bacaterus web banner retina

Review dan Sinopsis Film Army of the Dead (2021)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 11 September 2021

Army of the Dead merupakan sebuah film hasil karya ide cemerlang dari sutradara Zack Snyder. Film ini adalah karya kedua Snyder dalam film bertemakan zombie setelah di tahun 2004 ia melakukan debutnya dengan menggarap Dawn of the Dead.

Selain bertindak sebagai sutradara, pada film ini juga Snyder berperan menjadi sinematografer, dan bertanggung jawab atas keseluruhan visual Army of the Dead. Netflix kemudian memperoleh hak distribusi film ini pada tahun 2019, dan merilisnya pada platform streaming mereka di tanggal 21 Mei 2021.

Army of the Dead menjadi salah satu film original Netflix yang paling banyak ditonton dengan perkiraan 72 juta penonton selama empat minggu pertama, dan pada rilisan terbatas di bioskop-bioskop tertentu, film ini menghasilkan lebih dari 1 juta dollar.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2021
  • Genre: Action, Crime, Horror
  • Rumah produksi: The Stone Quarry
  • Sutradara: Zack Snyder
  • Pemeran Utama: Dave Bautista, Ella Purnell, Omari Hardwick, Ana de la Reguera, Theo Rossi, Matthias Schweighofer, Nora Arnezeder

Pasukan militer Amerika Serikat melakukan konvoi dengan membawa sebuah kargo yang tidak diketahui isinya. Saat berada di jalan di luar Kota Las Vegas, mereka bertabrakan dengan mobil, dan membuat kargo tersebut terguling. Pintu kargo kemudian terbuka, dan di dalamnya ternyata berisikan seorang zombie. Ia membunuh semua tentara, dan pergi ke Las Vegas menginfeksi sebagian besar penduduk.

Las Vegas selanjutnya menjadi sarang zombie, dan pemerintah mengarantina kota setelah intervensi militer gagal dilakukan. Beberapa waktu kemudian, pemilik kasino, Bly Tanaka, dan rekannya Martin, menyewa mantan tentara bayaran, Scott Ward, untuk mengambil uang 200 juta dollar dari brankas kasinonya yang ada di Vegas sebelum militer menghancurkan Las Vegas dengan serangan nuklir.

Ward lalu setuju dan merekrut mantan rekan satu timnya, Maria Cruz dan Vanderohe, bersama dengan pilot helikopter, Marianne Peters, ahli pembuka brankas dari Jerman, Ludwig Dieter, seorang berandalan bernama Chicano Mikey Guzman, dan temannya Chambers. Martin juga bergabung dengan tim untuk memberi mereka akses ke kasino.

Sementara itu, putri Ward bernama Kate, yang bekerja di kamp karantina, mengarahkan mereka ke Lily, seorang penyelundup yang mengetahui kebiasaan zombie di dalam kota Las Vegas. Lily juga merekrut Burt Cummings, seorang penjaga keamanan kamp, untuk bergabung ke dalam anggota Ward. Kate lalu bersikeras ikut masuk ke Vegas karena temannya Geeta berada di sana dan tersesat entah kemana.

Saat semuanya sudah masuk di Vegas, mereka bertemu dengan zombie harimau bernama Valentine. Lily lalu melukai Cummings sebagai bentuk pengorbanan agar sekelompok zombie cerdas tipe “Alpha” membiarkan perjalanan mereka. Seorang zombie wanita Alfa, yang dikenal sebagai Ratu, membawa Cummings pergi ke kasino Olympus, tempat dimana pemimpin Alpha, Zeus, menginfeksinnya menjadi bagian dari prajuritnya.

Lily memimpin tim ke sebuah gedung penuh dengan zombie normal yang sedang berhibernasi. Ward lalu membuka jalur secara hati-hati agar bisa dilalui oleh timnya. Ketika Chambers menuduh Martin memiliki motif tersembunyi, keduanya membuat suasana menjadi ramai, dan membangunkan para zombie.

Chambers kemudian terjebak, dan terkena gigitan zombie secara brutal. Guzman lalu menembak tabung bensin di punggungnya, dan ledakan menghancurkannya hingga timbunan zombie di sekitarnya. Setelah kejadian itu, Ward dan timnya sampai di kasino milik Bly. Kate lalu menyalakan listrik, Peters memperbaiki helikopter di atap, Dieter, Guzman serta Vanderohe berada di ruang bawah tanah untuk membuka brankas lemari besi.

Sementara itu, Martin dan Lily tetap berada diluar untuk memancing sang Ratu ke tempat terbuka. Martin tanpa diduga memenggal kepalanya dan menyimpannya ke dalam kantong. Setelah keduanya pergi, Zeus menemukan tubuhnya dan mengembalikannya ke kasino Olympus. Dengan rasa marah yang tinggi, Zeus menyiapkan pasukan zombie untuk membunuh manusia-manusia tersebut.

Sadis dan Mengancam

Sadis dan Mengancam

Setelah debutnya dalam film Dawn of the Dead, Snyder akhirnya kembali lagi untuk membuat film zombie yang cukup memukau lewat Army of the Dead. Karya terbarunya ini terlihat lebih menjanjikan jika dibandingkan dengan film pertamanya tersebut. Alur ceritanya tersusun secara baik, terstruktur, dan tidak membingungkan. Dari awal menuju akhir kita selalu disajikan dengan beragam sekuens yang tidak membosankan.

Film ini dibuka dengan memberikan latar belakang kenapa Kota Las Vegas bisa menjadi sarang zombie. Namun, sampai film selesai kita masih belum mengetahui pemicu sebenarnya yang membuat manusia menjadi zombie, apakah itu berasal dari hasil eksperimen, maupun jenis virus mematikan. Meski tidak memberikan detail itu, film ini tetaplah memberikan atmosfer mengancam sepanjang jalan ceritanya.

Army of the Dead membawa suasana film zombie ala mendiang George A. Romero, namun disajikan dengan cara yang lebih segar, dan atraktif. Film ini terlihat cukup sadis, dan brutal, maka tidak heran kita bakal disuguhkan konten-konten yang gore seperti kepala dipenggal, tubuh dicabik-cabik oleh zombie hingga tembakan-tembakan yang menembus kepala zombie.

Semuanya disajikan tanpa ampun, dan membuat setiap adegan pertarungan dengan zombie terasa sangat seru dan mendebarkan. Snyder sepertinya paham apa yang diinginkan oleh penonton, dan oleh karenanya ia pun tak segan-segan memberikan rangkaian adegan tersebut secara liar. Karena film ini memiliki durasi yang lama, kurang lebih 2 jam 28 menit, para penonton rasanya akan terpuaskan, baik dari segi cerita maupun adegan pertempurannya.

Solid dalam Melawan Zombie Alpha

Solid dalam Melawan Zombie Alpha

Army of the Dead menjadi semakin lebih seru karena para zombie di film ini bisa bertarung, dan sangat gesit. Mereka terorganisir karena dipimpin oleh zombie kuat tipe Alpha yang bernama Zeus, lalu ada juga zombie harimau, Valentine, yang tidak kalah menakutkan. Mereka semua hadir menjadi ancaman sesungguhnya yang menghambat misi Scott Ward beserta dengan timnya.

Walaupun begitu, film ini juga tetap menampilkan penggambaran zombie-zombie klasik, dimana mereka terlihat lemah dan lambat, tidak bisa berlari apalagi bertarung. Army of the Dead berusaha membagi klasifikasi zombie, dari mulai yang lemah hingga yang kuat, dan hal itu membuat varian musuh yang disajikan lebih beragam sehingga tingkat adrenalin menegangkannya bisa bervariatif.

Sementara itu dari sisi para karakternya, film ini menghadirkan para perampok dengan latar belakang yang berbeda. Dave Bautista sebagai Ward adalah pemimpinnya, dan ia tampil lebih serius dibandingkan dengan sosok Drax dari film Guardians of the Galaxy.

Karakternya ini besama dengan timnya, yang terdiri dari mantan rekan militernya, Vanderohe (Omari Hardwick), Maria Cruz (Ana de la Reguera), Marianne Peters (Tig Notaro), beserta dua warga sipil Ludwig Dieter (Matthias Schweighöfer), dan Mikey Guzman (Raúl Castillo) bertarung mempertaruhkan nyawa melawan zombie hanya untuk mengambil ratusan juta dollar di brankas kasino milik Bly Tanaka (Hiroyuki Sanada).

Perjalanan Ward tidak mudah karena putrinya, Kate (Ella Purnell), menghilang dari penjagaannya. Ia dihadapkan pada situasi sulit untuk segera melarikan diri sebelum nuklir meluluhlantahkan kota, atau pergi menyelamatkan Kate, dan bertarung dengan Zeus.

Lewat semua konflik yang terjadi di film ini, para pemainnya tampil cukup solid, apalagi ketika bertarung dengan zombie-zombie tipe Alpha. Karakter-karakter yang dimainkan oleh mereka saling mendukung satu sama lain, dan menjadi satu kelompok tentara bayaran yang kompak.

Visual dari Zack Snyder yang Mengagumkan

Visual dari Zack Snyder yang Mengagumkan

Daya pikat kualitas sinematografi dari Snyder memang mumpuni, dan tidak bisa diremehkan. Selepas merilis ulang Justice league Snyder Cut dengan beberapa adegan tambahan, dan warna yang sedikti lebih kelam, ia membawa Army of the Dead ke arah yang lebih segar lewat estetika gambar yang cerah.

Visual yang ditampilkan terasa jauh lebih artistik karena ia tetap menghadirkan adegan slow motion di tengah-tengah pertarungan melawan zombie. Lalu, walaupun ia menghadirkan tone warna yang cerah, namun di satu sisi akan menjadi menakutkan karena visualnya dengan jelas memperlihatkan darah, kerumunan zombie, dan segala hal menjijikan lainnya.

Aspek tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang membuat film ini memikat secara sinematografi. Army of the Dead menjadi film bertemakan zombie yang lebih agresif, modern, dan artistik.

Bagi kalian yang merindukan film-film zombie berkualitas dengan tema cerita yang lebih menjanjikan, Army of the Dead adalah salah satu rekomendasinya. Film ini juga menjadi lebih spesial karena Snyder, dan juga Netflix saat ini telah mempersiapkan prekuelnya dengan film yang berjudul Army of Thieves, dan serial animasi Army of the Dead: Lost Vegas.

Army of the Dead
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram