bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Belle (2021), Beauty and the Beast Modern?

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
Belle
4
/5

Suzu adalah seorang gadis SMA yang pemalu dan menjadi tidak percaya diri lagi, terutama dengan hobinya bernyanyi. Namun, ketika ia memasuki ‘U’, sebuah dunia maya yang sedang viral, Suzu bisa kembali bernyanyi.

Di dunia ‘U’, Suzu digambarkan dengan sosok gadis cantik dengan suara yang bagus dan dicintai banyak orang. Dan nama yang ia pilih di dunia tersebut adalah ‘Bell’.

Film ini lebih dikenal dengan judul Belle yang dalam bahasa Jepang film ini dikenal dengan Ryuu to Sobakasu no Hime.

Meskipun film ini memiliki rate untuk anak remaja, tapi untuk yang sudah dewasa pun rasanya film ini masih cocok disaksikan, terutama karena ceritanya yang fantastik dan menyentuh hati. Daripada penasaran, berikuti ini ulasan dan review film Belle (2021).

Sinopsis

sinopsis_

Adalah Suzu Naito, seorang gadis SMA yang tinggal di pedesaan Jepang, tepatnya di Perfektur Kochi. Suzu yang sangat menyukai bernyanyi, kini tidak bisa kembali bernyanyi semenjak kematian ibunya.

Kehilangan seorang ibu yang begitu dekat dengan dirinya, bahkan melihat kejadian yang menimpa ibunya tersebut, menyisakan trauma yang cukup mendalam. 

Kini, Suzu hanya tinggal bersama dengan ayahnya, dengan komunikasi yang sangat seadanya. Di sekolah, ia tidak terlalu memiliki banyak teman, kecuali sahabat baiknya Hiro, Shinobu teman masa kecilnya, Kamishin teman sekelasnya dan Ruka si gadis populer.

Suatu ketika, Suzu mengaktifkan media sosial dunia maya yang sedang viral yang dikenal dengan sebutan ‘U’. Di dunia ‘U’ setiap orang bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan, dan biasanya avatar yang muncul adalah representasi dari si pemilik akunnya.

Suzu memasuki dunia tersebut dengan nama ‘Bell’ yang merupakan arti namanya sendiri dalam bahasa Inggris. Bell muncul dengan gambaran gadis cantik dengan bintik di wajahnya dan mulai bisa bernyanyi kembali, menyanyikan lagunya sendiri. 

Meskipun awalnya penampilan Bell banyak dikritik karena bintik di wajahnya, tapi tak butuh lama, eksistensi Bell di dunia ‘U’ tersebut menjadi sangat terkenal hampir ke seluruh dunia. Kini, orang-orang memanggilnya ‘Belle’ yang memiliki arti ‘cantik’ dalam bahasa Prancis.

Pada suatu hari di konser Belle yang telah dinanti-nantikan banyak orang, sosok avatar Ryuu (Naga) muncul dan mengacaukan konser, sehingga para superior di dunia Maya mengejar Ryuu yang dipimpin oleh Justin. Ryuu tersebut dikejar-kejar karena telah mengacaukan kedamaian dunia 'U'.

Alih-alih merasa terganggu, Belle justru tertarik dengan sosok Ryuu tersebut, terutama karena corak (memar) yang ada di punggungnya.

Dengan bantuan dari Hiro yang merupakan satu-satunya yang mengetahui identitas dirinya sebagai Belle, Suzu diam-diam mulai mengumpulkan informasi dan mencari sosok Ryuu yang justru terkenal dikalangan anak-anak karena dianggap sebagai pahlawan.

Dengan sosoknya sebagai Belle, ia mulai mencari Ryuu dan menghindari Justin. Belle mendapatkan bantuan dari avatar malaikat dan berhasil pergi menuju ke kastil tempat tinggal Ryuu dan menemukannya di sana.

Meskipun setelah sampai di kastil tersebut Belle malah diusir, tapi Belle tak gentar dan terus mencoba mendekati Ryuu dan perlahan Ryuu pun mulai bisa menerima Belle.

Sementara di dunia nyata, tiba-tiba Ruka mengatakan kalau ia meminta bantuan untuk bisa dekat dengan laki-laki yang disukainya. Suzu langsung menebak kalau laki-laki tersebut adalah Shinobu, karena mereka berdua sama-sama siswa populer di sekolah. Tapi Ruka mengatakan kalau ia sukai adalah Kamishin.

Sementara itu di dunia 'U', Justin berhasil menemukan kastil tempat tinggal Ryuu dan menghancurkan kastil tersebut.

Justin lantas menginterogasi Belle karena ia dekat dengan Ryuu, namun Belle enggan memberitahu keberadaan Ryuu meskipun ia diancam oleh Justin yang akan mengungkapkan identitas aslinya kalau tidak mau bekerjasama.

Sebelum identitas Belle terungkap, Ryuu kembali muncul dan menyelamatkan Belle. Hiro dan Suzu berusaha mencari tahu identitas aslinya Ryuu secepat mungkin.

Kemudian, mereka menemukan beberapa orang yang kemungkinan adalah Ryuu di dunia nyata. Lalu, belakangan Ryuu di dunia nyata diketahui bernama Kei setelah mendengar cuplikan seorang anak laki-laki menyanyikan lagu yang hanya diketahui oleh Belle dan Ryuu.

Dalam cuplikan video yang ternyata live, Suzu dan Hiro terkejut melihat kalau Kei dan saudaranya dianiaya oleh ayah kandung mereka sendiri. Suzu berusaha ingin menyelamatkan Kei meskipun Kei tidak mempercayai kalau Suzu adalah Belle. 

Kemudian atas saran dari Shinobu, Suzu didesak untuk menyanyi sebagai dirinya sendiri di dunia 'U'. Tidak hanya Shinobu, empat orang guru paduan suara, Ruka dan Kamishin pun sebenarnya sudah tahu kalau Belle di dunia 'U' adalah Suzu.

Lalu, Suzu pun memberanikan diri untuk mengungkapkan identitas aslinya di dunia 'U'. Namun, apakah Suzu berhasil menyelamatkan Kei? Dan bagaimanakah nasib Suzu selanjutnya setelah identitasnya terungkap?

Terinspirasi dari Beauty and The Beast

terinspirasi dari beauty and the beast_

Pada pertengahan cerita, ketika muncul sosok Belle dan Ryuu, saya langsung teringat dengan film animasi Disney, Beauty and the Beast.

Dan ternyata, sang sutradara, Mamoru Hosoda, mengatakan kalau ia memang ingin membuat film musikal yang terinspirasi dari dongeng Prancis karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumont (1756) dan animasi Disney pada tahun 1991, namun dalam balutan era modern. 

Beberapa poin yang membedakan film ini dengan film animasi Beauty and the Beast milik Disney adalah, film ini menceritakan era modern, di mana dunia virtual atau dunia media sosial sudah menyebar luas. Kemudian, Belle di film ini merupakan karakter avatar yang diciptakan oleh Suzu di dunia ‘U’. 

Tidak melulu menceritakan kisah cinta, justru film ini menurut saya lebih banyak menceritakan tentang Suzu yang kehilangan kepercayaan dirinya semenjak kehilangan ibunya yang sangat ia cintai. Bahkan semejak itu, komunikasi dengan ayahnya sendiri pun bisa dibilang dilakukan secukupnya saja.

Beruntung dia punya teman yang selalu menemani dirinya, ditambah beberapa ibu-ibu grup paduan suara yang juga baik kepada Suzu. Juga beberapa teman lainnya yang selalu mendukung Suzu, seperti cinta pertamanya Suzu. 

Development karakternya Suzu ini cukup terlihat kentara, terutama ketika ia merasa ingin menyelamatkan Ryuu atau Kei. Seoalah ia baru menyadari, apa yang dulu ibunya lakukan saat menyelamatkan seorang anak kecil, bahkan sampai akhirnya ibunya itu meninggal dunia.

Realita Vs Dunia Maya

realita vs dunia maya_

Selama 122 menit kamu akan melihat cerita dua dunia yang berbeda, dunia pertama atau realita adalah dunia Suzu berada dan dunia virtual tempat Belle berada yaitu di dunia ‘U’. 

Jika sedang menceritakan karakter Suzu, maka kamu akan diperlihatkan sosok seorang gadis SMA yang kurang percaya diri semenjak ibunya meninggal dan hanya memiliki beberapa orang teman saja. Sementara, ketika karakter Belle diperlihatkan, kamu akan melihat sosok gadis yang cantik, percaya diri, suaranya merdu dan disukai banyak orang. 

Ketika menonton film ini, saya langsung teringat dengan kenyataan dunia yang sekarang, ketika media sosial sudah semakin menyebar luas ke semua kalangan usia. Bahkan, tak jarang orang-orang hanya menampilkan hal yang baik-baik saja ketika di dunia maya, sementara di dunia nyata belum tentu sama.

Belum lagi dengan fenomena ‘bullying’, di dunia maya. Seperti yang dialami oleh Ryuu yang diejek oleh banyak pengguna ‘U’, begitu juga dengan Belle yang pada awalnya kurang bisa diterima.

Bahkan, ketika akhirnya Suzu memperlihatkan sosok aslinya, orang-orang yang semula mengagumi Belle, ketika melihat sosok aslinya mulai menjauh karena terlihat ‘biasa’.

Dan yang paling saya sukai adalah penggambaran dunia realita dengan dunia ‘U’ di film ini tergambarkan dengan sangat jelas. Jadi yang menonton pun bisa melihat perbedaan yang kentara dari dua dunia tersebut.

Visual yang Diambil dari Beberapa tempat di Prefektur Kochi

visual dari perfektur kochi_

Selain alur ceritanya yang menarik dan menyentuh hati, menurut saya sinematografi di film ini juga sangat cantik. Terutama untuk scene latar tempatnya, seperti saat memperlihatkan pemandangan sungai, pedesaan bahkan sekolah lama Suzu yang terlihat seperti nyata. 

Beberapa latar tempat seperti stasiun, jembatan, sungai dan perempatan jalan yang muncul di film ini  merupakan tempat yang benar-benar ada di prefektur Kochi, Jepang. Jembatan yang selalu dilalui oleh Suzu merupakan jembatan yang melintasi sungai Niyodo, halte bus Nishitani dan stasiun kereta api di JR Ino.

Dan seperti sudah disebutkan sebelumnya, penggambaran dan pengambilan tone warna saat di dunia nyata dan dunia ‘U’ itu sangat terlihat jelas sekali perbedaannya, sehingga visualisasinya semakin terlihat menarik dan cukup mudah untuk membedakannya.

Secara keseluruhan film ini worth it banget buat di tonton. Baik dari segi alur cerita, pengembangan karakter, dan visual yang mumpuni dan bikin mata seger pas lagi nontonnya.

Nah, itulah ulasan film Belle (2021) atau Ryuu to Sobakasu no Hime. Dari pada penasaran sama filmnya, kamu bisa menyaksikan film ini di Netflix!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram