bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Drama Series Alice in Borderland (2020)

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 23 Juli 2021

Apa jadinya kalau kalian sedang asyik bersantai atau bekerja lantas tiba-tiba semua orang menghilang secara misterius meninggalkan kalian seorang diri tanpa penjelasan, kebingungan, tidak tahu apa yang harus dilakukan atau bahkan sampai ingin bunuh diri. Tak sampai di situ saja, kalian juga dihadapkan dengan sebuah permainan misterius yang ‘katanya’ akan menjadi jalan keluar kamu untuk kembali ke kehidupan normal.

Cerita di atas diangkat oleh sutradara Shinsuke Sato ke dalam drama seri berjudul Alice in Borderland. Drama seri original Netflix ini mampu menarik animo penonton mulai dari episode pertama dari season ke satu drama ini.

Selain cerita yang bergulir seru, sinematografi yang mumpuni dan karakter-karakter yang kuat, drama ini mampu membawa kalian seakan ikut ke dalam laju cerita dalam Alice in Borderland. Penasaran bagaimana serunya drama ini? Let’s check it out!

Sinopsis

Alice in Borderland_Poster (Copy)
  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: ROBOT
  • Sutradara: Shinsuke Sato
  • Pemain: Kento Yamazaki, Ayaka Miyoshi, Dori Sakurada

Adalah Ryohei Arisu (Kento Yamazaki) seorang gamers profesional yang selalu jadi bahan rundungan di keluarganya akibat tidak bekerja dan hanya bisa bermain saja. Arisu akhirnya tidak tahan atas perlakuan Ayah dan kakak laki-lakinya dan memilih untuk kabur dari rumah untuk bertemu dengan teman-teman dekatnya Karube dan Chota.

Karube (Keita Machida), adalah seorang bartender yang sedang dalam masalah akibat ketahuan main gila dengan kekasih boss nya sendiri, sedangkan Chota (Yuki Morinaga) adalah seorang pegawai kantoran yang stress akibat himpitan hidup dan keluarganya yang bikin dirinya semaput. Mereka akhirnya janji temu di stasiun Shibuya untuk saling cerita masalah masing-masing dan bersenang-senang tidak peduli apapun yang terjadi.

Belum lama ‘merayakan’ kebebasan mereka, tiba-tiba Tokyo yang dikenal dengan hiruk pikuk kota apalagi daerah Shibuya yang selalu dipadati ribuan orang menjadi hening, semua penduduk lenyap seketika dan arus listrik, sinyal dan lainnya juga hilang membuat Aisu, Karube dan Chota kebingungan bukan main; karena di wilayah itu hanya mereka bertiga saja.

Sampai suatu perintah muncul di layar megatron menginstruksikan bahwa mereka harus mengikuti sebuah permainan misterius. Tidak ada pilihan lain, Arisu, Karube dan Chota akhirnya mengikuti petunjuk dan berakhir di sebuah hotel tua yang berkelok. Mereka menemukan ponsel yang menyala di dalam hotel tersebut namun hanya berisikan petunjuk permainan.

Mereka juga mendapatkan kartu yang sama sekali tidak dimengerti oleh Arisu, Karube dan Chota. Masih kebingungan, mereka kedatangan 2 orang lainnya yang akhirnya ikut serta dalam permainan; yang singkat cerita permainan itu merupakan permainan hidup mati.

Pada permainan pertama, mereka harus memilih pintu mana yang akan menyelamatkan mereka dalam waktu 1 menit lebih; apabila mereka salah pintu atau mencoba keluar gedung saat permainan berlangsung, laser akan menebus kepala.

Mereka tidak bisa menyelesaikan game juga akan terbakar hidup-hidup. Apabila lolos dalam permainan maut itu, para pemain mendapatkan visa untuk ‘hidup’ sesuai bintang yang tertera; semisal 3 bintang, itu berarti 3 hari hidup bebas mau ikut permainan atau tidak.

Permainan demi permainan mulai diikuti oleh Arisu, Chota dan Karube; namun akhirnya Chota dan Karube gagal dan meninggal; membuat Arisu kini sendirian dan mencoba menemukan ally barunya. Arisu hampir menyerah saat Chota dan Karube meninggal, namun setelah bertemu dengan Usagi (Tao Tsuchiya), hidup Arisu berubah menjadi lebih baik.

Kini Usagi dan Arisu berjuang bersama untuk mengikuti permainan-permainan mematikan berikutnya. Mereka juga bahkan menemukan tempat para pemain super di shelter bernama The Beach. 

Mampukah Usagi dan Arisu bertahan hingga permainan terakhir? Apa maksud dari kartu-kartu yang mereka temukan sebelum mengikuti permainan maut tersebut; dan apa yang sebenarnya terjadi dengan hilangnya orang di Jepang secara masal? Ikuti terus drama serinya dan nikmati ketegangannya!

Escape Room VS Saw

Escape-Room-Poster (Copy)

Saat saya menonton drama seri ini, saya langsung teringat akan film Escape Room dan Saw; jadi semacam gabungan antara dua film tersebut. Dimana Arisu dan orang-orang lainnya yang terpilih, harus bisa memecahkan teka-teki dalam permainan yang diberikan oleh master. Sedangkan konsekuensi apabila kalah adalah kematian yang cukup mengenaskan.

Coba saja kalian nonton drama Alice in Borderland ini dan beritahu saya apabila kalian mempunyai pikiran yang sama; hanya saja, jalan cerita di drama seri ini lumayan gampang diikuti karena fokus jalan ceritanya hanya pada permainan yang akan mereka ikuti dan bagaimana mereka bisa selamat.

Adegan Sedih

Alice in Borderland_Friends (Copy)

Saat Karube dan Chota meninggal di Stage 3, sedih sekali rasanya. Mereka berdua adalah teman baik Arisu dari dulu; selalu ada di saat senang ataupun susah, saling bantu, saling mendengarkan satu sama lain. Tidak heran Arisu sampai jerit-jerit pedih waktu tahu kalau Karube dan Chota siap meninggal demi Arisu.

Banyak kata-kata Karube dan Chota yang bikin saya juga jadi ikutan nangis bombay. Mereka benar-benar sahabat sejati bagi Arisu. Kalau saya jadi Arisu, saya juga bakal drop dan gak mau hidup lagi. Sudah ditinggal keluarga, ditinggal orang-orang di seluruh Jepang eh ditambah lagi ditinggal sahabat sendiri. Kalian kalau nonton adegan ini juga saya yakin bakal nangis even sedikit.

Stream It!

Alice in Borderland_Stream (Copy)

Seriusan! Wajib nonton! Drama seri ini sangat bagus. Oh iya, sekedar informasi saja, sebelum tayang di Netflix; drama ini merupakan saduran dari manga berjudul sama yang ditulis oleh Haro Aso dan tayang pada tahun 2010 hingga tahun 2015 di majalah manga Shogakukan Shonen Sunday. Alice in Borderland juga pernah tayang sebagai OVA (Original Video Animation) di tahun 2014 hingga 2015 dengan total 8 episode.

Untuk drama seri atau live actionnya, Alice in Borderland yang tayang di Netflix juga memiliki sebanyak 8 episode yang menampilkan permainan-permainan maut baru di tiap episodenya; sedangkan untuk dramanya tidak terlalu banyak; membuat para penonton betah berlama-lama menonton drama ini tanpa beranjak. Oh iya, Sinematografi drama seri Alice in Borderline ini luar biasa bagus! Buktikan sendiri deh, dijamin gak akan nyesel untuk menonton.

Respon Positif

Alice in Borderland_Good Drama (Copy)

Respon untuk drama Alice in Borderland sendiri sangat baik! Situs rating drama atau film sekelas Rotten Tomatoes bahkan berani memberi skor 96% untuk drama ini! IMDb memberi 7.9/10 dan AsianWiki memberi skor 91%. Mengetahui skor untuk rating Alice in Borderland sampai sebesar itu sih tidak heran, secara dramanya bagus banget!

Bahkan saya jadi penasaran untuk membaca komik dan juga OVAnya. Apakah seseru yang ada di dalam drama atau bahkan lebih rame lagi? Nah, apakah diantara kalian ada yang sudah komplit mengikuti semuanya mulai dari manga, OVA hingga drama seri nya?

Kalau sudah cerita-cerita di kolom komentar ya! Untuk kalian yang belum menyaksikan drama ini apakah sudah siap untuk ikut bermain bersama di dalam Alice in Borderland? 

Alice in Borderland
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram