bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review All Nighter (2017) yang Seru dan Kocak

Di era modern, berbagai aktivitas yang dilakukan manusia sering kali nggak kenal waktu. Kebanyakan melakukan aktivitas sehari-hari pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Tapi ada banyak juga orang yang melakukan aktivitas di malam hari. Terlebih, di kota besar yang mobilitas manusianya terus bergerak selama 24 jam.

Sebagian harus tetap melek di malam hari demi menyelesaikan pekerjaan, tapi ada juga yang menghabiskan malam dengan berpesta. Di film All Nighter, ada seorang anak muda dan seorang ayah yang terpaksa menghabiskan malam mereka untuk sebuah misi menemukan seseorang. Sebelum menonton filmnya, simak dulu sinopsis dan reviewnya dari Bacaterus ini yuk!

Baca juga: Daftar Film Komedi Terbaik Sepanjang Masa

Sinopsis

Review Film All Nighter 2017_Sinopsis_
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Comedy
  • Produksi: Spring Pictures, Wing and a Prayer Pictures, Abbolita Films, Heretic Films
  • Sutradara: Gavin Wiesen
  • Pemain: J.K. Simmons, Emile Hirsch, Taran Killam, Kristen Schaal, Analeigh Tipton

Martin adalah seorang musisi yang tinggal bersama kekasihnya, Ginnie. Suatu malam, Ginnie mengajak Martin untuk makan malam bersama dengan ayahnya, Mr. Gallo. Gallo adalah seorang pebisnis kaya raya dan Ginnie merasa bahwa malam itu merupakan malam yang tepat untuk mempertemukan sang kekasih dengan ayahnya.

Ketika makan malam, Martin terintimidasi oleh Mr. Gallo. Dia berusaha mencairkan suasana tapi Mr. Gallo masih enggan memberikan sambutan yang ramah. Mr. Gallo tampak meragukan Martin yang bekerja sebagai musisi. Saking tegangnya situasi malam itu untuk Martin, dia sampai menumpahkan minuman ke pakaian Mr. Gallo.

Enam bulan kemudian, Martin mendapatkan tamu yang nggak diduga-duga. Mr. Gallo mendatanginya dengan alasan nggak bisa menghubungi Ginnie sama sekali. Martin mengatakan bahwa dia dan Ginnie sudah putus tiga bulan sebelumnya. Karena Mr. Gallo akan pergi ke Jenewa keesokan harinya, dia mengajak Martin untuk mencari Ginnie.

Tujuan pertama Martin dan Mr. Gallo adalah rumah Gary dan Roberta yang terakhir Martin dengar ditinggali oleh Ginnie. Sesampainya di rumah Gary dan Roberta, Mr. Gallo diberitahu bahwa Ginnie sudah pindah tiga minggu sebelumnya. Mereka pun menyarankan agar Mr. Gallo dan Martin mendatangi kafe tempat Ginnie bekerja dulu.

Sesampainya di kafe, Martin menanyakan pada Tracy, salah satu pegawai, apakah Ginnie masih bekerja. Tracy mengatakan bahwa Ginnie sudah berhenti bekerja di kafe dan kini bekerja di sebuah restoran.

Sayangnya, dia nggak ingat nama restorannya. Hanya saja, dia mengatakan bahwa manajer kafe, Lizzie, mengetahui nama restoran tersebut. Tapi, Lizzie tengah melakukan yoga di tempat bernama Moglu.

Ketika Mr. Gallo menelpon, Martin tanpa sengaja bertemu Lizzie. Lizzie sempat mengira Martin belum bisa melupakan Ginnie. Dia akhirnya luluh dan memberi tahu Martin bahwa Ginnie bekerja di sebuah restoran bernama Bibola.

Di Bibola, mereka menemukan fakta bahwa Ginnie sudah berhenti bekerja. Salah satu pegawai menyarankan agar Martin dan Mr. Gallo mengunjungi Ricoco, sebuah tempat hiburan malam yang biasa Ginnie datangi.

Di Ricoco, Martin berhasil menemui beberapa teman Ginnie untuk mencari informasi. Mereka malah menyangka Martin masih ingin balikan dengan Ginnie. Martin pun bertemu dengan Trevor, seorang DJ di Ricoco yang menyukai Ginnie. Trevor malah menghina Martin dan merendahkan Ginnie yang membuat Mr. Gallo memukul Trevor dan kemudian pergi dari Ricoco.

Ketika akan pergi, Martin dan Mr. Gallo bertemu Megan yang mabuk berat. Khawatir dia akan menyetir dalam keadaan mabuk, Martin dan Mr. Gallo mengantar Megan ke rumahnya.

Ketika Mr. Gallo ganti baju karena bajunya terkena muntah dari Megan, pacar dari Megan datang. Dia mengira Martin dan Mr. Gallo berniat buruk pada Megan. Perkelahian pun terjadi tapi Martin berhasil menyelamatkan Mr. Gallo.

Martin mendapat informasi dari Megan bahwa Ginnie pacaran dengan Mr. Hot Stuff. Mr. Gallo pun mendapat kabar serupa dari salah satu pegawai Ricoco. Lantas, di manakah Ginnie sebenarnya berada? Akankah Martin dan Mr. Gallo menemukannya? Bagaimana juga hubungannya dengan Martin? Apakah mereka berdua akan balikan karena akhirnya direstui sang ayah?

Pendalaman Karakter

Review Film All Nighter 2017_Pendalaman Karakter_

Sebagai film komedi yang dikombinasikan dengan drama, All Nighter terasa kurang memberikan emosi untuk penonton. Kurangnya pendalaman karakter yang menjadi penyebabnya. Martin menjadi satu-satunya yang mendapat pendalaman. Sementara Mr. Gallo yang merupakan pemain utama, kurang diberi kesempatan menunjukkan hubungan emosional dengan sang anak, Ginnie. 

Satu-satunya yang dibahas adalah bagaimana keduanya jarang berhubungan setelah Mr. Gallo bercerai dengan mantan istrinya dan Ginnie punya ayah tiri yang baru. Kurangnya pendalaman karakter Mr. Gallo membuat penonton sulit untuk merasakan simpati. Kita cuma sebatas tahu kalau dia adalah seorang ayah yang sedang mencari anaknya.

Secara sinematografi, film ini nggak menyajikan sesuatu yang spesial. Dengan cerita yang kebanyakan di malam hari, visualisasi Los Angeles yang gemerlap dijadikan andalan dengan mempertontonkan sisi-sisi lain L.A. yang jarang diangkat sebelumnya. Hal itu seperti ditujukan untuk memperlihatkan dua hal yang kontras karena Martin dan Gallo sedang kesulitan mencari Ginnie.

Formula Plot 

Review Film All Nighter 2017_Formula Plot_

All Nighter dibuka dengan adegan makan malam antara Martin, Ginnie dan Mr. Gallo di sebuah restoran mewah. Mr. Gallo yang menganggap Martin belum cukup mapan merasa ragu apabila anaknya ingin hubungan yang lebih serius. Oleh karena itu, dia mencoba mencari tahu apakah Martin bisa diandalkan atau nggak dengan membobardirnya dengan pertanyaan.

Hubungan percintaan yang nggak disetujui oleh orang tua merupakan formula film komedi yang sudah usang. All Nighter menggunakan formula tersebut, kemudian plot berjalan seperti buddy film antara dua karakter yang bertolak belakang, dalam hal ini Martin dan Mr. Gallo.  Mereka berdua membelah Los Angeles untuk mencari Ginnie yang entah berada di mana.

Pencarian Ginnie membuat Martin dan Mr. Gallo harus terjebak dalam berbagai masalah. Sekilas film ini seperti gabungan antara Meet the Parents dan Hangover. Sayangnya, komedi yang dijadikan andalan nggak cukup untuk menjadikan film ini sebagai tontonan yang lucu. Dialog yang terlalu garing dan terkesan memaksa dalam plot menjadi penyebab utamanya.

Penampilan J.K. Simmons

Review Film All Nighter 2017_Penampilan J.K. Simmons_

Satu-satunya yang menyelamatkan All Nighter dari plot yang terlalu mudah ditebak dan komedi yang nggak tepat sasaran adalah penampilan J.K. Simmons. Simmons yang berperan sebagai Mr. Gallo berhasil masuk ke dalam karakter yang tegas, manipulatif dan karismatik terhadap perempuan. Bahkan Simmons yang menjadi nyawa komedi di film ini dengan ekspresi datar dan nada tingginya ketika berbicara.

Dibanding dengan penampilan di film lain, Simmons ternyata nggak cukup mengangkat film garapan sutradara Gavin Wiesen ini. Interaksinya dengan Martin yang diperankan Emile Hirsch pun nggak cukup membuat suasana hidup walau karakter Martin cukup likeable. Penampilan keduanya mungkin cukup likeable, tapi belum cukup untuk disebut memorable.

All Nighter merupakan film petualangan yang dieksekusi dengan gaya komedi. Film berdurasi 86 menit ini cocok ditonton kalau kamu mencari hiburan ringan. Meski formula yang dipakai nggak bisa dibilang segar, tapi cerita tentang sosok ayah yang harus terjebak dengan mantan pacar anaknya cukup menarik untuk disimak. Punya rekomendasi film sejenis ini? Bagi-bagi di kolom komentar, yuk!

All Nighter
Rating: 
2.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram