Bacaterus / Review Film Jepang / Sinopsis & Review Anime Fire Force Season 1 ‘The Wild Fire’

Sinopsis & Review Anime Fire Force Season 1 ‘The Wild Fire’

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

2019 bisa jadi salah satu tahun di mana para penggemar anime dipuaskan dengan munculnya banyak judul besar yang bisa jadi, mereka tunggu-tunggu. Diadaptasi dari judul-judul manga yang sukses di pasaran, film-film animasi Jepang ini pun mengudara, dan salah satunya adalah Fire Force. Pemadam kebakaran? Betul. Tapi bukan seperti yang biasa kita lihat.

Itulah kelebihan manga atau anime. Memasak saja bisa berubah bagai menjadi sebuah adegan perkelahian. Dan kali ini, diangkat dari manga karya Atsushi Ōkubo, Fire Force hadir dengan mengangkat tema pemadam kebakaran.

Namun, yang mereka padamkan bukanlah api biasa. Tapi, adalah api yang memiliki kekuatan misterius. Seperti apanya, mari kita simak bersama.

Sinopsis

Anime Fire Force

  • Tahun rilis: 2019
  • Season: 2
  • Genre: Action, super power
  • Produksi: David Production
  • Sutradara: Yuki Yase
  • Pengisi suara: Gakuto Kajiwara, Yusuke Kobayashi, Mao Ichimichi, Saeko Kamijou

Setelah sebuah peristiwa bencana yang disebut dengan the Great Disaster, manusia memasuki sebuah lini masa baru yang disebut dengan Solar Era. Pada masa ini, manusia menghadapi ancaman baru yang disebut sebagai ‘spontaneous human combustion’. Yaitu, kondisi saat seseorang berubah menjadi kobaran api hidup yang disebut ‘infernal’.

Sebaliknya, sebagian orang memiliki kemampuan pyrokinetic yang dapat menaklukan makhluk tersebut. Shinra Kusakabe, seorang pemuda yang memiliki kemampuan pyrokinetic pada kakinya, baru bergabung dalam brigade 8 dari Fire Force Tokyo Empire.

Fire force di sini, bukan berarti fire fighter atau pemadam kebakaran. Melainkan, sebuah satuan yang didirikan untuk menghadapi kasus kemunculan infernal.

Shinra sendiri ternyata memiliki pengalaman yang memilukan dengan infernal. 12 tahun yang lalu, sebuah peristiwa kebakaran terjadi dan menyebabkan ia kehilangan ibu dan adiknya.

Dalam peristiwa tersebut, ia juga melihat bahwa sesosok infernal kemungkinan menjadi dalang dibalik peristiwa yang mengenaskan itu. Hal tersebut jugalah yang membuat Shinra termotivasi untuk menjadi seorang petugas Fire Force.

Di brigade 8, Shinra dipertemukan kembali dengan Arthur Boyle, rekannya ketika mereka masih berada di akademi Fire Force. Arthur dan Shinra sendiri ternyata tidak menjalin kecocokan, dan keduanya kerap berdebat satu dengan yang lain.

Maklum, sejak kecil Shinra bercita-cita untuk menjadi seorang pahlawan, sementara Arthur mengaku bahwa ia adalah keturunan seorang ksatria.

Dalam sebuah peristiwa, Shinra kemudian mengenal Hibana, seorang wanita yang merupakan kapten dari brigade 5 Fire Force. Pertemuan keduanya kemudian berbuntut pada perselisihan antara brigade 8 dengan brigade 5, karena Hibana memiliki hasrat untuk menyelidiki infernal lebih lanjut. Namun pada akhirnya, bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Para Fire Force kemudian dihadapi dengan sebuah kasus spontaneous human combustion yang janggal. Karena diperkirakan, bahwa infernal yang muncul bukan lagi karena reaksi spontan.

Melainkan, ada yang dengan sengaja membuat warga sipil berubah menjadi makhluk bernyala-nyala tersebut. Kali ini, brigade 8 menyelidiki kasus ini bersama dengan brigade 1.

Rupanya, peristiwa tersebut membawa para anggota Fire Force ke sebuah kasus yang penuh dengan misteri karena kemunculan kelompok yang disebut the White Cloak dan Knights of the Ashen Flame. Bahkan beberapa peristiwa spontaneous human combustion juga didalangi oleh kelompok tersebut.

Kehadiran Knights of the Ashen Flame kemudian mulai mengungkap misteri masa lalu Shinra. Ternyata, ibu dan adiknya yang bernama Sho masih hidup. Infernal yang dilihat oleh Shinra adalah ibunya sendiri, sementara Sho kini telah menjadi pemimpin dari Knights of the Ashen Flame, dan memiliki sebuah kekuatan yang luar biasa.

Dunia yang Unik

Dunia yang Unik

Fire Force memiliki sebuah dunia yang unik. Dimana, sebenarnya kita dibawa ke sebuah masa setelah sebuah bencana besar terjadi di Bumi. Lantas, tatanan dunia menjadi berbeda, dimana tidak ada lagi negara, bahkan Jepang telah berubah menjadi sebuah kekaisaran yang disebut dengan Tokyo Empire. Kemudian, timeline yang digunakan disebut dengan Solar Era.

Lantas, Tokyo Empire diperintah oleh seorang kaisar bernama Raffles I. Kemudian, muncul juga sebuah kepercayaan baru yang disebut dengan Holy Sol Temple. Jika diperhatikan, agama ini juga unik karena Atsushi sepertinya mengambil referensi kepercayaan Shinto yang dipeluk sebagian besar masyarakat Jepang, dipadu dengan elemen Kristiani.

Dark Flames

Dark Flames

Jika kamu terus mengikuti Fire Force, lama-kelamaan kamu akan menyadari bahwa sebenarnya anime ini tidak sebegitu ceria seperti kelihatannya.

Meski banyak unsur komedi dan fan service khas anime yang dihadirkan, Fire Force memiliki plot kelam yang membuat kamu mengerenyitkan kening. Salah satunya memang muncul sejak awal cerita. Yaitu, latar belakang Shinra sang tokoh utama yang memilukan.

Namun setelah diikuti lebih lanjut, kita juga akan menemukan sebuah alur yang mengetengahkan perbedaan keyakinan. Terutama, ketika kelompok yang disebut sebagai White Cloaks hadir.

Kamu akan melihat bagaimana Holy Sol Temple bukan satu-satunya kepercayaan yang berlaku dalam kisah ini. Karena, ada sekelompok orang yang sepertinya memiliki teologi yang agak berbeda.

Dan Shinra bukanlah satu-satunya karakter dengan background yang miris. Beberapa karakter lain juga memiliki masa lalu yang bisa dibilang begitu berpengaruh, bahkan menghantui kehidupan mereka sekarang. Sehingga, tema from zero to hero yang biasa dihadirkan memang menjadi terasa out of the box ketika kita menyaksikan Fire Force.

Tetap Fun

Tetap Fun

Memiliki unsur kelam di dalamnya, tidak lantas membuat anime ini menjadi berat. Salah satu poin plus dari serial ini adalah, tidak terlalu banyak basa-basi yang sepertinya kurang perlu.

Itulah yang membuat kisah Fire Force mudah untuk diikuti. Semuanya berlangsung dengan pas. Lantas, adegan-adegan konyolnya juga terasa ‘masuk’, sehingga memberikan aroma lebih segar.

Salah satu hal yang kadang membuat kita menjadi agak tidak sabar saat menyaksikan sebuah serial shonen adalah, flashback. Kadang, ada adegan mundur ke belakang yang begitu jauh, dan bisa terjadi berepisode-episode dan begitu menyiksa. Tapi, David Production selaku rumah produksi bisa membuat penonton lebih sabar.

Beberapa latar belakang dunianya juga disajikan di awal episode, lewat sebuah narasi pendek dan artwork yang selalu hadir sesuai arc story yang tengah berjalan. Smart move, karena penonton tidak merasa bahwa ada rantai yang hilang dalam cerita yang tengah berlangsung sehingga tetap mengasyikan untuk disimak.

Api Dimana-mana

Api Dimana-mana

Maksud kami adalah, adegan laga. Animasi, gambar, juga efek suara dari Fire Force sungguh memuaskan. Rasanya, kita seperti bisa merasakan pukulan demi pukulan yang terjadi dalam serial ini.

Lalu, bagi yang membaca komiknya, tentu kita akan membayangkan bahwa efek visual dari kekuatan yang dimiliki oleh para tokoh dalam Fire Force memiliki warna sama. Oranye, merah, kekuningan.

Tapi setelah hadir di layar kaca, kita akan menyadari bahwa ternyata, efek yang hadir tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Meski warna api mendominasi, tapi ada beberapa kemampuan para karakter yang tentunya memiliki warna berbeda.

Biru misalnya, atau tokoh Hibana yang bisa membuat visualisasi bunga dengan kekuatan yang ia miliki. Dan David Production menghadirkan koordinasi warna yang menyenangkan dari segi visual.

Layaknya anime shonen yang menyuguhkan kekuatan super, kita juga akan melihat berbagai kemampuan yang unik. Seperti tokoh Takehisa Hinawa yang kekuatannya memanipulasi energi lewat senjata api, lantas ada Karim Flam yang malah bisa membuat lawan beku melalui sebuah teori sains. Malahan, beberapa tokoh tidak memiliki kekuatan pyrokinetic.

Memiliki judul asli Enen no Shouboutai dalam Bahasa Jepang, Fire Force memang tampil sebagai pilihan hiburan yang fresh untuk kategori anime.

Bagi mereka penyuka serial anime yang tidak menghadirkan banyak karakter cute, plot yang tidak biasa, dan tokoh-tokoh khas, Fire Force adalah pilihan yang tepat untuk kamu. Bagi para penggemar anime, Fire Force mungkin sedikit mengingatkan kita akan serial Bleach.

Sang kreator yaitu Atsushi Ōkubo sebelumnya telah dikenal lewat karyanya yang lain yaitu Soul Eater. Sehingga, tidak mengherankan apabila Fire Force dinilai mampu bersaing dengan tayangan anime kenamaan lainnya seperti My Hero Academia atau Demon Slayer. Silahkan login ke akun Netflix kamu, untuk menyaksikan serial yang telah memiliki 2 season ini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *