bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Anime Dota Dragon’s Blood: Book 2

Ada yang suka bermain game Dota? Dota adalah sebuah video game strategi karya Valve. Serial game Dota mulai dibuat pada tahun 2003, kemudian pada Juli 2013 dibuatlah seri Dota 2. Pada bulan Maret 2021, Netflix mengadaptasi seri Dota 2 ke dalam anime original yang berjudul Dota Dragon’s Blood: Book 1.

Dan di tanggal 18 Januari 2022, Netflix secara resmi merilis Dota Dragon’s Blood: Book 2 yang merupakan sekuel dari anime sebelumnya. Nah, bagi penggemar game Dota dan serial anime Dota Dragon’s Blood, Bacaterus telah merangkum sinopsis dan review anime Dota Dragon’s Blood: Book 2 (2022).

Sinopsis

sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2022
  • Genre: Sci-Fi, Fantasy
  • Produksi: Netflix, Studio MIR
  • Sutradara: Park So Young, Kim Ei Jeong
  • Pengisi Suara: Yuri Lowenthal, Lara Pulver, Tony Todd, Troy Baker
  • Jumlah Episode: 8 Episode

Setelah peperangan di hutan Nightsilver, Invoker menghadapi Selemene dan membicarakan tentang kesepakatan yang telah ia buat dengan iblis. Sebuah kesepakatan yang cukup besar, sementara kekuatan Selemene mulai melemah setelah pengkhianatan yang ia perbuat.

Putri Mirana dan Luna masih melanjutkan peperangan setelah terpisah dari Davion. Kaden membawa Davion kembali ke Benteng Naga setelah melihat perubahan yang terjadi pada diri Davion. Namun, seorang yang dipanggil ayah ternyata memiliki tujuan buruk karena ingin memanfaatkan darah Davion untuk bisa menjadi seorang yang kuat.

Tiba-tiba, banyak naga yang menyerang benteng dan para Ksatria Naga berusaha bertarung melawan naga-naga tersebut. Davion yang telah terbebas berkat bantuan Fymryn, pergi ke luar menara yang disusul oleh Kaden dan Brams.

Kemudian, mereka diselamatkan oleh seseorang dan pergi menuju tempat perlindungan miliknya. Sementara itu, Mirana menemukan sebuah tempat untuk berlindung agar bisa merawat rekan-rekannya dan juga Luna yang terluka.

Sesampainya di tempat perlindungan, Davion mendengarkan sebuah lagu yang hanya bisa didengarkan oleh dirinya. Lagu tersebut membawa Davion bertemu dengan Slyrak yang ingin meminta Davion untuk mencari mata Worldwyrm. Sedangkan Bram, dengan bantuan naga yang unik, ia menemukan sisi dirinya yang baru sebagai seorang Ksatria Naga.

Sementara itu, Mirana dijebak dan dibawa oleh seseorang untuk kembali ke istana. Kemudian, Mirana membuat sebuah kesepakatan dengan pamannya.

Sedangkan Luna yang ditahan, berusaha kabur dari tahanan dan berusaha menyelamatkan Mirana yang ada di istana. Namun sayang, hal tersebut memicu kekacauan di istana, bahkan Mirana tertusuk oleh anak panah yang ditembakan dari jarak yang jauh.

Selemene merasa sangat menyesal atas segala perbuatan yang pernah ia lakukan, termasuk menelantarkan anak mereka. Ketika Mirana terbaring lemah, sebuah flashback diperlihatkan tentang bagaimana ia bisa bertemu dengan Marci. Sedangkan, perburuan pembunuh Mirana sedang semakin gencar. Luna pun menjadi salah satu yang mencari orang tersebut.

Ketika Davion sedang berusaha bernegosiasi untuk melihat mata Worldwyrm, Slyrak menguasai tubuh Davion dan menyerang paman Mirana. Kemudian, Luna bertarung dengan Slyrak dan menarik kembali Davion. Sementara Marci menyelamatkan Luna yang sedang terjebak dalam kekacauan.

Setelah beberapa hari, akhirnya Mirana sadar dan mengetahui banyak kekacauan yang terjadi. Kemudian, Luna menjadi penerus pamannya Mirana yang telah meninggal. Davion meminta Luna untuk menunjukan mata yang selama ini ia cari, tapi mata itu tidak bereaksi apa pun, sehingga ada kemungkinan kalau mata itu telah dipalsukan.

Sementara itu, kekacauan semakin menjadi-jadi. Selemene kembali mendapatkan kekuatannya setelah secara tidak sengaja Fymryn mengajak Selemene ke pemakaman anaknya. Selemene kembali menggunakan kekuatannya secara semena-mena, sehingga membuat Invoker marah. 

Ditambah lagi dengan permasalahan di kerajaan Mirana yang belum juga usai, sehingga terjadilah peperangan yang tak bisa dihindari antara para Ksatria Naga, Mirana dan musuh besar mereka, Terrorblade. Akankah kerajaan mereka selamat dan kembali hidup damai?

Anime Adaptasi dari Game MOBA Video-Game Dota 2

anime adaptasi_

Anime Dota Dragon's Blood: Book 2 merupakan adaptasi yang diambil dari sebuah game terkenal, Dota 2. Pada season ke-2 ini ceritanya melanjutkan peperangan yang sebelumnya telah terjadi di hutan Nightsilver; peperangan antara para Ksatria Naga, Mirana dengan Selemene dan Terrorblade yang merupakan musuh terakhir.

Dengan durasi sekitar 26 menit di setiap episodenya, alur cerita yang dibawakan sebenarnya terbilang cukup pas. Tapi bagi yang tidak mengikuti dari season pertama, mungkin akan kesulitan untuk memahami alur ceritanya dikarenakan langsung melanjutkan kisah sebelumnya tanpa adanya kilas balik terlebih dahulu.

Ceritanya sendiri sebenarnya lebih fokus pada dua karakter utama, yakni Mirana dan Davion. Perkembangan karakter dari dua pemeran tersebut bisa dibilang cukup baik.

Mirana yang merupakan seorang putri bisa menjadi sosok yang lebih bijak dari sebelumnya. Begitu juga dengan Davion yang mulai bisa mengendalikan sosok Slyrak yang ada di dalam tubuhnya.

Sebuah Cerita Pengantar Hero Baru di Dota 2

cerita pengantar_

Bertemakan tentang dunia fantasi-mistis, anime ini tentunya ditunggu-tunggu bagi yang suka memainkan game Dota 2. Apalagi serial anime ini dibuat sebagai pengantar pengenalan hero baru di dalam game Dota 2. Hero tersebut adalah Marci, seorang gadis yang sangat loyal terhadap Mirana dan memiliki kekuatan super yang luar biasa.

Bagi yang tidak mengikuti game Dota 2 pun sebenarnya tidak perlu khawatir untuk menonton anime ini. Meski diadaptasi dari game, alur ceritanya masih cukup mudah untuk dimengerti, kok. Jadi, tidak usah takut untuk menontonnya.

Visualisasi yang Enak Dipandang Mata

visualisasi enak dipandang_

Dari segi visualisasi, beberapa scene seperti saat adegan pertempuran, pemandangan, bahkan sampai detail kecil seperti butiran air dibuat dengan sangat detail, sehingga enak dipandang mata. Meski ada beberapa bagian yang memang terlihat biasa saja, tapi tidak mengurangi keindahan visualisasi secara keseluruhan.

Mungkin penggemar anime Jepang akan melihat perbedaan yang jelas antara anime Dota Dragon’s Blood dengan anime khas Jepang. Jadi jangan terlalu berharap lebih, karena memang visualnya jauh berbeda dari anime khas Jepang pada umumnya. 

Tapi, secara keseluruhan anime Dota Dragon’s Blood: Book 2 ini memberikan penawaran alur cerita, tokoh, juga visual yang menarik untuk ditonton dan tidak kalah menarik dengan anime Jepang.

Bagi yang ingin menonton anime ini, saya sarankan sebaiknya menonton dari season pertamanya dulu, supaya mengerti alur ceritanya lebih mendalam. Jika tidak, ada kemungkinan kesulitan untuk memahami alur ceritanya dikarenakan kisahnya berkelanjutan dari season sebelumnya.

Ada beberapa scene gore dan cukup ‘ngilu’ untuk dilihat ketika saya menonton anime ini, sehingga sangat disarankan untuk yang mau menonton anime ini adalah kamu yang sudah berumur 18+.

Oleh karena itu, bagi yang tidak suka cerita tentang pertarungan, kekerasan, apalagi scene berdarah-darah, disarankan lebih baik jangan menonton anime yang satu ini. Nah, bagi kamu yang sudah cukup usia dan penasaran, bisa langsung menonton anime ini di Netflix!

Dota Dragon's Blood: Book 2
Rating: 
3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram