bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Captain America: The First Avenger

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 19 September 2021

Karakter Captain America dalam tim The Avengers dikenal sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dan sangat berjiwa nasionalisme. Rupanya karakter Captain America yang begitu heroik dan berjiwa nasionalisme tersebut tercipta dari latar belakang dirinya yang diceritakan dalam film pertamanya, Captain America: The First Avenger.

Film Captain America: The First Avenger merupakan sekuel pertama dari film Captain America yang harus kamu tonton dan juga menjadi film pertama berdasarkan timeline Marvel Cinematic Universe. Berikut review dan sinopsis dari film ini.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2011
  • Genre: Action, Adventure
  • Produksi: Marvel Studios, Paramount Pictures
  • Sutradara: Joe Johnston
  • Pemeran: Chris Evans, Sebastian Stan, Tommy Lee Jones

Captain America: The First Avenger mengambil setting waktu pada tahun 1942 pada masa perang dunia II. Kala itu, diceritakan seorang pria dari Brooklyn bernama Steve Rogers memiliki mimpi untuk bergabung dengan pasukan militer Amerika Serikat untuk ikut berperang. Namun Steve Rogers hanyalah seorang pria bertubuh kurus dengan riwayat kesehatan yang buruk.

Kondisi fisiknya itu membuat Steve Rogers berulang kali gagal dan ditolak saat mendaftar menjadi militer Amerika Serikat. Sementara sahabatnya sejak kecil, James Barnes atau Bucky, telah bergabung di pasukan militer dan menjadi sersan. Steve Rogers juga sering kali menjadi korban bullying karena kondisi fisiknya yang lemah. Namun ia memiliki hati yang begitu mulia.

Keingingan Steve Rogers untuk membela negaranya sangatlah besar. Meski fisiknya lemah, ia memiliki keberanian yang besar dan siap berkorban untuk kebenaran. Hal inilah yang membuat Dr.Abarhan Erskine memilihnya untuk menjadi subjek penelitiannya. Steve Rogers pun menjadi subjek eksperimen untuk proyek Super Soldier untuk menyudahi perang dan mengalahkan Jerman.

Setelah tubuhnya dimasukkan sebuah serum bernama vita-ray, fisik Steve Rogers pun berubah menjadi sosok prajurit dengan kekuatan super. Namun Steve sempat kecewa saat pemerintah tidak menurunkannya untuk bertarung di medan perang. Ia justru diperintahkan untuk berkeliling dan mengadakan parade untuk memperkenalkan karakter Captain America.

Sementara itu, musuh mereka Johann Schmidt bersama Dokter Arnim Zola yang bekerja untuk Nazi tengah mempersiapkan sebuah senjata rahasia yang dibuat dari kekuatan sebuah kubus tesseract. Kekuatan itu kemudian mengubah Schmidt menjadi sosok villain bernama Red Skull. Captain America pun kini mendapat tugas untuk mengalahkan Red Skull.

Steve Rogers dan Sersan James ‘Bucky’ Barnes pun memulai misi pertarungan melawan Red Skull dan Hydra. Namun dalam misi tersebut, Sersan Barnes pun gugur saat terjatuh dari atas kereta Steve Rogers kemudian melanjutkan pertarungan seorang diri. Saat menuju pertarungan terakhir, Steve berjanji pada sang kekasih, Peggy Carter untuk mengajaknya berdansa setelah selesai perang.

Namun Steve tak bisa menepati janjinya tersebut. Di pertarungan terakhir, Steve Rogers mengorbankan dirinya untuk terkubur di dalam es agar kubus tesseract dan kekuatannya bisa terpendam sehingga dunia bisa terselamatkan dari kehancuran. Di akhir cerita, 70 tahun kemudian tubuh Steve Rogers yang telah membeku pun ditemukan.

S.H.I.E.L.D yang dipimpin Nick Fury kemudian mengeluarkan tubuh Steve Rogers yang membeku. Steve pun kemudian kembali hidup dengan tubuh yang masih muda seperti dulu. Nick Fury pun meminta Captain America untuk bergabung bersama pasukan Avengers yang tengah dibentuknya.

Nuansa Klasik di Sepanjang Film

Nuansa Klasik di Sepanjang Film

Di sepanjang film Captain America: The First Avengers yang berdurasi selama 124 menit ini kita akan disuguhkan cerita dengan setting waktu pada masa Perang Dunia II. Nuansa klasik begitu terasa dari setiap elemen dalam film ini. Nuansa klasik ini dappat terlihat dari setiap aspek, mulai dari kostum, tata suara, hingga teknik simenatografi yang digunakan.

Saat menonton film Captain America: The First Avenger, kita seolah terbawa untuk kembali ke masa silam dan melihat bagaimana rupa dunia saat perang masih berkecamuk. Di sepanjang film, kita juga akan diperlihatkan dengan adegan-adegan ngeri yang diakibatkan oleh perang dan melihat sedikit sejarah mengenai perang dunia II.

Nuansa klasik ini juga membuat film Captain America: The First Avenger seolah memiliki ciri khasnya tersendiri dari film-film superhero lainnya, terutama dari film-film lainnya di Marvel Cinematic Universe. Namun meski mengusung konsep klasik, kita tetap akan disuguhkan dengan berbagai adegan yang melibatkan teknologi perang canggih yang memanjakan mata.

Totalitas Chris Evans Perankan Karakter Steve Rogers

Totalitas Chris Evans Perankan Karakter Steve Rogers

Karakter Steve Rogers atau Captain America saat ini menjadi salah satu karakter dari Marvel yang begitu ikonik dan cukup populer di antara para karakter superhero Marvel lainnya. Hal ini tidak terlepas dari totalitas aktor Chris Evans yang berperan sebagai karakter Steve Rogers atau Captain America dalam film tersebut.

Chris Evans juga begitu totalitas memerankan transformasi seorang Steve Rogers. Saat karakter Steve Rogers belum menjadi superhero dan memiliki kekuatan, Chris Evans tampak mendalami karakternya sebagai prajurit lemah yang sering kali berubah. Namun di pertengahan film, seketika ia berubah menjadi sosok pahlawan yang tak gentar melawan musuh apapun.

Totalitas Chris Evans dalam memerankan karakter Steve Rogers atau Captain America dalam film Captain America: The First Avenger dan pada sekuel-sekuel film Avengers selanjutnya membuat jati diri Captain America begitu melekat dengan aktor ini. Bahkan, nama Chris Evans kini lebih dikenal sebagai sosok Steve Rogers atau Captain America dengan perisai yang menjadi senjata ikoniknya.

Pesan-Pesan Tersembunyi di Sepanjang Film

Pesan-Pesan Tersembunyi di Sepanjang Film

Alur cerita pada film Captain America: The First Avengers menjadi alur cerita pembuka rangkaian film Avengers pada Marvel Cinematic Universe. Maka, di sepanjang film ini, Marvel menyisipkan beberapa pesan tersembunyi yang akan menjadi bocoran atau hints mengenai film-film Marvel selanjutnya yang tergabung dalam Marvel Cinematics Universe.

Pada film ini kita sekilas juga akan diperkenalkan dengan Stark Industries dan Howard Stark, ayah dari Tony Stark atau Iron Man yang ternyata berteman dengan Steve Rogers. Selain itu, di akhir film Captain America: The First Avengers kita juga akan melihat sosok Nick Fury dan Natasha Romanoff atau Black Widow yang meminta Steve Rogers untuk bergabung dengan tim Avengers.

Selain beberapa hal tadi, masih banyak pesan-pesan tersirat dan bocoran dari film-film Marvel selanjutnya yang terselip dalam beberapa adegan film ini. Oleh karena itu, pastikan kamu menonton adegan demi adegan dalam film Captain America: The First Avenger ini akan bisa memahami alur ceritanya dan tidak melewatkan bocoran-bocoran dari film Marvel selanjutnya ya!

Itulah sinopsis dan sedikit review dari film Captain America: The First Avengers yang alur ceritanya menjadi kisah pembuka film-film Avengers lainnya di Marvel Cinematic Universe. Setelah selesai menonton film ini, jangan lupa untuk tonton urutan-urutan film Avengers selanjutnya agar kamu lebih memahami ceritanya ya!

Apakah Captain America juga menjadi superhero Avengers favoritmu? Apa hal yang paling kamu sukai dari karakter Captain America yang diperankan oleh Chris Evans ini? Ceritakan di kolom komentar ya!

Captain America: The First Avenger
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram