Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis 13 Reasons Why S4, Bikin Gemas Penonton!

Review & Sinopsis 13 Reasons Why S4, Bikin Gemas Penonton!

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sejak perilisan season pertamanya pada tahun 2017 lalu, serial 13 Reasons Why langsung mendapat sambutan hangat dari penontonnya. Salah satu alasannya karena konflik yang diangkat cukup dekat dan realistis dengan kehidupan sehari-hari, terutama untuk kalangan remaja. Kesehatan mental menjadi tema utama serial ini.

Setelah  3 musim berlalu, tahun 2020 ini kembali hadir 13 Reasons Why Season 4. Masih dengan masalah remaja sebagai konflik utama. Kalau kamu mengikuti serial ini dari season 1, pastinya kamu nggak mau melewatkan season 4 ini. Jadi, mari kita bahas review dan sinopsis 13 Reasons Why season 4.

Sinopsis

Sinopsis 13 Reasons Why S4

  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Drama
  • Produksi: July Moon Productions, Kicked to the Curb Productions, Anonymous Content, Paramount Television Studios
  • Sutradara: Brian Yorkey, Tommy Lohmann, Michael Sucsy, Brenda Strong, Russel Mulcahy, Sunu Gonera
  • Pemain: Dylan Minnette, Justin Prentice, Ross Butler, Grace Saif, Jan Luis, Gary Sinise, Brandon Flynn, Alisha Boe
  • Jumlah Episode: 10

Season 4 ini dirilis sebagai the final season. Episode awal dibuka oleh Winston yang hendak mencari keadilan untuk Monty yang meninggal di penjara. Hal ini berkaitan dengan kematian Bryce yang misterius sampai menjadikan Monty sebagai kambing hitam atas kasus tersebut. Winston merasa perlu mengungkap kebenaran dari semua ini.

Sementara itu para siswa Liberty High School sedang gelisah. Mereka akan segera lulus dan tentunya mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kuliah. Seperti yang kita tahu, masa SMA Clay dan kawan-kawannya sangat berliku, jadi tentu saja proses yang akan mereka lalui nggak akan semudah remaja pada umumnya.

Ada tekanan untuk mengubur kisah-kisah kelam yang mereka alami selama sekolah karena ketakutan akan berpengaruh buruk untuk masa depan. Apa yang terjadi kalau suatu hari nanti rahasia-rahasia kelam yang mereka simpan terbongkar? Terutama tentang kematian Bryce Walker yang diceritakan di season sebelumnya.

Kematian Bryce masih meninggalkan banyak misteri yang sangat mengganggu Clay dan teman-temannya. Bahkan, kasus ini sudah memakan korban baru yaitu Monty yang dijadikan sebagai pelaku sampai dia terbunuh di penjara. Clay mencari tahu apa sebenarnya penyebab kematian Bryce tapi akhirnya dia menutupi itu karena nggak mau kejadian lebih buruk terjadi.

Mereka memilih untuk menutupi kasus ini dan menyalahkan Monty yang sudah meninggal di penjara. Clay dihantui perasaan bersalah karena itu, sampai-sampai mentalnya terganggu dan mengalami halusinasi. Ditambah kehadiran Winston yang perannya langsung terbaca sejak awal kemunculannya; membersihkan nama Monty.

Bukan cuma dari sisi para murid, pihak sekolah pun punya peran dalam konflik. Terutama soal kebijakan-kebijakan yang mereka terapkan seiring dengan masalah yang kerap muncul. Salah satunya adalah prosedur keamanan yang ternyata malah membuat para siswa semakin tertekan. Bukan memperbaiki, kebijakan itu malah memperburuk.

Season penutup kita akan diajak untuk menyelami Clay lebih dalam. Kita akan diajak untuk menyelami masalah-masalah yang terjadi di Liberty High School sejak season pertama melalui isi kepala Clay. Misteri apa saja yang masih belum terpecahkan? Bagaimana akhirnya misteri itu terpecahkan? Kamu akan tahu kalau menonton the final season, 13 Reasons Why Season 4.

Masalah Kesehatan Mental Remaja

Masalah Kesehatan Mental Remaja

Kalau kamu seseorang yang tertarik dengan Psikologi, serial ini bisa jadi sarana pembelajaran yang bagus. Sejak season pertama, serial ini sudah mengangkat masalah kesehatan mental remaja. Season penutup pun masih menggunakan kesehatan mental remaja sebagai bahan bakar utama cerita. Ada banyak kasus kesehatan mental yang terasa dekat dan realistis.

Ada sosok Clay yang mengalami gangguan kecemasan sampai dia berhalusinasi setelah kejadian-kejadian pahit yang dialaminya. Ada juga Zach yang terus-terusan merasa tertekan sampai dia hilang kendali karena ingin bebas dari tekanan itu. Salah satu keunggulan serial ini adalah kedalaman karakternya.

Sebagai penonton, kita nggak cuma disuguhi konflik dan tampilan luar setiap karakter. Lebih dari itu, kita juga akan diajak untuk menyelami bagian dalam setiap karakter. Memang nggak semua, tapi minimal setiap karakter penting di serial ini. Ada banyak hal-hal baru yang bisa kita temukan dari karakter-karakter yang bermain di serial ini.

Sejalan dengan itu, serial 13 Reasons Why juga memberi peringatan untuk siapa pun yang sekiranya mengalami masalah mental agar diawasi secara khusus ketika menonton. Di season penutup ini, Clay juga didampingi oleh psikiater yang membantunya menghadapi masalah. Cukup untuk menegaskan kalau kesehatan mental bukan masalah sepele.

Baca juga: Review & Sinopsis 13 Reasons Why S3 (2019), Kematian Bryce

Isu yang Diangkat, Isu yang Masih Hangat

Isu yang Diangkat, Isu yang Masih Hangat

Satu hal yang membedakan season penutup ini dengan season sebelumnya adalah isu yang diangkat. Untuk season penutup ini, isu yang diangkat ternyata isu yang masih hangat. Ada isu rasisme yang menimpa salah satu karakter. Kita tahu, isu ini sempat ramai dibicarakan beberapa bulan belakangan.

Selain itu, ada juga isu tentang lockdown. Isu ini masih cukup hangat di ingatan kita, kan? Isu-isu besar yang nggak asing akan membuat kita lebih mudah memahami cerita. Jadi, adegan-adegan yang disajikan pun terasa segar. Dengan isu besar yang dialami oleh banyak orang, pesan-pesan yang ingin disampaikan pun jadi lebih mudah disampaikan.

Persahabatan Clay

Persahabatan Clay

Di season pertama, kita bisa melihat bagaimana mereka dipersatukan. Ya, mereka bersatu karena sebuah tragedi. Persahabatan Clay dan kawan-kawan dimulai dengan sebuah peristiwa pahit. Semakin lama, semakin banyak pula hal-hal yang mereka lewati bersama-sama. Sebagian besarnya, bukan hal yang menyenangkan.

Dari sanalah persahabatan mereka semakin erat dari hari ke hari. Cara mereka bersahabat menjadi hiburan tersendiri dalam serial ini. Bagaimana cara mereka saling menguatkan, saling membantu, dan berusaha untuk hadir dalam setiap masalah cukup ampuh menjadi pemanis. Serial ini menyuguhi banyak kepahitan, persahabatan Clay dan kawan-kawanlah yang menjadi gulanya.

Respons dari Penonton

Respons dari Penonton

Tentu saja setiap karya pasti akan ada baik buruknya. Akan ada yang suka, ada juga yang nggak suka. Serial ini pun nggak sempurna, setiap season pasti akan memancing respons yang beragam. Ada beberapa hal yang disorot untuk season penutup ini. Pertama, banyak orang berpendapat kalau masalah-masalahnya terkesan terlalu dipaksakan.

Satu masalah beranak-pinak sehingga menghasilkan masalah-masalah lainnya. Sebagian penonton menganggap masalah-masalah seberat dan sebanyak itu terasa kurang masuk akal dibebankan kepada remaja-remaja itu. Hal ini menimbulkan asumsi kalau masalahnya sengaja diciptakan semata-mata untuk membuat cerita jadi panjang.

Winston

Selain, itu karakter Winston juga menjadi sorotan. Sosok Winston dianggap kurang kuat untuk menjadi ancaman. Winston dianggap terlalu manis untuk diberi tugas berat. Mencari pelaku pembunuhan yang sebenarnya sekaligus membersihkan nama Monty dinilai sebagai tugas yang terlalu berat untuk sosok Winston.

Nggak sedikit juga yang menyoroti sosok Clay. Ada yang menganggap sosoknya terlalu positif untuk masalah seberat itu. Ada juga yang menganggap kalau sosok Clay terlalu dewasa untuk remaja seusianya. Ada juga yang memuji Clay yang bersikap terbuka dengan menerima kalau dirinya nggak baik-baik saja. Bagaimana menurutmu? Mungkin saja kamu punya pendapat yang berbeda.

Demikian review dan sinopsis 13 Reasons Why Season 4 yang merupakan the final season. Tentu saja kamu akan punya kesan sendiri setelah menonton serial ini. Kamu bisa membagikan kesanmu di kolom komentar, teman-teman. Setiap orang pasti punya kesan yang berbeda-beda. Berbeda itu sangat wajar, jadi jangan ragu untuk berbagi, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *