bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Bad Boys II, Aksi Duet Polisi Miami

Marcus dan Mike kembali beraksi dalam membekuk pengedar narkoba di Miami yang kali ini diduga berasal dari bandar narkoba asal Kuba.

Premis yang sama dengan film pertama membuat kita bertanya tentang kreativitas penulis naskahnya, tapi bisa jadi ada beberapa konflik yang berbeda yang mewarnai jalan cerita, dan tentu saja adegan action penuh ledakan yang dinanti.

Bad Boys II sepertinya hendak mengulangi formula film pertamanya yang di awal era 2000an menyandang cult status sebagai salah satu film action terbaik, meski pada awal perilisan dicibir para kritkus film.

Dirilis pada 18 Juli 2003 membuat film ini menjadi summer movies yang ditunggu. Akankah film ini lebih baik dari film pertamanya? Atau malah sebaliknya? Simak review kami berikut ini.

Baca juga: Simak dan Review Film Bad Boys (1995)

Sinopsis

Sinopsis

Sudah 8 tahun berlalu dari kejadian di film pertama, Marcus dan Mike masih bertugas membekuk para pengedar narkoba di Miami dengan cara mereka. Kali ini mereka menyelidiki aliran ecstasy yang diduga berasal dari Klan. Mereka mengadakan pertemuan dengan Klan dan ternyata mereka bukanlah distributor yang mereka cari.

Karena keterlambatan pasukan bantuan, Marcus dan Mike harus berusaha tetap selamat dalam baku-tembak yang tidak seimbang. Dalam kejadian itu, Marcus tertembak di sekitar pantatnya oleh Mike.

Marcus berpikir lagi tentang partnership-nya dengan Mike, sementara tanpa diketahui Marcus, Mike berkencan dengan Syd, adik Marcus.

Tidak disangka jika ternyata Syd bekerja untuk DEA dalam penyamarannya di organisasi narkoba milik mafia Rusia yang menjadi pihak distributor ecstasy di Miami dari raja narkoba Kuba, Juan Carlos ‘Johnny’ Tapia. Menyamar sebagai pencuci uang membuat Syd dicegat oleh gang Haiti saat sedang memindahkan uang mafia Rusia.

Penyelidikan Marcus dan Mike mengarah kepada gang Haiti dan mereka berdua membuat pergerakan yang menghasilkan baku-tembak dan banyak kerusakan di sepanjang jalan di Miami karena banyak mobil yang dilempar dan meledak.

Kejadian ini membuat marah Kapten Howard, selain karena banyak kerusakan, mereka juga tidak mendapatkan narkoba yang dicari.

Marcus dan Mike sekali lagi mendatangi sisa gang Haiti dan menemukan bukti video tentang bisnis narkoba Tapia. Marcus dan Mike menyamar sebagai pembasmi tikus demi bisa memasang penyadap di rumah Tapia.

Mike menemukan sisa tubuh dari Josef, salah satu mafia Rusia, di dapur setelah sebelumnya Josef dibunuh oleh Tapia untuk memutuskan bisnisnya dengan Rusia. Marcus dan Mike sekali lagi melakukan penyamaran untuk bisa masuk ke rumah jenazah milik Tapia dan menemukan lebih banyak bukti.

Kapten Howard memanggil pasukan dan melakukan penggerebekan dengan banyak barang bukti yang ditemukan. Tapia sendiri sudah terbang ke Kuba dengan membawa Syd sebagai sandera.

Marcus dan Mike menyusun kekuatan dengan dibantu DEA, TNT, dan CIA dan segera pergi ke Kuba. Sesampainya di pantai Kuba, mereka bertemu dengan Tito yang membantu semua keperluan mereka, seperti persediaan senjata, akses jalan dan denah lengkap istana Tapia.

Mereka berhasil masuk ke sana dan membebaskan Syd lalu menempatkan peledak yang kemudian menghancurkan istana itu. Tapi Tapia selamat dan dia mengejar Mike dan kawan-kawan melalui jalan-jalan desa dan pegunungan hingga mendekati lokasi Teluk Guantanamo.

Tidak dikenali oleh Angkatan Laut, Mike dan kawan-kawan ditembaki juga dengan kendaraan milik Tapia, membuat mereka berhenti di daerah yang banyak ranjau.

Dengan peluru yang tersisa, Marcus berhasil menembak Tapia yang kemudian terjatuh ke ladang ranjau. Setelah semua selesai, Marcus dan keluarga beserta Mike mengadakan pesta barbecue dan Marcus telah memutuskan untuk tetap ber-partner dengan Mike.

Pengulangan Formula Cerita

Pengulangan Formula Cerita

Tidak ada yang baru dari segi cerita di film Bad Boys II ini dari film pertamanya, selain perluasan skala pengejaran sampai ke Kuba.

Formula yang disuguhkan nyaris serupa, mulai dari kecerewetan Marcus dan Mike yang meracau tentang apa saja termasuk mobil mewah dan senjata api, pengejaran bandar narkoba yang berbelit-belit dan satu karakter wanita yang disandera dan harus diselamatkan.

Semua terdengar seperti déjà vu bukan? Ya, karena Ron Shelton dan Jerry Stahl sebagai penulis naskah tidak memberikan hal yang baru dan menarik. Semua seolah copy-paste dari formula film pertama dengan sedikit tambahan yang sudah pernah ada dari film-film sejenis sebelumnya.

Dengan bertele-telenya cerita yang selalu diperumit membuat durasi film ini menjadi sangat panjang, 2 jam 27 menit.

Penuh Adegan Aksi dan Ledakan Dahsyat

Penuh Adegan Aksi dan Ledakan Dahsyat

Hanya ada satu hal yang menjadi faktor penarik dalam film karya Michael Bay ini, yaitu adegan aksi yang penuh ledakan. Tidak dipungkiri, inilah keahlian sang sutradara. Selepas Bad Boys (1995), Bay dengan apik membesut film The Rock (1996), Armageddon (1998) dan Pearl Harbor (2001) yang penuh dengan adegan aksi menegangkan dan banyak ledakan spektakuler.

Begitu kembali mengarahkan sequel Bad Boys ini, tentu saja kita mengharapkan hal spektakuler lainnya dari Bay yang dijawabnya dengan adegan aksi seru dan menegangkan secara lengkap, meski di beberapa adegannya, kontinuitas tidak terjaga dengan baik dan ada beberapa editing yang masih kasar.

Tapi ketika adegan-adegan seru ini muncul, tentu kita tidak akan memperhatikan hal-hal kecil seperti itu. Ada beberapa adegan aksi yang seru dan menegangkan yang semuanya melibatkan car chase, yaitu adegan pengejaran di jalan raya dimana banyak mobil beterbangan dan meledak karena dilempar dari atas truk.

Lalu ada adegan car chase lain di pegunungan yang merusak sebuah perkampungan miskin yang diceritakan adalah tempat pengolahan heroin.

Karakter Utama yang Egois

Karakter Utama yang Egois

Pengrusakan kampung miskin ini hanyalah salah satu dari banyak hal yang sebenarnya tidak patut dilakukan oleh dua polisi yang menjadi tokoh utamanya. Memang benar kampung itu tempat pengolahan heroin, tapi apa mereka tidak ada rasa kasihan melihat kehidupan mereka yang berada pada kemiskinan?

Di adegan pembuka juga, baku-tembak mereka dengan Klan membuat simbol khas kelompok itu diperlihatkan terbakar. Apakah tidak terpikirkan oleh seluruh tim produksi film ini akan sensitivitas rasialis?

Belum lagi adegan ketika ada remaja yang hendak menjemput putri Marcus yang mereka desak dan ancam dengan bahasa-bahasa yang kasar dan tidak patut didengar.

Secara garis besar, kita menangkap kesan bahwa sosok hero di film yang berhasil menjadi box-office dengan pendapatan sebesar $138 juta ini memiliki sifat yang egois, tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, hanya bertindak semau mereka sendiri. Hal inilah yang disuguhkan kepada kita di sepanjang film yang melelahkan ini.

Bad Boys II secara umum tidak lebih baik dari film pertamanya. Kelebihan film ini adalah betapa spektakulernya adegan aksi penuh ledakan yang ditampilkan.

Jika kalian sempat nonton behind the scene adegan car chase di jalan raya, kita akan tahu bagaimana rumitnya proses membuat adegan seru yang memperlihatkan mobil-mobil yang terlempar dan harus dihindari Marcus dan Mike.

Tentunya film ini memang diperuntukkan bagi kita sebagai penikmat film action karena kita benar-benar disuguhkan menu sesuai harapan.

Jadi ketika film ini hadir di Netflix bersama dua film lainnya di dalam trilogi, maka tidak ada yang harus kita lakukan kecuali menontonnya lagi secara keseluruhan. Mungkin dengan begitu kita bisa mengapresiasi film ini secara lebih baik.

Bad Boys II
Rating: 
2.6/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram