bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Bad Samaritan, Niat Baik Berujung Petaka

Nggak ada seorang pun yang dalam hidupnya nggak pernah mengalami kesusahan. Dalam menghadapi kesusahan itu terkadang kita membutuhkan bantuan dari orang lain.

Hal itulah yang membuat manusia istimewa, setiap manusia pasti memiliki dorongan dari nurani untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan.

Di Injil, ada sebuah istilah yaitu Good Samaritan untuk mendeskripsikan orang yang rela membantu orang lain. Istilah itu berasal dari cerita dalam Lukas, tentang orang Samaria yang menolong orang Yahudi yang tengah terbaring di jalan setelah dirampok dan dipukuli.

Nah, di dunia film ada judul sebaliknya, yaitu Bad Samaritan. Seperti apa ceritanya? Langsung simak sinopsis dan review filmnya di sini.

Sinopsis

sinopsis bad samaritan_
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Thriller
  • Produksi: Legion M
  • Sutradara: Dean Devlin
  • Pemeran: David Tennant, Robert Sheehan, Carlito Olivero, Kerry Condon, Jacquelyne Byers

Sean Falco adalah seorang pemuda yang memiliki ketertarikan tinggi pada fotografi. Dia bekerja sebagai sopir valet restoran bersama sahabatnya, Derek.

Mereka akan menggunakan mobil yang seharusnya mereka parkirkan, untuk mengetahui rumah sang tamu, kemudian mencuri barang-barang yang kemungkinan nggak akan disadari oleh tamunya. 

Suatu malam, Cale Erenreich datang dengan mobil Maserati-nya. Sean menggunakan GPS di mobil untuk mengetahui rumah Cale. Sesampainya di rumah Cale, Sean langsung menyelinap masuk dan mencari barang yang akan dicuri.

Sean masuk ke ruangan kerja Cale dan melihat sebuah buku cek. Ketika dia memfoto buku cek itu, cahaya dari ponselnya menyinari seluruh ruangan. Ternyata di ruangan itu ada seorang wanita yang sedang diikat di kursi, Katie namanya.

Sean mencoba membantu Katie. Dia bergegas mencari alat untuk merusak rantai yang mengikat di tubuh Katie. Di garasi, Sean melihat perkakas serta meja yang dia curigai sebagai alat yang digunakan Cale dalam menyiksa korbannya.

Katie mengingatkan Sean bahwa banyak CCTV di rumah Cale. Sean memilih kembali ke restoran sebelum tindakannya diketahui oleh Cale.

Sean memberi tahu Derek bahwa dia menemukan Katie di rumah Cale. Mereka berdua kemudian menggunakan telepon umum untuk melapor agar identitas mereka nggak diketahui. Sean mendatangi rumah Cale dan mendengar suara teriakan.

Dia kemudian mengamati rumah Cale dari jauh. Polisi datang ke rumah Cale. Cale keluar dari rumahnya dengan perempuan yang berbeda. Polisi pun pergi karena berpikir Cale sedang bercinta dengan kekasihnya.

Derek mendatangi Sean kemudian mereka berdua menyelinap masuk ke rumah Cale. Mereka mencari Katie di ruang kerja Cale tapi nggak menemukan siapa pun.

Cale menelepon Polisi untuk melaporkan ada orang yang masuk ke rumahnya tanpa izin. Mendengar hal itu, Sean dan Derek pun melarikan diri sebelum Polisi datang.

Sean memilih melapor pada Polisi dan mengaku bahwa dialah orang yang merampok rumah Cale pada Detektif Wayne Banyon. Banyon nggak mempercayai Sean. Sean bersikeras bahwa dia benar-benar melihat Katie diikat di rumah Cale.

Banyon mendatangi rumah Cale dan menggeledahnya. Karena nggak menemukan apa-apa, Banyon menawarkan Cale apakah ingin menuntut Sean atas tindakan pencobaan perampokan. Cale menyatakan nggak akan melayangkan laporan apapun.

Banyon memberi tahu Sean bahwa dia nggak menemukan apa-apa. Karena Cale sudah berbaik hati nggak melapor, Banyon meminta Sean untuk nggak berurusan dengan Cale. Banyon menyatakan bahwa Sean bisa melapor ke FBI untuk mencari orang hilang.

Sean pergi ke FBI untuk melaporkan orang hilang tapi FBI hanya menghibur Sean bahwa mereka akan menyelidiki kasus lebih jauh.

Cale membawa Katie ke kabin miliknya di tengah hutan. Dia pun berencana untuk menghabisi orang-orang sekitar Sean sebelum menghabisi Sean.

Cale membuat Sean putus dengan kekasihnya, Riley. Cale juga membuat perusahaan ayah Sean bangkrut serta membuat ibu Sean dipecat dari rumah sakit. Bisakah Sean membuktikan bahwa Cale-lah dalang dari semua petaka yang dialaminya?

Mengangkat Moralitas

mengangkat moralitas_

Penggunaan judul Bad Samaritan di film thriller ini bukanlah tanpa alasan. Samaritan yang digambarkan sebagai penolong di sini bukanlah berasal dari karakter yang baik.

Sean bukanlah seseorang yang suci atau berkelakuan baik sebagaimana kebanyakan orang, melainkan seorang pencuri yang memanfaatkan profesi sebagai valet.

Ketika cerita berjalan, kita akan memahami bahwa protagonis dalam film ternyata menjadi antagonis bagi orang lain. Nilai moral dari dua orang jahatlah yang menjadi pertentangan di dalam plot utama. Kita akhirnya dibimbing untuk menentukan bahwa protagonist dalam cerita adalah seseorang yang less evil.

Memasuki second act, kita bisa melihat bagaimana karakter Sean mengalami perubahan. Dia bukan lagi pemuda yang doyan mencuri barang milik tamu, melainkan mencoba untuk melakukan tugas mulia berdasarkan nuraninya.

Pengembangan itu disertai dengan pendalaman karakter yang solid sehingga kita merasa terikat akan sosok Sean.

Permainan Tempo yang Cerdik

tempo cerdik_

Bad Samaritan nggak berjalan dengan tempo yang cepat. Ia akan bermain-main dengan tempo untuk menunjukan para karakternya. Film ini dibuka dengan adegan seorang anak laki-laki yang menunggangi kuda dan memecutnya dengan sadis.

Ada anak perempuan yang meminta agar tindakan itu dihentikan. Anak laki-laki itu malah membunuh kudanya. Adegan yang seperti acak ini kemudian berguna untuk menentukan anak itu menjadi siapa.

Sejak menemukan Katie terikat, cerita berkembang menjadi pertarungan antara Sean dan Cale. Sean berusaha sebisa mungkin menyelamatkan Katie dan membuktikan Cale bersalah. Sementara Cale berusaha membuat Sean menderita karena sudah mencampuri urusannya. Penderitaan dalam versi Cale adalah penderitaan yang sakitnya harus dirasakan secara perlahan.

Film garapan sutradara Dean Devlin berjalan dengan permainan tempo yang cerdik. Ketika intensitas itu tinggi, cerita akan melambat untuk memberi waktu build-up untuk ketegangan yang akan datang. Hebatnya cerita berjalan ke arah yang nggak bisa diduga-duga.

Cale dengan tegas menyatakan bahwa Sean nggak mengetahui seberapa kaya Cale. Tapi kekayaan itu bukan hanya harta, melainkan caranya menghancurkan hidup Sean.

Penampilan Mengerikan David Tennant

penampilan david tennant_

David Tennant tampil apik memerankan karakter Cale. Tennant bisa dengan cermat masuk ke dalam karakter masokis yang menyukai penderitaan orang lain dan hal itu memberinya kesenangan. Kengerian akan sosok Cale adalah caranya berkomunikasi.

Dia bisa terlihat nggak bersalah di depan polisi dan nggak berbahaya pada Sean tapi sebenarnya Cale adalah sosok mengerikan.

Secara sinematografi, Bad Samaritan banyak menampilkan perubahan visualisasi lewat warna. Sebelum Sean terlibat masalah, film ini akan menyoroti bagaimana glamornya kehidupan pusat kota dengan warna-warninya.

Setelah Sean terlibat masalah, warna-warna gelap yang dipilih sebagai representasi muramnya perubahan dalam hidup Sean.

Bad Samaritan merupakan tontonan yang pintar menjabarkan cerita sebelum memberikan ketegangan yang maksimal. Durasi selama 107 menit akan membawa kita pada petualangan Sean.

Kalau kamu menyukai penampilan Robert Sheehan di Umbrella Academy, kemungkinan besar kamu juga akan suka pada penampilannya ketika memerankan Sean. Ada rekomendasi film Robert Sheehan yang lain? Langsung tulis di bawah, guys!

Bad Samaritan
Rating: 
3.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram