Sinopsis & Review Asurado, Balas Dendam Kepala Sipir Penjara

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
Asurado
2.5
/5

Dua kelompok tahanan di penjara selalu membuat kegaduhan. Masing-masing adalah pimpinan geng di dua lokasi berbeda. Keadaan berubah ketika seorang pria yang dikenal sebagai legenda dipindahkan ke sana. Pria tersebut bernama Tae Sik. Salah satu pemimpin geng sangat mengenalinya sebagai sosok yang menakutkan karena dia bisa mengalahkan 100 preman sekalipun.

Sejak kedatangannya, penjara jadi lebih damai, tidak ada lagi ribut antara geng karena Tae Sik mengendalikan mereka. Sayang, suasana yang manusiawi tersebut kembali berubah, kali ini lebih panas, karena hadirnya Kepala Sipir yang baru. Belakangan diketahui kalau dia memiliki dendam terhadap Tae Sik. Sinopsis dan ulasan film Asurado (2021) di bawah ini akan menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: Sinopsis & Review Drama Korea One Ordinary Day (2021)

Sinopsis

Review Asurado
  • Tahun Rilis: Maret 2021
  • Genre: Crime, Action
  • Produksi: -
  • Sutradara: Yoon Yeo Chang
  • Pemeran: Jang Gwang, Lee Won Jong, Lee Sol Gu, Lee Dal Hyung

Dua kelompok tahanan terlibat perkelahian. Park Moo Yeong (Lee Dal Hyung), selaku Kepala Sipir yang sedang dalam masa peninjauan promosi jabatan lumayan bingung mengatasinya. Salah satu di antara pimpinan kelompok tahanan, Kim Dae Ho (Jung Mi Nam), merasa harus menyingkirkan lawannya karena hanya boleh ada satu orang terkuat di penjara agar keadaan bisa tenang.

Pada pembagian jatah makanan, dua orang pimpinan kelompok tahanan itu sama-sama mendapat jatah ayam rebus dari Lee Hye Myeong (Lee Won Jong) kepala divisi keamanan yang bertugas. Malam itu Hye Myeong mendapat telepon dari istrinya yang minta dicarikan pelukis, yang dipenjara di sana.

Hye Myeong menemukan pelukis yang dicari sedang melukis di atas punggung salah satu tahanan. Gu Bae atau yang dipanggil dengan sebutan sang pelukis di Hong Dae, yang melukis lukisan bubuk batu. Hye Myeong memberinya sebungkus rokok sembari mengingatkan untuk jangan pernah berani membohongi Kim Gwang Ja.

Esok harinya Moo Yeong menyampaikan kabar pada Hye Myeong kalau penjara mereka tidak lama lagi akan kedatangan mafia kelas berat yang berasal dari area nasional. Dia khawatir keadaan akan semakin kacau tapi Hye Myeong merasa sebaliknya.

Sementara itu Lee Jeong Hoon (Hwang In Mu) pimpinan kelompok tahanan lainnya, memprovokasi Kim Dae Ho. Dua kelompok itu pun kembali berduel di tempat yang sudah disediakan. Satu per satu anggota kelompok beradu kekuatan. Perkelahian yang semula tertib menjadi kacau dan petugas pun langsung turun tangan.

Kim Dae Ho yang punya kedekatan dengan Hye Myeong diingatkan untuk tidak terus membuat onar. Sejurus kemudian Hye Myeong terlihat ‘berbisnis’ kunjungan khusus dengan tahanan itu. Selesai berurusan dengan Dae Ho, Hye Myeong memanggil Jeong Hoon dan mengingatkannya untuk berlaku sopan pada musuhnya karena bagaimana pun Dae Ho lebih tua.

Seorang tahanan baru dibawa ke penjara. Belum apa-apa Jeong Hoon sudah memancing emosinya. Akibat dari itu dia tak sadarkan diri akibat satu kali tendangan. Kabar itu dengan cepat sampao ke Dae Ho. Dia mencari tahu tentangnya pada sipir yang sedang bertugas. Menurut sipir, tahanan yang baru datang dan ditempatkan di area tertutup itu bernama Lee Tae Sik (Lee Seol Gu).

Mendengar namanya, wajah Dae Ho terlihat berubah. Dia tampak kenal karena menyebut Tae Sik sebagai legenda. Moo Yeong menemui Tae Sik yang ada di area tertutup. Kepala Sipir itu mengadu soal dua orang biang onar di penjaranya: Dae Ho dan Jeong Hoon. Dia menawarkan bantuan dan kemudahan, asal Tae Sik juga bersedia membantunya.

Rupanya benar, Dae Ho mengenal Tae Sik sepuluh tahun lalu saat keduanya sama-sama di penjara. Menurut Dae Ho, Tae Sik bisa mengalahkan 100 preman hingga babak belur. Mengetahui latar belakang Tae Sik yang berbahaya, Dae Ho berusaha bersikap baik. Dia memperkenalkan diri sebagai bos Geng Bumpa dari Incheon.

Sedetik kemudian Jeong Hoon dan anggotanya juga menemi Tae Sik sembari memberi hormat. Tae Sik sudah mengetahui kalau dia adalah pimpinan Geng Dok Sa dari Mokpo. Setelah bertanya siapa yang lebih tua di antara keduanya, Tae Sik meminta Jeong Hoon memperlakukan Dae Ho sebagai kakak.

Tanpa protes sama sekali, dua pimpinan geng yang sering ribut itu berbaikan. Keadaan yang damai disambut baik oleh tahanan yang lain. Tae Sik sepertinya jadi solusi untuk banyak masalah di penjara. Sampai-sampai perkara kawat kasa yang rusak di atas tembok pun dipercayakan padanya.

Hari itu Tae Sik dipindahkan ke ruang tahanan tempat Dae Ho dan beberapa anggotanya berada. Layaknya jagoan, Tae Sik disambut penuh hormat. Keadaan terkendali itu membuahkan hasil karena penjara mereka mendapat penghargaan sebagai penjara teladan.

Kepala Sipir sekaligus dipromosikan untuk pindah dan menjabat di tahanan wanita. Semua tahanan terlihat menikmati acara hari itu. Mereka sampai unjuk keterampilan seperti halnya pentas seni. Beberapa penyanyi wanita bahkan didatangkan untuk menghibur para tahanan.

Jo Pyeong Ho (Jang Gwang) datang sebagai Kepala Sipir yang baru. Dia terlihat jeli dengan keadaan penjara genangan air yang ada di mana-mana dan aliran air yang tidak lancar. Pyeong Ho mengatakan kalau dia baru kali ini melihat penjara yang mengerikan. Lantas akankah kedatangan Pyeong Ho malah mengganggu ketertiban penjara yang sudah mulai terjaga?

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram