terlibat perbincangan yang penuh emosi. Cerita berlanjut ketika Laura punya ide untuk membawa Zach ke Lourdes setelah melihat video mengenai air ajaib yang bisa menyembuhkan penyakit.

Walau awalnya dapat penolakan dari sang suami, Laura bertekad membawa Zach ke sana. Hari keberangkatan pun tiba. Sebelum menaiki mobil, Amy tiba-tiba datang dan menyampaikan bahwa dia menyukai Zach. Sesampainya di sana, tanpa buang waktu, Laura dan Zach segera melaksanakan ritual pengobatan.

Beberapa waktu kemudian, Zach, Sammy dan Amy pergi bertiga menghadiri dan bersenang-senang di konser Jason Mraz. Sepulangnya dari sana, Zack kambuh dan tak bisa tidur. Pemuda itu mendatangi rumah Sammy dan masuk ke kamar sahabatnya tersebut melalui jendela. Di sana, Zach mengetahui secara tidak sengaja bahwa selama ini Sammy menyukainya.

Dua sahabat itu lantas bicara melalui tulisan hingga tercipta sebuah lagu yang sangat manis. Sebelumnya Zach berkata jujur bahwa dia juga mengagumi Sammy. Seandainya keadaan berjalan normal, mereka akan bersama. Sammy lantas mewujudkan ide Zach yang mengatakan ingin membuat video saat mereka bernyanyi dan mengunggahnya ke Youtube.

Tidak disangka, video mereka ditonton lebih dari 20.000 kali. Laura kaget ketika dia mendapat telepon dari seorang pewarta yang ingin mewawancarai dan mengangkat cerita Zach. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada kehidupan Zach? Keajaiban seperti apa yang sudah menunggunya?

Drama Kehidupan dan Kekuatan Naskah

Drama Kehidupan dan Kekuatan Naskah

Clouds  yang disutradarai oleh Justin Baldoni dibuat dengan naskah yang luar biasa kuat. Dialog yang berlangsung antara tiap-tiap karakter seolah memiliki ruh yang saling terhubung. Dialog antara Zach dan Sammy misalnya. Dua orang sahabat itu kerap melontarkan percakapan-percakapan yang menarik.

Belum lagi percakapan antara Zach dan ibunya yang tidak kalah kuat. Ketika Zach pulang dari rumah sakit dan mengetahui bahwa umurnya hanya tinggal beberapa bulan lagi, Laura menguatkan dengan mengatakan pada putranya bahwa kesakitan yang dialami ini mungkin sebenarnya adalah sebuah peluang untuk melupakan semua hal remeh yang dilakukan orang dengan sia-sia.

Zach dapat kesempatan untuk memutuskan hal paling berarti di hidupnya sekarang dan fokus terhadap hal itu. Penggambaran rasa cinta Zach terhadap kekasihnya melalui dialog juga tidak kalah menyentuh hati. Pemuda itu mengatakan bahwa Amy seperti punya tali yang bisa menjaganya agar tidak jatuh ke lubang depresi.

Menariknya Zach menulis semua yang dia ucapkan menjadi lirik-lirik lagu. Salah satu lagu ciptaannya berjudul Clouds bahkan diceritakan meledak di mana-mana.

Kekuatan dari Keluarga, Sahabat dan Cinta

Kekuatan dari Keluarga, Sahabat dan Cinta

Menonton Clouds ada perasaan hangat yang diciptakan dari kedekatan keluarga Zach dan orang-orang di sekitar yang menyayanginya. Ayah dan ibu Zach melakukan banyak hal untuk menyenangkan putranya. Dua saudara perempuan dan satu saudara laki-laki Zach tidak kalah memperlihatkan kasih sayangnya. Mereka semua berada di dekat Zach di saat-saat terakhir pemuda itu.

Karakter Sammy sebagai sahabat Zach tidak kalah menghadirkan kehangatan, begitu pula dengan Amy yang mencintai Zach tanpa syarat dan membebani. Film Clouds seperti gambaran mengenai kebutuhan manusia yang paling mendasar, yaitu cinta. Dalam keadaan hidup maupun sekarat, kita tidak butuh apa-apa kecuali orang-orang yang menyayangi kita apa adanya.

Film Musikal dengan Banyak Pesan Moral

Film Musikal dengan Banyak Pesan Moral

Film Clouds dibuat berdasarkan kisah nyata kehidupan seorang Zachary David Sobiech. Zach divonis menderita Osteosarcoma saat usianya baru menginjak 14 tahun. Untuk melawan penyakitnya, Zach sudah menjalani 10 kali operasi dan 24 kali kemoterapi. Sayang, pada tahun 2012 dokter menyampaikan bahwa Zach hanya punya waktu satu tahun lagi untuk hidup.

Zach menulis lagu Clouds yang berisi tentang perjuangannya melawan kanker. Dia merilisnya di Youtube pada Desember 2012. Hingga kini video tersebut sudah ditonton lebih dari 19 juta kali. Zach meninggal di usianya ke 18 tahun, tepat tujuh hari setelah dia menginjak usianya yang baru.

Kehidupan Zach yang berjalan seperti sebuah film, benar-benar difilmkan oleh Wayfarer Studios, Mad Chance Productions dan La Scala Films. Diberi judul Clouds, film musikal yang memuat kehidupan terakhir seorang Zach Sobiech bukan hanya penuh air mata tapi juga moral value.

Zach yang penuh semangat hingga akhir hidupnya berpesan pada siapa pun untuk terus berusaha menikmati hidup, tanpa harus menunggu sekarat terlebih dulu. Film Clouds mendapat ulasan yang cukup beragam. Common Sense Media memberi rating 4 dari 5 bintang pada film ini, sementara Rotten Tomatoes memberinya rating 76% dari 25 ulasan. Bagaimana? Apakah tertarik dengan kisah hidup Zach yang inspiratif? 

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram