Sinopsis & Review Film Animasi Barbie: The Pearl Princess

Ditulis oleh Gerryaldo
Barbie: The Pearl Princess
3.5
/5

Kisah Barbie kembali hadir dan kali ini lumayan berbeda dengan serial Barbie lainnya karena settingnya yang tidak lagi kerajaan di atas bumi, melainkan kerajaan di dalam lautan. Film animasi ini tayang di tahun 2014 silam dan skenarionya ditulis oleh Cydne Clark dan Steve Granat, sedangkan sutradaranya adalah Zeke Norton.

Baca Juga: Sinopsis & Review Film Animasi Barbie: The Princess Charm School

Barbie di dalam film ini diceritakan sebagai seorang putri duyung bernama Lumina yang memiliki jutaan keinginan yang tak bisa terlaksana karena ia dikekang oleh Bibinya sendiri demi keselamatannya, namun saat satu kejadian tak disangka terjadi, kebenaran tentang Lumina terkuak membuat semua penghuni lautan terkejut!

Sinopsis

Barbie The Pearl Princess_Poster (Copy)

Lumina (Kelly Sheridan) merupakan seekor putri duyung yang cantik dan penuh semangat, meski demikian, ia tidak memiliki banyak teman karena hidupnya terkungkung dalam sebuah batu karang besar di dasar laut yang jauh dari peradaban makhluk laut. Satu-satunya teman Lumina adalah seekor kuda laut bernama Kuda (Katie Crown).

Selain Kuda, ia tinggal bersama Bibinya, Scylla (Trish Pattendon). Lumina yang memiliki kekuatan ajaib dengan mutiara tidak diperbolehkan Scylla untuk menggunakannya selain di dalam rumah. Hal itu lantaran Scylla khawatir akan ada mahluk laut lain yang mengetahuinya dan akan menculik Lumina dan merebut kekuatannya.

Lumina hanya bisa terdiam karena ia tidak bisa menolak karena kekhawatiran Scylla sangat bisa dimengerti. Namun kadang ia melanggarnya untuk bersenang sesekali dan itu membuat Scylla frustasi. Satu kali saat sedang bermain-main dengan Kuda, Lumina mengatakan ingin sekali melihat istana yang ada jauh disana.

Disaat Lumina asyik ngobrol dengan Kuda, datanglah seekor belut laut jahat bernama Murray (Peter New). Murray meminta Scylla untuk membuat racun guna membunuh Raja Nereus (Mark Oliver) supaya tahtanya jatuh pada anak dari Jendral Keamanan Kerajaan, yakni Caligo (John Novak) yang bernama Fergis (Simon Hill).

Tarik mundur cerita, Scylla sebenarnya adalah wanita jahat. Ia diminta Caligo untuk membunuh Lumina yang adalah putri dari Raja Nereus dan Ratu Lorelei (Rebecca Shoichet) sewaktu kecil. Namun Scylla tidak sampai hati; alih-alih membunuh Lumina, ia malah merawat dan membesarkannya, sehingga Lumina menganggapnya sebagai Bibinya.

Ini juga alasan kenapa Scylla tidak boleh membiarkan Lumina berkeliaran sembarangan apalagi sampai menunjukan kekuatan mengendalikan mutiara di publik. Apabila Caligo tidak sengaja melihat Lumina masih hidup. Semua bisa dalam bahaya. Scylla benar-benar ingin menjaga Lumina hingga ia cukup dewasa untuk menjaga dirinya sendiri.

Mendengar bahwa Caligo akan berulah lagi, rasa bimbang pun menghampiri Scylla. Ia tidak mau melakukannya namun ia diancam. Akhirnya Scylla mengiyakan permintaan Murray. Saat hendak pergi, Murray meninggalkan undangan untuk acara Royal Ball, dimana Fergis akan mewariskan tahta Kerajaan dan tak sengaja bertemu Lumina.

Scylla panik dan menyuruh Murray pergi meninggalkan rasa penasarannya terhadap Lumina. Gadis cantik itu lantas bertanya tentang acara Royal Ball yang akan diselenggarakan di Istana. Lumina merengek untuk pergi melihat istana. Scylla dengan tegas mengatakan untuk Lumina tidak pergi kemanapun sementara ia akan pergi ke Istana.

Lumina sedih tapi ia berusaha untuk tetap ceria. Ia pun bermain bersama Kuda. Lumina lantas menemukan undangan acara Royal Ball itu yang tidak dibawa Scylla. Mengira tidak bisa masuk ke dalam Istana, Lumina pun berinisiatif untuk pergi mengejar Scylla guna memberikan undangan. Kuda melarangnya namun Lumina tetap pergi.

Lumina dan Kuda akhirnya bersama-sama keluar dari zona aman. Mereka berdua menembus banyak rintangan hingga bertemu dengan cumi vampir dan ikan batu beracun yang selama ini dipakai Scylla untuk menakut-nakuti Lumina supaya tidak keluar dari kediaman mereka. Namun Lumina tidak takut, ia malah berteman dengan ikan batu itu.

Ikan batu yang mempunyai sirip beracun itu, dipakaikan mutiara supaya tidak berbahaya. Meski awalnya ikan batu itu takut untuk bertemu makhluk laut lain, Lumina dan Kuda menyemangatinya dan berhasil. Ia bersama Lumina dan Kuda pergi ke kota dan akhirnya bisa melihat Istana yang selama ini Lumina ingin kunjungi.

Ikan batu akhirnya bisa berteman dengan mahluk laut lain. Begitu akan memanggil ikan batu untuk melanjutkan perjalanan, Lumina dan Kuda melihat ada Bibi Scylla. Namun mereka malah kabur, karena undangan yang hendak mereka berikan hilang terbawa paus saat dalam perjalanan. Mereka pun lari dan tak sengaja masuk ke sebuah salon.

Salon tersebut milik seekor gurita raksasa berwarna pink bernama Madame Ruckus (Kathleen Barr). Madame Ruckus salah mengira Lumina adalah pegawai yang hendak melamar di Salon La Mer miliknya, Madame Ruckus segera menerima Lumina sebab ia kewalahan mengingat semua mahluk laut pergi ke salonnya untuk persiapan acara Royal Ball.

Lumina sangat senang karena ia bisa menggunakan kekuatan ajaibnya untuk merubah penampilan ikan-ikan duyung sebaya dengannya di salon itu. Meski demikian ia hati-hati menggunakan kekuatannya supaya tidak ketahuan makhluk laut lain. Lumina pun mendapat tugas untuk merombak penampilan Fergis yang cupu.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram