Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review 12 Monkeys, Perjalanan Waktu & Virus

Sinopsis dan Review 12 Monkeys, Perjalanan Waktu & Virus

Ditulis oleh - Diperbaharui 22 September 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di masa depan, Bumi hancur karena penyakit. Seorang tahanan dikirim ke masa lalu untuk mengumpulkan informasi tentang virus buatan manusia yang memusnahkan sebagian besar populasi di planet ini. Bintang box-office Bruce Willis dan Brad Pitt terperangkap di perjalanan lorong waktu yang misterius karya sutradara Terry Gilliam.

12 Monkeys adalah film science-fiction yang terinspirasi dari film pendek La Jetee karya Chris Marker yang dirilis pada tahun 1962 silam. Naskah yang ditulis oleh David Peoples dan Janet Peoples memukau Terry Gilliam yang kemudian membesut film ini dengan bujet terbatas dan hanya menggunakan properti seadanya untuk ukuran film bergenre fiksi ilmiah.

Sebagai salah satu film sci-fi terbaik dan film misteri terbaik, 12 Monkeys tentunya memiliki kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Untuk itu, kami akan coba ulas film yang membuat penonton akan berpikir sedikit berat untuk mengetahui makna film ini, terutama dalam memecahkan solusi perjalanan lorong waktu yang cukup membingungkan. Spoiler alert!

Sinopsis

Review 12 Monkeys

  • Tahun: 1995
  • Genre: Mystery / Sci-Fi / Thriller
  • Produksi: Atlas Entertainment, Classico
  • Sutradara: Terry Gilliam
  • Pemeran: Bruce Willis, Madeleine Stowe, Brad Pitt

Sebuah virus mematikan menyebar di tahun 1996 dan memusnahkan sebagian besar umat manusia. Populasi yang tersisa terpaksa hidup di bawah tanah. The Army of the Twelve Monkeys dipercaya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyebaran virus ini.

Di tahun 2035, James Cole (Bruce Willis) adalah seorang tahanan yang hidup di bawah reruntuhan kota Philadelphia. James dipilih oleh dewan ilmuwan untuk kembali ke masa lalu untuk mengumpulkan informasi tentang asal mula virus sehingga mereka bisa mengembangkan antivirusnya. James selalu bermimpi tentang pengejaran dan penembakan di bandara.

James tiba di Baltimore pada tahun 1990, bukan di tahun 1996 sesuai rencana. Dia ditangkap dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan ditangani oleh Dr. Kathryn Railly (Madeleine Stowe). Dia bertemu Jeffrey Goines (Brad Pitt), pasien yang memiliki pandangan fanatik tentang lingkungan hidup dan benci dengan mekanisme bisnis perusahaan-perusahaan besar.

Setelah wawancara yang gagal dengan para dokter kejiwaan, James dikurung di sebuah ruangan dengan dirantai. Tetapi tidak berapa lama, dia menghilang dan kembali ke tahun 2035. Karena James mengenali salah satu orang dalam foto yang diperlihatkan oleh dewan ilmuwan, James kembali dikirim ke masa lalu untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.

Tetapi dia terlempar ke salah satu pertempuran Perang Dunia I dan bertemu teman dari masa depannya. Dia tertembak di kaki dan langsung terlempar kembali ke tahun 1996.

James menculik Dr. Railly yang baru saja mengisi seminar tentang penyakit jiwa yang menjadi isi buku yang ditulisnya. James meminta Dr. Railly mengantarkannya ke Philadelphia untuk mencari Jeffrey.

James menganggap Jeffrey adalah pendiri The Army of the Twelve Monkeys, dan ternyata dia adalah anak dari pengusaha peraih Nobel di bidang kesehatan.

Tetapi Jeffrey membantahnya dan menuduh jika James adalah otak dari kelompok itu dengan idenya yang diucapkannya waktu dirawat di rumah sakit jiwa dahulu. James sekali lagi menghilang ketika hendak ditangkap polisi.

Kembali di tahun 2035, James meyakinkan kepada dewan ilmuwan untuk mengirimnya kembali ke masa lalu karena dia berkomitmen untuk menuntaskan informasi yang telah dia kumpulkan.

Sekali lagi James dikirim ke tahun 1996 dan bertemu Dr. Railly yang mulai meyakini tentang kisah perjalanan lorong waktu James. Sedangkan James mulai meyakini yang sebaliknya, jika dia adalah orang gila.

Ternyata, rencana yang disusun oleh Jeffrey dan rekan-rekannya di The Army of the Twelve Monkeys adalah untuk membebaskan hewan-hewan dari kebun binatang dan mengurung ayahnya di kebun binatang sebagai gantinya.

James melapor ke masa depan melalui telepon dan menyatakan jika mereka salah tentang kelompok ini yang bukanlah penyebar asal mula virus.

Dr. Railly mengenali Dr. Peters, yang pernah ditemuinya di seminar dan merupakan kepala ilmuwan di laboratorium ayah Jeffrey, di bandara. Dia menyimpulkan jika Dr. Peters adalah penyebar asal mula virus. Ketika James mengetahuinya, dia mengejar dan berusaha menembak Dr. Peters, tetapi ternyata dia yang ditembak oleh polisi.

Adegan di mimpi James benar-benar terjadi. Dr. Railly menatap mata seorang anak laki-laki yang ada di bandara sebelum dibawa oleh polisi. Sementara itu, di dalam pesawat, Dr. Peters duduk di sebelah salah satu orang dari dewan ilmuwan di masa depan.

Perjalanan Lorong Waktu yang Misterius

Perjalanan Lorong Waktu yang Misterius

Tercatat sepanjang film, James 3 kali kembali ke masa lalu. Di awal film kita dibuat percaya bahwa James memang dari masa depan, tetapi di pertengahan film kita dibuat bingung dan sebagian dari kita pasti percaya jika ternyata James memang benar orang gila.

Tetapi kemudian semua kembali berbalik ketika Dr. Railly memperlihatkan sebuah foto Perang Dunia I dengan James di dalamnya. Ada beberapa teori yang muncul setelah kita menonton film 12 Monkeys untuk mengetahui makna sebenarnya yang ingin diungkap dalam film ini.

Tetapi dari banyaknya perdebatan tentang maksud film ini, teori yang terkuat adalah kejadian itu merupakan ingatan James kecil di bandara yang melihat dirinya dalam versi dewasa dari masa depan ditembak. Ini spoiler-nya!

Film Fiksi Ilmiah yang Sederhana

Film Fiksi Ilmiah yang Sederhana

Terry Gilliam hanya mendapatkan dana sebesar $29.5 juta dari Universal Pictures. Bujet sebesar ini tergolong kecil untuk produksi film fiksi ilmiah.

Tetapi Gilliam mampu mewujudkannya dengan menggunakan properti seadanya dan menggunakan lokasi dengan sewa murah, dan semuanya berjalan sesuai jadwal, hanya telat seminggu karena kendala cuaca dan kecelakaan yang dialami Gilliam.

Kita bisa lihat di dalam film, tidak ada penggunaan peralatan canggih yang berlebihan, terutama untuk seting cerita di tahun 2035. Semuanya bahkan terkesan usang dan kelam. Selebihnya, karena sebagian besar cerita berada di tahun 1990an, tidak memerlukan peralatan masa depan yang futuristik.

Kabarnya, pihak studio pun meminta Bruce Willis untuk menurunkan gajinya untuk film ini. Sebenarnya ini adalah hal yang sulit karena Willis saat itu adalah bintang besar yang sukses dengan Die Hard [1988] dan sequel-nya di tahun 1992.

Sementara itu, Brad Pitt saat itu belum menjadi bintang sehingga gajinya masih terbilang murah. Tetapi setelah film ini, Brad Pitt langsung menjelma menjadi bintang papan atas.

Masa Depan Adalah Sejarah

Masa Depan Adalah Sejarah

Sebagai manusia, kita tidak pernah akan tahu bagaimana wujud masa depan umat manusia. Yang kita tahu, adalah bagaimana menjalani hidup di masa kini yang nantinya sangat berpengaruh kepada masa depan kita secara khusus.

Dan yang perlu kita camkan adalah, takdir tidak bisa diubah karena takdir adalah hak Tuhan yang bahkan sudah dicatat jauh sebelum umat manusia diciptakan.

Seperti dalam 12 Monkeys, meski sudah berkali-kali kembali ke masa lalu, tetap saja, peristiwa yang harus terjadi tetap akan terjadi, tidak bisa dihindari. Sebagaimana kerasnya James mengejar sang penyebar virus, tetap saja virus itu akan menyebar, karena di masa depan pun umat manusia hancur karena virus yang mulai mewabah di tahun 1996 itu.

Pada akhirnya, 12 Monkeys adalah sebuah film thriller dengan latar belakang kisah perjalanan lorong waktu yang penuh dengan kemisteriusan. P

erforma akting Bruce Willis, Madeleine Stowe, dan Brad Pitt menuai banyak pujian, bahkan Pitt berhasil masuk nominasi Oscar di kategori Best Supporting Actor dan menjadi bintang papan atas setelahnya dengan deretan film-film lainnya yang berkualitas.

Dengan kisah yang tidak mudah ditebak dan bernuansa kelam ini, 12 Monkeys menjadi film berstatus cult hingga saat ini. Dan beruntungnya kita, film ini sudah bisa ditonton melalui layar Netflix.

Jadi, mulai buka Netflix kalian dan tonton film tentang penyebaran virus ini. Semoga pandemi yang menerpa umat manusia saat ini tidak berakhir seperti yang terjadi di dalam film.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *