Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Before Sunrise, Film Drama Romantis Lawas

Sinopsis & Review Before Sunrise, Film Drama Romantis Lawas

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Film ini menghadirkan duet romantis antara Ethan Hawke serta Julie Delpy yang masing-masing berperan sebagai Jesse dan Celine. Before Sunrise ditayangkan secara perdana pada Sundance Film Festival di tanggal 19 Januari 1995.

Dalam situs aggregator Rotten Tomatoes, film berdurasi 1 jam 45 menit ini mendapatkan rating sempurna 100% dari semua ulasan kritikus. Cerita dalam film ini menawarkan alur yang minimalis, dan hanya berfokus kepada sosok Jesse serta Celine.

Jesse sendiri adalah seorang pria asal Amerika yang bertemu Celine, gadis dari Prancis, di sebuah kereta api. Keduanya lalu menghabiskan satu malam dengan berjalan-jalan di sekitar kota Wina, Austria, hingga saling mengenal dan menyukai satu sama lain.

Sinopsis

Before Sunrise

  • Tahun rilis: 1995
  • Genre: Romantic drama
  • Rumah produksi: Castle Rock Entertainment
  • Sutradara: Richard Linklater
  • Pemeran Utama: Ethan Hawke dan Julie Delpy

Di sebuah kereta api dari Kota Budapest, Jesse akan pergi ke Wina untuk mengejar penerbangan pulang ke Amerika Serikat, sedangkan Celine harus kembali ke universitasnya di Paris setelah berkunjung ke rumah neneknya. Keduanya bertemu di kereta yang sama, dan Jesse memulai percakapan terlebih dahulu untuk bisa mengenal Celine lebih jauh lagi.

Saat kereta api sampai di Kota Wina, Jesse mengajak Celine untuk turun ikut bersamanya. Jesse harus pulang ke Amerika di besok paginya, dan ia tidak punya cukup uang untuk menginap di satu kamar hotel. Keduanya lalu memutuskan untuk menyusuri sudut-sudut Kota Wina hingga menjelang pagi.

Setelah mengunjungi beberapa tempat terkenal di Wina, keduanya merasa lebih dekat lagi. Ketika matahari mulai terbenam, mereka mulai merasakan hubungan yang semakin intim dan romantis. Jesse dan Celine lalu terlibat dalam obrolan yang lebih terbuka satu sama lain. Keduanya terlihat asik membahas seputar Kota Wina, cinta, kehidupan, hingga agama.

Jesse mengatakan kepada Celine bahwa dia datang ke Eropa hanya untuk menghabiskan waktu dengan pacarnya yang sedang belajar di Madrid. Namun saat tiba di sana, hubungannya tidak berjalan dengan baik dan putus di tengah jalan.

Saat hendak kembali ke Amerika, ia akan membeli tiket penerbangan pulang murah melalui Wina. Tapi, ia tidak langsung berangkat dan memilih untuk keliling Eropa dulu.

Keduanya kini semakin akrab satu sama lain, dan mulai ada rasa ketertarikan masing-masing. Perjalanan keduanya lalu terhenti di sebuah kafe yang ada di tengah kota Wina. Jesse dan Celine kemudian saling merayu dengan seolah-olah tengah melakukan percakapan telepon.

Celine mengungkapkan bahwa sebelum Jesse meyakinkannya, ia sebenarnya sudah bersedia untuk ikut turun dari kereta api bersamanya. Sedangkan Jesse, mengatakan jika Celine putus dengan pacarnya, ia akan memberikannya sebuah tiket pesawat yang dia inginkan agar bisa melarikan diri dan hidup lebih bebas lagi.

Malam kian larut dan mereka nampak seperti pasangan kekasih baru yang sedang di mabuk asmara. Meskipun begitu, Jesse dan Celine mengerti bahwa keduanya tidak mungkin akan bertemu lagi. Mereka lalu memutuskan untuk memanfaatkan waktu yang tersisa, dan mengakhiri malam dengan perasaan yang lebih mendalam dari sebelumnya.

Di momen itu juga, Jesse meyakinkan diri bahwa jika ia diberikan sebuah pilihan, ia akan menikahi Celine daripada tidak pernah bertemu dengannya lagi.

Keesokan harinya, mereka akan berpisah, dan kereta api yang dinaiki oleh Celine bersiap untuk berangkat. Keduanya tidak meminta kontak apa pun, dan berjanji untuk bertemu di tempat yang sama dalam waktu enam bulan kedepan.

Dialog dan Chemistry yang Kuat 

Dialog dan Chemistry yang Kuat

Before Sunrise mencoba menyajikan satu kisah drama romantis serealistis mungkin, dan itu nampaknya berhasil dijalankan dalam keseluruhan alur film ini. Tidak ada hal-hal yang berlebihan dari naskah maupun akting Ethan Hawke beserta Julie Delpy.

Semuanya terlihat sangat natural, dan keduanya berhasil menarik perhatian para penonton untuk terus menyaksikan cerita Jesse serta Celine hingga menuju akhir film.

Kota Wina yang menjadi latar film ini terlihat begitu mempesona dan membuat Before Sunrise semakin menarik untuk disaksikan setiap menitnya.

Selain itu, dialog-dialog yang dibangun oleh Jesse dan Celine sangat mengalir apa adanya. Apa yang dibicarakan oleh Jesse kepada celine terdengar seperti seorang pria yang sedang melakukan pendekatan dengan perempuan yang disukainya.

Percakapan yang dilakukan oleh keduanya cenderung realistis, dan bahkan terlihat malu-malu. Setiap obrolan dan dialog yang mereka ucapkan menjadi kekuatan utama dalam film ini. Before Sunrise pada akhirnya berhasil menciptakan ikatan yang seimbang diantara dua karakter Jesse dan Celine.

Keduanya sebenarnya sama-sama memiliki sifat romantis, namun dengan dua karakteristik yang berbeda. Jesse adalah tipikal orang yang sinis, dan tidak memiliki keyakinan terhadap apa yang dilakukan serta diucapkan oleh orang lain. Sementara Celine, dirinya adalah orang yang selalu dilanda keraguan akan keputusan yang selalu diambilnya.

Meski begitu, ketika obrolan mulai semakin mencair, Jesse merasa cocok dengan Celine dan semakin tertarik untuk berbicara lebih dalam tentang diri mereka masing-masing.

Jesse mulai sedikit berkompromi dengan watak sinisnya dan mulai mencair dengan situasi romantis yang dialami bersama Celine. Bila saja Celine tidak ikut turun bersama Jesse ke Wina, mungkin saja Jesse akan menjadi pria sinis keras kepala.

Kedekatan emosional yang semakin intim membuat mereka berencana untuk bertemu kembali enam bulan kemudian. Namun, apakah mereka benar-benar menepati janji tersebut untuk bertemu lagi?

Untuk menjawabnya, kalian mesti menonton sekuel keduanya yang berjudul Before Sunset (2004), sampai dengan film terakhirnya, Before Midnight, yang rilis di tahun 2013.

Obrolan Cerdas Tanpa Gombal

Obrolan Cerdas Tanpa Gombal

Jesse dan Celine terlihat sangat cocok satu sama lain tanpa harus mengumbar kata-kata romantis penuh rayuan gombal yang terdengar aneh. Hubungan keduanya mengalir dengan baik dalam sebuah obrolan. Lewat sudut pandangnya masing-masing, mereka mampu mempertontonkan sebuah percakapan yang efektif untuk menarik perhatian satu sama lain.

Penggambaran yang sangat manis tersebut tentunya berhasil diciptakan karena akting menawan dari Ethan Hawke dan Julie Delpy. Pada saat film ini dibuat, usia keduanya masih sangat muda, dan mereka mampu membangun chemistry yang sangat solid.

Ethan dan Julie terlihat seperti sepasang kekasih yang sudah lama bersama, dan apa yang diobrolkan lebih luas dari apa yang ditawarkan oleh naskah utama di film ini. Setiap adegannya, saat mereka berjalan-jalan menyusuri sudut Kota Wina, ketika bercanda, dan bahkan momen canggungnya pun semuanya berjalan sangat natural.

Mayoritas dalam film ini lebih banyak mengeksplorasi dialog-dialog di antara keduanya. Maka dari itu, memaknai Before Sunrise tidaklah terlalu sulit karena kalian cukup menikmati setiap tema yang mereka obrolkan.

Dari situ kita akan merasa bahwa sebuah obrolan yang cerdas lebih bermakna untuk memikat hati seorang perempuan daripada gombalan-gombalan yang tidak jelas.

Jika diperhatikan secara seksama, semua tema yang dibicarakan oleh keduanya sebenarnya menyinggung permasalahan sehari-hari pada umumnya. Perbedaannya, semua tema yang diobrolkan disajikan dengan bobot yang cerdas. Keduanya bisa menyikapi persoalan masing-masing yang terjadi di kehidupan mereka tanpa harus menghakimi satu sama lain.

Dialog di film ini tentunya banyak menawarkan kesan romantisme lewat percakapan tentang cinta. Namun sekali lagi, obrolan cinta dalam Before Sunrise dihadirkan dengan cara yang sederhana, tidak berlebihan, dan mudah untuk dipahami.

Dari menit pertama film ini, kita seolah digiring untuk terus tertarik dalam perjalanan serta obrolan yang mereka sajikan. Ada rasa seperti ingin terus mengikuti kemana pun mereka pergi, dan menguping apa yang dibicarakan oleh keduanya.

Before Sunrise adalah sebuah film drama romantis yang sangat memikat, dan bisa menjadi referensi bagi para pria yang ingin memulai percakapan cerdas dengan perempuan.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *