bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Tensai Ouji no Akaji Kokka Saisei Jutsu, Sepak Terjang Wein

Tensai Oji no Akaji Kokka Saisei Jutsu atau yang dikenal juga dengan judul The Genius Prince’s Guide to Raising a Nation Out of Debt, merupakan anime yang tayang pada musim dingin 2022. Anime ini secara resmi telah rilis pada 11 Januari 2022.

Anime ini diadaptasi dari serial novel karya Toru Toba dan diilustrasikan oleh Fal Maro. Bagi yang ingin menonton anime ini, kalian bisa ke situs resmi iQIYI dan YouTube channel Muse Indonesia. Berikut ini Bacaterus akan mengulas anime Tensai Oji no Akaji Kokka Saisei Jutsu (2022).

Sinopsis

Menceritakan tentang kisah seorang pangeran bernama Wein yang masih berusia 16 tahun. Tapi ia harus menggantikan posisi ayahnya yang secara tiba-tiba jatuh sakit.

Wein harus mengatur Kerajaan Natra yang merupakan negara kecil, tidak memiliki sumber daya, ekonomi yang rendah dan kekuatan militer yang lemah. Kira-kira bagaimanakah Wein dapat memimpin negaranya tersebut?

Episode 1-2

sinopsis_

Bermula ketika Pangeran Wein harus menggantikan posisi ayahnya yang jatuh sakit dengan ditemani oleh Nimnym yang merupakan tangan kanannya. Tapi, Kerajaan Natra merupakan kerajaan yang sedang mengalami krisis ekonomi, militer, sumber daya dan bisa dikatakan kalau negara tersebut miskin.

Wein selalu ingin menjual kerajaannya agar ia bisa hidup tenang. Namun, sebelum hal tersebut dilakukan, Wein harus menguatkan semua krisis yang melanda negaranya tersebut agar bisa dibeli dengan harga yang tinggi, meski pun sebenarnya Wein malas melakukan hal tersebut.

Sementara, negara tetangga dari Kerajaan Marden mulai mengusik Kerajaan Natra. Meski malas untuk berperang, tapi kata-kata dari Wein kepada prajuritnya membuat mereka semangat untuk bertarung. Pertarungan pun berlangsung dengan kemenangan dari Kerajaan Natra, sehingga mereka berhasil mengambil alih tambang emas yang ada di perbatasan.

Namun, hal tersebut membuat Kerajaan Marden marah besar dan kembali mengirimkan pasukan lebih banyak lagi untuk merebut kembali tambang emas tersebut. Selain jumlah prajurit yang semakin berkurang akibat peperangan sebelumnya, ternyata tambang emas yang didapatkan Kerajaan Natra itu tinggal memiliki sedikit sekali emas.

Mengalami keterpurukan, Wein berusaha bertahan dengan serangan dari Kerajaan Marden. Pertempuran yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu sekitar satu bulan dengan 5.000 prajurit Kerajaan Natra melawan 30.000 Kerajaan Marden pun dimulai.

Episode 3-4

ep 3-4_

Kerajaan Natra yang kini dipimpin sementara oleh Pangeran Wein, kedatangan tamu dari Kerajaan Earthworld yang mengajukan untuk melakukan pernikahan politik. Namun, siapa sangka ternyata Putri yang datang menemui Wein adalah teman masa sekolahnya Wein dan Ninym di akademi militer, Putri Lowella.

Wein mencurigai Lowella memiliki maksud lain dibalik ajakan pernikahan politik tersebut karena sedang bertepatan dengan terjadinya penyelundupan senjata ke Natra.

Sementara itu, adik Wein, Putri Falania mengira kalau kakaknya akan menikah dengan Ninym. Tapi Ninym berkata pernikahan antara Wein dan Ninym itu tidak mungkin terjadi karena ia adalah warga Flahm, bahkan menjadi selir raja pun tidak mungkin terjadi.

Sementara itu, Lowella menceritakan kepada Ninym tentang masalah Gerrard yang ingin menikahi Lowella. Di tempat lain, Putri Falania meminta Wein membantunya belajar, kemudian Wein mengajari Falania yang berfokus pada kerajaan Antogada.

Pada keeskoan harinya, Wein mengundang Lowella minum teh sebelum kepulangannya. Ketika jamuan itu berlangsung, Wein mengungkapkan tujuan Lowella yang sesungguhnya. Lowella bermaksud untuk membuat Kerajaan Natra dan Kerajaan Antogada bentrokan.

Wein kemudian terlibat dalam rencana Lowella, seorang putri yang akan menghalalkan segala cara demi tujuannya. Ketika situasinya menjadi rumit, Wein berusaha mengakali Lowella, namun sebuah akhir yang tidak terduga terjadi.

Episode 5-6

ep 5-6_

Pangeran Gerard meninggal setelah mencoba berduel dengan Wein. Kemudian, Wein berkunjung ke Kerajaan Antogada dan bertemu dengan raja Marquis, ayah dari Pangeran Gerard. Raja Marquis yang terpojok dengan rencana Wein, menyetujui saran dari Wein.

Meski pun telah menyetujui saran dari Wein, Raja Marquis memiliki rencana lain dan bermaksud untuk menyandera Wein dan mengalahkan Putri Lowella. Sementara Wein harus berhadapan dengan salah satu pemberontak yang selama ini telah menyusun rencana untuk membunuh Raja Marquis dan memusnahkan dokumen bukti pemberontakan.

Namun, Wein selangkah lebih di depan. Dia sudah menyusun langkah lain dan sudah menebak semua kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga, sebelumnya ia meminta Nannachi untuk membantu dirinya mengambil dokumen bukti pemberontakan tersebut. Semua rencana yang telah disusun oleh Wein berjalan lancar dan Lowella pun pulang ke negaranya.

Pada keesokan harinya, Wein diundang oleh Raja Cavarin untuk menghadiri Festival Roh Levetia. Namun, perjalanan menuju ke Cavarin penuh dengan bahaya yang mengancam. Wein dan rombongannya mulai diserang oleh musuh yang ingin menghancurkan kerajaan. Pada saat itu, Wein bertemu dengan prajurit sisa pasukan Marden di hutan.

Wein meminta untuk bisa bertemu dengan komandan pasukan sisa Marden tersebut, Pangeran Helmut. Namun karena kondisi Pangeran Helmut tidak memungkinan untuk bertemu, digantikan oleh Zeno yang merupakan orang kepercayaan Pangeran Helmut. Sementara itu, saat Wein melakukan perjalanan ke Kota Cavarin, pemberontakan para bangsawan Kerajaan Natra telah dimulai.

Episode 7-8

episode 7-8_

Raja dari Kerajaan Ordrasse mulai kehilangan kepercayaan dari masyarakatnya, sehingga ada kemungkinan Kerajaan Ordrasse sedang menargetkan Kerajaan Natra untuk mengambil tambang emas. Sementara itu, nyawa Wein sedang diincar oleh Jendral Levert dan Holonyeh. 

Sebelum bertemu dengan Raja Ordrasse, Zeno meminta Wein untuk ikut serta bertemu dengan Raja Ordrasse. Zeno pun diizinkan Wein ikut setelah melihat semangat dan berhasil meyakinkan Wein.

Keesokan harinya, Wein dan Zeno pergi menemui Raja Ordrasse. Namun, dalam pertemuan tersebut terjadi sebuah kejadian yang tak terduga.

Raja Ordrasse meminta sesuatu dari Kerajaan Natra dan membuat Wein marah. Kemudian, Wein membunuh Raja Ordrasse dan Zeno membunuh pengkhianat kerjaannya. Wein dan yang lainnya pergi dari daerah Kerajaan Ordrasse, setelah sebelumnya membakar kerajaan tersebut untuk mengulur waktu.

Dalam perjalanan, Wein mendapatkan kabar kalau pemberontakan di Natra sedang berlanjut. Selain itu, jalan pulang tertutup oleh longsong, sehingga Wein harus memutar otak. Sementara jenderal dari Kerajaan Ordrasse sedang pergi untuk mengejar Wein.

Tapi, tak disangka pasukan pemberontak yang sedang menantikan Pangeran Wein bertemu dengan pasukan Pemburu Levert yang juga sedang mengejar Wein, sehingga terjadi pertempuran yang tak bisa dihindari lagi dan berkat bantuan dari tentara Marden, rencana Pangeran Wein pun berhasil.

Wein juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghancurkan sekaligus pasukan pemberontak dan Pasukan Levert dengan memanggil jendral Kerajaan Natra, Hagar.

Sesampainya kembali di Kerajaan Natra, Wein kedatangan Zeno atau yang lebih dikenal dengan Putri Zenovia dari kerajaan Marden untuk mengucapkan terima kasih. 

Pada hari yang berbeda, Kerajaan Natra mendapatkan undangan dari Kerajaan Earthwold. Namun, karena kejadian pasca peperangan, Pangeran Wein tidak memungkinkan untuk menghadiri acara tersebut.

Tak disangka, Putri Flania mengajukan diri sebagai perwakilan dari Kerajaan Natra. Untuk pertama kalinya, Putri Flania mengurus permasalahan politik dan harus menghadapi Putri Lowellmina dan juga tiga pangeran dari kerajaan Earthwold.

Episode 9-10

episode 9-10_

Secara mengejutkan, tiba-tiba Wein datang menyusul ke Kerajaan Earthwold. Tapi ketika sampai di sana, Wein sempat terkejut mendengar Pangeran Demetrio mengajak adiknya, Putri Flania, untuk menikah.

Tapi, secara cepat, Wein bisa mengalihkan pembicaraan tersebut dan mengatakan kalau sebenarnya Wein akan menikah dengan Putri Lowellmina yang tak lain adalah adik dari Pangeran Demetrio.

Setelah pertemuan yang merubah semua kondisi, Lowellmina mengajak Wein untuk bertemu. Lowellmina mencurahkan isi hatinya dengan memperlihatkan ekspresi yang murung karena banyak hal yang dipikirkan olehnya.

Pada keesokan harinya, Wein bertemu dengan Demetrio untuk membicarakan kembali tentang pernikahan.

Saat disuguhi minuman, Wein curiga kalau minuman tersebut diracuni. Untuk menghilangkan rasa curiga Wein, Demetrio meminum hidangan teh yang disajikan. Dan betul saja, minuman tersebut telah diracuni dan membuat Demetrio terjatuh pingsan. 

Kejadian tersebut menyebabkan Wein terpaksa tidak bisa kemana-mana karena dicurigai dan harus menerima interogasi. Sementara itu, Wein mendengar kabar buruk tentang persatuan agama Letevia yang mulai menyerang Meltars.

Penyerangan tersebut membuat Wein tidak bisa tenang. Bahkan karena terlalu kelelahan, Wein pun akhirnya jatuh pingsan. 

Setelah siuman, Wein merasa bangga pada Flania, karena ia telah tumbuh menjadi seorang adik yang bisa diandalkan. Bahkan, dengan berani Flania mengajak penduduk Mealtars untuk bergabung agar bisa mempertahankan Kota Mealtars.

Untuk membebaskan penduduk Kota Mealtars dari Kekaisaran Earthwold, Levetia mengerahkan pasukannya menuju ke Mealtars.

Wein dan yang lainnya mencoba untuk melindungi penduduk Mealtars dengan memanfaatkan pihak Levetia dan bertemu dengan Raja Gruyere, Levetia dan Caldmellia. Kemudian, Wein mengusulkan sebuah kesepakatan kepada mereka dan keputusan Raja Gruyere membuat Cladmellia terkejut.

Selain itu, berkat bantuan dari Lowellmina, Wein pun akhirnya bisa bertemu dengan para pangeran dan mengungkapkan dalang di balik semua kekacauan yang terjadi.

Pangeran Bardloche dan Pangeran Manfred cukup terkejut dengan pernyataan dari Wein. Bagaikan tidak memiliki pilihan lain, Pangeran Bardloche dan Pangeran Manfred pun menyetujui pernyataan Wein. Tapi, dibalik semua pernyataan Wein, ia memiliki sebuah motif yang cukup mengharukan yang hanya diketahui oleh sebagian orang saja.

Episode 11

episode 11_

Zenovia mendapatkan keluhan dari Perdana Menteri Delunio, Sirgis; keluhan mengenai produk palsu yang dikirimkan ke negaranya.

Namun, karena Zenovia tidak bisa memberikan kepastian, Sirgis pun bermaksud untuk berbicara langsung dengan Kerajaan Natra. Ketika Zenovia tidak bisa berkata apa-apa, Wein muncul dan menampik semua perkataan Sirgis.

Beberapa hari kemudian, Wein dan Ninym pergi mengunjungi Kerajaan Solgest. Wein sangat terpesona dengan kemakmuran kerajaan tersebut dan langsung menyusun strategi untuk membuat aliansi dengan Kerajaan Solgest. Semua rencana telah disusun secara sempurna agar Solgest dan Natra bisa beraliansi melawan Kerajaan Delunio.

Namun, tak disangka-sangka, semua rencana yang telah dibuat oleh Wein tidak bisa dibicarakan sama sekali. Raja Gruyere selalu menghindari pembicaraan. Terlebih lagi, Wein diajak makan dulu sebagai penyambutan atas kedatangannya. Bahkan Wein lupa dengan rencananya karena terpaku dengan kelezatan makanan yang disajikan di Kerajaan Solgest.

Pada keesokan harinya, Wein ingin berbicara dengan Raja Gruyere, tapi Gruyere mengatakan sedang ada urusan. Setiap kali Wein berusaha untuk mengajak berbicara, Raja Gruyere selalu menghindari pembicaraan tersebut, sehingga membuat Wein cukup kebingungan.

Wein dan Ninym curiga kalau Raja Gruyere sedang merencanakan pembunuhan rahasia. Tapi semua kesempatan tersebut telah berkali-kali hilang.

Saat Wein berencana untuk pulang ke Kerajaan Natra, tiba-tiba ada Raja Gruyere menyampaikan ingin bertemu. Dan hal tersebut membuat Wein juga Ninym meningkatkan kewaspadaan akan terjadi hal buruk.

Episode 12

episode 12_

Setelah terjebak dalam rencana Raja Gruyere, Wein berusaha mencari solusi damai. Wein pergi bersama dengan Zenovia untuk bernegosiasi dengan Sirgis. Zenovia mengatakan kalau sumber masalah yang terjadi sekarang hanyalah sebuah kesalahpahaman. Namun, ternyata hubungan antara Delunio dan Solgest sangatlah kuat.

Zenovia melakukan sebuah pertaruhan besar demi bisa meruntuhkan hubungan kuat antara Delunio dan Solgest.

Namun, semua penawaran yang diberikan oleh Zenovia tetap ditolak oleh Sirgis. Sedangkan, Sirgis berencana untuk menyumbangkan tanah negara Marden agar ia bisa menjadi seorang Elite dan bahkan berharap menjadi seorang pemimpin.

Wein mengajukan sebuah penawaran untuk bekerjasama dalam membunuh Gruyere. Wein mengatakan kalau kekuaran Solgest terus berkembang pesat dan bisa menjadikan peperangan antara Natra dan Delunio.

Sirgis menerima tawaran Wein untuk menerima pengungsi rakyat Natra. Tapi, ia cukup terkejut ketika Wein menyebutkan jumlah pengungsi yang akan ditampung oleh Delunio.

Sirgis cukup panik dengan tawaran dari Wein, ditambah lagi Wein memberikan sebuah pernyataan yang cukup membuat Sirgis tambah ketakutan. Penawaran yang cukup absurd daripada menjual Kerajaan Natra.

Seorang Pangeran yang Malas Tapi Cerdik 

pangeran malas_

Sesuai dengan genre-nya, anime ini memiliki cerita yang lucu dan cukup menghibur. Terutama dengan karakter utamanya, Wein.

Ia adalah seorang pangeran yang terpaksa harus menggantikan posisi ayahnya yang sedang jatuh sakit. Padahal sebenarnya ia malas mengurus negaranya. Terlebih lagi negaranya tersebut sangatlah miskin dalam segala aspek.

Ketika terpaksa harus berperang dengan negara tetangga pun, sebenarnya Wein sangat malas untuk melakukannya. Wein hanya berpikiran untuk segera menjual negaranya itu agar bisa hidup tenang tanpa perlu repot-repot memikirkan masalah negaranya.

Tapi, ketika terpaksa harus melakukan peperangan, Wein ini sebenarnya sangat cerdik. Dengan jumlah pasukan yang lebih sedikit, Wein dengan mudah bisa mengalahkan pasukan musuh berkat taktik cerdik yang ia buat. Bahkan hal tersebut membuat musuh terkejut sekaligus kesal karena mengalami kekalahan.

Wein Terseret dalam Peperangan Kekaisaran

wein terseret_

Pada episode kali ini, kembali kita diperlihatkan betapa cerdiknya Pangeran Wein. Namun, seringkali ketika ia tidak ingin melakukan sesuatu malah terlibat dalam hal yang tidak ingin ia lakukan.

Seperti halnya ketika ia tidak ingin terseret dalam permasalahan Kekaisaran Lowella, tapi berujung dengan terlibat juga. Tapi karena rencana Wein dan Lowella ternyata tidak sesuai perkiraan mereka, akhirnya Lowella pun memutuskan untuk tidak menyeret Kerajaan Natra yang kini dipimpin oleh Wein.

Namun, mengingat kalau Wein adalah seorang yang cerdik dalam membuat taktik, Lowella meminta bantuan Wein untuk membuat taktik dalam memenangkan pemerontakan di kekaisaran. Dan dengan senang hati Wein pun membantu Lowella, begitu pula dengan Nimnym.

Sejauh ini, anime ini memiliki daya tarik yang cukup unik. Meski pun ceritanya cukup serius, tapi alur ceritanya dibuat menyenangkan dan tidak membosankan.

Ketika menonton pun bisa membedakan dimana bagian yang serius dan bagian yang menghibur, terutama dengan adanya karakter Wein yang membangun keseluruhan isi ceritanya.

Terjadi Pemberontakan di Kerajaan Natra

pemberontakan kerajaan natra_

Seperti biasa, Wein memang seorang Pangeran yang sangat cerdik. Semua taktik dan rencananya selalu berjalan sesuai dengan yang ia pikirkan, sehingga rencana membantu putri Lowella pun berjalan dengan mulus.

Ditengah-tengah isu politik yang menyerang beberapa negara, Kerajaan Natra pun tak luput dari isu politik tersebut. Bahkan sekarang mulai terlihat beberapa bangsawan Kerajaan Natra sendiri ingin melakukan pemberontakan.

Para pemberontak tersebut, memanfaatkan kepergian Wein ke kota Cavarin untuk menghancurkan Kerajaan Natra. Namun, Wein belum menyadari hal tersebut karena sekarang ia masih dipusingkan dengan Raja Cavarin yang meminta dirinya untuk bergabung dengan pasukan elit suci. Kira-kira, apakah Wein bisa mengatasi krisis yang sedang mengintai kerajaannya sendiri?

Putri Flania Menjadi Perwakilan Kerajaan Natra

putri flania jadi perwakilan kerajaan natra_

Lagi, Pangeran Wein berhasil mengalahkan para musuhnya dengan akal cerdiknya. Namun, suatu kejadian tak terduga ketika Putri Flania ingin menggantikan kakaknya ke pertemuan para pangeran kerajaan. Tapi, hal tersebut terjadi setelah Putri Flania salah paham dengan arti tatapan dan anggukkan dari Pangeran Wein.

Tentunya, orang-orang terutama tiga pangeran dari Kerjaan Earthwold pun merasa diremehkan dengan kedatangan Putri Flania. Pun begitu dengan Putri Lowella yang terkejut karena yang datang adalah Putri Flania bukan Pangeran Wein.

Namun, secara mengejutkan, meskipun Putri Flania sempat tertekan oleh salah satu Pangeran dari Kerajaan Earthwold, Putri Flania bisa bersikap tegas dan membuat Pangeran juga orang-orang di sekitarnya ikut terkejut. 

Hal tersebut sangat dimaklumi, berhubung melihat sosok Putri Flania itu sangat imut dan seolah-olah mudah dikendalikan. Kata-kata tegas dari Putri Flania keluar setelah ia membayangkan kakaknya yang pasti sudah sering menderita dan mengalami hal yang lebih berat dari yang ia alami sekarang.

Sebuah Strategi dan Kasih Sayang Seorang Kakak

strategi kasih sayang kakak_

Semakin lama, strategi yang dimunculkan di anime ini semakin rumit dan butuh konsentrasi yang cukup baik.

Meskipun diselingi dengan tingkah kocak dari Wein, tapi ada kalanya harus memperhatikan secara seksama dengan strategi yang dibuat agar mengerti alur ceritanya. Apalagi ada banyak kerajaan yang dimunculkan, jadi harus mengingat nama kerajaan juga nama raja, pangeran atau putri dari masing-masing kerajaan.

Namun, dibalik strategi yang kian rumit yang dibuat oleh Wein, di episode kali ini diperlihatkan sisi Wein sebagai seorang kakak yang begitu menyayangi adiknya, Putri Flania. Bahkan, Wein sangat bangga melihat perkembangan adiknya yang semakin dewasa dan mulai bisa diandalkan, sehingga ia ingin membantu semangat juang adiknya tersebut.

Permaian Strategi Politik Kerajaan yang Semakin Rumit

strategi politik_

Menuju episode akhir, konflik antarkerajaan semakin rumit. Butuh konsentrasi yang cukup ekstra ketika menonton episode ini, karena masalah yang terjadi pun semakin banyak dan semakin rumit. Belum lagi, harus memahami strategi dari masing-masing kerajaan.

Wein telah menyusun berbagai strategi yang menurutnya sempurna. Tapi meskipun strategi yang dibuat berjalan sesuai harapan, Wein merasakan ada kejanggalan.

Raja Gruyere langsung menyetujui proposal Wein yang menginginkan Kerajaan Natra dan Kerajaan Solgest beraliansi. Belakangan barulah diketahui, Raja Gruyere ternyata bekerja sama dengan Perdana Menteri Sirgis untuk menghancurkan Kerajaan Natra dan Kerajaan milik Zenovia.

Wein sempat putus asa dan bingung harus mengambil langkah apa. Tapi, Zenovia mengusulkan sebuah ide demi menebus kesalahannya, karena masalah yang terjadi sekarang merupakan akibat dari keputusan yang diambil oleh Zenovia sebelumnya, sehingga ia ingin menyelesaikan permasalahan tersebut, namun sebelumnya meminta persetujuan dari Wein lebih dulu.

Wein pun menyetujui ide dan strategi yang diajukan oleh Zenovia. Tapi apakah strategi kali ini bisa menyelesaikan masalah yang sedang terjadi sekarang?

Hasil yang Tak Sesuai Keinginan

hasil tak sesuai keinginan_

Pada episode terakhir ini, Wein berhasil mengalahkan Gruyere dan Sirgis. Wein juga berhasil mencapai perdamaian setelah mendapatkan tanda tangan dari Gruyere. Namun, segala usaha yang telah dilakukan oleh Wein selama ini hasilnya tidak sesuai dengan yang ia inginkan.

Ninym menunjukkan bahwa perdamaian yang terjadi membuat Natra kehilangan sebagian besar kekayaannya dan hubungan damai dengan gereja Levetia. Wein pun tersadar dengan hasil akhir yang ia dapatkan dan ia merasa kesal pada dirinya sendiri. 

Bisa dibilang, usaha Wein selama ini untuk memakmurkan Kerajaannya itu berakhir dengan sia-sia. Bahkan, Kerajaannya kembali menjadi negara yang melarat.

Rencana Wein untuk menjual Natra pun semakin sulit dan jauh dari jangkauan. Setelahnya pun Wein memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki akibat dari taktik yang ia buat sendiri.

Nah, itulah sinopsis dan review Tensai Ouji no Akaji Kokka Saisei Jutsu dari Bacaterus. Jika kamu memiliki pendapat tentang anime ini, silakan sampaikan melalui kolom komentar, ya.

Tensai Ouji no Akaji Kokka Saisei Jutsu
Rating: 
2.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram