bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Film Child’s Play (2019), Boneka Psikopat

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 19 Mei 2021

Anak-anak biasanya punya mainan tertentu yang dijadikan teman bermainnya. Dia akan bisa menghabiskan waktu bersama mainan tersebut dalam waktu yang lama. Menurut penelitian, mainan itu punya banyak manfaat seperti melatih kemampuan sensorik, untuk bersosialisasi dan berkonsentrasi.

Laki-laki biasanya diberikan mainan berupa robot atau mobil-mobilan walau beberapa diberikan boneka. Bagaimana jadinya kalau boneka yang diberikan punya fitur spesial tapi justru menjadi pembawa maut bagi pemilik dan keluarganya? Itulah yang terjadi pada film Child’s Play. Review dan sinopisnya bisa kamu simak di sini!

Sinopsis

Sinopsis Child’s Play
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Horror
  • Produksi: Orion Pictures, Katzsmith Productions, BRON Creative
  • Sutradara: Lars Klevberg
  • Pemain: Aubrey Plaza, Gabriel Bateman, Bryan Tyree Henry, Mark Hamill

Perusahaan yang memproduksi boneka, Kaslan Corporation, merilis sebuah boneka yang diberi nama Buddi. Buddi dianggap sebagai sebuah boneka revolusioner dengan teknologi canggih yaitu bisa mempelajari dan bertingkah seperti lingkungan sekitarnya. Hal itu membuat boneka ini menjadi buruan di seluruh dunia.

Di balik canggihnya Budi tersimpan rahasia kelam. Di pabrik Kaslan di Vietnam, seorang pegawai dipecat karena kinerjanya dianggap nggak sesuai dengan standar. Merasa dendam, orang itu mengubah rancangan Buddi yang sudah didesain agar bisa aman untuk digunakan pembelinya kelak. Alhasil Buddi diproduksi tanpa ada standar keamanan.

Karen Barclay adalah seorang orang tua tunggal untuk anaknya, Andy. Mereka pindah ke apartemen baru. Merasa kasihan pada Andy, sang ibu mencari cara agar bisa menghiburnya. Caranya yaitu dengan mendapatkan Buddi. Tapi dia mendapatkannya dengan cara yang nggak baik yaitu dengan memeras bosnya, Wes.

Merasa tertekan, Wes memberikan Buddi yang berada dalam kondisi susak pada Karen. Karen memberikan Buddi pada Andy beberapa hari sebelum hari ulang tahun sang anak. Andy memberi nama lain untuk Buddi yaitu Chucky. Karena kecanggihannya, Chucky membuat kagum dua anak lain yang tinggal satu apartemen dengan Andy yaitu Falyn dan Pugg.

Tingkah laku Chucky mulai terbentuk menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Hubungannya dengan Andy semakin erat. Suatu waktu, Andy dicakar oleh kucingnya. Chucky nggak terima dan mencoba mencekik kucing tersebut. Di lain waktu, ia dibawa menyaksikan film horror kemudian merekam berbagai kejadian dalam memorinya.

Pagi harinya, kucing Andy mati dan Chucky mengaku sebagai pelaku agar kucing itu nggak menyakiti Andy lagi. Chucky disimpan dalam lemari oleh Karen karena dianggap mengganggu mental sang anak. Shane, pacar sang ibu kerap bertindak kasar. Chucky menerornya dan mengatakan bahwa hal itu adalah balasan atas tindakannya pada Karen dan Andy.

Shane mendatangi Andy dan memarahinya karena nggak menyampaikan ketidaksukaannya secara langsung. Chucky yang mendengar pembicaraan itu mengikuti Shane ketika pulang. Sesampainya di rumah, Chucky membunuhnya dan menyerahkan kulit wajahnya pada Andy. Merasa takut, Andy membuang Chucky tapi dipungut oleh Gabe, tukang listrik di apartemen.

Polisi mulai menyelidiki kematian Shane. Gabe mulai mengotak-atik Chucky yang membuat Chucky marah dan membunuhnya. Andy menceritakan pada ibunya tentang Chucky yang brutal tapi nggak dipercaya. Karen pun membawa Andy ke mall tempatnya bekerja agar dia nggak bertingkah macam-macam.

Detektif Morris mencurigai Andy sebagai pembunuh beberapa korban. Dia mendatangi mall tempat Karen bekerja untuk menangkapnya. Ternyata Chucky pun datang ke tempat yang sama. Di tempat tersebut sedang ada perilisan boneka Buddi dalam jumlah besar. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Akankah ada korban selanjutnya?

Reboot dari Film Tahun 1988

Reboot dari Film Tahun 1988Sumber: i.guim.co.uk

Child’s Play yang dirilis pada tahun 2019 lalu merupakan reboot dari film dengan judul sama yang dirilis pada tahun 1988. Keduanya menggunakan karakter boneka bernama Chucky sebagai antagonis. Bahkan dalam 20 tahun terakhir, sudah ada tujuh film dengan waralaba Chucky dan menggunakan cerita yang berbeda-beda.

Pemilihan boneka yang berubah menjadi psikopat tetap digunakan karena boneka merupakan benda yang hampir dimiliki oleh semua anak. Boneka yang sejatinya lucu itu diubah menjadi psikopat dalam berbagai instalasi Chucky walau dengan latar berbeda. Walau terkesan klise dan diulang-ulang tapi tiap filmnya selalu berhasil mencuri perhatian.

Baca juga: Film Horor Bertema Boneka yang Paling Menegangkan

Fondasi Cerita yang Logis

Sebagai film reboot, akan selalu ada perbandingan dengan filmnya yang terdahulu. Di versi tahun 1988, Chucky merupakan boneka yang berubah menjadi psikopat setelah dimasukkan roh jahat lewat voodoo. Di versi tahun 2019, Chucky dibuat lebih logis yaitu akibat kemajuan teknologi yang tingkat keamanannya dihilangkan.

Menggunakan kemajuan teknologi merupakan langkah yang brilian untuk menghindari pengulangan. Penggambaran plot yang logis menjadi terobosan baru dalam instalasi Chucky. Adegan-adegan brutal seperti membunuh di film ini sekilas mirip Final Destination yang menggunakan alat-alat di sekitar korbannya.

Jumpscare yang Tertata Rapi

Jumpscare yang Tertata RapiSumber: i.pinimg.com

Film horror kerap menjadikan jumpscare sebagai andalan untuk menakut-nakuti atau mengagetkan penonton. Child’s Play juga melakukan hal serupa dengan Chucky yang tiba-tiba menguping atau muncul dari tempat yang nggak diperkirakan korbannya. Hanya saja, jumpscare nggak diumbar dengan jumlah yang banyak di film ini.

Jumpscare ditata secara rapi dengan kemunculan Chucky di momen-momen yang tepat. Seperti ketika membunuh Shane, Chucky menunggu Shane sampai keluar rumah sebelum mengeksekusinya. Atau ketika dia menyebabkan tabrakan yang membunuh Doreen, ibu dari Norris. Chucky mengendap-ngendap sampai di waktu yang tepat menyerang Doreen.

Mengedepankan Unsur Emosional

Mengedepankan Unsur EmosionalSumber: decider.com

Andy dan Karen menjadi protagonis di film Child’s Play. Sebagai seorang ibu tunggal, Karen merupakan sosok yang tangguh tapi di sisi lain terlihat rapuh dengan punya pacar yang kasar. Sedangkan Andy digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan penyendiri. Cerita pindah ke tempat baru membuat keseluruhan jalan cerita dan karakternya terasa logis.

Unsur menyeramkan di Child’s Play digabungkan dengan unsur emosional. Kehadiran Chucky yang canggih bisa membuat Andy sedikit terobati kesedihannya. Pun ketika dia merasa nggak punya teman berbicara padahal dia merasa kesepian. Sang ibu juga malah lebih banyak menghabiskan waktu bersama Shane ketika di rumah.

Chucky bisa membuat Andy merasa punya teman. Dia bisa dibawa menghabiskan waktu di kamar sambil berbicara bahkan menonton film bersama-sama Falyn dan Pugg. Di akhir film, Chucky mengeluarkan kalimat menyentuh bahwa yang dilakukannya adalah karena dia nggak mau Andy disakiti dan ingin menjadi teman yang bisa melindungi.

Kalau dibandingkan dengan film versi tahun 1988, versi 2019 dibuat lebih masuk akal dan mengikuti perkembangan teknologi. Film ini sangat menghibur sebagai film horror dengan segala intriknya dan relevan untuk kita yang sudah sangat akrab dengan teknologi. Kalau kamu pernah nonton versi 1988, versi 2019 ini mungkin akan mengobati kerinduanmu!

Tentunya selera setiap penonton akan berbeda-beda. Bisa jadi kamu lebih suka versi terdahulu dengan roh jahatnya, atau versi terkini dengan teknologi canggihnya. Kamu bisa memutuskan sendiri, versi manakah yang lebih bagus. Kamu juga bisa membagikannya kepada pembaca di kolom komentar, teman-teman!

Child’s Play
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram