Sinopsis dan Review Anohana: The Flower We Saw That Day The Movie

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
Anohana: The Flower We Saw That Day The Movie
4.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Anohana: The Flower We Saw That Day The Movie merupakan film anime yang diadaptasi dari novel karya Okada Mari. Film ini juga merupakan sidestory dari serial anime dengan judul yang sama yang tayang lebih dahulu yaitu pada tahun 2011.

Film anime yang dikenal dalam bahasa Jepang dikenal dengan judul (あの日見た花の名前を僕達はまだ知らない: Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai ) ini berhasil mendapatkan penghasilan sebanyak 104 Juta Yen.

Selain itu film anime Anohana ini juga sukses membuat para penontonnya terharu dengan alur ceritanya. Nah, dari pada penasaran, berikut ini sinopsis dan juga review film Anohana: The Flower We Saw That Day The Movie.

Baca juga: Anime Terbaru yang Tayang di Musim Semi (Spring)

Sinopsis

Sinopsis

Suatu ketika terdapat enam anak SD membuat sebuah kelompok yang terdiri dari Menma (Kayano Ai), Jinta (Irino Miyu), Anaru (Tomatsu Haruka), Yukiatsu (Sakurai Takahiro), Tsuruko (Hayami Saori), dan Poppo (Kondou Takayuki).

Mereka menamai kelompoknya sebagai Chō heiwa basutāzu atau Super Peace Busters dan memiliki sebuah tempat rahasia.

Namun, kelompok tersebut kehilangan salah satu anggotanya yaitu, Menma. Setelah itu mereka pun berpisah melakukan kegiatannya masing-masing selama beberapa tahun.

Lalu suatu ketika, hantu Menma yang juga telah dewasa tiba-tiba muncul di hadapan Jinta karena suatu keinginan yang belum terkabulkan.

Tapi Menma lupa dengan keinginannya tersebut, sehingga Menma berkata kalau keinginannya itu akan terkabul jika mereka berenam kumpul kembali.

Munculnya kembali Menma juga merupakan awal dari konflik pertemanan mereka. Terlebih lagi, karena Menma hanya bisa dilihat oleh Jinta saja.

Meskipun awalnya sulit untuk mengumpulkan kembali teman-temannya yang lain, Jinta tetap berusaha untuk mengumpulkan mereka kembali.

Poppo adalah yang pertama mempercayai kata-kata Jinta kalau Menma muncul kembali. Lalu, perlahan yang lain pun mulai percaya kalau Menma muncul kembali.

Sembari mereka masing-masing mengingat masa-masa saat masih bersama Menma, mereka berusaha menulis surat balasan untuk Menma.

Untuk mencoba mencari tahu keinginan Menma, mereka kumpul kembali di tempat persembunyian rahasia mereka. Jinta, Poppo dan Anaru mencoba membaca buku catatan Menma berharap bisa mendapatkan jawaban tentang keinginan Menma.

Tapi, yang lain masih belum tahu kenapa Menma hanya bisa dilihat oleh Jinta. Mereka mulai berkumpul kembali bersama di tempat persembunyian. Mencoba membuat reka adegan ketika Menma masih ada yang membuat Jinta terpaksa mengutarakan isi hatinya.

Lalu mereka mencoba menyalakan kembang api bersama. Tapi, ternyata kembang api pun bukan hal yang diinginkan oleh Menma, sehingga Menma masih belum bisa pergi.

Setelah sempat bertengkar karena yang lain tidak bisa melihat Menma, mereka akhirnya mulai akur kembali. Mereka mulai memanggil nama dengan panggilan ketika masih kecil.

Dan mereka mencoba berkomunikasi dengan Menma melalui buku catatan agar bisa mengantarkan Menma ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Lalu, Menma akhirnya mulai mengingat keinginannya kembali. Yaitu, janji yang pernah ia buat dengan ibunya Jinta untuk membuat Jinta menangis.

Melihat Menma yang terlihat akan segera pergi, Jinta bergegas pergi sambil menggendong Menma agar bisa berkumpul dengan yang lainnya di tempat persembunyian rahasia mereka.

Kemudian ketika Jinta mulai tidak bisa melihat Menma tapi suaranya masih terdengar, Menma berkata ia sedang bermain petak umpet.

Jinta yang panik karena tidak bisa melihat Menma, ia berlari keluar disusul dengan yang lainnya. Kemudian Menma mulai membuat surat untuk kelima temannya dan mengungkapkan isi hatinya.

Setelah yang lainnya berhasil menyusul Jinta, Anaru melihat lima buah surat tergeletak yang dibuat oleh Menma untuk mereka. Setelah mereka membaca surat dari Menma, Jinta berkata kalau Menma sedang bermain petak umpet permainan tersebut belum selesai hingga ia ditemukan.

Dan terjadilah sebuah keajaiban, tiba-tiba Menma bisa dilihat juga oleh yang lainnya. Menma pun tiba-tiba teringat kata-kata Jinta kalau ia akan selalu ditemukan oleh anggota Chō heiwa basutāzu

Jinta pun akhirnya memimpin mengucapkan kalau Menma telah ditemukan, lalu Menma pun akhirnya mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya.

Sebuah Persahabatan Sejati

Sebuah Persahabatan Sejati

Selama 1 jam 39 menit, cerita berpusat pada kisah enam orang yang bersahabat sejak kecil. Menma, dulu menganggap dirinya sulit berbaur dengan teman sekelasnya yang lain. Hingga suatu saat, Jinta mengajaknya bergabung dengan kelompoknya dan dimulailah kisah persahabatan mereka.

Biasanya mereka berkumpul di tempat persembunyian rahasia dan sering bermain petak umpet. Tapi, sayangnya mereka harus berpisah dengan Menma, karena Menma mengalami sebuah kecelakaan. Dan semenjak itu, lima anggota lainnya mulai berpisah dan tumbuh dewasa.

Lalu akhirnya Menma muncul kembali, meski sempat terjadi konflik karena Jinta berkata ia bisa melihat Menma sedangkan yang lainnya tidak.

Tapi, perlahan mereka pun mulai akur kembali demi bisa mewujudkan keinginan Menma dan agar Menma bisa reinkarnasi lagi.

Perasaan yang Akhirnya Bisa Diungkapkan

Perasaan yang Akhirnya Bisa Diungkapkan

Dikemas dengan alur cerita dan penggambaran yang sederhana dan tidak berlebihan. Walaupun ceritanya sering meloncat-loncat karena banyak adegan flashback tapi masih cukup mudah untuk dicerna.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram