bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Film Action Black and Blue (2019)

Sinopsis & Review Film Action Black and Blue (2019)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 31 Mei 2021

Seorang polisi wanita berkulit hitam melihat aksi tidak terpuji dilakukan oleh rekan sesama polisi. Tindakan tersebut terekam dalam body camera yang ada pada dirinya, sekaligus membawa polisi wanita itu dalam bahaya. Alicia adalah seorang veteran angkatan darat yang kembali ke kampung halamannya di New Orleans dan menjadi anggota kepolisian di sana.

Hidupnya semakin berada dalam ancaman saat dia difitnah telah menembak masyarakat sipil oleh pelaku sebenarnya; yang juga seorang anggota kepolisian. Dalam film Black and Blue Anda akan melihat keberanian seorang polisi wanita kulit hitam dalam mengungkapkan sebuah fakta kejahatan. Ya! Daripada semakin penasaran, Anda bisa langsung membaca sinopsis serta ulasannya berikut ini!

Sinopsis

  • Tanggal/Tahun Rilis: 21 September 2019
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Screen Gems, Royal Viking Entertainment, Hidden Empire Film Group
  • Sutradara: Deon Taylor
  • Pemeran: Naomie Harris, Tyrese Gibson, Frank Grillo, Mike Colter

Alicia West (Naomie Harris) adalah seorang veteran Angkatan Darat Amerika Serikat yang harus kembali ke kampung halamannya di New Orleans dan direkrut menjadi anggota departemen kepolisian kota. Pada suatu sore ketika Alicia menghabiskan waktunya untuk jogging dia dihampiri oleh dua orang polisi yang tampak anti terhadap orang-orang kulit hitam.

Alicia diperintahkan untuk berhenti. Dia kemudian mendapat perlakuan kasar dari salah satu polisi, sementara polisi yang lain memeriksa identitasnya. Setelah mengetahui bahwa perempuan kulit hitam yang mereka geledah adalah seorang blue atau polisi, mereka pergi meninggalkan Alicia yang sedang dalam keadaan marah.

Esoknya Alicia mulai bekerja dan bertugas bersama Kevin Jennings (Reid Scott). Mereka pun berpatroli menggunakan peralatan lengkap karena orang-orang di sekitar wilayah tersebut sangat membenci para polisi. Keduanya kemudian mampir di sebuah minimarket. Di sana Alicia bertemu dengan temannya Mouse (Tyrese Gibson) dan berbincang dengan salah satu anak yang diketahui bernama Jamal (Carsyn Taylor).

Jamal sendiri merupakan anak dari seorang bos besar kulit hitam dan gangster di wilayah itu. Sang ibu tidak senang anaknya berbicara dengan polisi. Alicia rupanya kenal dengan ibu dari si anak tersebut. Dia adalah Missy (Nafessa Williams). Anehnya Missy berlagak tidak mengenalinya. Alicia dan Jennings lantas kembali ke kantor.

Sesampainya di kantor, Jennings bercerita jika malam ini dia ada kencan dengan sang istri. Sesaat kemudian, Jennings diminta untuk kembali patroli. Namun karena ada kencan, lelaki itu meminta Alicia untuk menggantikannya. Alicia bersedia kerja ganda dan kali ini dia ditemani oleh Deacon Brown (James Moses) untuk berpatroli.

Saat berpatroli, Alicia dan Daecon melihat ada kerumuman orang yang tengah berkelahi. Alice mencoba melerainya. Di dalam kerumuman orang tersebut Deacon melihat ada seorang pria mencurigakan yang terus-menerus memerhatikan Alicia. Benar saja, pria mencurigakan tersebut membawa senjata. Beruntung Daecon berhasil meringkusnya.

Tak lama dari peristiwa itu, Deacon mendapat panggilan telepon ke handphonenya dan mengajak Alicia pergi. Begitu sampai ke sebuah tempat, Deacon meminta Alicia untuk tetap tinggal di dalam mobil. Deacon kemudian masuk ke sebuah bangunan yang tampak tidak terurus. Dari dalam mobil, Alicia melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat diteriaki Alicia, pria ber-hoodie itu pergi. Di saat bersamaan Alicia mendengar suara tembakan dari arah gedung yang dimasukin Deacon.

Begitu memeriksa ke dalam, Alicia mendapati seseorang pengedar narkoba tanpa senjata ditembak, sementara Deacon berdiri bersama dua orang laki-laki, yaitu detektif Terry Malone (Frank Grillo) dan Smitty (Beau Knapp). Deacon kaget Alicia sudah ada di sana, lengkap dengan rompi berkamera. Terry mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya tapi Smitty yang melihat kamera di tubuh Alicia terlanjur panik lalu menembak polisi wanita itu.

Beruntung rompi yang dipakai Alicia adalah antipeluru sehingga dia bisa selamat dan bergegas pergi. Terry lantas meminta Smitt mencari polisi itu untuk mendapatkan body camera-nya. Terry terus mengejar Alicia tapi dia berhasil lolos. Cerita berlanjut saat Alicia sudah berada di minimarket yang dijaga oleh temannya, Mouse. Dia lalu menghubungi Jennings dan pergi berdua dengannya.

Dalam perjalanan Alicia bercerita mengenai peristiwa yang dilihatnya baru saja sekaligus mengatakan akan mengunggah rekaman yang tertangkap body camera miliknya. Jennings menyarankan Alicia untuk berpikir ulang karena itu menyangkut reputasi kepolisian. Saat berbicara, Jennings tak sengaja menyebut nama Terry dan Smitt padahal Alicia belum mengatakan siapa polisi yang dia maksud.

Dengan sigap, Alicia mengacungkan pistol ke arah Jennings karena mencurigai bahwa dia adalah salah satu dari mereka. Benar saja, Jennings mengaku ikut membantu Terry. Tak lama, Terry datang dan mencoba menembak Alicia. Polisi itu segera melarikan diri dan menuju kediaman Mouse. Untuk sementara Alicia meminta bantuan Mouse untuk mengizinkannya tinggal.

Polisi lain lalu bergegas melakukan penyelidikan di gedung tadi dan Terry dengan liciknya mengatakan bahwa orang yang menembak korban adalah Alicia. Tak lama berselang, Darius Tureau (Mike Colter) datang ke lokasi kejadian. Lagi-lagi Terry mengatakan bahwa Alicialah yang menembak; rupanya yang ditembak Terry tadi adalah keponakan Darius. Tanpa berpikir panjang, Darius segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari Alicia.

Terry mengkonfrontasi Jennings dan bertanya mengenai Alicia. Lelaki itu kemudian mengatakan bahwa Alicia pernah menemui seorang teman yang menjaga sebuah minimarket. Terry lantas bergegas menuju ke sana dan langsung memeriksa CCTV. Terry dengan mudah menemukan Alicia terekam kamera CCTV. Bersama anak buah Darius, mereka pun tancap gas menuju tempat Alicia berada.

Alicia dan Mouse mengetahui kehadiran mereka dan berburu waktu melarikan diri melalui pintu belakang. Saat kejar-kejaran dengan anak buah Darius, kaki Mouse tertembak. Lelaki itu kemudian menyarankan Alicia untuk melarikan diri ke sebuah gereja. Di sana ada seorang pendeta yang memiliki mobil dan siapa tahu bisa membantunya.

Tak berselang lama, Mouse berhasil ditangkap oleh anak buah Darius dan meninggalkan Alicia dengan perasaan bersalah. Apakah Alicia berhasil menyelamatkan diri dan membersihkan namanya? Bagaimana nasib rekaman video yang ada di dirinya sebagai barang bukti utama?

Judul Singgung Isu Sosial

Petunjuk mengenai pemilihan judul Black and Blue bisa Anda dapatkan sesaat setelah film dimulai. Ketika itu Alicia yang sedang jogging diperlakukan kasar oleh dua polisi kulit putih. Mereka terlihat tidak menyenangi orang-orang berkulit hitam dan mudah mencurigai mereka begitu saja. Begitu diketahui bahwa Alicia seorang Blue, mereka pergi.

Yap! Blue dalam film ini mengacu pada sebutan untuk seseorang yang berstatus sebagai seorang polisi, sementara Black, tentu saja mengacu pada ras Alicia, ras kulit hitam. Melihat dari judulnya dan sepenggal adegan di awal film, kita mungkin akan mengharapkan sebuah film dengan isu sosial mengenai seorang polisi berkulit hitam. Namun, itu tidak terpenuhi. Dialog-dialog mengenai masalah sosial terkait black dan blue kurang dinaikkan dan tidak terlalu menjadi isu utama.

Baca juga: Yuk Tonton Film Tentang Polisi yang Paling Seru Ini!

Perlihatkan Solidnya Orang Kulit Hitam

Sebaliknya, saat menonton Black and Blue Anda akan melihat kesolidan yang tersirat antara sesama orang kulit hitam. Hal ini terlihat pada sosok Mouse dan Darius itu sendiri. Saat Mouse berhasil ditangkap, dia dipaksa membocorkan keberadaan Alicia, tapi lelaki itu bertahan dan menolak mengatakan apa pun. Padahal saat itu nyawanya berada dalam posisi terancam.

Pihak polisi yang menangani masalah ini pun adalah seorang polisi wanita kulit hitam.  Begitu halnya dengan Darius, yang pada akhirnya memilih menahan diri untuk tidak langsung menghabisi Alicia melainkan mencoba mendengar dan percaya pada pengakuan yang diungkapkan polisi wanita itu.

Pasalnya dia lantas meminta para anak buah untuk meretas body camera guna memeriksanya lebih dulu. Darius ingin mengetahui fakta sekaligus membuktikan pengakuan Alicia daripada langsung membunuhnya. Saat Darius mengetahui fakta sebenarnya, di sini terjadi adegan tembak-tembakan antara anggota polisi, yang sebagian berkulit putih, dengan kelompok Darius yang berkulit hitam.

Tontonkan Kekuatan Wanita

Dibintangi Naomie Harris sebagai bintang utamanya, film Black and Blue perlihatkan kekuatan yang dimiliki seorang wanita. Karakter Alicia dalam film ini akan mengesankan Anda karena integritasnya sebagai petugas kepolisian yang sigap, berani dan jujur.

Film ini seperti memberi ruang bagi karakter Alicia untuk memperlihatkan keberaniannya, entah sebagai seorang polisi, entah sebagai wanita, atau sebagai orang kulit hitam. Di tengah-tengah sikapnya yang berani dan bermental baja, sisi lembut Alicia sebagai seorang wanita turut diperlihatkan dalam film ini.

Secara plot, Black and Blue juga tidak terlalu sulit dicerna. Film ini masih bisa dinikmati, terutama jika Anda suka dengan karakter-karakter wanita yang kuat dalam sebuah film. Adegan action berupa aksi tembak-tembakan dan pengejarannya pun cukup menegangkan; apalagi jika ingat bahwa tokoh utamanya adalah seorang wanita. Jika penasaran dengan Black and Blue, film ini bisa disaksikan di Netflix ya!

Black and Blue
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram