bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review AI Love You, Reuni Mario Maurer & Baifern

Cinta memang hal yang membuat manusia merasakan kebahagiaan, tapi bagaimana ketika cinta mendatangi AI? Sistem kecerdasan manusia berbasis komputer ini menyatakan perasaan cintanya pada Baifern Pimchanok. Lebih parahnya lagi, AI malah memasuki tubuh Mario Maurer demi bisa mendapatkan wanita yang dicintainya.

AI Love You (2022) film bergenre sci-fi dari Thailand yang akhirnya mempertemukan kembali Baifern Pimchanok dan Mario Maurer.

Film yang digarap oleh David Asavanond dan Stephan Zlotescu memberikan berbagai efek visual yang nyata dengan kisah cinta modern yang fresh dan ringan. Film yang tayang di Netflix pada 15 Februari 2022 ini menjadi salah satu film Thailand paling dinantikan.

Lalu, bagaimana kisah cinta Baifern Pimchanok dan Mario Maurer di zaman AI yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia? Untuk menemukan jawabannya, kamu bisa membaca sinopsis dan review film AI Love You (2022) hanya di bawah ini.

Baca Juga: Sinopsis dan Review Film A Little Thing Called Love (2010)

Sinopsis

AI Love You_

Memasuki kehidupan modern, kini manusia hidup berdampingan dengan AI (sistem kepintaran manusia berbasi komputer). Setiap gedung yang ada di Thailand dioperasikan oleh satu sistem AI yang membantu setiap kegiatan manusia.

Mulai dari gedung perusahaan hingga gedung apartemen, para AI akan mengurus berbagai kebutuhan manusia agar lebih efisien. Sebelum memasuki kantor, Lana (Baifern Pimchanok) mendapatkan sapaan hangat dari Dob, sistem AI yang mengoperasikan gedung tersebut.

Dob dan Lana memang memiliki hubungan yang sangat dekat, dan keduanya terlihat sangat akrab. Lana kerap membagikan keluh kesahnya pada Dob, dan AI yang memiliki sistem kepribadian ini selalu memberikan semangat pada Lana.

Hingga suatu hari ketika Lana terancam dipecat dari kantor justru Dob mengutarakan bahwa ia mencintainya. Bagi Lana, pengakuan Dob tidak lebih dari kepolosan sebuah sistem yang tidak memiliki perasaan dan Lana menolak cinta itu yang ternyata membuat Dob sedih.

Di tempat lain, ada seorang pria tampan bernama Bob (Mario Maurer) yang sangat percaya diri dengan ketampanannya. Suatu hari Lana dan Bob melakukan kencan buta, sayangnya hal ini malah berakhir sangat buruk bagi Lana.

Saat itu, sikap Bob yang kurang ajar dan tidak sopan membuatnya sangat jijik dan marah sekali, kencannya pun berakhir buruk. Bahkan saat keduanya tidak sengaja berpapasan di kantor Lana, perempuan ini bersikap sangat ketus setelah mendengar ajakan kencan selanjutnya.

Tapi sejak hari itu ada hal aneh yang terjadi pada Dob dan Bob, karena sistem kantor tiba-tiba mati. Sementara Bob dilarikan ke rumah sakit setelah tersengat tegangan listrik saat sedang memperbaiki sistem Dob. Ketika bangun, Dob menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam tubuh Bob, pria yang sangat dibenci oleh Lana.

Sudah menjadi manusia, Dob berpikiran ia bisa mengejar cinta Lana dalam tubuh pria tampan ini. Bahkan untuk menutupi kecurigaan banyak orang, Dob bekerja dari pagi sampai sore di kantor.

Sementara malamnya, ia bisa bersama dengan Lana yang kini sudah berhasil ia dapatkan. Hingga sebuah kesalahan terjadi yang membuat identitas Dob akhirnya diketahui oleh perusahaan pengembang AI.

Hal ini membuat Dob menjadi buruan “Si Elang” yang berniat untuk menghapus semua kode mengenai Lana di otak Bob. Sementara itu, Lana yang mengetahui kebenaran ini juga merasa bingung, sebenarnya siapa yang ia cintai?

Sci-Fi Sederhana dengan Efek Visual Mumpuni

Sci-Fi Sederhana Dengan Efek Visual Yang Mumpuni_

Hal pertama yang membuat saya terpana dengan film ini, AI Love You memiliki kualitas efek visual yang cukup mumpuni. Mereka menggambarkan masa depan modern Thailand bukan sebagai zaman yang dikuasai oleh komputer.

Justru mereka menggambarkan komputer sebagai alat yang melengkapi kehidupan manusia agar lebih efisien. Saya menyukai cara mereka mengubah gedung-gedung di Thailand berbentuk seperti robot yang memiliki mata dan tangan.

Bentuk ini menandakan bahwa gerdung tersebut memiliki sistem AI yang mengoperasikan segala kegiatan di dalamnya. Hal ini terasa sangat unik, karena mereka masih mempertahankan sisi lokal yang dibalut dalam teknologi modern.

Lalu, kehadiran berbagai macam robot yang melayani manusia, contohnya saat di restoran dan di pusat perbelanjaan. Robot-robot ini memiliki penampilan yang cukup real, sehingga menambah kesan nyata bahwa kita sedang melihat kehidupan manusia sekitar 50 tahun kemudian.

Tentu bukan perkembangan yang pesat, toh mobil dan motor yang digunakan bannya masih menempel ke aspal bukan melayang. Kalau soal premis, sebenarnya ide ceritanya sangat menarik dan cukup membuat saya penasaran.

Sangat unik ketika melihat AI yang awalnya sebuah sistem komputer bisa masuk ke dalam otak manusia tanpa bantuan chip yang terpasang di otak. Ditambah cerita Dob masuk ke dalam otak Bob ketika pria ini sedang berusaha menghapus sistem kode memakai helm khusus, ini sangat menarik.

Memang terasa aneh tapi masih termaafkan, toh sepanjang ceritanya perbedaan antara Dob dan Bob berhasil diperlihatkan oleh Mario Maurer.

Jalan ceritanya memang terasa kurang mendalam, tapi tetap sangat menghibur penonton. Sayangnya unsur komedi dalam film ini sangat minim, padahal saya mengharapkan komedi khas Thailand yang tidak pernah gagal bikin ketawa.

Hal yang Membuat Kurang Menarik

Hal yang Membuat Kurang Menarik_

Menjadi salah satu film yang sangat dinantikan, sebenarnya saya agak sedikit kecewa dengan kualitas cerita dan pengembangannya. Bagi saya, AI Love You (2022) memilih jalan cerita yang terlalu aman, karena memang menggabungkan sci-fi, komedi dan romansa bukan hal yang mudah.

Tapi hal ini malah membuat ceritanya kurang tereksplor, sehingga plotnya terasa kurang ngena ke penonton. Padahal pembukaan filmnya sudah sangat bagus dan berhasil membuat penonton penasaran dengan masa depan versi AI Love You (2022).

Paruh kedua ketika Dob memasuki tubuh Bob juga sangat-sangat menghibur, ada banyak kelucuan dan kualitas akting Mario yang luar bisa. Tapi ketika masuk ke konflik utama, saya merasa perpindahan ini terasa kurang smooth.

Saya menyayangkan scene ketika Lana menyadari bahwa pria yang selama ini bersamanya adalah Dob bukan Bob. Penyebab ia mengetahui hal ini, hanya karena ungkapan cinta Bob yang membuat perempuan ini merasa tidak yakin.

Lalu ketika Dob tidak sengaja memanggil Lana “Bu”, tiba-tiba saja perempuan ini sadar bahwa pria yang ada di hadapannya adalah Dob. Bagi saya hal ini terasa sangat canggung dan memaksa, mungkin penulis cerita harus mencari ide lain untuk membuat scene ini agak dramatis.

Saya merasa akting Baifern dan Mario di scene ini terbuang sia-sia karena plotnya yang terlalu memaksakan untuk memasukan konflik. Plot hole lainnya, saya merasa aneh dengan kehadiran “Si Elang” yang ternyata adalah “Guru Cinta”.

Mungkin hal ini seharusnya menjadi scene yang lucu, tapi bagi saya malah terasa sangat aneh dan tidak penting. Bahkan karakter Si Elang ini juga kurang berkembang dengan baik, karena hanya muncul di akhir film. Tapi secara keseluruhan film ini memiliki kualitas yang baik, sinematografi dan editingnya memang sangat mumpuni.

Reuni Baifern Pimchanok Dan Mario Maurer

Reuni Baifern Pimchanok Dan Mario Maurer_

Pasca Crazy Little Thing Called Love (2010), Baifern Pimchanok dan Mario Maurer memang jarang sekali tampil dalam satu layar. Keduanya sempat comeback secara singkat di tahun 2012, ketika Baifern menjadi cameo dalam film Suddenly It’s Magic (2012) yang dibintangi Mario Maurer.

Setelah itu, keduanya hanya pernah bertemu dalam beberapa even dan menjadi ambassador produk. Sebagai fans dari pasangan ini, saya sudah menantikan comeback mereka dalam satu layar sejak lama.

Hingga Saya excited banget ketika AI Love You (2022) diumumkan menjadi film yang dibintangi keduanya setelah sekian lamanya. Meski senang, sayangnya bagi saya film ini tidak bisa mengalahkan kemistri keduanya dalam Crazy Little Thing Called Love (2010).

Kalau soal akting, memang penampilan mereka di film sangat luar biasa dan sangat totalitas. Saya bisa melihat sisi seorang perempuan dewasa yang lelah dengan kehidupan lajangnya.

Ketika sudah menemukan pria yang disukainya, ternyata pria itu sangat brengsek dan playboy. Di sisi lain Mario Maurer berhasil memberikan duality dari karakter AI Dob dan si playboy Bob.

Dua karakter yang sangat berbeda ini berhasil dieksekusi dengan baik oleh Mario Maurer. Ekspresi wajahnya langsung berubah total, dari pria tengil yang merasa dirinya sangat tampan.

Tiba-tiba saja ekspresinya berubah menjadi pria imut, manis dan sangat bucin dengan segala ketidak tahuannya soal manusia. Sayangnya cerita dari AI Love You (2022) memang terlalu simpel dan kurang menggugah penonton.

Alhasil bagi saya, reuni keduanya terasa kurang sempurna, namun cukup memuaskan hati para fans pasangan ini. Saya sangat berharap di masa depan keduanya bisa reuni lagi baik di film atau drama bergenre romantis komedi.

AI Love You (2022) mungkin bukan film yang sempurna untuk comeback bagi Baifern Pimchanok dan Mario Maurer. Namun film ini berhasil mengobati penantian panjang para fans keduanya, dengan film sci-fi yang kualitasnya cukup mumpuni.

Kalau menurutmu bagaimana? Jangan lupa untuk membagikan pendapatmu soal film ini di kolom komentar di bawah. Atau, cari rekomendasi film Thailand lainnya di artikel Film Komedi Romantis Thailand Ini!

AI Love You
Rating: 
3.8/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram