Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Netflix American Beauty (1999)

Sinopsis dan Review Film Netflix American Beauty (1999)

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seorang ayah yang frustasi secara seksual sedang mengalami krisis paruh baya dan menggandrungi teman dekat putrinya. Kisah film peraih Best Picture dan empat Oscar lainnya ini memang fokus pada sosok Lester dengan masalah psikologisnya, tetapi karakter-karakter lainnya juga memiliki masalah psikologis yang semakin membuat jalan cerita menjadi sulit dan tidak mudah ditebak.

American Beauty adalah sebuah drama yang menampilkan potret keluarga Amerika yang hidup di perumahan nyaman di pinggiran kota yang tampak sempurna tapi bobrok di dalamnya. Kualitas film ini digawangi oleh penulis naskah debutan, Alan Ball, dan sutradara debutan juga, Sam Mendes. Jalinan cerita antar karakternya sangat kuat dan tidak ada adegan yang tersia-siakan.

Kami akan ulas beserta sinopsis salah satu film terbaik yang pernah diproduksi Hollywood ini, yang sukses secara komersial dan tentu juga secara kualitas, keseimbangan langka yang jarang bisa diraih oleh semua film.

Sinopsis

American Beauty (1999)

*https://www.imdb.com/title/tt0169547/mediaviewer/rm870875392

  • Tahun: 1999
  • Genre: Drama
  • Produksi: Jinks/Cohen Company
  • Sutradara: Sam Mendes
  • Pemeran: Kevin Spacey, Annette Bening, Thora Birch

Lester Burnham (Kevin Spacey) memiliki keluarga yang tidak harmonis bersama Carolyn (Annette Bening) dan putrinya, Jane (Thora Birch). Sebagai suami, dia tidak dihormati oleh istrinya dan selalu dibawah tekanan dengan konsep hidup sempurna menurut sang istri. Ditambah lagi, putri semata wayangnya juga tidak menghormati sang ayah yang selalu terangsang kepada teman-temannya.

Lester kemudian tergila-gila kepada Angela (Mena Suvari), teman dekat Jane, sejak pertama kali melihatnya sebagai cheerleader di arena pertandingan bola basket. Setelahnya Lester selalu tenggelam dalam fantasi-fantasi gilanya bersama Angela yang dihiasi daun dari bunga mawar merah. Bahkan dia mulai giat berolahraga karena mendengar ucapan Angela tentang pria dengan fisik yang fit.

Ketika Lester diminta untuk membuat laporan pekerjaannya selama di perusahaan, dia malah menulis hal-hal buruk yang membuatnya terancam dipecat. Tetapi justru dia memilih mengundurkan diri dengan pesangon yang tinggi karena ancamannya bahwa dia bisa saja membuka kesalahan pimpinannya yang merugikan perusahaan.

Lester kemudian membeli mobil impiannya dan mulai bekerja di resto cepat saji di bagian dapur. Selain itu, dia mulai dekat dengan Ricky, tetangga sekaligus teman sekolah putrinya, hanya untuk membeli ganja. Kemudian, dia mulai berani menentang istrinya yang selama ini mengekangnya. Di suatu waktu, dia memergoki istrinya selingkuh ketika membeli makan di resto tempat dia bekerja.

Kedekatannya dengan Ricky mengundang kesalahpahaman ayah Ricky yang menganggap dia gay. Setelah mengusir putranya, Frank (Chris Cooper) justru menghampiri Lester dan menciumnya. Beberapa saat kemudian, Lester ditembak kepalanya dari belakang dan tewas bersimbah darah. Narasi Lester tentang kematiannya di awal film, ditutup dengan kisah nan tragis.

Karakter-Karakter Penuh Masalah Psikologis

Karakter-Karakter Penuh Masalah Psikologis

*https://www.imdb.com/title/tt0169547/mediaviewer/rm2099880705

Setiap karakter di American Beauty memiliki masalah psikologis masing-masing yang membikin cerita film menjadi kompleks dan unik. Baiklah, kita akan ulas bersama secara singkat tentang masalah psikologis yang mendera dan mengendap pada diri setiap karakternya. Kita mulai dari keluarga Burnham sebagai keluarga sentral dalam cerita.

Lester Burnham berada di usia 40an dimana biasanya lelaki di usia tersebut mengalami krisis paruh baya atau puber kedua. Dia menjadi sosok penuh kesinisan dan tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan kehidupan rumah tangganya, hanya memuaskan keinginan pribadi saja. Hubungan dengan cintanya sudah lama mendingin sejalan dengan tekanan yang dia dapat dari istrinya.

Carolyn menjadi sosok yang mengatur secara total hidup keluarganya, setidaknya begitulah yang selalu dia tampakkan di permukaan. Padahal sebenarnya dia memiliki kekosongan jiwa dan rasa putus asa karena persaingan bisnis yang semakin keras. Dia kemudian berani untuk selingkuh dari suaminya dengan Buddy, saingan bisnisnya yang lebih sukses.

Putri mereka, Jane, menjadi remaja yang selalu depresi, kurang rasa percaya diri, dan yakin jika dirinya tidak menarik sama sekali. Dia tidak memiliki fashion ala remaja, bahkan cenderung tampil jelek seperti yang disebutkan oleh ibunya. Bahkan di sekolah, dia tidak memiliki banyak teman dan hanya dekat dengan Angela, rekan sesama cheerleader, yang justru menambah masalah baginya.

Angela, seorang remaja yang sangat percaya diri dan bercita-cita menjadi model terkenal. Dia selalu bercerita tentang petualangan cintanya yang membuatnya terlihat semakin menarik, bahkan bisa membuat Lester tergila-gila kepadanya dan membuat perubahan diri yang sangat drastis.

Di akhir film, rahasia petualangan cintanya terbuka di depan Lester. Ternyata dia masih perawan. Spoiler alert! Sementara itu, tetangga sebelah dihuni oleh keluarga Fitts. Frank Fitts adalah anggota marinir berpangkat kolonel memiliki pandangan dan cara hidup yang keras dan tidak memberi toleransi kepada pandangan hidup lainnya.

Dia tidak segan-segan memukul anaknya hanya atas dasar prasangka saja, seperti penggunaan narkoba dan perilaku seksual menyimpang. Padahal dia sendiri adalah gay. Another spoiler!

Putranya, Ricky, memang adalah pengedar narkoba, spesialis ganja. Dia memiliki koleksi ganja dari yang termurah hingga yang paling eksklusif. Dia terbukti sangat pintar menutupi kedoknya, bahkan memiliki hasil tes urin bersih di kulkas kecilnya jika saja ayahnya meminta tes urin dadakan. Ricky memiliki kebiasaan merekam hal-hal dalam hidupnya, terutama Jane.

Duo Debutan Pencetak Film Berkualitas

Duo Debutan Pencetak Film Berkualitas

*https://www.imdb.com/title/tt0169547/mediaviewer/rm2586905344

Alan Ball sebagai penulis naskah dengan cerdik mampu merangkai berbagai masalah psikologis para karakternya ke dalam jalan cerita yang rumit tapi menarik. Adegan demi adegan yang ditampilkan membangun pondasi yang sempurna untuk klimaks adegan akhir yang tragis. Bahkan kita dibuat salah sangka tentang siapa yang menembak tewas Lester.

Dan Sam Mendes mampu menerjemahkan dengan baik naskah yang disodorkan oleh Ball. Dalam proses syuting yang mayoritas dilakukan di studio milik Warner Bros. ini, Mendes menghindari penggunaan computer-generated imagery (CGI) yang banyak, hanya digunakan untuk menambah visualisasi untaian daun dari mawar merah di adegan fantasi seksual Lester.

Mendes juga menghindari pengambilan gambar secara close-up, karena teknik seperti itu dianggap sudah usang. Uniknya, meski minim adegan close-up, film ini terasa sangat intim, dan kita berhasil dibuat dekat dengan karakter-karakternya.

Atas saran dari Steven Spielberg, yang sering mengunjungi lokasi syuting, Mendes tidak takut menggunakan bujet produksi demi kualitas film yang ingin dicapainya.

Deretan Penghargaan yang Diraih

Deretan Penghargaan yang Diraih

*https://www.imdb.com/title/tt0169547/mediaviewer/rm1244242689

Di gelaran Academy Awards ke-72 pada 26 Maret 2000, American Beauty dinominasikan di 8 kategori dan berhasil memenangkan lima diantaranya, yaitu Best Picture, Best Actor untuk Kevin Spacey, Best Director untuk Sam Mendes, Best Original Screenplay untuk Alan Ball, dan Best Cinematography untuk Conrad Hall. Sedangkan nominasi lainnya ialah Best Actress, Best Original Score, dan Best Film Editing.

Begitupun di ajang Golden Globe, film ini masuk di enam nominasi dan berhasil memenangkan tiga diantaranya, yaitu Best Motion Picture Drama, Best Director untuk Sam Mendes, dan Best Screenplay untuk Alan Ball. Sedangkan nominasi lainnya ialah Best Actor, Best Actress, dan Best Original Score. Dari hasil ini, Alan Ball dan Sam Mendes menjadi insan sinema yang mengejutkan dengan prestasinya.

Dari ulasan kali ini, kita mencapai kesimpulan bahwa American Beauty adalah film drama dengan sentuhan black comedy dan menampilkan performa akting brilian dari para pemerannya, terkhusus Kevin Spacey, serta memiliki cerita yang cerdas dan kelam tentang potret kehidupan keluarga di Amerika yang hidup penuh dengan tekanan dari berbagai sisi, terutama dari sosial budayanya.

Film yang dirilis di bulan Oktober 1999 silam, kini sudah bisa disimak di layar Netflix. Tidak perlu masuk ke watchlist lagi, langsung tonton saja dan temukan siapa yang menembak Lester di akhir film. Resapi kebobrokan moralitas yang dipaparkan dalam film sebagai cerminan bagi kita untuk bisa membangun keluarga yang memiliki pondasi iman dan akhlak yang baik.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *