Sinopsis & Review A Clockwork Orange (1971), Film Kontroversi

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
A Clockwork Orange
4
/5

Di masa depan, seorang pimpinan gang yang sadis ditahan dan menawarkan dirinya untuk sebuah percobaan ilmiah yang tidak berjalan sesuai rencana. Film klasik karya Stanley Kubrick yang kontroversial ini dinominasikan di empat Oscar, termasuk di kategori Best Picture dan Best Director.

A Clockwork Orange merupakan adaptasi dari novel karya Anthony Burgess yang diterbitkan di tahun 1962. Film ini mengandung banyak visualisasi kekerasan, baik secara fisik dan mental.

Saat dirilis, film ini banyak menuai kontroversi dan sempat dilarang tayang di beberapa negara, bahkan di Amerika dan Inggris sendiri. Tetapi setelah direvisi dengan mengurangi unsur kekerasan, film ini bisa tayang di sana.

Kontroversi yang bagaimanakah sehingga film ini sampai dilarang untuk ditayangkan? Dan apa maksud dari cerita yang disajikan? Kami akan ulas film yang menggunakan kombinasi bahasa yang unik ini lebih mendalam.

Sinopsis

Review A Clockwork Orange
  • Tahun: 1971
  • Genre: Crime / Drama / Sci-Fi
  • Produksi: Polaris Productions, Hawk Films
  • Sutradara: Stanley Kubrick
  • Pemeran: Malcolm McDowell, Patrick Magee, Michael Bates

Alex DeLarge (Malcolm McDowell) adalah seorang pimpinan gang sadis yang hidup di Inggris di masa depan. Malam itu, setelah mereka minum-minum di sebuah bar yang menjual minuman sejenis campuran susu dengan narkoba, mereka melakukan berbagai macam kekerasan yang mereka namakan “ultra-violence”.

Dimulai dari berkelahi dengan gang lain yang sedang berusaha memperkosa seorang wanita. Setelah itu, mereka memukul seorang pengemis di bawah jembatan, lalu kebut-kebutan di tepian kota yang membuat banyak pengendara lain celaka.

Kemudian mereka menerobos masuk ke rumah seorang penulis yang lumpuh, Frank Alexander (Patrick Magee), dan memperkosa istrinya sambil menyanyikan lagu “Singin’ in the Rain”. Alex pulang ke rumah ketika pagi.

Di hari itu, dia didatangi oleh seorang polisi yang khawatir akan aktivitasnya dan memberikan Alex peringatan jika ketahuan berbuat kriminal.

Anggota gang Alex, yang dinamakan droogs, menuntut kesamaan hak dengan Alex yang kemudian membuatnya marah dan memukuli rekannya itu. Kemudian, mereka menerobos masuk ke rumah seorang wanita kaya dan Alex memukulnya.

Ketika hendak kabur, teman Alex memukulkan botol ke wajah Alex yang membuatnya pingsan dan ditangkap polisi. Ketika diinterogasi, Alex mendapat informasi dari polisi jika wanita kaya itu tewas yang membuat dirinya didakwa sebagai pembunuh. Kemudian Alex dikirim ke penjara dengan masa tahanan selama 14 tahun.

Selama di penjara, Alex menjadi asisten bagi pendeta yang memberi jalan kepadanya untuk menjadi relawan dalam sebuah percobaan cuci otak agar bisa keluar dari penjara.

Alex akhirnya terpilih untuk diterapi yang diberikan nama Teknik Ludovico. Dalam menjalani terapi ini, Alex diikat di kursi, matanya dibuka dan ditahan dengan sejenis alat agar tidak bisa berkedip.

Selama terapi, Alex diperlihatkan berbagai macam film yang berisi banyak kekerasan dan diiringi lagu yang ternyata adalah lagu favorit Alex, yaitu karya Beethoven. Alex tidak tahan dan meminta untuk berhenti dari terapi. Dua minggu kemudian, Alex dihadirkan di hadapan publik terbatas, untuk memperlihatkan efek dari terapi yang dijalaninya.

Alex dihadapkan oleh dua aktor dan aktris yang berusaha menghinanya tetapi Alex tidak bisa membalas karena tubuhnya menderita kesakitan, bahkan dia tidak mampu untuk menatap aktris yang tampil setengah telanjang.

Karena dianggap berhasil, Alex kemudian dibebaskan dari penjara. Polisi sudah menjual semua barang-barangnya sebagai ganti dari biaya tahanan.

Ketika pulang ke rumah, kamarnya sudah disewakan oleh orang tuanya kepada orang lain. Kemudian dia dipukuli oleh para pengemis yang dulu pernah dia pukuli.

Alex diselamatkan oleh dua orang polisi yang ternyata adalah teman-temannya di gang dahulu. Mereka membawa Alex ke pinggiran kota dan memukulinya hingga nyaris tewas. Setengah tidak sadar, Alex mendatangi sebuah rumah.

Pemilik rumah menampung Alex dan memberikan pengobatan hingga dia sembuh. Ternyata itu adalah rumah milik Frank, penulis lumpuh yang dahulu istrinya pernah dia perkosa. Tetapi Frank tidak mengenalinya dan dia hanya tahu bahwa Alex adalah hasil dari percobaan cuci otak pemerintah yang ditentang olehnya dan kelompoknya.

Frank menghubungi rekan-rekannya dan menceritakan tentang Alex yang bisa dijadikan senjata oleh mereka untuk menyerang pemerintah lewat kebijakannya yang salah. Saat mandi, Alex menyanyikan lagu “Singin’ in the Rain” yang membuat Frank ingat akan kejadian kelam di rumahnya dahulu. Rekan-rekan Frank datang dan mewawancarai Alex.

Alex kemudian pingsan karena makanan yang disantapnya sudah dicampur obat bius. Mereka mengurung Alex di kamar atas dan memutar lagu Beethoven dengan sangat keras.

Karena tidak tahan dengan lagu itu, Alex melompat dari lantai atas dan mengalami luka dan patah tulang yang cukup parah. Alex dirawat di rumah sakit dan dikunjungi oleh Perdana Menteri yang mendukung kesembuhannya.

Selama dirawat, Alex menyadari jika dirinya tidak merasa kesakitan lagi jika mengingat tentang kekerasan dan hal-hal yang berbau seksual. Bahkan Perdana Menteri memberikannya seperangkat sound system yang memainkan lagu Beethoven. Di akhir film, Alex berujar, “I was cured, all right!” sambil kembali melakukan kekerasan dan perilaku seksual.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram