bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Along for the Ride, Kisah Remaja di Kota Kecil

Auden datang ke Colby untuk mengisi liburan musim panasnya dengan ayahnya. Tidak disangka, ternyata kehidupan di Colby cukup meriah bagi remaja sepertinya.

Apalagi dia bertemu dengan Eli yang pendiam dan tampak misterius tapi menyenangkan. Hari-harinya menjadi berwarna. Namun permasalahan keluarga kembali mengemuka dan membuka kembali kisah perih masa lalunya.

Along for the Ride adalah film drama romantis karya Sofia Alvarez yang dirilis sebagai original film oleh Netflix pada 6 Mei 2022.

Merupakan adaptasi novel karya Sarah Dessen yang terbit di tahun 2009, film ini mengangkat tema tentang kesempatan kedua dan jawaban atas pertanyaan apakah orang benar-benar bisa berubah.

Diselimuti keindahan pantai Carolina, film ini akan menghantam perasaan kita dengan deburan ombak pemikiran trauma remaja. Sudah siap untuk menontonnya? Simak review berikut terlebih dahulu, ya!

Baca juga: 10 Film Romantis Netflix yang Bikin Para Penonton Baper!

Sinopsis

Sinopsis

Auden West baru saja lulus SMA dan ingin mengisi liburan musim panasnya bersama ayahnya di Colby. Ibunya, Victoria, mengatakan bahwa Auden ingin mencoba mempererat tali kekeluargaan dengan ayahnya.

Tapi sebenarnya itu bukanlah alasan utama Auden, melainkan menghindari ibunya yang selalu membuatnya tertekan dan mencoba untuk mencari jati dirinya.

Sesampainya di Colby, Auden mendapati istri ayahnya, Heidi, sedang sibuk menyusui bayinya. Sementara ayahnya, Robert, sibuk di ruang kerjanya dimana dia selalu berada di sana.

Atas saran Heidi, Auden mengunjungi The Tip, tempat favorit remaja di Colby. Auden didekati seorang pria yang ternyata adalah mantan kekasih salah satu gadis disana.

Keesokan harinya, Heidi mengajak Auden mengunjungi tokonya dimana dia akan bekerja selama liburan di bagian pembukuan.

Salah satu karyawannya adalah Maggie, gadis yang mantan kekasihnya mendekati Auden di The Tip. Sempat terjadi ketegangan di antara mereka, namun berusaha diredakan oleh kedua temannya.

Penyendiri dan susah tidur malam, Auden sering duduk di ujung dermaga. Beberapa malam dia memperhatikan seorang pria dengan sepeda BMX-nya bermain di sana.

Hingga suatu malam mereka bersua. Eli, nama pria tersebut, membawa Auden ke café rahasia yang menyediakan kopi dan kue. Keesokan harinya, mereka bermain mini golf.

Victoria tiba-tiba datang berkunjung ke toko. Berbincang berdua di café, Auden tidak betah dengan obrolan ibunya perihal ayah dan istri barunya, lalu memilih pergi.

Maggie melihat ketegangan hubungan Auden dengan ibunya dan memulai pertemanan dengannya. Auden diajak melihat Maggie bermain sepeda dan setelah itu mereka berpesta bersama.

Auden mengetahui latar belakang sikap Eli yang introvert dari Maggie. Auden dan Eli menonton film drive-in dan menemukan kesamaan dalam diri mereka sebagai penderita insomnia.


Auden mengupas sedikit kisahnya tentang mengapa dia sulit tidur di malam hari kepada Eli. Sementara Eli tidak berusaha membalas dengan cara yang sama. Malam itu, Auden melihat video Eli dan Abe di YouTube.

Auden kemudian menyetujui petualangan yang diajukan oleh Eli saat di mercusuar. Tantangan itu ialah melakukan banyak hal yang belum pernah mereka lakukan sedari kecil hingga lulus SMA.

Mereka kemudian bermain troli di supermarket dan Auden terjatuh. Eli langsung memeluknya dan meminta maaf dengan sangat khawatir.

Maggie dan teman-temannya yang tahu Auden sering bertemu Eli, memintanya untuk mengajak Eli ke HDP (hot dog party). Ketika Auden mengajaknya, Eli langsung marah karena tidak ingin hadir di pesta manapun.

Tapi ternyata Eli tiba-tiba datang ke pesta dan disambut dengan perang makanan yang berlanjut berenang di pantai di bawah kembang api perayaan kemerdekaan Amerika.

Pagi harinya, Auden hendak membeli kopi, tapi ternyata bertemu ayahnya yang membawa koper. Mereka bertengkar kecil dimana Auden kesal dengan sikap ayahnya yang selalu meninggalkan keluarga jika ada masalah.

Setelah bertemu Heidi, Auden merasa tidak mampu mengatasi masalah ini dan menghubungi ibunya untuk membantunya. Auden duduk menyendiri di tepi pantai dan dihampiri oleh Eli yang membawa sepeda untuknya.

Auden yang emosinya sedang tidak stabil karena permasalahan keluarga, justru memarahi Eli karena selalu mendesaknya untuk bersepeda. Auden juga mengungkit bahwa Eli mengubur mimpinya karena masih merasa bersalah atas kematian Abe.

Victoria datang dan memberikan bantuan moral kepada Heidi. Robert pun sepertinya menyadari kesalahannya dan kembali ke rumah untuk meminta maaf.

Auden pun menyadari kesalahannya kepada Eli dan ingin berubah. Dia meminta Maggie untuk mengajarinya mengendarai sepeda.

Setelah merasa tenang, Auden menghampiri bengkel Eli. Ternyata bengkel itu sudah bukan milik Eli lagi. Auden bingung. Kemanakah Eli? Ingin tahu jawabannya? Tonton terus film ini hingga usai dan temukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Perubahan Sikap di Usia Remaja

Perubahan Sikap di Usia Remaja

Along for the Ride dibuka dengan narasi dari Auden dan adegan yang memperlihatkan dirinya tidak tertarik melakukan tradisi kelulusan di sekolahnya.

Adegan ini sudah cukup menjadi pondasi yang kokoh bagi kita untuk memahami psikologis Auden. Sebagai remaja, dia cenderung pendiam dan hidup aman tanpa tantangan.

Kita langsung memahami darimana sikap ini berasal setelah melihat perbincangan ibunya. Dan keinginannya untuk menghabiskan liburan musim panas bersama ayahnya dikomentari dengan miring oleh ibunya.

Jelas terlihat, bahwa Auden tidak menyukai sikap ibunya yang terlalu mengatur hidupnya. Dan dia pergi ke Colby untuk membuka wawasan dan mencari jati diri sebelum masuk ke kuliah nanti.

Sampai disini kita paham, bahwa Auden mulai berani membuka diri dari hal-hal yang selama ini tidak pernah dia lakukan.

Tapi kemudian dia bertemu dengan pria yang terlihat menyenangkan namun tertutup tentang masa lalunya, yaitu Eli. Naluri wanita yang suka penasaran mulai tumbuh seiring kebersamaannya dengan Eli yang mulai mewarnai hari-harinya.

Kisah Cinta Sederhana yang Tumbuh Alami

Kisah Cinta Sederhana yang Tumbuh Alami

Memulai hubungan atas dasar adanya kesamaan mempermulus jalan menuju kedekatan hati. Begitupun yang terjadi pada Auden dan Eli di film berdurasi 1 jam 46 menit ini.

Mereka sama-sama susah tidur malam yang disebabkan endapan pikiran di dalam benak mereka. Semua terjadi karena adanya trauma masa lalu yang belum bisa mereka lupakan.

Seiring berjalannya cerita, kita akan dibuat paham akan apa yang mereka hadapi. Tentu saja akan ada konflik karena meningginya tensi emosi ketika datang masalah yang sama dari masa lalu.

Emma Pasarow yang berperan sebagai Auden tampil apik dan alami, seolah memang menggambarkan gadis remaja sederhana yang penuh pikiran.

Namun tidak dengan Belmont Cameli, pemeran Eli. Memang ada percikan chemistry yang padu ketika mereka dipertemukan dalam satu adegan, tapi Cameli terlihat kurang bisa mengungkapkan apa yang dirasakan karakternya. Bisa dibilang, aktingnya cenderung datar dan tampak kaku.

Meski sedikit timpang, kisah cinta Auden dan Eli terbangun dengan baik dan tampil sederhana. Alasan untuk jatuh cinta disajikan secara logis dan dialog diantara mereka terlihat ringan serta menyenangkan.

Ditambah dengan sinematografi yang bisa menangkap keindahan pantai Kure di Carolina, kisah cinta mereka tersaji dengan sangat natural.

Faktor Perubahan dari Keluarga dan Persahabatan

Faktor Perubahan dari Keluarga dan Persahabatan

Sebagai sebuah film romantis untuk remaja, Along for the Ride mengusung tema yang lumayan berat. Perubahan sikap Auden yang menjadi titik utama digali dengan detail dan runut. Dengan begitu, kita bisa ikut memahami apa yang dirasakan olehnya.

Ada rasa ketakutan kisah masa lalu terulang lagi ketika Auden mendapati ayahnya pergi dari rumah. Hal ini membuat emosinya tidak stabil.

Sementara itu, kesempatan kedua diperuntukkan bagi Eli. Karena sebuah kecelakaan yang menewaskan sahabat dekatnya, membuat dia menutup diri dan mengubur mimpi.

Tapi berkat kedekatannya dengan Auden, Eli menjadi berani untuk memulai lagi impiannya sebagai pesepeda profesional. Proses perubahan ini ditampilkan dan dibangun dengan baik, sehingga kita mudah untuk memahaminya.

Salah satu faktor yang mampu membantu para remaja untuk mencari jati dirinya adalah keluarga dan sahabat. Seperti yang kita lihat di dalam film ini, Auden bisa mengubah dirinya setelah menyadari dan memahami permasalahan yang ada di keluarganya.

Terutama dengan memaafkan ayah dan ibunya yang selama ini dia salahkan atas sikap yang dibawanya selama ini.

Selain itu, sahabat yang pengertian bisa membantu mempercepat penemuan jati diri ini. Seperti yang terjadi pada Auden dan Maggie.

Awalnya terlihat memusuhi, ternyata Maggie bisa mengerti apa yang dirasakan Auden dan menjadi sahabat terbaik baginya. Apalagi mereka berdua adalah sama-sama siswi yang pintar di sekolahnya. Dan akhirnya mereka menempuh kuliah bersama.

Tidak diduga, Along for the Ride hadir melampaui ekspektasi kita. Awalnya kita pasti underestimate melihat dua pemeran utamanya yang namanya belum dikenal.

Tapi dengan cerita yang mengalir lancar, ritme yang enak untuk diikuti dan akting yang cukup baik, membuat kita hanyut dalam cerita yang disajikan. Semua tidak terlepas dari peran sutradara sekaligus penulis naskah Sofia Alvarez.

Memang film ini adalah debut penyutradaraannya, tapi dia sebelumnya sukses menulis naskah untuk film To All the Boys I’ve Loved Before (2018) dan sekuelnya, To All the Boys: P.S. I Love You (2020).

Sentuhan dari kedua film itu cukup terasa disini, meski kadarnya tidak sekuat salah satu film terbaik Netflix tadi.

Tapi setidaknya, Along for the Ride tampil lebih baik dari trilogi The Kissing Booth dengan pengembangan karakter dan kesahajaan dalam mengolah ceritanya. Film ini layak untuk kalian simak, terutama dengan sang kekasih hati. Jangan dilewatkan, langsung tonton di Netflix sekarang juga, ya!

Along for the Ride
Rating: 
2.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram