bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Against the Ice, Bertahan Hidup di Greenland

Greenland merupakan sebuah pulau besar di kawasan Arktik yang termasuk dalam wilayah Denmark. Di tahun 1909 lalu, dua orang pria pernah melakukan ekspedisi di Greenland yang membuat mereka harus bertahan di wilayah tersebut hingga bertahun-tahun lamanya.

Bagaimana keduanya bertahan di tengah lingkungan dingin dipenuhi salju selama bertahun-tahun? Kisah mereka bisa kamu saksikan dalam film berjudul Against The Ice. Berikut review dan sinopsisnya!

Sinopsis

against-the-ice-1_
  • Tahun Rilis: 2022
  • Genre: Drama / Sejarah
  • Produksi: RVK Studios / Netflix
  • Sutradara: Peter Flinth
  • Pemeran: Nikolaj Coster-Waldau, Joe Cole, Charles Dance

Tahun 1909, Kapten Ejnar Mikkelsen memimpin ekspedisi Denmark menuju wilayah Arktik. Ekspedisi ini dilakukan untuk mematahkan klaim Amerika yang mengatakan jika Greenland terbagi menjadi dua bagian di timur dan bagian timur merupakan Peary Land milik Amerika.

Kapten Mikkelsen meninggalkan tim dan kapal Alabamanya untuk berangkat menggunakan kereta luncur.

Seorang mekanik kapal, Iver Iversen mengajukan dirinya untuk menemani Kapten Mikkelsen. Keduanya pun berangkat menggunakan kereta luncur yang ditarik oleh beberapa ekor anjing.

Iver yang tak memiliki pengalaman melakukan ekspedisi sering kali mengalami kesulitan, namun dari hari ke hari, ia pun banyak belajar dan mulai beradaptasi dengan kehidupannya.

Mereka berdua mengarah ke Greenland Timur untuk mematahkan klaim Amerika tersebut sekaligus mencari bukti dari ekspedisi sebelumnya, dimana dua orang yang menjalani ekspedisi pertama dinyatakan hilang dan tak pernah kembali.

Butuh berbulan-bulan lamanya hingga mereka menemukan tugu penanda yang berisikan catatan jurnal dari pendahulu mereka yang melakukan ekspedisi.

Setelah mengalami kecelakaan yang menewaskan anjing mereka hingga jatuhnya persediaan makanan, Kapten Mikkelsen dan Iver akhirnya berhasil menemukan tugu penanda tersebut. Mereka akhirnya menemukan bukti bahwa Greenland tidak terbagi menjadi dua bagian dan Peary Land yang diklaim Amerika tersebut tidak ada.

Setelah misinya berhasil, keduanya pun melakukan perjalanan pulang menuju Kapal Alabama. Perjalanan pulang pun tak semulus yang mereka kira.

Mereka sempat diserang beruang kutub hingga nyaris kehabisan makanan dan harus memakan hati dari salah satu anjing mereka yang mati kelelahan. Saat menempuh perjalanan pulang, Kapten Mikkelsen pun memikirkan hal terburuk yang bisa terjadi.

Kapten Mikkelsen memutuskan untuk membuat tugu penanda dan menyimpan jurnal ekspedisi mereka di dalam tugu tersebut agar sewaktu-waktu bisa ditemukan jika mereka tidak selamat. Namun keduanya berhasil mencapai tempat dimana Kapal Alabama berlabuh. Akan tetapi kapal itu sudah hancur dan potongan-potongannya dibuat sebuah pondok.

Mereka tak menemukan tim kapal sehingga harus bertahan di pondok. Di Denmark, para awak kapal rupanya sudah pergi lebih dulu karena Kapal Alabama hancur diterjang ombak. Mereka pergi menumpang kapal yang lewat dan meninggalkan Kapten Mikkelsen bersama Iver dengan pondok dan cadangan makanan yang cukup.

Berbulan-bulan, Kapten Mikkelsen dan Iver bertahan hidup di pondok sambil menanti kapal yang akan menjemput mereka. Setelah beberapa lama bertahan di pondok, Kapten Mikkelsen bermimpi jika jurnal yang ia simpan dirusak oleh beruang. Ia pun mengajak Iver untuk kembali ke tugu penanda yang berjarak 320 kilometer dari pondok untuk mengambilnya.

Mereka kembali menempuh perjalanan jauh untuk menuju tugu penanda tersebut. Saat sudah sampai, jurnal ekspedisi pun berhasil diamankan.

Saat mereka kembali ke pondok setelah beberapa lama melakukan perjalanan, Iver menemukan catatan di pondok yang menuliskan bahwa sempat ada orang yang ditugaskan mencari mereka, namun tidak menemukan tanda-tanda apapun.

Iver dan Mikkelsen bersedih dan menyesal karena meninggalkan pondok tanpa catatan apapun. Kini mereka harus terus bertahan di pondok entah sampai kapan.

Sementara di Denmark, para awak kapal meminta pemerintah dan militer untuk melakukan misi penyelamatan untuk mereka berdua, namun pemerintah masih ragu menggelontorkan dana untuk misi tersebut.

Bertahun-tahun lamanya, Mikkelsen dan Iver bertahan dengan persediaan yang kian menipis. Mikkelsen bahkan mulai berhalusinasi akan kehadiran Naja, kekasihnya yang ia tinggalkan untuk ekspedisi ini. Halusinasi itu bahkan membuatnya nyaris membunuh Iver. Kian hari, persediaan mereka pun kian menipis.

Setelah lebih dari 700 hari bertahan di kawasan Arktik yang dipenuhi es, akhirnya tim dari Denmark berhasil menjemput mereka. Keduanya pun kembali pulang dengan selamat dan dianugerahi dengan penghargaan atas ekspedisi yang mereka lakukan.

Diadaptasi dari Novel dan diangkat dari Kisah Nyata

against-the-ice-2_

Saat mendengar cerita mengenai dua orang yang melakukan ekspedisi dan harus bertahan hingga bertahun-tahun lamanya di wilayah yang diselimuti es, mungkin kamu berpikir bahwa kisah semacam itu hanyalah kisah fiktif belaka. Namun rupanya cerita yang diangkat dalam film Against The Ice ini merupakan cerita nyata yang benar-benar terjadi.

Di akhir film, dijelaskan bahwa film tersebut diadaptasi dari novel berjudul Two Against The Ice yang ditulis oleh Ejnar Mikkelsen. Ya, Kapten Ejnar Mikkelsen sendiri lah yang menulis cerita mengenai ekspedisi yang ia lakukan bersama Iver Iversen dan bagaimana mereka bertahan hidup hingga akhirnya terselamatkan.

Pada scene akhir film, diperlihatkan pula foto asli Ejnar Mikkelsen dan Iver Iversen sebelum memulai ekspedisi mereka di tahun 1909 silam. Saat mengetahui cerita ini diangkat dari kisah nyata, rasanya langsung merinding membayangkan bagaimana ekspedisi yang dilakukan Ejnar Mikkelsen dan Iver Iversen kala itu ya!

Visual Indah Kawasan Bersalju

against-the-ice-3_

Sepanjang durasi film selama 103 menit, film ini mengambil setting lokasi di kawasan yang diselimuti salju. Shot-shot lebar yang memperlihatkan keindahan Greenland pun akan kamu nikmati selama mengikuti perjalanan ekspedisi Mikkelsen dan Iver dalam film ini. Sejauh mata memandang, hanya hamparan salju berwarna putih yang terlihat.

Rupanya film ini memang melakukan beberapa adegan shooting di wilayah Greenland sehingga penonton bisa benar-benar merasakan bagaimana suasana asli Greenland.

Selain Greenland, beberapa adegan mengambil lokasi di Islandia yang memiliki lanskap mirip dengan Greenland. Tampaknya sang sutradara ingin mengajak penontonnya merasakan suasana asli peristiwa tersebut.

Ditambah lagi, ada beberapa scene yang memunculkan adegan penyerangan beruang kutub. Meski beruang kutub tersebut menggunakan teknologi CGI, namun kecanggihan teknologi yang digunakan membuat visual yang kita lihat seolah menyaksikan beruang kutub asli.

Tempo yang Lambat dan Hanya Dua Karakter Utama

against-the-ice-4_

Film Against The Ice bisa dibilang hanya memiliki dua karakter utama, yaitu Kapten Ejnar Mikkelsen dan Iver Iversen. Selain mereka berdua, karakter pendukung lain hanya muncul sebentar saja. Dengan hanya menggunakan dua karakter utama, tempo dari film pun terasa cukup lambat meski kita disajikan beragam konflik yang silih berganti di sepanjang film.

Namun alur cerita dengan tempo lambat ini tampaknya memang sesuai dengan konsep cerita film, sehingga kita seolah ikut merasakan bagaimana lambatnya waktu berjalan bagi Mikkelsen dan Iver yang harus menunggu kapal penyelamat datang hingga bertahun-tahun lamanya.

Ditambah lagi, mereka hanya berdua saja sepanjang melakukan ekspedisi hingga menunggu diselamatkan.

Itulah review dan sinopsis dari film Against The Ice, film mengenai kisah nyata bagaimana dua orang bertahan hidup selama menjalani ekspedisi di Greenland. Setelah melihat kisah Mikkelsen dan Iver, apa yang kamu rasakan? Rasanya ikut merinding saat membayangkannya ya? Coba tulis tanggapanmu di kolom komentar ya!

Against The Ice
Rating: 
3.5/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram