Sinopsis & Review Film Clear and Present Danger (1994)

Ditulis oleh Gerryaldo
Clear and Present Danger
3.6
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film bergenre Thriller ini merupakan film yang diambil dari cerita dalam novel berjudul sama yang rilis di tahun 1989 oleh Tom Clancy. Film yang disutradarai oleh Phillip Noyce ini menggaet lumayan banyak bintang-bintang film terkenal seperti Harrison Ford sebagai peran utama disusul dengan James Earl dan William Dafoe

Film ini menceritakan tentang penyelidikan tentang perang rahasia yang dilakukan oleh pemerintah Amerika untuk melawan kartel narkoba paling besar di Kolombia dibawah persetujuan Presiden Amerika. Hal ini membuat Harrison Ford yang berperan sebagai Wakil Direktur CIA melakukan investigasi.

Sinopsis

Clear and Present Danger_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 1994
  • Genre: Thriller, Action, Drama
  • Produksi: Paramount Pictures, Mace Neufeld Productions
  • Sutradara: Phiilip Noyce
  • Pemain: Harrison Ford, James Earl, William Dafoe, Anne Archer

Penjaga pantai Amerika Serikat sedang berpatroli di kawasan laut negara adidaya tersebut, saat berkeliling di lautan Karibia, mereka menemukan sebuah kapal pesiar yang terdaftar sebagai kapal dari Amerika yang mencurigakan. Saat dikejar, para petugas menemukan sebuah kasus besar di dalamnya.

Di dalam kapal tersebut, ada dua orang awak Kolombia yang ternyata adalah pembunuh yang telah menghabisi satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri berikut kedua anaknya. Korban adalah pengusaha Amerika bernama Peter Hardin dan keluarga. Hal ini lantas dengan cepat menyebar lewat berita.

Baca Juga: 10 Film Hollywood Terbaik yang Dibintangi Harrison Ford

Analis CIA yakni Jakc Ryan (Harrison Ford) mengetahui bahwa Peter melakukan kecurangan dan praktek ilegal dengan mencuci uang milik raja narkoba Kolombia yakni Ernesto Escobedo (Miguel Sandoval) dari hasil keuntungan penjualan narkoba untuk kartel narkoba lain di Amerika Selatan. Ini membuat Ernesto meminta Peter dibunuh.

Sayangnya Peter tidak tahu bahwa orang yang dibunuh tersebut merupakan teman baik dari Presiden Amerika Serikat yang saat itu menjabat yakni, Bennett (Donald Moffat). Hal tersebut disampaikan oleh petugas intelijen Ernesto bernama Kolonel Félix Cortez (Joaquim de Almeida). Mendengar hal itu Ernesto tetap tidak takut.

Presiden Bennett yang kesal mengetahui temannya dibunuh sekaligus kaget karena ia baru tahu kalau temannya itu ikut andil dalam kasus narkoba yang sejatinya benar-benar jadi pusat perhatian publik Amerika, merencanakan untuk menjalankan sebuah operasi penting yang sifatnya rahasia dan tidak boleh diketahui siapapun.

Ia  memberikan wewenang kepada Penasihat Keamanan Nasional James Cutter (Harris Yulin) untuk memulai operasi rahasia di Kolombia untuk menghancurkan kartel narkoba Ernesto. Disaat yang sama, Ryan ditunjuk sebagai Wakil Direktur Intelijen saat Laksamana James Greer (James Earl) menjalani pengobatan kanker pankreas. 

Bekerja cepat, Ryan akhirnya meminta kongres untuk meningkatkan dana untuk mendukung memerangi kartel narkoba di Kolombia. Pihak kongres pun meminta untuk tidak adanya keterlibatan militer AS dalam proses tersebut yang disetujui oleh Ryan, tanpa ia tahu kalau sebenarnya Cutter punya rencana lain atas dana itu.

Ia akan menggunakan kucuran dana tersebut untuk mengumpulkan tim pasukan khusus yang direkrut oleh agen CIA John Clark (William Dafoe) dan dibantu juga oleh Robert Ritter, (Henry Czerny) Wakil Direktur Operasi CIA. Sementara operasi tersebut sedang direncanakan dengan super matang, Presiden Bennett memberi tugas pada Ryan.

Ryan diminta untuk pergi ke Kolombia guna bernegosiasi dengan pemerintah Kolombia untuk mengizinkan Amerika Serikat menyita aset Escobedo, termasuk $650 juta yang disembunyikan di rekening luar negeri. Mengetahui adanya orang CIA yang akan datang, Kolonel Félix Cortez, diam-diam memerintahkan kartel untuk menyerang konvoi Ryan.

Ryan berhasil selamat meski semua rekannya yang berada di konvoi tewas semua. Hal ini lantas mengacu kepada identitas Kolonel Cortez yang dicurigai terlibat dalam penyerangan tersebut setelah kepolisian menemukan bahwa sekretaris dari salah satu rombongan yang tak sengaja di buat informan tewas di tangan Cortez.

Ernesto akhirnya disalahkan atas serang tersebut, namun Ernesto bersikeras kalau bukan dialah yang menyerang, ia ingin mengklarifikasi semua dengan kartel-kartel narkoba lain dengan saling bertemu di sebuah pesta besar yang dihadiri banyak orang sekaligus keluarga para kartel. Tim khusus Reciprocity tahu akan hal tersebut.

Ini membuat tim itu meluncurkan serangan udara di lokasi pertemuan dan menghabiskan banyak nyawa, namun mereka yang juga ingin membunuh Ernesto berikut Kolonel Cortez meleset karena mereka selamat dari serangan tersebut. Cortez lantas sadar kalau ada campur tangan Amerika. Akhirnya Cortez memiliki rencana sendiri.

Cortez membuat kesepakatan dengan James Cutter, ia membunuh Ernesto untuk mengambil alih kepemimpinan, kemudian akan mengurangi pengiriman narkoba ke Amerika Serikat sehingga publik akan mengira bahwa Amerika sudah memenangkan perang melawan kartel. Cortez juga ingin semua anggota CIA dan tim khusus dihilangkan.

Cutter menerima kesepakatan itu, lalu membuat tim khusus yang dikomandoi oleh Clark menjadi kalah. Di tempat lain, percakapan Cutter dan Cortez ternyata dipantau, ini membuat Ryan juga ikut menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Ia akhirnya mengetahui bahwa adanya operasi ilegal tersebut yang menyeret nama Ritter.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram