bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Drama Korea All of Us Are Dead (2022)

Nam On Jo tak pernah menyangka kepergiannya ke sekolah hari itu menjadi sebuah petaka. Berangkat bersama Lee Cheong San, sahabat yang diam-diam menyukainya, gadis itu tidak punya firasat apa pun.

Dia juga tidak menduga salah satu teman sekelasnya yang beberapa hari hilang ternyata disekap oleh salah satu guru karena terinfeksi gigitan tikus hasil eksperimennya.

Gigitan tersebut ternyata membuat teman sekelas On Jo berubah agresif seperti zombie yang suka menggigit. Gigitan tersebut diawali dari perawat sekolah di ruangan UKS.

Dalam hitungan menit, siswa-siswa di SMA Hyosan berubah menjadi haus darah. On Jo, Cheong San dan beberapa teman yang lain berusaha melarikan diri. Mampukah mereka lolos? Daripada sibuk penasaran, simak sedikit sinopsis dan ulasan drama Korea terbaru bertema zombie, All of Us Are Dead (2022), berikut ini!  

Sinopsis

All of Us Are Dead (2022)_

Lee Jin Su dirundung, dihajar hingga babak belur oleh sekelompok siswa. Mereka adalah Son Myeong Hwan, Yoon Gwi Nam, Chang Hoon dan Kim Hyeon Ju. Dalam keadaan sangat tidak berdaya dan penuh luka-luka, anehnya Jin Su malah menunjukkan sikap yang agresif dan menyerang sampai-sampai jatuh dari ketinggian.

Jin Su dibawa ke rumah sakit tapi diam-diam dibawa kabur oleh ayahnya, Lee Byeong Chan. Lee Byeong Chan adalah guru sains di SMA Hyosan. Dia adalah seorang profesor lulusan Amerika yang fokus meneliti tentang sel.

Olehnya, tubuh Jin Su dimasukkan dalam koper dan dibawa pergi dari rumah sakit. Saat berada di dalam koper, tubuh Jin Su terus bergerak tidak terkendali.

Beralih ke sekolah, Kim Hyeon Ju secara tidak sengaja tergigit tikus yang ada di lab. Tikus tersebut rupanya objek eksperimen Lee Byeong Chan. Segera setelah mengetahuinya Lee Byeong Chan mengikat Hyeon Ju. Tak berapa lama setelah tergigit, tubuh Hyeon Ju mulai menunjukkan tanda-tanda infeksi yang mengerikan.

Sementara itu, Son Myeong Hwan dan kawan-kawan tidak henti melakukan aksi jahatnya. Kali ini yang dia tindas adalah Kim Cheol Soo dan Min Eun Ji.

Kedua siswa itu memberi informasi pada guru tentang perisakan yang dialami Jin Su. Myeong Hwan yang murka melecehkan Min Eun Ji; dengan paksa dia membuka seragam siswi tersebut lalu direkam. Cheol Soo tidak bisa melakukan apa pun.

Perbuatan Myeong Hwan diketahui oleh Lee Su Hyeok. Su Hyeok adalah seorang atlet yang dulu juga pernah terlibat perisakan. Kini Su Hyeok justru muak dengan tindakan kawan-kawannya yang kelewatan. Su Hyeok coba menolong tapi ancaman Myeong Hwan pada Eun Ji tidak bisa membuat gadis itu pergi begitu saja.

Su Hyeok tidak bisa melakukan apa pun karena niat baiknya untuk menolong tidak bersambut. Su Hyeok melanjutkan langkahnya menuju kelas sampai seorang gadis bernama Nam On Jo menghampiri dan mengajaknya pacaran. Su Hyeok tidak menjawab karena yang dia tahu On Jo berpacaran dengan teman dekatnya, Lee Cheong San.

Lee Cheong San ternyata memang menyukai On Jo tapi pemuda itu mengelak dan terus menutupi perasaannya. On Jo sendiri terlanjur menganggap Cheong San sebagai sahabat karena mereka sudah bertetangga sejak kecil.

Kegiatan sekolah hari itu mulai berjalan. Hyeon Ju yang tidak kelihatan di sekolah selama beberapa hari mulai membuat guru bahasa Inggris, Park Sun Hwa, bertanya-tanya.  

Saat jam pelajaran masih berlangsung, kelas dikagetkan dengan kemunculan Hyeon Ju. Pasalnya, gadis itu datang dalam keadaan berdarah-darah.

Sebelum pingsan, Hyeon Ju mengatakan bahwa guru sains, Lee Byeong Chan, menyekapnya. Dia juga mengaku disuntikkan cairan tertentu oleh guru itu. Park Sun Hwa bergegas membawa Hyeon Ju ke UKS.

Dibantu Su Hyeok, On Ju dan I Sak, Hyeon Ju berhasil dibawa ke UKS. Namun, tingkahnya sangat agresif dan mencoba menggigit siapa pun didekatnya. On Jo sempat terluka tapi tidak terlalu parah. Park Sun Hwa kemudian menelpon ambulan untuk membawa Hyeon Ju ke rumah sakit. Petugas 119 yang datang kebetulan adalah ayah On Jo.

Saat Hyeon Ju dibawa ke rumah sakit, petugas kesehatan sekolah yang sempat memberi obat bius pada Hyeon Ju sebelumnya ternyata tergigit. Kurang dari lima menit dia sudah berubah agresif, seperti zombie.

Myeong Hwan dan Chang Hoon yang melintas di depan ruang UKS heran melihat tingkah perawat tersebut. Chang Hoon sempat merekamnya tapi sejurus kemudian dia diserang.

Chang Hoon digigit oleh perawat sekolah dan situasi mulai menggila. Eun Ji yang sudah ada di atap sekolah, bersiap untuk bunuh diri dengan cara meloncat, kaget karena beberapa siswa terlempar ke luar jendela.

Cheong San dan On Jo masih berada di kantin saat kekacauan itu mulai terjadi. Keduanya shock melihat kantin diserbu siswa-siswa yang berdarah dan agresif seperti zombie.

Su Hyeok sendiri mencoba menyapa ketua kelas, Choi Nam Ra, yang penyendiri. Su Hyeok mengingatkannya agar tidak terlalu lama memakai earphone. Untuk pertama kalinya bagi Nam Ra ada siswa yang mau menyapanya.

Su Hyeok juga takjub karena baru kali itu mendengar Nam Ra banyak bicara. Tak lama kekacauan pun terjadi, lalu Su Hyeok membawa Nam Ra menyelamatkan diri. Bisakah mereka semua selamat?

Serangan Zombie di Sekolah

Serangan Zombie di Sekolah_

Beberapa tahun ke belakang, tepatnya pasca kesuksesan Train to Busan (2016), industri hiburan Korea Selatan, khususnya drama dan film tampak rajin membuat tontonan bertemakan zombie.

Sejak 2016 terhitung sudah ada beberapa judul film atau drama zombie dari negeri ginseng ini yang sukses di pasaran, sebut saja Kingdom Series (2019) dan Alive (2020). Terakhir drama Happiness (2021) yang dibintangi Han Hyo Joo dan Park Hyung Sik juga begitu impresif.

Kemiripan mereka tentu saja sama-sama menyuguhkan ketegangan dalam upaya menyelamatkan diri dan bertahan hidup dari makhluk tak punya otak yang selalu lapar, tapi soal eksekusi, masing-masing memiliki perbedaan dan keunggulan. Kali ini Korea Selatan kembali meluncurkan ‘produk zombie’ terbarunya dalam serial All of Us Are Dead (2022).

Drama berjumlah 12 episode dengan durasi sekitar 50 menit per episodenya ini diadaptasi dari Naver webtoon berjudul Our School karya Joo Dong Geun.

Sesuai judul webtoon-nya, serangan zombie yang ditampilkan drama All of Us Are Dead (2022) terjadi di sekolah. Kamu akan melihat para siswa satu per satu berubah jadi zombie sedang yang lainnya berusaha mati-matian menyelamatkan diri.

Issue Bullying dan Ketidakadilan pada Korban Perisakan

Sentil Issue Bullying dan Ketidakadilan pada Korban Perisakan_

Entah sudah berapa banyak drama atau film Korea Selatan yang memakai isu bullying sebagai akar masalah, tidak terkecuali All of Us Are Dead (2021).

Pada episode awal, kamu akan bertemu segerombol anak sekolah merisak satu orang siswa hingga babak belur. Korban bernama Jin Su itu ternyata putra Lee Byeong Chan, seorang scientist sekaligus tenaga pengajar di SMA Hyosan.

Melihat anaknya menjadi korban perisakan, Byeong Chan bolak-balik menuntut keadilan tapi tak ada yang didapat. Dikuasai dendam dan kebencian, dia berencana membuat anaknya lebih kuat dengan cara-cara ilmiah. Sayang, eksperimennya malah menghasilkan sebuah virus yang berbahaya.

Scene yang menceritakan kepedihan Byeong Chan dan Jin Su sebagai korban perisakan sekaligus ketidakadilan, bukan satu-satunya bagian dalam drama ini yang menyentil dua isu tersebut.

Ada juga Eun Ji yang digambarkan sebagai korban perisakan, pelecehan seksual sekaligus ketidakadilan yang dilakukan sekolah. Plot yang menyampaikan kegelisahan ini pada satu titik terasa sebagai bumbu saja, tapi juga berpengaruh besar pada emosi dan alur cerita secara keseluruhan.

Brutal dan Cerita yang Emosional

Brutal dan Cerita yang Emosional_

Bicara emosi, All of Us Are Dead (2022) terlihat mengutamakan elemen tersebut selain ketegangan dikejar zombie di tiap-tiap episodenya. Dengan setting di sebuah sekolah, karakter-karakter yang di-plot berteman dan saling mengandalkan, kematian demi kematian tragis di antara mereka, sudah pasti memberikan sensasi berupa kesedihan karena kehilangan.

Scene emosional tersebut disebar di setiap episode. Ikatan mereka yang semakin kuat karena sama-sama berjuang menyelamatkan diri harus diputus begitu saja.

Kamu diajak ikut merasakan cemas menunggu siapa lagi yang akan meninggal dan sedih ketika itu benar-benar terjadi. Dua belas episode jadi terasa melelahkan, bukan hanya karena dikejar zombie, tetapi karena merasakan emosi-emosi di dalamnya.

Selain rasa kehilangan, setiap ada satu karakter yang tewas, hal paling kuat dan menonjol dari drama ini adalah penampilan zombie yang brutal dan menjijikan.

Zombie di All of Us Are Dead (2022) bukan saja menggigit melainkan sekaligus mengoyak daging dan memakannya. Darah tentu saja secara dramatis muncrat ke segala arah, belum lagi efek suara-suara yang mengerikan setiap kemunculan mereka.

Scoring All of Us Are Dead (2022), terutama ketika para zombie bergerak, sangat meyakinkan. Erangan mereka cukup mengganggu karena begitu intens.

Sementara itu dari segi sinematografi, drama ini berhasil menampilkan ketegangan dan kekacauan yang sedang terjadi. Pergerakan zombie yang begitu cepat, bergerombol dan memburu siswa-siswa yang masih hidup, ditangkap dengan baik.

Secara keseluruhan, All of Us Are Dead (2022) boleh diadu dengan drama atau film-film tentang zombie apocalypse yang sudah tayang sebelumnya.

Menyuguhkan tema yang tidak lagi baru dan menggunakan formula sederhana, seperti persahabatan, naksir-naksiran di sekolah dan karakter-karakter mengesalkan yang bikin naik darah, eksekusi drama ini cukup memuaskan.

Penampilan Park Solomon, Yoon Chang Young dan Cho Yi Hyun juga sangat atraktif. Mereka berjuang bersama beberapa karakter lain untuk bertahan hidup dari zombie.

Pada akhirnya drama ini sekaligus berhasil memunculkan idola-idola baru! Gimana? Mulai penasaran dengan zombie-zombie di SMA Hyosan? Ingin tahu perjuangan Su Hyeok, Cheong San, Nam Ra, On Jo dan kawan-kawan selamat dari zombie? All of Us Are Dead (2022) bisa kamu saksikan di Netflix!

All of Us Are Dead
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram