bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Blue Streak, Pencuri Menyamar Jadi Polisi

Setiap pelaku tindakan kriminal pasti akan menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan kejahatannya serta lolos dari jeratan hukum. Walau begitu, nggak jarang juga tindakan mereka berhasil diungkap oleh polisi sehingga mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Salah satu tindakan kriminal yang paling sering terjadi adalah pencurian, terlepas dari nominalnya pencurian tetaplah kriminal.

Bagaimana jadinya apabila seorang pencuri kehabisan cara untuk melarikan diri tapi berhasil menyimpan barang curiannya di suatu tempat? Tentunya ketika dia menyelesaikan hukumannya, dia akan mencari barang curiannya.

Hal itulah yang terjadi film Blue Streak. Seperti apa lengkapnya? Yuk, kita bahas dalam sinopsis dan review filmnya berikut ini!

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Bad Boys For Life, Humor & Aksi

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 1999
  • Genre: Comedy, Action
  • Produksi: Columbia Pictures, The IndieProd Company, Original Film, Jaffe Productions
  • Sutradara: Les Mayfield
  • Pemain: Martin Lawrence, Luke Wilson, Dave Chapelle, Peter Greene, Nicola Parker

Miles Logan beserta sahabatnya, Eddie diajak dalam misi perampokan berlian seharga 70 juta USD oleh Deacon. Ketika perampokan terjadi, tindakan mereka berhasil diketahui oleh polisi.

Deacon membunuh Eddie kemudian mencoba merebut berlian dari Miles. Miles berhasil merebutnya sedangkan Deacon melarikan diri.

Miles yang nggak menemukan jalan keluar, menyembunyikan berlian di lubang udara sebuah gedung yang tengah dibangun. Dia pun nggak bisa lolos dari jeratan hukum dan mendapatkan vonis berupa penjara. Setelah dua tahun mendekam di jeruji besi, Miles dinyatakan bebas.

Dia langsung mencari gedung tempat menyembunyikan berlian. Ternyata gedung itu sudah menjadi kantor polisi. Selain berupaya mengambil lagi berlian yang dicurinya, Miles juga mencoba memperbaiki hubungan dengan pacarnya, Janiece.

Tapi Janiece enggan menerima Miles yang dianggap sudah berbohong mengenai pekerjaannya. Merasa kecewa, Miles mulai mencari cara untuk bisa masuk ke kantor polisi dan mengambil berlian.

Upaya pertama Miles masuk ke kantor polisi adalah dengan menyamar sebagai pengantar pizza. Dia masuk ke toilet untuk mencari tempatnya menyimpan berlian. Sayangnya, upayanya belum berhasil.

Dia kemudian menemui pamannya, Folger, untuk diminta dibuatkan kartu akses masuk ke dalam gedung. Berbekal kartu akses yang dicurinya dari salah satu polisi, Miles punya kartu akses serta identitas baru sebagai anggota kepolisian.

Miles masuk ke kantor polisi dengan percaya diri dan kini bernama Malone. Dia membawa serta dokumen yang menyatakan bahwa dia baru saja ditransfer ke LAPD untuk bagian pembunuhan dan perampokan.

Dianggap sebagai salah satu senior di departemen barunya, Miles langsung mencuri perhatian dengan metode yang nggak biasa. Dia pun dipasangkan dengan detektif baru bernama Carlson.

Duet Malone dan Carlson langsung dipanggil untuk memecahkan kasus pencurian ban berharga ratusan ribu dollar. Malone tanpa kesulitan berhasil memecahkan kasus yang ternyata dilakukan oleh pemilik bengkel demi mendapatkan asuransi.

Reputasi Malone pun semakin meningkat tapi polisi di departemennya kesulitan mencari dokumen untuk mengungkap riwayat hidup Malone yang dulu.

Ketika berbelanja di sebuah minimarket, Malone dan Carlson harus berhadapan dengan perampok. Ternyata perampok itu adalah Tulley, sopir Miles dulu ketika melakukan perampokan.

Malone pun berusaha membungkam mulut Tulley supaya nggak membocorkan identitas yang sebenarnya. Tulley meminta bayaran sebesar 50.000 USD untuk tutup mulut.

Sekembalinya ke kantor, Malone langsung mencari berlian yang dicurinya dulu. Upaya itu digagalkan Carlson yang menanyakan tempat Malone bekerja dulu.

Malone mengaku bahwa dulu bekerja di Internal Affairs. Ketika Carlson mulai percaya, Malone mulai mencari lagi berlian tapi harus dihentikan karena panggilan untuk bertugas.

Malone dan Carlson berhasil menyita truk berisikan heroin. Malone kemudian menemukan berliannya di ruang penyimpanan barang bukti.

Sayangnya, ketika berhasil menemukannya, dia malah menjatuhkan berlian ke tumpukan heroin. Heroin itu akan segera diperiksa oleh FBI. Berhasilkan Miles mendapatkan berlian yang diincarnya? Ataukah penyamarannya akan terbuka?

Pendalaman Karakter yang Baik

Pendalaman Karakter yang Baik

Di Blue Streak, sosok Miles atau Malone menjadi pusat dari cerita. Sayangnya, terlalu terfokus pada sosok Miles atau Malone, membuat karakter-karakter lain nggak mendapatkan pendalaman karakter yang cukup.

Bahkan untuk Carlson yang merupakan rekan Malone dalam bekerja, sangat minim diberi pendalaman. Dia hanya digambarkan sebagai detektif yang naif dan sangat terpaku pada peraturan.

Minimnya pendalaman karakter juga terjadi pada karakter Detektif Hardcastle, pimpinan dari Malone, serta Janiece, kekasih Miles.

Untungnya, karakter Miles atau Malone diberikan pendalaman karakter yang cukup dalam untuk membuat cerita tetap menarik. Segala tindakannya, baik yang sengaja atau nggak disengaja bisa menggerakkan cerita.

Film ini bisa dibilang sangat minim subplot dan benar-benar mengandalkan sosok Miles dan Malone. Hampir sepanjang film, kita akan disuguhi plot utama berupa upaya Miles mengambil berlian yang pernah dicurinya.

Tapi plot utama itulah yang dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi rumit bagi Miles untuk berhasil mendapatkan keinginannya.

Action Dibalut dengan Komedi

Action Dibalut dengan Komedi

Martin Lawrence merupakan tipikal aktor dan komedian yang bisa melontarkan kalimat dengan ekspresi lucu. Selain itu, kemampuannya menjadi sosok yang konyol secara natural menjadi kelebihannya yang lain. Komponen-komponen itulah yang diandalkan menjadi komedi di Blue Streak.

Walau begitu, karakter lain diberi porsi yang relatif minim sebagaimana mereka digunakan untuk membantu Miles atau Malone sebagai ujung tombaknya.

Sebagai film yang juga menyertakan unsur buddy cop, tentu nggak lengkap apabila nggak menyajikan adegan-adegan action. Ada kejar-kejaran mobil, perkelahian sampai tembak-tembakan.

Tapi adegan-adegan itu nggak serta-merta kehilangan unsur komedinya. Dengan kata lain, hampir semua adegan action dibalut dengan komedi.

Secara sinematografi, film ini nggak menyuguhkan sesuatu yang baru dengan kebanyakan adegan diambil menggunakan mid shot.

Hanya saja, ketika adegan action, semua dikemas dengan cukup apik dengan adegan-adegan yang cukup masuk di akal. Selain itu, editing yang rapi untuk ukuran film tahun 90-an menjadikannya sebagai keunggulan yang lain.

Martin Lawrence Bersinar

Martin Lawrence Bersinar

Dalam film-film yang dibintanginya, Martin Lawrence seringkali dipasangkan dengan aktor lain. Sebut saja Bad Boys dengan Will Smith atau Life dengan Eddie Murphy.

Di Blue Streak, praktis hanya Martin sendiri yang diberi kesempatan untuk bersinar sebagaimana karakter Carlson nggak terlalu menonjol. Hasilnya, Lawrence bisa bersinar ketika diberi cerita dan karakter yang tepat.

Lawrence bisa menjadi Miles yang konyol bahkan cenderung bodoh. Ketika menjadi Malone, dia berubah drastis menjadi sosok yang begitu percaya diri dan berani melanggar peraturan padahal dia adalah polisi palsu.

Adegan di kantor polisi, ketika dia memilih untuk nggak mengikuti protokol baru karena anggota lain merasa terlalu merepotkan menjadi salah satu kepiawaiannya.

Blue Streak merupakan tontonan yang ringan dan menyenangkan. Nggak perlu berpikir keras untuk memahami komedi yang disajikan film ini. Durasi selama 93 menit, cukup untuk menyajikan berbagai hambatan bagi Miles mendapatkan berlian yang diincarnya.

Bagi yang ingin tertawa dengan film komedi, film ini bisa menjadi opsi yang tepat. Punya rekomendasi film komedi yang rilis tahun 90-an? Langsung bagikan di kolom komentar, yuk!

Blue Streak
Rating: 
3.2/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram