Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Black Mirror S5, Harapan di Balik Kelam

Review & Sinopsis Black Mirror S5, Harapan di Balik Kelam

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Black Mirror kembali muncul dengan segala distopia dari keberadaan teknologi. Charlie Brooker seperti nggak henti-hentinya mendapat banyak ide untuk melanjutkan serial buatannya. Dia lagi-lagi membuat perbedaan tipis dari hiburan dan mimpi buruk bagi kita penontonnya. Hebatnya, karya-karyanya tetap mendapat respons yang bagus.

Cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masih menjadi andalan. Tentu saja dilengkapi teknologi sehingga penggambarannya menjadi lebih rumit. Di season kelima, Black Mirror hanya memuat tiga episode menyamai jumlah di season pertama dan keduanya. Bagaimana review dan sinopsis Black Mirror Season 5? Mari kita kupas lebih lanjut.

Sinopsis Episode 1: Striking Vipers

Sinopsis Episode 1 Striking Vipers

* sumber: cdn.vox-cdn.com

  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: Owen Harris
  • Pemain: Anthony Mackie, Yahya Abdul-Mateen II, Nicole Beharie, Pom Klementieff

Danny adalah seorang pria yang memasuki usia paruh baya. Dia sudah menikah dengan Theo dan dikaruniai seorang anak laki-laki. Sebelas tahun sebelumnya, dia mengadakan pesta barbeku di rumahnya bersama Theo yang masih menjadi pacarnya. Dia terkejut dengan kedatangan teman masa kecilnya, Karl, yang sudah lama nggak berhubungan dengannya.

Karl memberi hadiah pada Danny. Hadiah itu adalah gim Striking Vipers X, instalmen baru dari gim yang biasa mereka mainkan ketika masih anak-anak. Untuk membuatnya lebih nyata, dia juga memberikan VR. Pada malam harinya, mereka memainkan gim tersebut. Ternyata mereka bisa masuk ke dalam gim dengan menjadi karakter yang digunakan seperti di dunia nyata.

Lance dan Roxette adalah dua karakter yang dimainkan Danny dan Karl. Kesempatan pertama mereka bermain berakhir dengan dua karakter gim itu bermesraan. Karena merasa janggal, mereka berhenti. Tapi beberapa pekan kemudian, Danny dan Karl kerap bermain gim bahkan berhubungan intim di dunia virtual.

Kegemaran Danny bermain gim mengusik Theo. Bahkan Theo menuduh Danny berselingkuh. Danny menyangkal tuduhan itu dan mengatakan bahwa dia setia. Ketika Danny berulang tahun, Theo mengundang Karl. Di acara itu, Karl bilang nggak pernah mengalami keseruan bermain seperti dengan Danny. Mereka bermain lagi tapi Danny ingin mencoba yang dialaminya di dunia virtual dibawa ke dunia nyata.

Dunia Virtual Mengambil Alih Kehidupan

Dunia Virtual Mengambil Alih Kehidupan

* sumber: i.pinimg.com

Episode pertama Black Mirror dibuka dengan drama yang kental. Teknologi nggak digambarkan sebagai fokus dari cerita. Yang menjadi fokus adalah kehidupan Danny sebagai seorang pria yang mengalami kecanduan bermain gim. Gim itu adalah tempat pelarian Danny yang seperti mulai merasa kebosanan dengan pacar yang menjadi istrinya, Theo.

Kehidupan percintaan dan rumah tangga yang kompleks menjadi permasalahan yang diangkat. Menemukan keseruan baru di dunia virtual mulai mengambil alih kehidupan Danny. Bahkan seksualitasnya ikut terpengaruh. Suka atau nggak, kejadian semacam itu terasa relevan dengan keadaan yang ada saat ini.

Luasnya hiburan yang tersaji bisa membuat kita tenggelam di dalamnya dan berpotensi mengubah kita secara perlahan. Nggak ada ending yang mindblowing di episode ini. Konflik cinta segitiga dalam rumah tangga dibalut dengan teknologi terasa menarik. Walau tetap saja namanya Black Mirror, sisi negatifnya yang diutamakan.

Sinopsis Episode 2: Smithereens

Sinopsis Episode 2 Smithereens

* sumber: static0.cbrimages.com

  • Genre: Science Fiction, Thriller, Crime
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: James Hawes
  • Pemain: Andrew Scott, Damson Idris, Topher Grace

Chris adalah seorang sopir taksi online. Pada tahun 2018, dia bertemu dengan seorang wanita bernama Hayley dalam sebuah kelompok terapi. Hayley merupakan seorang ibu yang baru saja ditinggal oleh anaknya yang meninggal karena bunuh diri. Dia sedang mencoba memecahkan password akun milik anaknya untuk mengetahui alasan sang anak mengakhiri hidupnya.

Suatu hari, Chris mendapat seorang penumpang berpakaian rapi. Dia adalah Jaden yang bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media sosial. Chris merasa Jaden mempunyai posisi penting di perusahaan, dia pun menculiknya. Alhasil dia dikejar oleh polisi bahkan harus terdampar di sebuah ladang,

Chris menyandera Jaden tapi bukan uang yang menjadi permintaannya. Dia ingin berbicara dengan CEO Smithereen. Smithereen merupakan media sosial yang digandrungi oleh orang-orang. Dia merasa petinggi aplikasi itu mempunyai andil dalam kejadian naas dalam hidupnya. Dia kecanduan dengan aplikasi itu sampai kehilangan tunangannya yang tewas dalam kecelakaan.

Kecanduan Media Sosial dan Privasi

Kecanduan Media Sosial dan Privasi

* sumber: static.tvmaze.com

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan di episode kedua Black Mirror Season 5. Pertama adalah bagaimana media sosial bisa membuat kecanduan sampai-sampai lupa akan dunia nyata. Kedua adalah hilangnya privasi para pengguna media sosial. Ketiga adalah realita masyarakat saat ini yang senang membagikan banyak hal walau bukan hal yang layak untuk dibagikan.

Tunangan Chris meninggal dalam kecelakaan mobil. Chris yang sedang mengemudi, mendengar notifikasi dari ponselnya. Notifikasi itu menjelaskan bahwa ada orang yang menyukai komentarnya di Smithereens. Dalam hitungan sepersekian detik, mobilnya ditabrak dan nyawa tunangannya melayang.

Chris merasa bersalah dan mencoba menuntut tanggung jawab dari petinggi Smithereens. Dalam sebuah adegan, Chris menyatakan kalau pistol yang digunakan untuk menyandera adalah palsu kepada Jaden. Aplikasi Smithereens bisa merekam jejak digital dan merekam para penggunanya.

Di kehidupan nyata, kita sering mendengar teori bahwa perangkat yang kita punya memang didesain untuk bisa menangkap yang kita cari atau bicarakan. Episode ini mengangkat bagaimana privasi seseorang bisa hilang dengan kemajuan teknologi. Semakin hari kita akan merasakan sendiri bagaimana semakin tipisnya sekat privasi.

Sisi gelap terakhir yang dibahas adalah bagaimana penyanderaan Jaden disaksikan oleh orang-orang. Alih-alih membantu, mereka malah merekam dan membagikannya melalui Smithereens. Hal ini mengingatkan kita pada voyeurs yang pernah dibahas di episode kedua season pertama serial ini. Kesamaannya adalah bagaimana mereka lebih memilih menjadi penonton.

Chris yang dari awal dianggap sebagai sosok antagonis diperlihatkan lebih humanis menjelang akhir episode. Dia meminta Billy, CEO Smithereens, untuk membantu Hayley untuk bisa masuk ke akun anaknya. Begitu juga Billy yang menunjukkan kebijaksanaannya. Dia dilarang untuk menghubungi Chris secara langsung, tapi dia mencari cara lain untuk melakukannya.

Baca juga: Review & Sinopsis Black Mirror S4 (2017)

Sinopsis Episode 3: Rachel, Jack and Ashley Too

Sinopsis Episode 3 Rachel, Jack and Ashley Too

* sumber: bleedingcool.com

  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: Anne Sewitsky
  • Pemain: Miley Cyrus, Angourie Rice, Madison Dive

Rachel adalah seorang remaja yang mengalami masa-masa yang sulit. Di sekolah, dia bukan orang yang pandai bergaul. Di rumah, dia kehilangan ibunya yang meninggal dan hubungan ayah dan kakaknya pun nggak begitu harmonis. Satu-satunya pelarian yang dia cintai adalah mendengarkan karya-karya seorang bintang pop, Ashley O.

Di ulang tahun yang kelima belas, Rachel mendapat hadiah berupa sebuah robot replika Ashley O. Robot itu diberi nama Ashley Too. Rachel menganggap Ashley Too sebagai teman bahkan bercerita padanya. Ashley Too menyuruh Rachel untuk menari dengan iringan lagu Ashley. Sayangnya, dia gagal tampil baik dan berhenti berbicara dengan Ashley Too.

Di sisi lain, Ashley juga sedang mengalami masa sulit. Dia merasa nggak puas dengan citranya di publik. Catherine, bibi dari Ashley bersikeras memacunya untuk menulis lagu supaya karirnya tetap melejit. Kondisi kesehatan Ashley memburuk sampai koma. Hal itu membuat Ashley Too mengalami gangguan karena fungsinya adalah menyalin pikiran dan ucapan dari Ashley O.

Sisi Kelam Pesohor dan Robot Tiruan

Sisi Kelam Pesohor dan Robot Tiruan

* sumber: cdn.vox-cdn.com

Teknologi yang digunakan dalam episode terakhir season kelima Black Mirror adalah Ashley Too. Robot ini mempunyai kemampuan untuk menyalin Ashley O, termasuk apa yang dia pikirkan dan akan lakukan. Berinteraksi dengan robot ini membuat pemiliknya merasa benar-benar berinteraksi dengan Ashley O.

Sosok pesohor di jaman sekarang dituntut untuk bisa dekat dengan penggemarnya. Akibatnya kehidupan pribadinya pun nggak jarang dibagikan demi penggemar bisa merasa kedekatan. Ashley Too merupakan sebuah inovasi yang mampu mendekatkan para penggemar dengan idola mereka. Bahkan bukan nggak mungkin robot ini dibuat di masa yang akan datang.

Yang menjadi fokus lebih besar bukanlah tentang robot, melainkan sosok Ashley sebagai pesohor dan Rachel sebagai penggemar. Rachel merasa kehadiran idolanya bisa membantu hidupnya. Sedangkan Ashley sebagai idola juga bukannya tanpa masalah. Dia dikekang, diperintah untuk menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

Sisi kelam pesohor seperti itu bisa kita lihat dengan kenyataan begitu banyak pesohor yang tertekan karena statusnya dan beban yang ditanggungnya. Nama Miley Cyrus cukup mengejutkan ketika tampil di episode ini. Perannya sebagai Ashley mengingatkan kita pada sosok Hannah Montana. Ending episode ini akan menceritakan bagaimana usaha Rachel menyelamatkan idolanya.

Black Mirror Season 5 kembali menawarkan berbagai genre dalam sebuah season, kali ini ia tampil sedikit cerah. Banyaknya drama dan cara penyelesaiannya yang lebih diplomatis merupakan indikatornya. Hal tersebut seperti sebuah pesan bahwa ada harapan di balik kemajuan teknologi. Bagaimana komentarmu terhadap season kelima ini? Tuliskan di bawah, yuk!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *