bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Antares, Balada Geng Motor di Kota Besar

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 3 September 2021

Menjadi ketua geng Calderioz, Ares menjadi orang paling ditakuti baik di jalan maupun di sekolahnya. Hingga suatu hari ia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis yang membuat motornya rusak, yaitu Zea. Di saat hubungan keduanya mulai membaik, Zea justru sibuk untuk menutupi identitas aslinya dari Ares karena hal ini akan sangat membahayakan.

Kembali membuat serial web, MD Entertainment mengadaptasi novel wattpad karya Rweinda yang diberi judul Antares. Berlatar geng motor di kalangan SMA, serial ini mendapatkan banyak sekali perhatian dari penonton remaja. Alasannya ada Angga Yunanda dan Beby Tsabina, keduanya terlihat memiliki kemistri yang sangat baik dan pesona yang luar biasa.

Kali ini kita akan mencari tahu, kira-kira bagaimana kelanjutan hubungan Ares dan Zea? Jawabannya bisa kamu dapatkan di bawah ini.

Sinopsis

Untuk mengetahui betapa serunya drama Indonesia berjudul Antares ini, kami akan mengulas setiap episodenya untuk kamu.

Episode 1-8

Antares_

Dibuka dengan adegan tawuran, di hari pertama Zea langsung berhadapan dengan satu geng anak cowok bermotor bernama Calderioz. Karena tidak ingin menambah masalah, akhirnya Zea meminta maaf dan berjanji akan mengabulkan tiga permintaan Ares. Di hari itu Zea juga bertemu dengan Karissa, Seline, Cleo dan Serra, geng wanita-wanita hits.

Di hari itu Zea langsung menjadi bulan-bulanan Ares dan disuruh traktir seluruh anak di kantin. Tapi hari itu Zea akhirnya mengenal siapa saja anggota Calderioz yang dipimpin oleh Antares si Dewa Perang. Di hari itu juga Zea bertemu dengan calon musuhnya yaitu salah satu kakak kelas yang bernama Anya.

Di episode kedua dengan memanfaatkan keadaan, Ares menyuruh Zea mengikuti keinginannya sebagai permintaan pertamanya. Untungnya Zea tidak termasuk dalam dua tipe orang di sekolah, penggemar Ares atau menakuti Ares dan gengnya. Di lain tempat Aiden kembali berusaha mendekati Serra, sayangnya hal ini tidak berakhir dengan baik.

Di acara ulang tahun Cleo, Anya mencari gara-gara dengan Zea hingga keduanya hampir bertengkar hebat. Sejak saat itu Ares mulai memberikan perhatian pada Zea, mulai dari memberi peringatan sampai mengantarnya pulang. Ternyata Zea memiliki misi lain, tujuannya hanya untuk membalaskan dendam kakaknya yang kini terbaring koma karena Ares dan Calderios.

Pada episode 3, Zea berniat mencari bukti kejahatan Ares tapi justru melihat bagaimana pria ini menolong seorang kakek. Tentu saja hal ini sangat jauh dari pemikirannya, tapi bukan berarti kecurigaannya pada Ares hilang begitu saja. Tanpa terduga Zea justru menyelamatkan seorang gadis bernama Sandra, yang ternyata adik kandung Ares.

Selanjutnya, beberapa anggota Claderioz sedang berusaha untuk memenangkan hati Serra, Cleo dan Sania. Uniknya usaha para pria ini ada yang berhasil membuat para gadis itu deg-degan ada juga yang berakhir dengan patah hati seperti Moreo dan Aiden. Hubungan Ares dan Zea sepertinya naik beberapa tingkat, karena untuk pertama kalinya Zea berhasil memikat hati keluarga Ares.

Di acara makan malam itu, Zea tidak membuang kesempatan yang langka untuk curi-curi menyelidiki Ares. Padahal Ares secara gamblang menunjukkan sisi lain dari dirinya, hal ini berhasil membuat Zea terbawa perasaan. Lagi dan lagi, Ares menarik ikat rambut Zea dan mengganggu gadis ini dengan cara unik tapi Zea tidak kalah cerdik untuk mengerjai balik.

Kisah berlanjut di episode 5. Terlibat dalam kecelakaan setelah dikejar-kejar geng motor lain, Ares langsung mengerahkan kawan-kawanya untuk mencari tahu. Tapi ada satu hal yang Ares tekankan, “jangan menuduh orang tanpa bukti.” Sementara itu Ares sibuk mengurus dan mengobati Zea, bahkan ia tidak peduli dengan lukanya.

Mulai menunjukkan tanda-tanda bucin, Ares dengan sengaja mengirim beberapa pedagang ke rumah Zea setelah melihat instagram story gadis itu. Karena hal ini Zea mulai bergelut dengan perasaan dan tujuannya datang ke Jakarta. Masalah lain muncul ketika Finno terus berusaha mendekati Zea dengan cara cukup agresif seperti stalking secara terang-terangan.

Mencoba menyelamatkan Finno dari aksi bunuh diri, Zea malah digosipkan berpacaran dengannya. Karena cemburu dan kesal, Ares membuat Finno menyedari dimana tempatnya dan meminta maaf pada Zea. Tapi cinta mulai bersemi di antara keduanya, apalagi di malam pentas seni, Ares benar-benar menunjukkan ketertarikannya pada Zea.

Sayangnya acara pentas seni berakhir begitu saja karena ada bom, ternyata ada orang yang ingin mengadu domba Retro dengan Calderioz. Di tempat lain Rio tiba-tiba datang dan kembali menyakinkan Zea untuk tetap pada tujuan awalnya yaitu membalas Ares.

Ada banyak hal yang terjadi, salah satunya penyerangan yang terjadi pada Aiden. Hal ini membuat Ares semakin waspada, ia bahkan mencurigai adanya penyusup dalam Calderioz. Setelah ketegangan berlalu, Ares semakin terang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada Zea. Tapi hal ini membuat Zea berada dalam kesulitan, karena banyak orang yang iri padanya. 

Calderioz akan mengadakan touring dan bakti sosial, Ares memaksa Zea untuk ikut bersamanya. Awalnya Zea menolak, untungnya setelah dibujuk oleh gengnya ia bersedia untuk ikut. Di sana Zea melihat bahwa Calderioz tidak seburuk yang ia duga, justru gadis ini mulai berubah pikiran. Tapi hatinya masih berat, karena kakaknya Aeros masih terbaring koma hingga sekarang. 

Kemah dan bakti sosial anak-anak Calderioz berjalan dengan baik, sejak saat itu Zea semakin penasaran Ares dan perasaanya. Tapi kedekatannya dengan Aiden membuat Ares dan Serra salah faham akan hubungan keduanya. Padahal mereka saling berdiskusi dan memberikan support terhadap permasalah mereka masing-masing.

Hari itu Aiden meminta Zea untuk menemaninya mencari kado spesial untuk Serra, jepit bunga matahari. Serra tersentuh dengan kado dari Aiden, meski dia tidak berani memberikannya secara langsung.

Di saat Aiden dan Ares agak renggang, Aiden menjadi korban penyerangan seseorang yang tidak dikenal. Untungnya ada Serra yang melihat kejadian ini, Serra mendatangi Aiden yang terluka parah dan tidak sadarkan diri. Bagaimana kelanjutannya?

Pertarungan Antar Geng Motor yang Terasa Kagok

Pertarungan Antar Geng Motor Yang Terasa Kagok_

Ketika WeTV dan MD Entertainment membuat serial terbaru, saya sangat excited karena masih terngiang keseruan “Kisah untuk Geri” (2021). Jujur saja sejak saya melihat poster serialnya, melihat kemistri Beby Tsabina dan Angga Yunanda semakin membuat penasaran. Apalagi Angga Yunanda terlihat memiliki aura bad boy yang dingin dan misterius.

Dibuka dengan adegan tawuran pelajar, Antares langsung memberikan kesan garang sejak awal. Tak hanya itu, salah satu best scene terdapat di episode pertama yaitu pertemuan Zea (Beby Tsabina) dan Ares (Angga Yunanda). Pasalnya adegan ini membuat suasana menegangkan berubah jadi adegan romansa anak sekolah.

Selepas itu, Antares terasa seperti serial web romantis komedi remaja pada umumnya. Semua latarnya diambil di area sekolah, tapi ada satu hal yang mengganggu saya. Ketika serial ini kembali ingin menunjukkan sisi garang dari geng Calderioz sebagai pemimpin jalanan, plot twist yang ditampilkan terlalu jauh dan mengada-ngada, apalagi soal adanya bom di sekolah.

Untuk ukuran geng motor, rasanya bom terlalu jauh dan terasa agak janggal untuk mereka gunakan. Apalagi geng motor ini masih dalam ukuran anak SMA bukan geng motor yang memang dipimpin oleh mafia. Penyajian adegan aksi dalam pertarungan antara Calderioz dan Retro (geng lain), adegannya agak kagok dan tidak terasa menegangkan.

Belum lagi plot twist soal stalker dan percobaan bunuh diri salah satu karakter pria demi menarik perhatian Zea. Saya bisa mengatakan bahwa Antares adalah versi well budget dan well organize dari sinetron Anak Jalanan (2015). 

Pengemasannya Terlalu Metropolitan

Pengemasannya Terlalu Metropolitan_

Antares sebenarnya memiliki premis yang bagus, apalagi plotnya disusun dengan sangat baik. Tapi sebagai serial web yang memiliki banyak panggung bagi para remaja, ada beberapa kritik yang ingin saya sampaikan. Pertama saya melihat Antares dikemas menjadi serial web yang terlihat sangat metropolitan.

Artinya serial ini terlihat sangat modern dan lekat dengan kehidupan anak-anak kota. Hal ini tidak salah, tapi ada beberapa adegan yang menurut saya kurang baik untuk dipertontonkan.

Seperti adegan berpacaran Karissa (Maudy Effrosina) dengan Ardhan (Pangeran Lantang). Pasangan ini menurut saya beberapa kali memperlihatkan adegan berpacaran anak SMA yang sedikit berlebihan.

Di era seperti sekarang, berpacaran di usia muda bukanlah hal yang aneh lagi. Tapi adegan seperti ciuman hidung hingga berpelukan yang masih di area dan memakai seragam sekolah agak kurang tepat.

Pasalnya, justru memberikan kesan bahwa hal ini bebas dilakukan oleh mereka. Saya khawatir hal ini akan menimbulkan efek yang buruk untuk anak-anak remaja yang menontonnya.

Hal yang sepele untuk beberapa orang tapi agak mengganggu untuk saya, ketika para siswinya berdandan agak berlebihan. Di awal episode saya bisa melihat geng anak hits seperti Karissa, Serra, Cleo dan Selline mereka terlihat agak menor. Makeup mereka tidak terlihat natural untuk makeup kesekolah, saya bisa melihat foundation yang agak tebal.

Pengemembangan Karakter & Akting Pemerannya Sangat Baik

Pengemembangan Karakter Dan Akting Pemerannya Sangat Baik_

Secara jujur saya katakan, saya jatuh cinta dengan karakter Ares yang diperankan oleh Angga Yunanda. Secara konsisten ia bisa menunjukkan karakter seorang pria yang dingin dengan sisi misterius. Bahkan saat ia menunjukkan perhatian dan cara-caranya mendekati Zea, jujur saja caranya bikin greget banget.

Saya terkejut karena Angga bisa memberikan vibes ini, apalagi saya masih ingat dengan dirinya dalam film Dua Garis Biru (2019). Karakternya terlihat manis, tapi sekarang Angga terlihat banyak perubahan, dimana dirinya terlihat lebih dewasa. Mulai dari tatapan mata, perilaku hingga intonasi, semuanya terlihat sangat matang.

Jujur saja saya berharap Angga Yunanda dapat memerankan lebih banyak lagi karakter berbeda lainnya. Angga terlihat sangat menjanjikan dan akan menjadi salah satu aktor muda dengan akting berkelas di Indonesia.

Di sisi lain Beby Tsabina juga mengejutkan saya, ini pertama kalinya saya melihat akting gadis ini. Untuk pertama kalinya saya menyukai karakter dan mimik wajahnya yang bisa terlihat kuat dan lembut secara bersamaan.

Para pemain pembantu di drama ini terlihat memiliki kemistri dan solid, terutama para anggota Calderioz. Mereka terlihat begitu akrab dan tidak terlihat sedang mencari celah untuk mengakrabkan diri lagi. Hubungan pertemanan mereka terlihat erat, bahkan kumpulan anak perempuannya pun seperti itu.

Untuk ukuran drama remaja, bagi saya pengemasan serial web Antares terlalu metropolitan. Ada beberapa hal yang kurang cocok untuk ditunjukkan kepada para remaja, terutama gaya berpacarannya. Kira-kira ada yang setuju dengan saya? Tulis komentar kalian di bawah ini.

Antares
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram