bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Badhaai Do, Kisah Hidup Para LGBT

Beberapa tahun terakhir ini perdebatan mengenai pengesahan LGBT di beberapa negara kian menyeruak. Hal ini dirasakan juga di India, salah satu contohnya adalah kisah Shardul dan Suman, yang menutup diri dari lingkungan.

Dua orang ini memiliki orientasi seksual berbeda dari yang lain, hal ini membuat mereka merasa kesepian dan terasingkan dari keluarga.

Inilah Badhaai Do (2022) sebuah film yang ingin menunjukkan bahwa “cinta adalah cinta” dalam arti yang sesungguhnya. Film besutan sutradara Harshavardhan Kulkarni ini berhasil mendobrak perfilman Bollywood, meski mengangkat isu sensitif.

Cara film ini menyampaikan pesannya, berhasil memukau banyak orang dan mendapatkan penilaian tinggi di Rotten Tomatoes. Untuk yang penasaran dengan kisah LGBT dalam film Badhaai Do, simak sinopsis dan reviewnya berikut ini, yuk!

Baca juga: Sinopsis & Review Film Operation Hyacinth, LGBT di Polandia

Sinopsis

Sinopsis

“Untuk apa kita menjelaskan diri kita? Ini bagian dari kita, bukan untuk dijelaskan”.

Hidup dalam masyarakat tradisional, dua orang dewasa di India ini merasakan susahnya hidup dalam lingkungan sosial. Shardul Thakur (Rajkummar Rao) adalah seorang polisi muda yang karirnya sudah sangat mapan, ia hidup sendiri di kota dan menjadi kebanggan keluarga.

Hanya satu hal yang kurang darinya, pria ini masih lajang dan belum ada tanda-tanda akan menikahi seorang gadis.

Di tempat lain ada Suman Singh (Bhumi Pednekar) atau Sumi, seorang guru pendidikan jasmani yang kini sudah berusia 31 tahun. Perempuan ini tidak kerasan untuk tinggal di rumahnya, pasalnya sang ibu kerap saja menanyakannya “kapan akan menikah?”.

Menikah menjadi pembuktian eksistensi sebuah keluarga di India, makanya setiap keluarga berlomba-lomba mencarikan jodoh terbaik bagi anaknya.

Namun kondisi Shardul dan Suman tidaklah sama seperti kebanyakan orang pada umumnya, mereka memiliki orientasi seksual yang berbeda. Shardul adalah seorang gay yang berusaha hidup dalam lingkungan keras dan penuh hormat di kepolisian.

Sementara Suman adalah seorang lesbian yang patah hati dan kini disibukkan dengan aplikasi kencan lesbian sehari-harinya. Dari aplikasi inilah Suman bisa bertemu dengan Shardul, ketika si perempuan melaporkan soal ancaman seorang pria yang ingin melecehkannya.

Shardul yang muak dengan dorongan keluarganya untuk menikah, menawarkan sebuah perjanjian kepada Suman. Shardul mengungkapkan bahwa ia adalah seorang gay dan meminta Suman membantunya lepas dari tekanan dengan menikahinya.

Awalnya Suman menolak gagasan ini, pasalnya perempuan ini tidak percaya bahwa Shardul seorang gay. Tapi setelah mendengarkan penjelasan soal rencana menikah dan lainnya, Suman menyetujuinya.

Saat berbulan madu, Shardul menunjukkan kekasihnya yang sangat manis bernama Kabir (Deepak Arora). Melihat mereka bersama, Suman merasa cinta kedua pria itu terlihat begitu tulus dan bahagia.

Tak lama setelah itu, Suman bertemu dengan Dr. Rhimjhim (Chum Darang) dan keduanya jatuh cinta. Sang dokter tinggal bersama dengan pasangan pura-pura ini, dengan identitas sebagai sepupu.

Namun masalah muncul, ketika keluarga Shardul menanyakan soal keturunan pada keduanya. Hal ini membuat Suman sangat marah, pasalnya Shardul menjadikannya kambing hitam dengan mengatakan ia mandul.

Tak hanya itu, hubungan asmara Shardul dan Kabir juga harus berakhir dan membuat pria ini patah hati. Di sisi lain, ibu Shardul yang ingin tinggal bersama mereka membuat Rhimjhim dan Suman harus LDR.

Berusaha mencari jalan keluar mengenai masalah anak, dengan susah payah akhirnya mereka berhasil membujuk keluarga untuk mengizinkan mengadopsi anak.

Namun kebahagiaan yang mereka inginkan tidak terjadi, malah tragedi yang paling ditakutkan menghampiri mereka. Ibu Shardul tidak sengaja memergoki Suman sedang bermesraan dengan Rhimjhim di rumah mereka.

Semua orang benar-benar terpukul, mereka tidak menyangka bahwa kejadian menjijikkan ini terjadi dalam keluarganya. Shardul merasa tidak enak dengan keadaan Suman yang menjadi tertuduh dan diolok-olok oleh keluarganya.

Maka hari itu Shardul memberanikan diri untuk mencurahkan isi hatinya, ia juga mengaku bahwa dirinya seorang gay. Lalu apa yang akan terjadi pada pernikahan Shardul dan Suman? Apakah keluarga mereka bisa menerima hal ini?

Mengangkat Isu Sensitif tentang Kehidupan Para LGBT

Mengangkat Isu Sensitif, Mengenai Kehidupan Para LGBT

LGBT sepertinya sudah bukan hal aneh lagi, tapi kenyataannya hal ini masih saja tabu dikalangan masyarakat. Badhaai Do (2022) mengangkat isu yang sensitif ini dari sudut pandang pasangan lesbian dan gay.

Film ini menunjukkan bagaimana mereka berusaha untuk hidup dalam masyarakat, saat mereka harus menutupi orientasi seksualnya.

Badhaai Do (2022) berhasil memperlihatkan bagaimana seorang gay dan lesbian berusaha untuk survive di masyarakat. Rasa kesepian, gundah dan bingung menghantui mereka, apalagi ketika mereka tidak bisa terang-terangan menunjukkan dirinya.

Bahkan dalam beberapa kasus, para lesbian dan gay di India dipaksakan untuk menikahi lawan jenis oleh keluarga mereka. Jujur saja saya menyukai cara sutradara Harshavardhan Kulkarni menyampaikan isu ini, ringan tetapi memiliki makna mendalam.

Mereka memperlihatkan bagaimana kehidupan para gay dan lesbian, keadaan terasingkan dan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Film ini menyoroti emosi dalam diri Suman dan Shardul, sebagai kaum minoritas di lingkungan tradisional.  

Badhaai Do (2022) hanya ingin menyuarakan, bahwa LGBT tetaplah manusia yang memiliki hak untuk hidup. Mereka tidak perlu membuktikan apapun pada lingkungan, mereka berhak untuk mendapatkan cintanya sendiri.

Mereka hanya ingin orang-orang memahami, bahwa orientasi seksual mereka tidaklah berpengaruh pada kepribadiannya. Lalu pesan mengenai cinta, kebanyakan orang stuck dengan pemikiran bahwa cinta hanya memiliki satu warna saja.

Tapi dunia ini sangat luas, di luar sana ada banyak sekali warna cinta yang bisa dipilih sesuai dengan hati mereka. Itulah kenapa pelangi menjadi simbol bagi mereka, karena warna ini dapat memeluk aneka ragam cinta yang ada di dunia ini. 

Jadi tidak aneh kalau film ini berhasil mendapatkan rating tinggi, Rotten Tomatoes memberikan skor hingga 93%. Sementara iMDb memberikan rating 7.3/10, yang membuat film ini masuk dalam jajaran film dengan rating tertinggi di tahun ini. 

Sinematografi dan Soundtrack yang Sangat Indah

Sinematografi dan Soundtracknya Sangat Indah

Salah satu hal yang kerap menjadi andalan dalam film bollywood adalah mereka selalu memiliki sinematografi yang luar biasa. Begitu pula untuk Badhaai Do (2022), bagi saya film ini digarap dengan sinematografi yang luar biasa.

Di tangan Swapnil Sonawane, film ini berhasil menunjukkan keindahan berbagai tempat yang terasa sangat romantis. Apalagi saat para pasangan gay dan lesbian ini sedang menikmati momen bersama, emosi dan cinta mereka berhasil tersiratkan dengan baik.

Sorot mata hingga body language dari para pemainnya, berhasil meluapkan rasa kesepian, penyesalan, cinta hingga bingung. Rasa ini mungkin relate untuk mereka yang memiliki orientasi seksual berbeda dengan kebanyakan orang.

Lalu untuk lagu-lagu yang ada dalam film ini, saya sangat enjoy mendengarkan musiknya. Seluruh soundtrack dalam film ini digarap oleh  Amit Trivedi, Tanishk Bagchi, Ankit Tiwari and Khamosh Shah.

Setidaknya terdapat 13 lagu resmi yang dirilis, lagu utamanya Badhaai Do yang dinyanyikan oleh Nakash Aziz, Rajnigandha Shekhawat dan Raja Sagoo.

Lagu-lagu dalam film ini menunjukkan kebahagian, romansa dan kesedihan, karena liriknya sangat mendalam. Contohnya lagu Maange Manzooriyan yang menunjukkan betapa tulusnya cinta antara Shardul dan Kabir.

Terakhir lagu penutupnya yang menunjukkan betapa indahnya cinta dan kesetaraan, lewat lagu Hum Rang Hain yang dinyanyikan oleh Shashaa Tirupati, Nakash Aziz dan Amit Trivedi.

Cukup Menghibur, Tapi Tetap Kurang Sempurna

Cukup Menghibur, Tapi Tetap Kurang Sempurna

Mengangkat isu sensitif mengenai kehidupan dua orang LGBT, Badhaai Do (2022) memang cukup menghibur. Maksud saya unsur komedinya universal, sehingga siapapun yang menontonnya bisa ikut tertawa.

Terutama soal keluarga Shardul, keluarga besar ini dipenuhi dengan berbagai karakter yang sangat unik karena didominasi oleh perempuan.

Namun saya juga ingin mengomentari beberapa hal, salah satunya soal bagaimana masa lalu Shardul dan Suman. Sejak kapan mereka mulai menyadari memiliki orientasi seksual yang berbeda? Hal ini tidak diperlihatkan.

Bagi saya hal ini menjadi background yang sangat penting, pasalnya bisa membuat development karakternya semakin baik.

Apalagi saya sempat merasa heran dengan karakter Shardul yang tiba-tiba mengaku gay, hal ini menjadi kejutan yang rasanya kurang dipersiapkan dengan baik. Tapi yang saya sangat apresiasi adalah, para penulis ceritanya tidak memaksakan untuk memasukan adegan seks dalam film ini.

Kebanyakan film yang mengangkat isu sosial ini pasti akan memasukan unsur seks, tapi Badhaai Do (2022) mengambil langkah yang berbeda. Hal inilah yang membuat film ini bisa diterima oleh banyak orang, karena tidak menunjukkan hal ekstrim.

Mereka menunjukkan adegan romansa dengan cara yang lebih halus, skinship seperti berpelukan, mencium pipi dan hal kecil lainnya. Bagi saya, hal ini jauh lebih baik untuk menunjukkan pure love dari pasangan gay dan lesbian.

Overall, Badhaai Do (2022) adalah sebuah film yang sangat menghibur dan bermakna, meski film ini masih kurang sempurna di beberapa bagian.

Cinta memang hal yang terkadang tidak bisa dijelaskan dengan logika, makanya setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

Kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya karena mereka memiliki cinta yang berbeda dari yang lainnya. Meski tidak mendukung, setidaknya kita bisa tetap memperlakukan mereka sebagai manusia yang layak untuk dihargai. 

Badhaai Do
Rating: 
4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram