Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Black Mirror S4 (2017), Drama dari Teknologi

Review & Sinopsis Black Mirror S4 (2017), Drama dari Teknologi

Ditulis oleh - Diperbaharui 11 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Black Mirror season pertama sampai ketiga dianggap berhasil mempertahankan kualitasnya. Hanya membutuhkan waktu setahun untuk season keempatnya dirilis. Charlie Brooker yang membuat serial ini sepertinya nggak kehabisan ide. Dia menyatakan setiap season Black Mirror akan seperti album yang menghasilkan karya berbeda dibanding dengan season sebelumnya.

Di season keempat, penggemar Black Mirror akan dimanjakan dengan jumlah episode yang terbilang banyak. Meneruskan season ketiga, season keempat juga memuat enam episode yang ceritanya berbeda-beda satu sama lain. Bagaimana review dan sinopsis serial Black Mirror Season 4? Kamu bisa menyimaknya di sini.

Sinopsis Episode 1: USS Callister

Sinopsis Episode 1 USS Callister

  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: Toby Hayness
  • Pemain: Jesse Plemons, Cristin Milioti, Jimmi Simpson, Michael Coel, Billy Magnussen

Robert Daly adalah kapten sebuah pesawat luar angkasa. Dia bersama kru pesawatnya sampai di stasiun luar angkasa benama USS Callister. Kedatangannya bukan untuk melakukan penelitian, melainkan mencari musuh abadinya yang bernama Valdack. Pesawat milk Valdack bisa dihancurkan tapi Valdack berhasil melarikan diri.

Di kehidupan nyata, Daly adalah seorang wakil direktur di perusahaan bernama Callister Inc. Perusahaan itu didirikan olehnya bersama James Walton yang menjadi CEO. Perusahaan itu bergerak dalam pembuatan gim bertema luar angkasa. Sayangnya, Daly nggak diperlakukan baik oleh teman-teman kantornya. Merasa nggak puas dengan hidupnya, dia memilih balas dendam di dunia virtual.

Eskapisme dan Pembalasan Dendam

Eskapisme dan Pembalasan Dendam

Kenyataan nggak selalu berjalan dengan menyenangkan. Manusia pada umumnya mencari cara untuk menghibur diri melalui berbagai kegiatan. Bisa itu berupa media sosial atau gim. Nggak sedikit yang lebih serius hidup di dunia virtual dibandingkan dengan dunia nyata. Dunia virtual memungkinkan kita mengontrol nasib kita sendiri. Kalau gagal kita bisa mengulangnya dari awal.

USS Callister menggunakan sudut pandang yang sama. Daly yang selalu dianggap remeh mencari jalan keluar versinya di dunia virtual. Dia mengambil DNA orang-orang kantor yang menyebalkan padanya kemudian dimasukkan ke dalam gim. Episode ini menyoroti tentang betapa kontrasnya kehidupan seseorang di dunia nyata dengan dunia virtual.

Sinopsis Episode 2: Arkangel

Sinopsis Episode 2 Arkangel

  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: Jodie Foster
  • Pemain: Rosemarie DeWitt, Brenna Harding, Owen Teague

Marie Sambrell adalah seorang ibu yang protektif pada anaknya, Sara. Suatu hari ketika bermain di taman, dia kehilangan Sara. Nggak lama kemudian, Sara ditemukan dengan keadaan yang baik-baik saja. Marie merasa terganggu karena kejadian itu. Dia nggak mau lagi sampai kesulitan mencari anaknya.

Marie ikut serta dalam sebuah proyek bernama Arkangel. Proyek itu berfungsi untuk memonitor anak dengan menggunakan implan. Proyek itu memungkinkan Marie untuk melihat, mendengar bahkan merasakan yang dialami anaknya melalui tablet. Semua berjalan dengan baik, sampai berbagai kejanggalan terjadi ketika Sara memasuki usia remaja.

Teknologi dalam Hubungan Ibu dan Anak

Teknologi dalam Hubungan Ibu dan Anak

Semakin jaman modern, orang tua semakin khawatir akan anaknya. Teknologi yang berkembang pesat dan pergaulan yang berbeda dari jaman mereka cukup bikin waswas. Banyaknya kejadian mengerikan semakin memperparah perasaan itu. Hal itu dirangkum dengan baik di episode Arkangel. Ini tentang kekhawatiran seorang ibu terhadap anak perempuannya.

Dia merasa sang anak bisa tumbuh normal dengan batasan yang diterapkan atas pengamatannya melalui Arkangel. Kenyataannya, Sara menjadi kekanak-kanakan di usia remaja dan nggak tumbuh seperti seharusnya. Hal ini seperti menjadi sebuah pesan bahwa teknologi yang terlalu maju bisa digunakan memonitor anak, tapi hasilnya nggak baik.

Sinopsis Episode 3: Crocodile

Sinopsis Episode 3 Crocodile

  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: John Hillcoat
  • Pemain: Andrea Riseborough, Kiran Sonia Sawar, Andrew Gower, Anthony Welsh

Rob mengendarai mobil bersama temannya, Mia, di sebuah jalanan di pegunungan. Kondisi Rob yang sedang mabuk membuat dia nggak bisa mengendalikan diri. Dia menabrak seseorang yang sedang mengendarai sepeda dan membuatnya tewas. Karena takut akan mendapat hukuman, Rob meminta tolong Mia untuk menyingkirkan jasad dan membuangnya ke danau.

Berselang 15 tahun setelah peristiwa tabrak lari, Mia, mendapat kehidupan yang nyaris sempurna. Dia sudah menikah, mempunyai anak dan karirnya sebagai arsitek sedang menanjak. Ketika sedang di luar kota untuk bisnis, dia dihampiri oleh Rob yang mengaku sudah berhenti minum alkohol. Rob mengajak Mia untuk mengakui kesalahan mereka pada istri pesepeda.

Takut hidupnya hancur, Mia membunuh Rob dan berniat membuang mayatnya. Masalah muncul ketika di luar hotel, ada seseorang yang tertabrak. Dia berhasil membuang mayat, tapi penyelidikan dilakukan. Pasalnya ada sebuah alat bernama Recaller yang bisa mengembalikan memori seseorang. Mia berpotensi menjadi saksi, tapi bukan nggak mungkin menjadi terdakwa.

Sisi Kelam Manusia

Sisi Kelam Manusia

Episode Crocodile bisa dibilang sebagai episode paling berbeda dibanding yang lainnya di serial Black Mirror. Unsur drama begitu kental walau tetap nggak melupakan ciri khas dengan adanya teknologi canggih. Kali ini Recaller membuat konfliknya semakin berat untuk Mia. Alat itu bisa mengembalikan memorinya pada kejadian dan membuatnya jadi pelaku pembunuhan.

Sisi kelam manusia diperlihatkan di episode ini. Bagaimana di situasi mendesak, manusia bisa berperilaku sangat kejam. Akting Andrea Riseborough sebagai Mia patut diacungi jempol. Dia bisa menjadi seseorang yang rapuh tapi berubah menjadi seseorang berdarah dingin. Aktingnya terlihat natural tanpa ada kesan dipaksakan.

Baca juga: Review & Sinopsis Black Mirror S3 (2016)

Sinopsis Episode 4: Hang the DJ

Sinopsis Episode 4 Hang the DJ

  • Genre: Science Fiction, Drama
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: Tim Van Patten
  • Pemain: Georgina Campbell, Joe Cole

Di masa depan, ada semacam software yang diberi nama “System”. Ia berupa dinding yang di dalamnya ada ratusan orang yang akan dipasangkan oleh “Coach”. “Coach” merupakan sebuah tablet yang dibawa oleh anggota “System” untuk mengarahkan dengan siapa mereka akan bertemu. Pertemuan itu bisa terjadi dalam waktu hitungan hari bahkan tahun.

Alat tersebut mempunyai kemampuan menyatukan kecocokan sampai angka 99,8%. Frank dan Amy merupakan pengguna “System”. Mereka dipertemukan dan diberi waktu selama 12 jam untuk saling mengenal. Setelah wakut habis, mereka berpisah dan dipertemukan dengan orang lain. Sayangnya, mereka nggak pernah bisa menghabiskan 12 jam bersama orang lain.

“Coach” mempertemukan mereka kembali. Frank ingin mereka bisa bersama tanpa batas waktu walau harus melanggar perjanjian. Sayangnya, ”System” bisa membacanya dan waktu pertemuan mereka dikurangi. Bisakah mereka melawan “System”? Sekali lagi, Black Mirror menyajikan cerita tentang manusia yang harus melawan teknologi.

Dating Apps dan Cinta Sejati

Dating Apps dan Cinta Sejati

Cerita di episode Hang The DJ merupakan salah satu yang paling hangat sepanjang serial Black Mirror. Kita akan dipertontonkan perjuangan dua orang yang saling jatuh cinta tapi terjebak oleh teknologi canggih yaitu dinding “System”. Setiap usaha mereka melawan “Coach”, waktu mereka akan berkurang dan terpisahkan.

Di akhir episode, “System” diperlihatkan aslinya. Ia adalah dating app. Di masa kini tentu hal tersebut bukanlah sesuatu yang asing. Sayangnya, di episode ini aplikasi tersebut punya aturan sendiri. Untuk bisa terus bersama orang yang disayangi, mereka harus memberontak dan melawan peraturan. Puncaknya, mereka berniat melompati dinding “System”.

Sinopsis Episode 5: Metalhead

Sinopsis Episode 5 Metalhead

  • Genre: Science Fiction, Thriller, Horror
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: David Slade
  • Pemain:  Maxine Peake

Di masa pasca-apokaliptik, Bella, Anthony, dan Clarke tengah berjuang mencari sebuah kotak. Kotak itu dianggap bisa menyembuhkan luka yang dirasakan teman mereka, Jack. Mereka berkendara ke sebuah gudang. Bella dan Anthony masuk ke gudang dan menemukan kotak yang mereka cari. Tapi, di belakang mereka ada robot-robot anjing yang mengawal gudang itu.

Robot-robot anjing itu mulai menyerang Bella dan Anthony. Bella melarikan diri tanpa membawa kotak yang dia temukan. Anthony berhasil dibunuh, begitu juga Clarke yang sedang mencoba mencuri van. Alhasil, tinggal Bella yang dikejar-kejar. Dia menghubungi seseorang lewat walkie-talkie, berjaga-jaga kalau dia dibunuh. Bisakah Bella selamat?

Perkembangan Robot Masa Depan

Perkembangan Robot Masa Depan

Robot-robot anjing di gudang di episode Metalhead menjadi karakter antagonis. Mereka bisa berlari cepat, memanjat, menembak, bahkan melacak keberadaan targetnya. Saat ini, robot sedang dikembangkan untuk dapat melakukan tugas-tugas manusia. Bukan nggak mungkin, tugas untuk menjaga gudang bukan lagi dilakukan oleh manusia tapi oleh robot.

Sepanjang episode, kita akan dibawa merasakan ketegangan melihat Bella dikejar. Suasana dibuat lebih mencekam dengan pemilihan gambar hitam dan putih khusus untuk episode ini. Sepertinya Metalhead memang ditujukan bagi orang-orang yang menyukai tema survival. Yang mengejutkan adalah ending­-nya yang bisa bikin tertawa sekaligus kesal.

Sinopsis Episode 6: Black Museum

Sinopsis Episode 6 Black Museum

  • Genre: Science Fiction, Horror
  • Produksi: House of Tomorrow
  • Sutradara: Colm McCarthy
  • Pemain: Douglas Hodge, Letitia Wright

Nish mengunjungi sebuah museum bernama Black Museum yang terletak di sebuah pom bensin. Museum itu dimiliki oleh seorang neurologi bernama Rolo Haynes. Rolo mengajak Nish berkeliling di museum sambil menjelaskan barang-barang yang ada di dalamnya. Uniknya semua barang merupakan peninggalan yang berhubungan dengan kejadian kriminal.

Rolo menjelaskan satu per satu barang di museumnya. Ada pelindung rambut, boneka monyet, sampai sosok hologram Claton Leigh. Rolo menyatakan bahwa Leigh bersalah atas kasus pembunuhan. Nish mendebat karena nggak ada bukti yang jelas. Ternyata, di balik benda-benda itu ada banyak cerita mengerikan yang terjadi. Nish bukan hanya datang untuk berkunjung.

Sains dan Teknologi yang Mengerikan

Sains dan Teknologi yang Mengerikan

Di episode ini, Rolo menjelaskan tentang tiga uji coba sainsnya. Dimulai dari penutup rambut yang dihubungkan dengan sebuah implan. Orang yang menggunakan alat itu akan merasakan sensasi orang yang ditanami implan. Ada lagi versi seorang perempuan yang koma dipindahkan ke otak suaminya. Perempuan itu jadi bisa melihat dan merasa yang dirasakan suaminya.

Black Museum menjadi penutup Black Mirror yang sempurna. Kelamnya Black Mirror di dua season sebelumnya benar-benar dibangkitkan. Banyak adegan-adegan mengerikan yang bisa membuat nggak nyaman ketika menonton episode ini. Kalau kamu nggak masalah dengan hal itu, bisa merasakan pengalaman horror yang seru.

Black Mirror Season 4 mempunyai perbedaan yang signifikan dengan seasonseason sebelumnya. Lebih banyak drama walau tetap dengan benang merah sisi gelap dari teknologi. Menonton season ini, kita akan diberi sajian lengkap dari mulai science fiction, drama, thriller sampai horror. Kamu suka yang mana nih? Ayo tulis di kolom komentar, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *